Friday, March 27, 2009

Dua Pertanda Kejatuhan Presiden Soeharto

Fakta ini gw dapet di kuliah Sistem Politik Indonesia, di bawah ajaran Mas Eep Saefulloh. Sebagai salah satu tokoh muda pada masa reformasi, beliau tentu mempelajari sepak terjang presiden Soeharto, dan bahkan berhasil menemukan 2 fakta unik yang menjadi pertanda kejatuhan Soeharto.

Pertanda yang pertama adalah, saat sidang MPR/DPR 1997 resmi mengangkat Soeharto sebagai presiden Indonesia untuk yang ke-enam kalinya secara beruturut-turut. Ketua MPR/DPR saat tu, Harmoko, meresmikan hasil rapat (memilih kembali Soeharto), yaitu dengan cara mengetuk palu tiga kali. Dan tebak apa yang terjadi? Kepala palu terlepas, tepat pada saat palu tersebut diketuk untuk yang ketiga kalinya.

Pertanda yang kedua juga terjadi di tahun 1997. Di tahun tersebut, banjir besar pertamakali melanda Jakrta, hingga menggenangi Istana Negara. Efeknya, karpet istana bahakan sampai basah karena banjir tersebut. Dan, kala itu Soeharto langsung memarahi habis-habisan menteri lingkungan hidupnya ( Sarwono Kusumatmaja ). Apa pasal?
Konon pada pertangahan tahun 1970-an, Soharto pernah menemui 'orang pintar', untuk diajak konsultasi. Saat itu, Soeharto bertanya "Kapankah tiba saatnya Saya harus mundur dan meletakkan jabatan Saya sebagai presiden Indonesia?"
Dan 'oran pintar' tersebut menjawab "Ada satu pertanda. Saat lidah air menjilat kakimu, itulah saatmu harus mundur"....

Well, no wonder kalau Soeharto kala itu mengamuk habis kepada menteri lingkungan hidupnya yang dianggap turut bertanggung jawab menggenangi istananya....

Wednesday, March 25, 2009

Konyol-Konyolan Dua Petinggi Negara

Hari ini, gw cukup senang dihibur dengan sebuah cerita yang lumayan menggelitik perut. Cerita ini mengenai percakapan antar dua petinggi negara pada pertengahan 1990-an, yaitu Yoshiro Mori ( PM Jepang) dan Bill Clinton ( Presiden Amerika). Dan kalau di cerita-cerita konyol biasanya selalu ada orang Indonesia sebagai tokoh paling konyol dan sumber penderitaan, maka bersyukurlah di cerita ini tidak ada tokoh Indonesia yang terlibat. No Indonesian was harmed during this story! Hehe



Yoshiro Mori dan Bill Clinton



Yah, seperti yang kita ketahui, orang Jepang punya kelemahan dalam menggunakan bahasa Inggris. Entah di dalam pelafalan, maupun penguasaan bahasa secara keseluruhan. Buat contohnya, gw pernah baca artikel di mana orang Jepang kesulitan buat ngeja "Kentucky Fried Chicken". Berhubung lidah yang beribet karena kebanyakan makan ikan (alesan ngasal...hehe), pelafalan merekapun jadi ngaco. Mereka mengejanya sebagai "Gentaiki Furaikocikin" !! Hahaha, LOL!

Masalah itu ga cuma hanya menghinggapi (nyamuk kali...) masyarakat awam Jepang aja, namun terkadang juga sampai ke petinggi negara, termasuk perdana menteri mereka! Si PM bernama Yoshiro Mori (kalo ga salah beliau berhenti pas sekitar tahun 2001) ini kerap menggunakan jasa penerjemah untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Pertengahan tahun 1990-an, akan diadain pertemuan anatar si PM Jepang ini dengan Presiden Amerika saat itu, yaitu Bill Clinton.
Yang bikin kocak, cerita ini nyata dan benar terjadi! Begini ceritanya...

Dalam rangka menyambut Bill Clinton, Mori pengen banget menyapa Clinton dengan bahasa Inggris yang keluar dari mulutnya sendiri. Oleh sang penerjemah, Mori diajarkan untuk bertanya " How are you? ". Dan, kaya yang selalu kita pelajari dari SD, maka lawan bicara yang sopan pasti akan ngejawab " I'm fine, thank you. And you?". Nah, maka si penerjemah langsung ngajarin Mori untuk langsung ngejawab " Me too". Alhasil, pelajaran yang diinget Mori saat itu adalah bertanya "How are you?", dan kemudian langsung ngejawab "Me too", begitu lawan bicaranya ngejawab pertanyaan pertama dari Mori.
Sayangnya, walaupun begitu kerasnya Mori menghafal urutan itu, beliau tetap ga bisa melafalkannya dengan baik.
Akhirnya sesuai dengan rencana, kedua pemimpin negara itu bertemu dan langsung menyapa. Begini kutipan percakapannya :

Mori : Who are you? (Mori salah mengeja HOW, menjadi WHO! hahaha)
Clinton : ( Kaget, dan menjawab ) I am the President of United States!!
Mori : Me too!


Hahahaha!! Sungguh cerita yang goblog...

*Krik Krik (mendengar suara jangkrik di kejauhan...pertanda cerita ini jayus dan garing)

Monday, March 23, 2009

Waktu Gue Tinggal Sedikit Lagi...

Apa pula dengan judul ini?
Bukan...bukan, gw bukan sedang sekarat
Dan gw juga ga pengen bunuh diri.
Gw masih pengen tetep hidup sampe punya rumah gedongan sendiri, sambil nimang cucu! haha

Terus apaan dong itu? Yah, itu menyangkut kehidupan kampus gw yang ga kerasa sebentar lagi berakhir. Mungkin ga sebentar juga sih, sekitar 1 sampe 1 setengah tahun lagilah, hehe.
Ga kerasa gw yang dulunya jadi mahasiswa baru culun dan imut-imut ini, dibentak-bentak senior dan sibuk bikin tugas ospek, sekarang udah kaya gini.
Perkembangan terjadi pas gw aktif-aktifnya di lembaga kemahasiswaan dan menikmtai masa-masa itu.
Sekarang lain lagi ceritanya. Skripsi udah mulai menghantui. Waktu gw pun udah ga banyak lagi. Kalo kata temen seangkatan gw : tinggal 3 bulan kuliah semester ini ditambah sekali UAS. Terus 6 bulan semester depan plus UTS dan UAS. Habis itu full nyiapin skripsi dan sidang. Waahhhh, ga kerasa!

Dan...itu yang ngebikin gw makin mikir. Sejauh mana kesiapan gw? Masa depan gw ditentuin dari sekarang. Sukses nggaknya gw jadi 'orang' juga dimulai sekarang. Selama setahun dan dua tahun inilah yang bakal ngerubah hidup gw, ke arah mana gw bakal jalan.
Apa skripsi yang bakal gw ambil, dan berapa IP gw nanti pas lulus. Itu yang bakal ngebentuk karier gw ke depan.
Hehe, lebay ya? Mungkin iya sih...tapi ga tau kenapa belakangan gw kepikiran hal ini. Utamanya ngeliat kedua kakak-kakak gw yang udah punya pekerjaan bagus dan karier yang kayanya bakal mantap. Ga salah kan kalo sekarang beban berada di pundak gw? Anak bungsu bukan berarti harus dapet yang serba belakangan kan? Posisi gw sebagai adik bungsu dari kakak-kakak yang bakalan cukup sukses, bukan alasan bahwa gw boleh untuk kurang sukses.

Di sisi lain, karier di luar itu juga kayanya ga bagus-bagus amat buat gw. Band yang baru bubar, skill manajemen keuangan kurang bagus yang ga cocok untuk jadi wiraswasta.... Ya, mau ga mau tujuan gw satu untuk saat ini. Ngejar cita-cita utama setelah lulus dari jurusan gw. Ya, Deplu atau kalau mau yang muluku banget, Kedubes....hehe. Syaratnya apa? IP dan pengetahuan umum. Nah, ini nih biang keroknya.... IP gw masih aja belom 3. Emang sih, masih di atas batas untuk ikut tes masuk Deplu. Tapi makin jauh di atas itu, kan peluang gw makin gede?? Iya kan?

Coba deh bayangin kaya apa masa depan nanti. Sekarang aja anak SD udah ada yang bayar uang sekolah perbulan sekian ratus ribu hingga jutaan perak sebulannya. Udah gitu biaya kuliah juga makin menggila dari angkatan ke angkatan. Semua harga serba mahal...
Coba aja kalo gw ngayal gw udah punya istri sama anak. Kalo gw ga dapet kerjaan bagus yang halal, mau makan apa istri-anak gw? Okelah soal makan bsa dipenuhin dengan minimalis (singkong, ubi, sagu, hahahahaha....nelangsa amat kayanya), terus gimana cara gw ngasih pendidikan formal ke anak gw nanti?? Beh beh, makin dipikir dan dikhayalin, makin pusing aja kayanya...
Sekarang gw udah ga bisa maen-maen lagi. Gw harus punya fokus satu tujuan. Terserah deh orang pada mau ngomong apaan. Mulut-mulut mereka ini, tapi yang penting hidup gw ya gw yang megang! haha.
Sekaranglah saat gw lebih serius, harus lebih banyak mikir lagi, harus lebih rajin baca buku, harus lebih rajin ibadah

Pfffffhhhhhh.....
Waktu gue ga banyak lagi.....

EPL, Serie A, La Liga dan Bundesleague 2008/2009

Ya, post ini berisi prediksi gw akan liga-liga besar Eropa yang udah makin mepet menuju akhir musim. Siapa tau aja gw bisa jadi pengamat terkenal kaya Bung Koesnaini, Bung Ropan, dan Bung Ronnie ( Alm. ), hehehe...
Persaingan di semua Liga rata-rata menjadi seru dan diikuti dengan selisih poin yang makin menipis diantara semua tim peserta. Untuk yang pertama, gw akan bahas Liga Inggris

EPL
Persaingan di EPL ( English Premier League ) menjadi semakin seru minggu-minggu belakangan ini. Dan, gw cukup senang bahwa prediksi gw di awal Januari kemarin rupanya 99.9% akurat!! Haha (baca EPL 2008/2009 : Tinggal Liverpool atau MU ). Yup, seperti yang gw tuliskan di sana bahwa persaingan sudah sedemikian mengerucut menjadi MU dan Liverpool. Chelsea masih punya peluang, namun tidak dengan Arsenal.
Kekalahan beruntun MU atas Liverpool dan Fulham membuat selisih poin MU dan Liverpool berkurang menjadi satu poin saja (dengan satu game sisa bagi MU ). Skuad Alex Ferguson tampak dibayangi tekanan, terutama dalam rangka perburuan quadrupple atau bahkan quintuple!
Kegugupan ini terlihat jelas saat mereka dihajar 4-1 oleh Liverpool, dan dibungkam 2-0 oleh Fulham, di mana dua pemain MU diusir dari lapangan. Lini belakang MU yang selama setengah musim kemarin menjadi pusat kekuatan, menjadi keropos sepeninggal Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand secara bergantian. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua bek itulah yang menjadi inti lini pertahanan, dan kehilangan salah satunya berakibat fatal pada permainan MU secara keseluruhan. Salah satu contohnya adalah lowongnya barisan belakang MU saat diserang oleh Fulham. Bahkan Paul Scholes yang berposisi gelandang harus turut membantu pertahanan hingga lini terakhir sekalipun. Berdiri di depan gawang, ia (dengan refleks) menepis bola yang meluncur menuju gawangnya (dari situlah kartu merah berasal! hehe ).
Dengan demikian, MU harus menemukan form-nya kembali untuk menjaga ritme. Dan usaha itu harus dimulai dari minggu depan, saat mereka melawan tim kuat Aston Villa.
Bagaimana dengan Liverpool? Prediksi gw akan tetap seperti sebelumnya, masalah Gerrard-Sentrisme. Untuk bisa mengejar MU, Liverpool harus tetap bergantung pada kondisi Gerrard. Hal itu yang ngebuat prediksi jadi agak susah, karena tergantung sama cedera-nggaknya Gerrard. Walaupun begitu, kekuatan Liverpool untuk ngejar MU masih ada sama ritme yang sekarang. Liverpool masih punya kekuatan untuk terus ngasih pressure ke MU. Dan tekanan itu yang bakal menguji mental MU, apa emang pantas untuk menyandang multi-gelar musim ini.
Chelsea? Kebangkitan yang terlambat di tangan Guus Hiddink. Chelsea punya peluang untuk memperkecil jarak dengan MU minggu kemarin, tapi justru gagal dan malah kalah juga di tangan Tottenham. Namun, duet Drogba-Anelka yang baru di tangan Hiddink masih bisa juga memberi tekanan ke MU, walaupun aktor utama tekanan itu masih pada Liverpool. Peluang juara Chelsea sangat tipis.
Untuk ngeliat peta persaingan ke depan, penentuannya ada pada minggu besok, dan yang terutama pada minggu perempat final Champion League nanti. Ya minggu depan menjadi saat yang menentukan di game MU-Aston Villa. Dengan form yang buruk dan harus melawan tim yang cukup kuat, ditambah dengan absennya banyak pilar. Disinilah titik penentuan pertama. Tapi, menurut gw, sejelek-jeleknya MU bakal seri. MU bukan tim kemarin sore yang ga bisa menang tanpa bintang-bintangnya. Selain itu, pemain senior macem Giggs dan Van Der Sar masih bisa ngasih motivasi sendiri. Seripun, MU bakal disusul Liverpool, tapi masih punya sisa satu game.
Artinya, pada titik penentuan ini, bisa jadi Liverpool menggusur MU dari tahta sementara EPL, dengan keunggulan 2 poin!
Poin penentuan yang kedua ada pada dua pekan, yaitu 8 dan 15 April 2009. Ya, perempat final liga champion. Liverpool akan menghadapi Chelsea, sementara MU 'hanya' akan bertemu Porto. Kesiapan Liverpool untuk konsentrasi mengejar MU dan melawan Chelsea sekaligus, akan sangat menentukan. Di sinilah titik balik yang (mungkin) bisa dipergunakan oleh MU untuk bisa ngambil poin lagi dan kalau bisa, memperlebar jarak. Kemungkinan yang bakal terjadi, MU kembali mimpin (atau perlebar jarak) paska partai Liverpool-Chelsea dan Chelsea-Liverpool.
Selanjutnya akan sangat tergantung. bagaimana hasil Liga Chamopins itu, Kalau MU dan Liverpool sama-sama lolos ke semifinal, persaingan tentu akan semakin ketat hingga akhir musim. Kalau MU lolos dan Liverpool gugur, well beban MU akan sangat berat untuk bisa lepas dari kejaran Liverpool di liga,, dan bisa jadi EPL 2008/2009 akan punya juara baru.
Makanya, itu yang bikin gw bilang kenapa EPL menyuguhkan persaingan paling seru dan ganas gila-gilaan di musim ini!! haha.
Peluang juara MU - Liverpool = 53 - 47 (Ada yang mau taruhan? Gw kasih 0 : 1/4 deh...hehe)


Serie A
Walaupun ga se-hot EPL, serie A musim ini juga layak disimak hingga akhir. Peluang masih dipegan Intermilan dan Juventus, dengan AC Milan tercecer cukup jauh dibawah dua tim tersebut ( 14 poin dari Inter, 7 dari Juve ). Dan ketiga tim udah ga punya kompetisi eropa untuk diikutin lagi (sedih). Palingan tinggal ada Coppa Italia yang ga jadi prioritas baik untuk Inter maupun Juve. Oleh karena itu, semua bisa fokus ke Serie A aja. Prediksi untuk liga ini cenderung lebih gampang, karena ga terlalu banyak faktor yang ngasih pengaruh. Paling cuma uji konsistensi dan mental kedua tim aja. Masalah sosok pemain yang terlalu sentris, mungkin ada di Inter ( ya, siapa lagi kalo bukan Zlatan Ibrahimovic! ). Tapi itupun bukan masalah yang sangat amat besar buat Inter seandainya Zlatan berhalangan tampil. Inter masih punya Crespo, Adriano, Cruz, dan Balotelli. Jadi persaingan murni ditentukan bagaimana mental dan strategi rotasi kedua pelatih. Prediksi gw....(dengan berat hati) Inter punya peluang jauh lebih besar untuk pertahanin scudetto. Juva bisa ngejar, asal stabil. Lagipula, kelemahan Juve ada di partai ngelawan tim besar, Kecuali lawan As Roma kemaren, juve selalu kesulitan ngelawan Inter dan Milan. Partai Juve versus Inter bisa jadi salah satu titik balik, kalau dimenangin Juve. Masalahnya, Juve menangpun, Inter masih punya berbagai keunggulan untuk bisa terus kabur dari tekanan Juve. Peluang Inter - Juve = 60 - 40

La Liga
Di Spanyol? Tetep Barcelona jadi aktor utama musim ini. Real Madrid yang ketinggalan 6 poin terlambat panas. Pergantian pelatih dari Schuster ke Ramos membawa hasil yang cukup baik, namun agak terlambat. Kendati begitu, jarak 12 poin berhasil dipangkas jadi 6 saja. Namun, inkonsistensi Barca kemarin juga mulai berlalu. Setiap Madrid menang di minggu-minggu kemarin, Barca juga sukses menghajar lawannya. Cedera Carles Puyol hingga 3 bulan yang bisa dijadikan pertimbangan utama. Daya serang Barca sangat luar biasa, namun lini pertahanannya tidak istimewa. Di posisi bek tengah, Barca kerap bertumpu pada duet Puyol - Milito. Kalau Puyol ga maen, biasanya diisi sama Gerard Pique. Artinya bek tengah menjadi bertumpu pada Gabriel Milito, begitupun dengan penarikan line untuk offside. Di sisi lain, barisan depan Madrid yang kurang ganas di awal musim, mulai menemukan bentuknya dengan kehadiran Klaas-Jan Huntelaar sebagai pengganti Nistelrooy. Kalaupun Huntelaar mulai mandul, masih ada Higuain yang kerapkali mencetak double goal dan hattrick. Di sinilah ujian sebenarnya bagi Barca. Ditambah lagi, mereka masih harus fokus di Liga Champions, dimana Madrid sudah tidak bermain setelah tersingkir dari Liverpool.
Josep Guardiola tidak punya pilihan lain. Dibanding memperbaiki kelemahan Barca, akan lebih baik apabila ia justru memaksimalkan keunggulan Barca, Ya, artinya cedera Puyol harus dilupakan, sementara merka harus terus menerus mecetak gol sebanyak-banyaknya. Kalau sudah gini, tergantung performa Lionel Messi, Samuel Eto'o dan Thierry Henry di lini depan Barca. Apabila Barca masih konsisten menjaga performa dan jarak poin dengan Madrid sekembalinya Puyol, gelar La Liga sudah di depan mata Barca. Prediksis gw untuk Barca - Madrid = 55 - 45

BundesLeague
Dibanding ketiga liga lainnya, hanya liga ini yang masih ngebuka peluang tiga tim untuk juara, yaitu Hertha Berlin, Bayern Muenchen, dan Vfl Wolfsburg. Hingga pekan ini Berlin masih unggul satu poin dari Muenchen dan Wolfsburg, dengan 9 pertandingan sisa untuk dijalani. Kemana Hoffenheim yang begitu perkasa di awal musim? Ya, mereka turun hingga ke peringkat 5 dan kehilangan peluang juara. Hal ini disebabkan karena cederanya Vedad Ibisevic, yang notabene menjadi sumber gol Hoffe, hingga setengah msuim ke depan.
Persaingan sengit tiga tim di papan atas. Felix Magath sebagai pelatih Wolfsburg saja sudah mengatakan bahwa timnya tidak bermimpi untuk jadi juara. Merendah atau memang masih merasa kurang dari timnya? Gw prefer untuk alasan kedua. Kenapa? Wolfsburg bukan tim besar, dan masih dipenuhi oleh pemain-pemain muda. Jujur ini klise, tapi mereka belum akan sanggup untuk ikut di dalam tekanan yang sebesar ini secara konstan. Hoffe sudah membuktikannya sendiri. Pasti akan ada pekan di mana Wolfsburg akan muali tertinggal dari dua tim di atas.
Peluang Hertha? Hanya sedikit lebih baik dari Wolfsburg. Memang mereka memimpin klasemen saat ini. Tapi keunggulan hanya 1 poin di atas raksasa seperti Muenchen bukanlah hal yang cukup. Lagi-lagi mental dan kualitas pemain yang menjadi faktor kunci. Kualitas teknis pemain Hertha tidak semengkilap dan serata Muenchen untuk semua lininya.
Kalau saja Muencehn udah tidak bermain lagi di Liga Champions, gw akan dengan mutlak bilang bahwa Muenchen pasti akan juara Bundesleague. Nyatanya, mereka masih harus berlaga di LC, dan faktor itu yang ngebikin 'mutlak' jadi hilang. Kendati demikian, peluang mereka tetap terbesar. Unggul kualitas pemain, terutama untuk rotasi, serta mental juara turun temurun, ngebuat Muenchen bisa lebih leluasa untuk mengintimidasi Hertha Berlin. Peluang Hertha-Muenchen-Wolfsburg = 35-40-15

Well, ini semua hanya prediksi. Andaikata ternyata semua benar sampai kompetisi berakhir, tentu gw akan layak untuk tampil di RCTI sebagai komentator Liga Champion!!! Hahahahahahaha!!

Indonesia, Hindia Belanda, dan Piala Dunia 2022

Akhirnya uts gw kelar juga, dan nih blog keurus lagi...
Udah cukup lama gw ga posting, dan amat lama ga posting yang bertema sepakbola.
Jadi khusus edisi ini, gw lagi pengen banget nulis-nulis tentang bola, terutama sepakbola Indonesia. Enjoy!

Desember 2008, Indonesia resmi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah World Cup 2022. Jujur, pengajuan ini bikin gw kaget. Saingannya (sangat amat) ga enteng. Diantaranya ada Amerika Serikat, dan CIna (yang baru sukses ngadain Olimpiade 2008). Takjub, sekligua heran gw ngeliat fakta ini. "Kok berani-beraninya Indonesia maju? Atas dasar apa??"

"Atas dasar apa", pertanyaan ini yang mungkin perlu gw bedah (dokter kali...).

Kalo ngeliat susunan kompetisi Indonesia Super League ( biasa disebut ISL ). Soal ini, orang awam juga tau kalo kompetisi kita masih carut marut banget! Sistem yang masih berubah-ubah antara klasemen Barat-Timur a la NBA dan full kompetisi, lapangan yang sebagian besar di bawah standar internasional, sampe unsur fairplay dan sportmanship yang bisa bikin geleng-geleng kepala....
Soal lapangan....sejauh ini kondisi Gelora Bung Karno aja dibilang masih belum memenuhi standar. Rumput yang kurang bagus, sampe ke ruangan penyokong macem ruang wartawan dan wc yang di bawah standar kenyamanan dan kebersihan. Stadion lain macem Mattoangin di Makassar ato Si Jalak Harupat emang punya rumput yang bagus, tapi infrastruktur masih jauh di bawah GBK. Lantas kalo emang pingin maju, gimana cara naikin tingkat standar semua stadion itu? Duit siapa? Kapan? Itu baru masalah stadion, belum masalah kecil-kecil lainnya.

Soal fairplay dan sportmanship , ada contoh gampang dan terbilang baru di sini. 2 Minggu lalu seorang pemain dari Pupuk Kaltim (PKT) bernama Jumadi Abdi harus tergeletak di tengah lapangan akibat tabrakan dengan pemain dari Persela Lamongan, Jumadi dilarikan ke rumah sakit, namun selang 8 hari kemudian ia meninggal gara-gara usus halusnya pecah dan kemasukkan bakteri. Lantas apa tindakan PSSI? Yah, gw mengira bakal ada hari berkabung atau minimal penggunaan pita hitam di setiap pemain untuk minggu itu. Nyatanya, cuek bebek. Sama sekali ga ada yang namanya tindakan simpati dari PSSI terhadap Jumadi. Ironis, kalo ngeliat gimana Antonia Puerta dari Sevilla meninggal di kompetisi Liga Spanyol 2 musim lalu. Liga Spanyol diliburkan satu minggu, dan semua pemain yang terdaftar menggunakan pita hitam di lengan mereka sebagai tanda duka. Selain itu, semua pertandingan yang akan dimulai, didahului dengan mengheningkan cipta selama 1 menit. Lihat kan? Gimana bisa ngebandingin profesionalitas liga kita hanya dari hal - hal kecil seperti itu?

Belum lagi permasalahan soal PSSI itu sendiri. Lha, ketua umumnya aja napi! Gimana mau maju?? Cinta sepakbola sh boleh-boleh aja, tapi gimana dia mau mimpin dari dalem bui? Belum lagi image PSSI di mata FIFA. Toh juga berarti dana yang dikeluarin dari kantong Nurdin Halid berarti duit hasil korup kan? Hemmmmm, ga malu apa? Bahkan Nurdin sendiri maksa buat tetep jadi Ketum PSSI, sementara FIFA sempat mengancam akan ngebekuin PSSI gara-gara secara teknis, ga punya ketua umum ( Nurdin ga diakui karena di dalem bui ). Nah! Kalo PSSI-nya aja ga beres, gimana kompetisi mau beres juga??

"Atas dasar apa" lagi-lagi beredar di pikiran gw...
Hemmmm,romantisme masa lalu? Ya, Indonesia pernah berlaga di ajang Piala Dunia. Tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis. Indonesia sendiri merupakan negara Asia pertama yang berlaga di ajang itu.
Kalo info ini baru buat lo, jangan merasa bangga dulu. Kepesertaan Piala Dunia pada waktu itu sudah menggunakan penyisihan, namun belum seketat sekarang ini, Lagipula, posisi Indonesia saat itu adalah pengganti Jepang yang tidak mau ikut serta. Dan, bukan nama Indonesia yang dibawa, melainkan Hindia Belanda. Ya, tim ini berisi campuran pemain lokal, bule, dan cina. Ikutpun, Indonesia langsung takluk dihajar Hungaria 6-0. Apa yang mau dibanggakan? Lolos otomatis di kompetisi baru yang minim peminat? Ditambah lagi fakta bahwa ini bukan tim Indonesia murni dan langsung dihajar 6-0?
Romantisme masa lalu yang bener-bener ga bisa dibanggain...

Terus atas dasar romantisme itu, PSSI berani untuk maju jadi tuan rumah?
Sejauh ini, baru ada 2 negara Asia yang pernah menjadi tuan rumah piala dunia. Itupun dibagi dua antara Jepang dan Korsel. Lain halnya dengan Indonesia, Jepang dan Korea sudah pernah mengicip pentas Piala Dunia sebelumnya. Jadi mereka bukan negara yang mengincar tuan rumah hanya karena ingin lolos otomatis saja.
Bagaimana dengan Indonesia? Frustasi karena belum pernah lolos ke Piala Dunia? Jawaban yang paling mungkin terjadi.

Miris ngeliat Indonesia yang pernah dijuluki Macan Asia, yang dahulu begitu perkasa di hadapan Jepang, dan yang dulu menahan imbang Rusia yang diperkuat Lev Yashin pada tahu 1958, harus terseok-seok berjuang menuju Piala Dunia. Yang lebih miris lagi, mengetahui bahwa untuk mencapai Piala Dunia itu, Indonesia harus nyoba lewat jalan belakang, yang itupun amat susah buat dicapai.