Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Saturday, August 20, 2011

PB...Petak Benteng yang Menjadi Point Blank

"Banyak nyamuk di rumahku, gara-gara kamu malas bersih-bersih...."

Itulah sepenggal kalimat pertama yang tertutur dari senandung Enno Lerian.
Mungkin Enno adalah artis yang pertama kali saya idolai, jauh sebelum saya mengenal Reza Artamevia atau bahkan Kevin Vierra.

Dan mungkin tidak banyak yang ingat bahwa penyanyi cilik yang kini menjadi basis ternama, Bondan Prakoso, memiliki seorang rival bernama Eza Yayang. Lenggak-lenggok Eza Yayang yang kerap bergaya Michael Jackson seolah mampu menyihir setiap penonton cilik di rumahnya masing-masing. Jangan kecualikan saya..hehe.

Lalu setiap sore sehabis mandi, Dandy cilik selalu menyempatkan diri untuk bermain keluar rumah dengan anak tetangga. Bermain kejar-kejaran, atau sekedar melepas guyonan. Dan nyaris setiap akhir minggu, baru saya diperbolehkan bermain Nintendo (yang susah payah saya peroleh setelah derai air mata guna membujuk si papi-mami). Masih ada yang ingat dengan game Mario Bros, Contra, Ica Climber, atau Tetris? Sepertinya itulah tekonologi terpesat yang dinikmati oleh anak-anak segenerasi saya. Jangan tanya generasi di atas kami, yang mungkin bahkan belum mengenal video games. Tapi generasi kamipun sebenarnya sudah cukup senang dengan sebuah benda bulat bertali yang dimainkan naik turun. Namanya....ah saya ingat....Yoyo. Bahkan faktanya tanpa alat bernama Yoyo-pun, kami sudah sangat bahagia apabila banyak anak berkumpul untuk bermain petak umpet, petak benteng (yang lebih populer disebut bentengan), ataupun mencari alasan untuk bisa puas jongkok dengan bermain petak jongkok. Kadang ada yang terlalu bersemangat, sampai jatuh tersungkur dan berdarah, dan mungkin dia menangis setelah itu. Tapi yang jelas itu hanyalah selingan sesaat sebelum "si korban" kembali tersenyum setelah ditraktir es lilin oleh teman-teman yang lain. Setelah itu, bolehlah kami melanjutkan bermain sampai langit mulai agak gelap dan adzan Maghrib berkumandang. Saatnya pulang atau kami akan dikuncikan di luar rumah.

Itu tadi soal permainan, lalu bagaimana dengan acara televisi?
Si Unyil dan Pak Raden, serta Si Komo, seolah menjadi ikon televisi yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Anak mana yang mau melewatkan Pak Raden bercerita sambil menggambar, atau Si Komo yang bernyanyi bersama Si Belu, Ulil, dan Dompu? Dan jangan lupakan pula sinetron keluarga bertajuk "Sahabat Pilihan" yang bercerita tentang kisah pedagang koran bernama Dado dan Ading. Sinetron yang kemudian berganti tongkat estafet sinetron keluarga generasi berikutnya menjadi "Keluarga Cemara". Lagi-lagi berkisah tentang anak keluarga kurang mampu yang terpaksa berdagang opak sambil sekolah. Saya ingat betapa kami dimanjakan dengan sinetron-sinetron yang secara tersurat memberikan nilai tentang makna bersyukur dalam kesederhanaan.

Itu semua adalah suvenir yang diperoleh generasi anak-anak yang besar pada era akhir 80-an dan awal 90-an. Tidak banyak sesuatu yang canggih. Bahkan mungkin kami terkesan agak bodoh dan buta teknologi. Satu-satunya anak yang melek teknologi saat itu hanyalah si Lex (cucu John Hammond dalam film Jurassic Park) yang mampu mengoperasikan sistem keamanan taman dinosaurus dalam keadaan darurat. Lex yang bisa membuat kami berdecak kagum karena mampu menghambat gerakan seekor Velociraptor dewasa hanya dengan menggerakkan dan menekan-nekan mouse. Mouse adalah benda misterius bagi kebanyakan bocah kecil di tahun 1993. Padahal ketika sekarang saya mengetik tulisan ini, percaya atau tidak, saya menyentuh mouse hingga puluhan kali..hehe.

Mari warp sejenak sejauh 16 tahun ke depan. Masa ketika saya baru melampaui fase remaja, dan terhenyak melihat seorang bocah kecil di tengah pusat perbelanjaan. Banyak alasan kenapa saya bisa sampai terhenyak melihat bocah kecil yang usianya belum genap 5 tahun tersebut. Alasan yang pertama, mungkin dia memiliki tato sebuah naga besar di lengan kanannya. Tapi alasan lain yang agak lebih masuk akal adalah fakta bahwa bocah itu mengalungi sebuah handphone. Bukan handphone biasa, tapi merk tertentu yang berlogo dua buah huruf B. Ya, merk dagang yang saat itu sedang mulai menjamur di Indonesia, hingga satu buah barangnya bisa lebih mahal sekitar 2 sampai 3 kali lipat dari harga setahun kemudian untuk jenis yang sama. Toh saya tidak bisa terhenyak berlama-lama, karena kemudian saya 'dipaksa' harus menganga ketika melihat si bocah mendadak mengangkat HP-nya, dan kemudian asik tenggelam dalam sebuah percakapan singkat. Agak aneh ketika saya mencuri dengar percakapan tersebut, yang terdengar adalah obrolan singkat :

"Iyah...aku lagi pelgi sama papaku. Kemana ya? Aku juga ga tau ini dimana.. Papa habis ini ngajak ke lestolan katanya, kamu ganggu aja deh. Nanti aku telpon kamu lagi. Nggak bicaaaaaa, nanti paling si mbak yang mencetin hpku biar bisa nelpon kamu. Udah ya..dadaah"

Hal ini mungkin memberikan dampak yang tidak jauh berbeda kepada saya, dibandingkan dengan misalnya si bocah itu benar-benar memiliki tato naga besar di lengannya. Mungkin dia belum bisa mengoperasikan HP-nya, sama ketika saya belum bisa mengoperasikan sebuah mouse. Tapi Dandy cilik tidak menenteng mouse ke lapangan untuk bermain gobak sodor, bahkan ketika itu Dandy cilik belum memiliki mouse di rumahnya karena belum ada unsur mendesak yang diperlukan untuk memiliki benda tersebut. Menunjukkan status sosial? Barangkali. Tapi apa gunanya anak sekecil itu sudah harus memikirkan status sosial?

Rasa penasaran itu membuat saya selama 3 hari berturut-turut menunggu di halaman depan rumah ketika sore menjenguk. Apa pasal? Saya ingin melihat kegiatan anak-anak di sore hari. Tetangga tepat di sebelah kiri punya anak kelas 4 SD bernama Karel. Tetangga sebelah kanan saya memiliki anak kelas 3 SD bernama....saya lupa...hehe. Toh ketika saya menunggu sampai maghrib, saya hanya mendapati ibu-ibu tetangga hilir mudik, dan beberapa abang tukang somay dan tukang roti lalu lalang. Tidak ada Karel, tidak ada.....saya sebut saja Gufi. Padahal baru sekitar 5 tahun lalu saya masih bisa mendengar Soya, tetangga sebelah yang sekarang sudah SMA, masih berlari-lari dan bermain petak umpet bersama teman-temannya.
Dan ketika saya memergoki si Gufi yang baru pulang sekolah, itu adalah kesempatan terbaik untuk melakukan interogasi. Dengan iming-iming permen, saya coba untuk ajak dia ngobrol. Ternyata iming-iming permen tidak cukup, karena si bocah minta saya untuk menginstall game PC terbaru di komputernya baru dia bersedia diajak ngobrol. Memang hebat gaya negosiasi anak sekarang. Tapi jangan remehkan anak generasi kami yang lebih fleksibel, sayapun akhirnya bisa mengubah tuntutannya menjadi bentuk yang lebih tradisional....mengajari dia main monopoli, hehehe. Setelah interogasi, usut punya usut, bahkan dia tidak mengenal si Karel. Memang dia pernah melihat Karel, tapi jangankan tegur sapa, dia bahkan tidak tahu nama anak tetangganya paling dekat secara geografis.

Agak menyedihkan dalam sudut pandang saya, karena mereka bahkan tidak mengenali orang-orang di lingkungan sekitarnya. Namun apakah itu menyedihkan dalam sudut pandang mereka? Saya rasa belum tentu, bahkan mungkin tidak samasekali. Bagi mereka tentu ada kegiatan substitusi lain yang mampu menggantikan proses interaksi tersebut. Misalnya bermain video game, atau menonton Insert Ivestigasi, mungkin juga berlatih mengemudikan mobil di atas kecepatan 100 Km/Jam. Atau bisa jadi sebenarnya mereka tidak kehilangan proses interaksi tersebut, melainkan mereka melakukan komunikasi via pesan singkat atau saling menelepon menggunakan handphone. Who knows?
Menyedihkan hanyalah sudut pandang. Bahkan sekarang mungkin ayah saya berdecak gemas melihat saya yang menghabiskan waktu 2-3 jam beruntun di depan komputer. Hal yang untuk saya lumrah saja, namun tidak lazim bagi orang tua saya. Tenang, di sini saya juga tidak mau menghakimi bahwa anak generasi sekarang tidak lebih baik dari anak generasi kapanpun juga, ataupun sebaliknya.

Di luar soal menyedihkan, yang jelas saya berani menjamin bahwa mereka lebih melek teknologi dan melek informasi dibandingkan anak-anak generasi kami. Bahkan bisa jadi Lex Hammond yang kami kagumi, terlihat begitu bodoh dan sangat fiktif di mata mereka. Mereka tentu tidak akan percaya tindakan heroik tersebut mampu dilakukan oleh Lex, karena mereka sudah paham mengenai batasan tekonologi yang mustahil dan yang masuk akal untuk satu masa. Mana mungkin pada masa itu seorang bocah dapat semudah itu mengoperasikan sistem keamanan sebuah taman dinosaurus?
Namun ada satu hal berkebalikan yang saya juga jamin, bahwa rata-rata anak pada generasi kami lebih terlatih dan mampu bersosialisasi. Mungkin juga memiliki kebugaran yang lebih (kalau yang ini bukan jaminan, tapi asumsi..hehe). Pada faktanya teriakan kami lebih keras dan tawa kami lebih meledak saat kami tertangkap di dalam permainan petak benteng, dibandingkan teriakan dan tawa mereka saat karakter mereka tertembak mati dalam game Point Blank bukan?

Lantas, apa poin yang hendak ditekankan dalam tulisan ini? Nyaris tidak ada...hehe. Pada awalnya saya hanya ingin menulis tentang kenangan masa kecil saya. Namun pada perkembangannya, saya menemukan fakta yang menarik terkait dengan perkembangan anak jaman sekarang. Tapi sekali lagi bukan berarti saya menuding bahwa anak jaman sekarang kurang bahagia. Mereka bahagia dengan caranya sendiri, sama halnya dengan generasi ayah-ibu kita yang bahagia dengan memiliki satu saluran televisi saja. Namun sebagai perwakilan (muda) dari generasi yang lahir pada tahun 1980-an, saya dengan senang hati mengakui bahwa saya lebih menggilai Hanson ketimbang Jonas Brothers :)

Sunday, October 4, 2009

5 Tokoh Perang Dunia II yang Membuat Rambo jadi Terlihat Culun!!

Oke, ini sebenernya bukan ide yang orisinil. Ide untuk ngebikin ini timbul setelah gw baca di situs cracked.com yang beropini mengenai 5 jagoan yang bikin Rambo terlihat seperti banci.. 
Tapi ga apa-apa lah...sekali-sekali gw menebar unsur plagiarisme di blog gw. Lagian juga ini gw adopsi doang kok. Yang gw ambil itu 5 tokoh dari Perang Dunia II doang, yang merupakan event histori favorit gw. Datanya juga cuman dikit yang gw embat dari situs itu. Ga masalah kaan? (hehehehe, nyari pembelaan).

Ga pake banyak cingcong, mari lihat 5 tokoh pilihan gw (nomer ga urut, karena gw bingung untuk nentuin yang paling MACHO! haha)


1. John Basilone : Tiga Hari tanpa Makan dan Tidur Menghadapi 3.000 Orang


 

John Basilone mendaftarkan diri sebagai U.S Marine Corps pada tahun 1940. Segera setelah itu, ia diterjunkan ke medan perang pasifik, melawan Jepang. Salah satu medan perang yang paling mengerikan bagi sekutu di sana adalah di Guadalcanal, Kep.Salomon. Basilone turut berperang dan mendapatkan nama harum di sana, pada tahun 1942

Tersebutlah, bahwa ia bersama kompinya diharuskan untuk menahan serangan Jepang di satu pos di medan Guadalcanal. (Catetan gw : satu kompi dalam kondisi lengkap dan 'sehat' biasanya diisi sekitar 100-150 an orang, dan dipimpin oleh perwira yang paling tidak berpangkat Letnan sampai Kapten. Basilone sendiri berpangkat Sersan, sehingga dia merupakan orang di rantai komando selanjutnya apabila sang pemimpin kompi terbunuh. Itulah yang kemudian terjadi.)

Seiring dengan terbunuhnya si komandan kompi, Basilone bertanggung jawab atas pos yang dihuninya. Ganasnya serbuan Jepang dan tidak datangnya pasukan bantuan, mengakibatkan Basilone hanya tinggal memiliki 15 orang untuk bertempur melawan 3.000 pasukan Jepang di hari pertama. Hingga hari ketiga, ia kehilangan 12 orang lainnya, dan hanya bertahan dengan 2 orang bawahannya. Dalam sejarah disebutkan bahwa selama 3 hari ia berperang tanpa makan, minum, tidur, maupun istirahat. Ia menggunakan semua senjatanya untuk berjuang mempertahankan posnya dari serbuan Jepang. Mulai dari machine gun hingga pistolnya. Pada akhir hari ketiga, ia berhasil menahan serbuan 3.000 orang itu (ga ada sumber yang jelas, pasukan Jepang itu mati semua atau ditarik mundur. Yang jelas dia menang melawan ribuan orang itu!!).

Kebayang kan, kalo Rambo emang ga ada apa-apanya dibanding Sersan gendeng ini?
Pada akhirnya Basilone ditarik kembali ke Amerika untuk mendapatkan perawatan dan medali. Bukan main-main, yang ia dapat adalah medali tertinggi yang bisa didapat oleh semua prajurit perang, yaitu Medal of Honor.

Orang yang sudah mendapat medali ini biasanya tidak diperbolehkan untuk kembali ke medan perang. Alasannya sih ga dipublikasi, tapi dugaan gw...pada saat itu emang perlu banyak banget orang yang selamat dari medan perang untuk kembali ke tanah air dan menceritakan apa yang terjadi semuanya. Ia berperan baik sebagai pewarta berita, maupun tokoh yang bisa dijadiin panutan dan sumber inspirasi. Banyak banget kasus kaya gitu di medan Perang Dunia II.
Oke, singkat kata, Sersan Basilone ini juga pada awalnya tidak diperbolehkan untuk pergi berangkat lagi ke medan perang. Tapi Basilone memaksa, dan akhirnya ia dimasukkan ke pasukan yang akan bertempur merebut pulau Iwo Jima (ini pulau yang sangat mengerikan dalam sejarah militer Amerika. Alesannya mudah, pulau ini bener-bener makan banyak banget korban jiwa akibat kesadisan dan kegigihan tentara Jepang).

Mendarat di Pulau Iwo Jima, kompi Basilone dihancurkan oleh serangan dan tembakan pasukan Jepang dari garis pantai. Namun ia membalas dendam. Seorang diri berhasil menghancurkan satu rumah persembunyian Jepang yang memiliki tembakan otomatis MG-42 (tembakan yang menyapu kompinya di garis pantai itu). Sayangnya, beberapa menit kemudian ia tewas terkena serangan senjata artileri Jepang. Namanya kini digunakan untuk sebuah kapal induk Amerika, dan nama-nama di ruas jalan Amerika pula.



2. Vassili Zaitsev : Penembak Jitu Rusia yang Menghabisi Nyawa 500 Musuh

Bagi yang pernah nonton film berjudul Enemy at the Gates, tentu akrab dengan nama ini. Ya, film yang dibintangi Jude Law tersebut memang berkisah tentang dirinya, walaupun sebagian besar adalah fiksi. 
Zaitsev merupakan sniper atau penembak jitu Rusia yang lahir dan besar di pegunungan Ural. Sehari-harinya, Zaitsev kecil menghabiskan waktu dengan berburu Serigala menggunakan senapannya. Menjelang Perang Dunia II, ia mendaftarkan diri di angkatan laut Soviet, tapi kemudian dipindahkan ke resimen infanteri. 
Pada tahun 1942, ia ikut dalam peperangan membebaskan Stalingrad. Di sinilah jasa Zaitsev banyak dikenang. Pada medio November hingga Desember 1942, ia membunuh hingga 225 tentara musuh, semuanya hanya bersenjatakan senapan Mosin-Nagant!!

Sasaran utama dari tembakan jitunya adalah para perwira Jerman, sehingga diharapkan ia dapat menyebabakan kekacauan di dalam rantai komando dan struktur kemiliteran Jerman. Pada akhirnya, ia berhasil mencapai hal itu. Selepas perang di Stalingrad, ia masih meneruskan aksinya. Ditengarai ia mampu menghabisi nyawa 500 orang pasukan Jerman lainnya. Vassili sendiri bukan tidak pernah menjadi sasaran penembak jitu musuh yang geram terhadap aksinya. Pencarian besar-besaran pasukan Jerman terhadap dirinya mulai dilakukan.  Ia sendiri pernah nyaris terbunuh oleh penembak jitu Jerman.



Vassili Zaitsev dengan Senjata Andalannya

Di film Enemy at the Gates, difiksionalisasi bahwa ia berduel mati-matian dengan ahli penembak jitu Jerman yang bernama Mayor Erwin Konig. Mayor Konig ini digambarkan sebagai seorang penembak jitu tua yang berpengalaman, dan bahkan ditugasi untuk mengawasi sekolah sniper di Berlin. Mayor Konig sengaja dipanggil dari sekolah yang dikepalainya, untuk datang ke Rusia dan memburu Zaitsev. Cerita ini sempat simpang siur kebenarannya, kendati ada catatan yang menyebutkan bahwa Zaitsev pernah hampir ditembak juga oleh seseorang bernama Konig, kendati akhirnya ia bisa berbalik menang dengan bantuan temannya.

Tidak seperti Basilone, Zaitsev mengakhiri hidupnya dengan relatif tenang di Rusia, pada tahun 1991. Hingga kini senapannya masih tersimpan rapi di dalam museum militer di Moskow. Kemampuan Zaitsev dalam menembak jitu kerap dibandingkan dengan Simo Hayha, penembak jitu dari Finlandia. Kendati tidak pernah bertemu di medan perang yang sama, namun beberapa sejarawan mengklaim bahwa secara data statistik, Hayha masih lebih unggul daripada Zaitsev!! Kisah mengenai Simo Hayha juga ada di post ini..Jadi tenang aja, hehe.



3. Hans - Ulrich Rudel : Penghancur 2.000 Kendaraan Militer Sekutu

Bukan Jerman namanya kalau tidak punya pahlawan perang yang patut dibanggakan. Yang satu ini hadir dari Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), bernama Hans-Ulrich Rudel. Ia adalah penerbang pesawat pembom Jerman yang legendaris, Stuka.  Rudel bergabung bersama Luftwaffe pada tahun 1936, dan pada tahun 1941 ia mendapat misi tempur pertamanya, dengan pangkat Letnan. Atas jasanya hingga perang berakhir tahun 1945, ia mendapatkan satu-satunya medali Knight Cross dengan daun Oak emas. Apa prestasi yang membuat orang ini begitu diagungkan sehingga layak mendapatkan satu-satunya penghargaan yang tidak pernah diterima oleh tentara Jerman yang lain?



Hans-Ulrich Rudel

Well, percaya atau tidak, selama 4 tahun ia telah ikut dalam 2.530 misi penerbangan. Hasil yang diperolehnya adalah, ia mampu mengahancurkan : 800 kendaraan berupa Jip, Truk Angkut dan mobil militer lainnya,  519 Tank, Sebuah Kapal Penghancur, 2 Kapal penjelajah, Sebuah Kapal Induk Rusia, 70 Landasan, 4 Kereta Berpelindung Baja, Beberapa Jembatan, dan 9 Buah Pesawat yang ia tembak jatuh! Ditotal dengan kendaraan kecil lainnya, beberapa sumber mengklaim bahwa ia telah menghancurkan lebih dari 2.000 kendaraan militer sekutu.

Pada tanggal 13 Maret 1944, ia pernah mengalami pertempuran udara dengan pilot legendaris Rusia, yang tidak hanya sekali dianggap sebagai pahlawan besar negara tersebut. Pilot sepanjang masa Rusia (secara statistik) tersebut bernama Lev Shestakov. Dan tebak siapa yang akhirnya menang? Ya, Rudel menembak jatuh sang pahlawan Rusia hingga menyebabkan kekacauan dan kepanikan luar biasa di tengah pasukan angkatan udara Rusia.

Rudel pernah tertembak jatuh di awal tahun 1945, hingga menyebabkan kakinya harus diamputasi. Setelah operasi amputasi, ia masih sanggup menerbangkan pesawatnya hingga menghancurkan 26 Tank lagi.
Setelah Jerman kalah pada bulan Mei 1945, ia terbang ke Amerika untuk menyerahkan diri. Pada tahun 1948 ia dibebaskan dan tinggal di Argentina. Hans-Ulrich Rudel meninggal pada tanggal 18 Desember 1982 di Jerman.



4. Simo Hayha : Pembunuh Massal Penyebar Teror di Hutan Salju

Apabila di atas sudah dituliskan kisah heroik dari penembak jitu bernama Vassili Zaitsev di Rusia, Finlandia memiliki tandingan penembak jitu bernama Simo Hayha. 

Rusia menginvasi Finlandia di pertengahan tahun 1939. Karena hampir keseluruhan perang mempertahankan Finlandia berlangsung di hutan, maka Hayha memilih untuk bersembunyi di atas pohon setinggi 6 kaki, di tengah salju sedingin 20-40 derajat di bawah Celcius. Di titik itulah ia dengan jitu menghabisi nyawa serdadu Tentara Merah. Pada awalnya puluhan, dan terus naik menjadi ratusan.
Pasukan Rusia menjulukinya "White Death" karena ia menggunakan baju pelindung warna putih untuk berkamuflase dengan salju. Beberapa kali Rusia mengirimkan pasukan perintis ke hutan tempat Hayha bersembunyi, namun semuanya berhasil disapu habis olehnya. Pasukan penembak jitu yang dikirm oleh Rusia (minus Vassili Zaitsev, karena waktu itu Zaitsev belum tergabung dalam satuan penembak jitu Rusia) dikirim juga, dan kembali berakhir dengan kematian semuanya di tangan Hayha.



Simo Hayha, The White Death

Selama 100 hari bersembunyi di hutan dengan berkamuflase di tengah suhu sangat dingin, Hayha terhitung berhasil mengeliminasi 542 prajurit Rusia dengan senapan laras panjangnya. Itu belum ditambah dengan jumlah yang ia tembak dengan senapan otomatisnya. yang ditaksir mencapai sekitar 150 orang!!

Komando militer Rusia yang sangat terganggu dengan aksinya, memutuskan untuk membombardir hutan tempat Hayha bersembunyi. Dengan bantuan artileri udara dan darat, hutan itu benar-benar habis dibombardir. Tapi memang beruntung dan luar biasa, Simo Hayha berhasil selamat dari bombardemen tersebut.

Akhirnya, tidak seorang Rusiapun berani masuk ke hutan tersebut, tanpa misi tertentu. Mereka takut akan cerita Simo Hayha dan White Death. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya pasukan yang dikirim untuk membunuh Hayha, akhirnya ada juga sebuah peluru yang mengenainya. Naasnya, peluru ini bukan peluru biasa melainkan peluru berpeledak. Peluru itu mengenai rahangnya, merobek pipi sebelah kirinya, dan menghancurkan wajah kirinya. 
Akhir untuk White Death? Ya untuk di Perang Dunia II, tapi tidak untuk hidupnya. Setelah menjalani perawatan, Hayha berhasil selamat beberapa tahun kemudian. Sayang ia tidak sempat menghadapi pertarungan dengan Vassili Zaitsev, sniper Rusia yang disebut-sebut tidak kalah jitu dalam menghabisi musuh. Hayha muncul di saat Zaitsev belum terdaftar di pasukan Infanteri, dan Heyha mengalami koma di saat Zaitsev tengah mencapai masa gemilangnya...


5. Lacchiman Gurung : Tangan Kiri Membantai 31 Orang Jepang




Lacchiman Gurung adalah orang Nepal yang tergabung di dalam pasukan Inggris dan Persemakmuran, dan dikirim ke medan perang Pasifik. Tidak banyak sejarah yang bisa didapat mengenai orang ini, baik mengenai karir kemiliteran maupun riwayat hidup yang mendetail.
Tapi, alesan gw bikin post ini adalah untuk menunjukkan sesuatu yang lebih heroik daripada Rambo, sesuatu yang lebih brutal daripada Rambo, dan seseorang yang terluka lebih banyak daripada Rambo. Jadi, tanpa banyak riwayat dan kesejarahan embel-embel yang lain, Gurung sesuai dengan kriteria penulisan gw.

Gurung diterjunkan di Myanmar, tempat ia dan kompinya berserta peletonnya (kelompok terkecil dalam kemiliteran, di bawah kompi) harus bertahan dari serangan Jepang. Saat jumlah orang di kompinya tinggal menyusut hingga jumlah belasan, sekitar 200 serdadu Jepang masih mengepungnya. Dua kali granat tangan dilemparkan kepadanya, namun dua kali pula granat itu ia lempar balik ke arah musuhnya. Kali ketiga granat datang, ia mengambilnya dan kembali hendak melempar balik. Namun sayangnya, granat terlanjur meledak di genggaman tangan kanannya, menyebabkan jari-jari tangannya hancur, dan lengan kanannya tidak bisa digunakan. Serpihan granat juga menyebabkan kakiknya terluka dan tidak bisa berlari, tubuh bagian kanannya luka parah, dan wajahnya juga. Bahkan penglihatannya yang kanan menjadi tidak bisa digunakan. 2 Kawan disampingnya juga terluka parah dan tidak bisa kembali bertempur.

Gurung tetap berusaha melanjutkan posisi bertahannya dengan hanya menggunakan lengan kirinya saja. Dengan kondisi tubuh sebelah kanan yang semuanya nyaris cacat dan lumpuh, ia mempertahankan diri dari serangan Jepang. Selama 4 Jam ia berhasil bertahan, hingga datang pasukan bantuan. Di sekitar lubang perlindungan Gurung, ditemukan 31 mayat serdadu Jepang yang terkena tembakan dari lengan kirinya. 
Segera setelah itu, Gurung ditarik kembali untuk mendapat pengobatan. Dengan mata buta dan tangan kanan hilang, Gurung masih memaksa untuk ikut diturunkan di medan peran Pasifik. Atas jasa dan keberaniannya, tahun 1945 ia menerima medali Victory Cross. Ia selamat dari keseluruhan peperangan dengan luka yang sangat parah, dan pulang kembali ke Nepal pada tahun 1947.


*Setelah baca post ini, masih terpikir untuk memasukkan Rambo ke dalam daftar 5 besar gw? Hehehehehe....semoga tidak! 

Thursday, July 23, 2009

Blo'on - Blo'on Lucu

Post ini menyambung tulisan gw sebelumnya, tertanggal 9 Juni 2009 yang berjudul : Yang Gendut, Yang Doyan Makan, Yang Males, Yang Kiyut!

Posting tersebut berisi mengenai kecintaan gw terhadap Panda. Kenapa gw suka sama Panda? Sejak kapan gw suka sama Panda? Silakan baca di post tersebut.. (ga mau repot)
Seperti yang telah gw janjikan sebelumnya, gw akan terus meng-update gambar-gambar Panda blo'on yang udah gw sarikan dari berbagai sumber.

Marilah kita mulai saja...3....2....1 :


1. Nyengir-Nyengir Iseng





2. Party!! Mari Mabuk Bersama!!




3. Rrrrrrrrrrrr......Smackdown!!!





4. In Action





5.Guling - Guling, Gelinding, Kebalik






6. Gelendotan Manja




7. Kerumunan Anak Panda





8. Tiban - Tibanan Anti Pornoaksi




9. Waktu Kecil, Kami Berdua Tidur Satu Ranjang...






10. Beranjak Dewasa, Kami Bermain Flute Bersama...






Sekian dulu update gallery Panda pada kesempatan kali ini. Jika ada waktu dan banyak peminat, maka gambar si gendut ini akan di-update lagi.


Salam Panda!!

Wednesday, July 8, 2009

Quote of The Day

My own will is not destiny
What effort will i try to reach my own will, that is my destiny


(Dandy) -again, this quote is suspected as an ultra-narcissism post- hehe...

Saturday, July 4, 2009

Quote of The Day

"Jika Indonesia sedari dulu tidak punya dan kehilangan orang-orang idealis, maka percayalah bahwa negara ini tidak akan mungkin bertahan lebih dari satu jam sejak proklamasi kemerdekaannya"

(Dandy, diambil dari "Als Ikkeen Indonesianer Waas") ==> Percayalah juga bahwa terkadang bersikap narsis mampu membantu menumbuhkan optimisme dan percaya diri (kalo ini bukan quote of the day)

Tuesday, June 23, 2009

Keluarga Cemara

Setelah gw baca-baca postingan lama, ternyata ada satu hal yang gw lupain. Gw belum pernah post tentang keluarga!! Hehe..mungkin buat lo semu ga penting juga ada postingan kaya gitu, tapi yang jelas buat gw ya penting banget.

Kenapa judulnya 'Keluarga Cemara'? Yah, bagi pembaca yang lahir di bawah tahun 1990 pasti akrab dengan sinetron berjudul ini. Sinetron ini menceritakan tentang keluarga yang sederhana, tapi tetep rukun dan saling melindungi. Gw berharap aja, keluarga gw adalah keluarga yang seperti itu. Oke, cukup dengan basa-basi nya.. Sekarang gw akan memperkenalkan anggota keluarga satu persatu... Meet my family!


1. R. Juliarso Gondoprajogo




Beliau adalah kepala keluarga sederhana ini. Lahir di Malang pada tanggal 21 Juli 1947. Menghabiskan masa kecil dan remaja di Surabaya. Asli orang Jawa Timur. Kuliah Teknik Mesin di Institut Teknik Sepuluh November 10, Surabaya (ITS). Bekerja di Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi ( BPP Teknologi ) di daerah Thamrin, sebagai peneliti. Tahun ini berusia 62 tahun, dan akan pensiun pada usia 65 tahun. Hobi beliau adalah utak-atik barang (sesuai dengan jurusannya....Teknik! Hehe). Mulai dari mesin mobil, motor, hingga alat rumah tangga. Memiliki mobil FIAT lansiran tahun 1961. Mobil yang dibeli pada masa mudanya, dan dirawat hingga kini masih menghuni garasi rumah dengan manis. Bapak yang galak, tapi disiplin. Dari beliau gw banyak belajar tentang bagaimana jadi orang yang baik, dan menjalani hidup yang bersih. Dari beliau jugalah gw mewarisi rambut putih yang sudah mulai menghuni kepala gw sejak masuk SMP... Yah, kalau semua lancar, mungkin masuk usia 35-45 nanti, kelak rambut gw udah jadi perak semua. Hehe, like father like son.




2. Poppy Mawarwulan




Ibu dari tiga anak yang lucu-lucu (hyahahaha). Lahir di Kediri pada tanggal 6 Februari 1959 (beda umur 12 tahun sama bokap gw!). Keturunan Jawa - TiongHoa, dengan nama ayahnya adalah Sie Thwan Hong. Beliau sendiri menyandang nama 'Sie' pada akte kelahirannya. Agama lahir Katolik. Menghabiskan masa kecil di Kediri. Kuliah di IKIP Malang, jurusan Sastra Inggris. Menikah dengan bokap tahun 1979. Pada tahun 1994, resmi menjadi penganut agama Islam. Kini tidak bekerja dan menjadi Ibu rumah tangga. Mahir memasak yang enak-enak, dengan spesialisasi membuat Soto Ayam dan I Fu Mie! (Hmmmm.....yummy)
Mewariskan rambut ikal kepada gw. 



3. Indra Prabowo




Kakak pertama gw. Lahir di Surabaya pada tanggal 25 Mei 1980. Dari tiga bersaudara, mungkin dialah yang paling pintar dan tekun dalam belajar. Penghuni tetap 3 besar di kelas selama SD-SMP. Lanjut ke SMA 8 Jakarta, dan kuliah di UI jurusan Ekonomi Akuntansi. Sekarang kerja di BRI. Penyuka musik klasik dan piano. Sekarang juga menjadi pengajar piano klasik di Y2K studio. Baru-baru ini sukses meriah pencapaian pertama di dalam hidupnya, yaitu membeli harpa dari uang tabungannya sendiri. Dari beliaulah seharusnya gw bisa banyak belajar untuk jadi orang yang tekun dan sabar dalam berusaha (tapi kenapa kenyataannya nggak ya? hehe). Masih jomblo dan belum berpikir untuk menikah, kecuali kalau beliau merasa finansialnya sudah sangat kuat untuk membina rumah tangga (hmmm...ada yang berminat?)



4. Indra Bomantara



Kakak kedua yang lahir di Kediri pada tanggal 27 Juli 1981. Karena lain hal dan sebagainya, tahun lahir di KTP berubah menjadi 1982. Masa mudanya dihiasi dengan reputasinya sebagai pemuda yang atletis. Kuliah di Atma Jaya, jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2000. Sekarang sudah bekerja di Pertamina Pusat, dan sedang menjalani masa dinas di kantor Pertamina Makassar selama 3 tahun. Orang yang rajin body building, sehingga badannya menjadi yang paling besar di dalam keluarga. Orang yang sangat ramah dan sopan, dengan selera musik yang tinggi. Sangat royal dalam mengurus adik satu-satunya ini...hehe.


5. Indra Pradana




Hemmmm.....inilah gw. Lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1987. Sekarng masih menempuh kuliah di UI jurusan Ilmu Politik (sangat berbeda dengan kedua abang-abangnya...hehe). Banyak yang bilang kalo gw mirip sama kakak gw yang pertama. kalo soal karakteristik...ya, tafsirkanlah sendiri gw orang yang seperti apa, hehe.

Sunday, June 21, 2009

Quote of the Day



Upon this fallen empire we march, 
In front of our heroes' tombs we kneel as a sinner

( Taken from my "Catalyst's Asylum" ) 

Tuesday, June 9, 2009

Yang Gendut, Yang Doyan Makan, Yang Males, Yang Kiyut!

Mungkin ada yang berpikir kalo....judul itu mengingatkan lo akan gw?? Hahahahaha!! (males juga sih dibilang kiyut alias cute )

Bukan...bukan. Gw paham kok kalo mungkin konsepsi 'kiyut' masih melekat erat di pandangan lo terhadap gw, hehe. Tapi bukan gw yang jadi objek di sini. Sekarang gw mau total nulis tentang binatang favorit gw. Tebak apakah itu?

Hemmm...pernah tau ada beruang dengan warna belang-belang item-putih dan hobinya makan daun bambu? Kalo ga tau...nih gw kasih sedikit cuplikan gambar binatang itu lagi makan daun bambu :





Nah...udah tau kan itu binatang apa?
Yak, jawabannya Panda! Foto di atas adalah jenis Panda Woolong dari Cina, yang terkenal sebagai jenis Panda yang besar (dan gendut tentunya).

Apa alasan gw suka sama Panda? Butuh lebih dari tumpukan kertas setebal novel "Harry Potter and The Deathly Hallows" untuk mengungkapkan alasan gw jatuh cinta sama Panda. Dimulai dari jaman SMA awal, ketika gw banyak nonton acara Discovery Channel tentang Panda. Gw ngeliat sosok hewan itu sebagai hewan yang diliputi dengan kedamaian. Hidupnya ga jauh-jauh dari makan, tidur, main-main, dan guling-guling. Seringkali selalu diikuti dengan ekspresi wajah yang tersenyum seakan berkata : "Hai cOwo..maiN yUkZzzzzzzz!" ==> Pandalay alias Panda Alay...

Damai boleh damai, dan nyengir boleh nyengir. Tapi ingat, jangan sekali-sekali menguji kesabaran Panda (misalnya lo nabok dia, pas dia lagi asyik ngemil bambu). Akibatnya fatal! Lo bisa aja digaplok doi pake tangan selebar piring makan yang penuh dengan kuku. Lha, insting beruang-nya bisa keluar lho kalo dia diusik! Tapi secara keseluruhan, Panda itu emang objek yang sangat menarik dan imut-imut. Berikut ini adalah foto tumpukan Panda yang lagi leyeh-leyeh habis makan


Keterangan Foto (Kiri-Kanan) : Chi-Lay, Klepir, Dickoy, Klewang, Q-Noy, Jembez, Chipet, P-Tax, Koboy, Sarmidi, Koray, BoTex, KhaNoeL, AguZ, Rosidi, Alec


Liat kan betapa imutnya mereka? Terutama pas masih pada bocah gitu. Badannya pada bulet-bulet, gendut semua.
Itulah yang bikin gw pengeeeeeeeeen banget bisa ngelus-ngelus panda, main sama panda. Pernah nonton film Tropic Thunder yang dibintangin sama Ben Stiller ga? Di situ ada adegan dia lagi shooting sama anak Panda. Gila, mupeng abis gw ngeliat Stiller dan anak Panda saling guling-gulingan, dua-duanya nyengir. (ga cuma Panda, tapi Ben Stiller juga bisa nyengir kok).
Inilah yang kemudian membuat gw punya cita-cita. Seandainya gw udah tajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir mampus-mampusan, gw niat untuk pelihara Panda. Karena piara Panda sebenernya ga ilegal, tapi ada sebuah ijin khusus gitu, Di ijinnya tertera kalo lo bisa miara sampe umur sekian tahun, dan kalo udah tiba saatnya, maka Panda lo harus diserahkan ke kebun binatang.. Waw, bisa ngiler gw ngebayangin sampe gw bisa miara panda.

Hal lain yang gw suka dari mereka, adalah perhatian sang ibu sama anak Panda itu. Yang lucu, anak Panda sampe umur 4 bulan (yang notabene udah mencapai berat 12 kilo) masih suka digendong-gendong sama ibunya. Kadang digendong di depan, kadang digendong kaya bawa ransel. Dan itu yang bikin mereka makin keliatan lucu! Nih gambar ibu Panda gendong anak :


Anak Panda manja, digendong Mamake


Selain itu, Panda family juga terlihat selalu rukun dan riang gembira lho. Keluarga Panda biasanya keluarga kecil yang terdiri dari Bapak-Ibu-Anak (kebetulan Bapak dan Ibu Panda pake KB). Dan mereka bertiga pun masih aja suka maen bareng bertiga. Guling-gulingan, gebuk-gebukan...hehe


We're Happy Family!!


Haha...imut kan Pandanya? Pokoknya secara keseluruhan hidup mereka tuh simpel! Makan-Main-Tidur! Statis sih, tapi damai! Nih, Panda dalam berbagai aktivitas

Panda Makan
Panda selalu mengunyah dan mengunyah tanpa henti. Benar bahwa makanan utama mereka bambu. Bisa daun bambunya, atau bisa juga rebungnya. Kadang mereka juga makan sayuran lain, misalnya kentang.


Panda makan bambu. Saking malesnya, mereka makan sambil tiduran!





Panda makan kentang ( Pose : Tetep sambil tiduran! )




Panda kelaperan...ganas dalam usaha mencari pucuk daun bambu!




Panda kekenyangan yang udah ogah disodorin bambu


Panda Main
Kalau lagi ga tidur, selain makan, mereka juga paling doyan main-main. Guling-gulingan rame-ramelah, dorong-doronganlah, manjatin pohon lah... Check these out!



Little Bro yang sedang membantu Sang Abang naik ke tempat bermain



Panda asyik manjat pohon. Bentuknya sekilas mirip botol berbulu lebat






Panda Tidur
Kalo udah makan dan main-main, mereka akan kecapean dan segera ngantuk separah-parahnya, dan mereka akan tidur sepuasnya dimana saja! Kalo perlu mereka tidur di tempat mereka main, atau di atas pohon!



Tidur siang setelah pada cape maen SmackDown a la Panda!




Teler di pohon, tengkurep di pohon, tidur di pohon



Nah...udah liat sendiri kan, betapa damainya hidup mereka. Mereka akan ramah sama manusia selama manusia juga ramah sama mereka. Bahkan kalo manusianya ngajak guling-gulingan maen SmackDown, mereka juga akan ngeladenin. Cuman ya ati-ati aja, salah-salah main SmackDown itu bisa jadi film Saw edisi lima gara-gara salah cabik! Hehe...
Pokoknya, gw akan melakukan segala sesuatu yang bisa mendekatkan hidup gw sama Panda. Entah cuma ngelus dan 'say hello' , atau sampe piara Panda satu keluarga. Kalo punya info dimana gw bisa dapet akses ke binatang imut bin kiyut ini...bolahlah dibagi ke gw. Untuk sementara posting gw soal Panda sampe segini dulu aja. Kalo ada gambar lebih lanjut yang lebih kiyut, nanti akan gw post lagi.

Salam cengir Panda!

Cengir dan Cengenges


Thursday, May 21, 2009

Rabu Sore, Kisah Masa Lalu Mas Jemi dan Bang Biji

Rabu 20 Mei 2008, 14:20
Alkisah gw sedang mengalami mengalami penyakit yang dinamakan 'komplikasi pemikiran dan gejala kronis di memori otak akibat penumpukan tugas kuliah dan masalah pribadi'.

Siang-siang habis ujan rintik-rintik dan angin sayup-sayup, gw berada di kantin sendirian. Nungguin temen kelar ujian sambil mati gaya, ga ada kerjaan. Inilah yang namanya jadi orang kasian. Diawali dengan sedikit merenungi nasib dan berpikir untuk sms Mama Lauren (yang terkenal dengan kata-katanya : "saya bisa memberikan saran agar Anda bisa mengubah nasib Anda sendiri" ), gw mengurungkan niat itu karena Alhamdulillah pulsa gw sekarat dan otomatis mengeliminasi ide bodoh tersebut.
Daripada mati gaya dan merenungi yang 'macem-macem', mendingan gw bikin sesuatu yang lebih berguna dikit bagi kelangsungan hidup akademis gw. Berbekal ballpoint, stabilo, beberapa buku bacaan, catetan kuliah dan kertas file, gw mulai asyik mengkonsep outline buat makalah uas MPP gw. Mulai dari bikin kerangka teori sampai ke mandek dan buntu ide untuk analisa kasus. Tanpa dinyana, sedikit keberuntungan mulai menghinggapi gw. Nun jauh di meja kantin sebelah, gw melihat dua sosok yang cukup familiar.
Ya, dua sosok itu adalah Mas Jemi Irwansyah ( alumni Politik UI angkatan 1994 yang sekarang jadi dosen dan narasumber diskusi yang oke punya ), dan Bang Biji (nama panggilan yang unik bin menggelitik. Alumni Sosio UI angkatan 1992 yang juga kerapkali jadi teman diskusi yang menyenangkan dan berawawasan luas).
Dalam sekejap, gw udah berpindah meja ke sana dan sedikit berbincang tentang outline yang gw bikin. Seperti diskusi kami yang sudah-sudah, walaupun awalnya dimulai dengan topik yang akademis, lama-lama pembicaraan bergeser ke arah lain (mulai dari masalah sosial, dan terus menjadi makin jauh ke arah yang ga penting. Diantaranya : masalah gay dan kenangan masa lalu mereka berdua pas masih kuliah).
Kalau sebelumnya kita pernah ngomongin soal betapa 'homo'-nya becandaan mereka di masa lalu (yang menurut cerita legendaris bahwa mereka pernah diusir dari PIM yang baru jadi, gara-gara sibuk main colek-colekan pantat di WC!), di kesempatan ini mereka ngomongin soal gimana serunya sarasahan (baca:ospek) di fisip jaman dulu.

Menurut cerita dalam kenangan mereka, dunia sarasehan jaman dulu tuh bukan berarti cuma eksploitasi terhadap Mahasiswa baru aja. Dan kata mereka "Lo salah kalo berpikir bahwa banyak Maba (mahasiswa baru) yang jatuh sakit gara-gara Sar. Yang ada justru panitianya itu pada kena sakit kuning semua gara-gara stress ngurusin acara buat Maba sekaligus memenuhi kebutuhan alumni yang macem-macem!".
Dan kata mereka lagi, di acara Sar itulah pribadi dosen-dosen yang terlihat sangat killer dan jaim bisa terbuka seutuhnya. Mengutip kata Mas Jemi : "Di situ dosen-dosen macem Pak M****di bisa keluar 'kebinatangannya'!". Bahkan dosen macem Mas Eep Saefulloh pun bisa jadi sosok yang sangat usil kalo berurusan dengan yang namanya ngerjain Maba.

Sore itu akhirnya sukses dilewati dengan cerita-cerita masa lalu seputar Sar tersebut. Di akhir cerita, timbul pertanyaan yang retoris dari mereka berdua "Kapan nih mau ada Sarasehan lagi??".
Gw (dan kemudian temen gw yang datang menyusul -bima- ) juga ga tau harus jawab gimana yang bisa memuaskan mereka berdua. Dengan berdehem dan sedikit nada diplomatis, kita cuma bisa jawab "Kalo dari kita sih pingin-pingin aja Bang. Masalahnya kan ada di aturan Dekanat. Selama anak-anak pada mau 'breaking the rule' dikit sih ga masalah. Toh kaya yang Mas Jemi bilang, bahkan sosok kaya Pak M****di pun bisa antusias dan keluar 'kebinatangannya' dalam menyambut acara ini. Sekarang tinggal gimana cara kita ngelobi anak-anak HM dan calon panitianya aja. Soal cara pelaksanaan ya kita bisa studi banding dulu lah ke Sar anak krim ato anak D3..."

Entah jawaban gw kurang memuaskan atau justru terlalu memuaskan, yang jelas mereka berdua masih aja terus mendesak (bahasa halusnya : menyarankan) supaya acara ini dibikin lagi.
Ga lama kita ngobrol-ngobrol lain lagi yang makin ngalor ngidul. Dan seperti biasa, topik pembicaraan kami bisa bergeser sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Karena faktanya, setelah ngomongin panjang lebar tentang Sar, ga lama kemudian kita ngomongin soal gaya menyetir seorang teman yang luar biasa rusuh dan chaos (kalo bahasanya Bakunin : ANARKIS! ).

Ga lama setelah itu, kita pulang....
(akhir penulisan yang ga enak banget. Gantung, gitu doang....)

Wednesday, April 22, 2009

Socialist's Words



"Bila kita hendak mengentaskan kemiskinan, kita harus memberikan kekuasaan, pengetahuan, tanah, kredit, teknologi, dan organisasi pada Si Miskin"
( Hugo Chavez, 2005 )

Sejujurnya, setuju dengan semua poin kecuali yang paling penting : memberikan kekuasaan pada Si Miskin. Pada dasarnya semua bentuk kekuasaan tersentralistis cenderung menghasilkan kekuasaan yang represif. Kekuasaan represif itulah yang kemudian berpotensi menimbulkan gerakan anarkisme (menentang eksistensi akan adanya sistem pemerintahan yang dominan dan represif. Kekuasaan harus dapat menjadi sesuatu yang bersifat egaliter). Gerakan sosial ini yang kemudian akan menjadi siklus, menjatuhkan satu rezim pemerintahan menjadi rezim baru yang pasti akan jatuh pula.

Friday, April 17, 2009

Mari Makan Belatung!!

Pernah membayangkan segenggam belatung yang bergeliat-geliut menggemaskan itu dimasukkan ke dalam sebuah panci berisi air mendidih, kemudian diberi bumbu-bumbuan seperti garam, lada, bawang putih, ditambah sayuran hijau dan bahan-bahan lainnya? Bagaimana kalau setelah itu, sop belatung-belatung itu disajikan di dalam sebuah mangkuk...panas dengan uap mengepul, dan dengan belatung-belatung berwarna putih mengambang di atas kuah yang berwarna kehijauan?

Well, jangan dibayangkan...karena gwpun agak jijik juga...hehe
Lha, terus ngapain gw bahas dan gw kasih judul kaya gitu??
Jawabannya : biar eyecatching ajalah..hehe

Tapi percayalah, isi post ini ga jauh-jauh dari makanan ga lazim, dan hewan (maupun bagian dari hewan) yang juga ga umum dijumpai dalam bentuk masakan.
Baru-baru ini gw habis berbincang-bincang dengan seorang teman...soal masakan aneh-aneh yang pernah dimakan.

Dimulai dari yang cukup umum, misalnya jeroan macem limpa, otak, sampe 'torpedo' sapi. (Ngerti kan apa yang dimaksud 'torpedo' di sini? hehe). Setelah itu, masih ngomongin soal bagian dari badan sapi...yaitu idung sapi. Beranjak ke yang agak 'mahalan' dikit walaupun ga unik-unik amat macem hiu, ular, kelinci dan belalang.

Unuk sapi, buat lo yang berasal dari Jawa Timur mungkin ga heran sama makanan berbahan idung sapi ( kalo bahasa betawinya itu congor sapi kali ya?). Bahasa sananya itu "Cingur", dan biasanya dirujak pake bumbu petis. Kenapa ini gw bilang masih setengah umum? Ya iyalaaah, temen gw aja masih banyak yang doyan rujak cingur ini (termasuk gw sendiri....hehe)

Oke bosen dengan sapi, kita menjajah hewan lain. Bagaimana dengan........bekicot? Gw yakin (lagi-lagi yang orang Jawa Timur) pasti ada juga yang masih familiar dengan masakan berbahan hewan gastropoda ini.
Masakan bekicot yang populer adalah sate bekicot. Ditusuk dan dibakar, kemudian dilumeri bumbu kacang...hemmmm. Dagingnya kenyal (kalo kata Pak Bondan 'Wisata Kulinar' : Mak Nyusss!!). Bagi kalian yang udah jijik duluan dengan ngebayangin tubuh kenyal bekicot yang disate, tenang...masih banyak jalan lain untuk menikmati daging bekicot. Salah satunya adalah keripik bekicot. Banyak dijual di toko oleh-oleh di kota Jawa Timur, semisal Kediri dan Madiun (promosi kampung halaman)

Cukup dengan bekicot karena 'komoditas' ini masih agak umum. Oke, lanjut ke fauna berikutnya. Ada yang pernah makan Laron dan Tawon? Gw pernah. Dan kesan gw.......rasanya aneh. Gimana masak Laron? Gampang : Goreng aja!! Kebayang ga sih binatang dengan daging yang relatif sangat tipis, digoreng sampe dagingnya jadi susut lagi?? hehe.. Rasanya kering banget, dan juga hambar. Tapi banyak yang bilang kalo laron banyak mengandung protein. Sebanyak-banyaknya toh juga harus makan laron berapa banyak??? Lah daging sebiji laron cuma segitu...hehe.
Terus gimana dengan tawon?? Masakan tawon yang pernah gw coba adalah dipepes. Pepes ini punya rasa manis. Dasar gwnya ga terlalu suka lauk dengan rasa manis, jadi gw agak ogah makan nih tawon. Gw sempet ngicip dikit sih. Teksturnya agak benyek-benyek dikit gitu. Rasanya juga ga jelas. Malahan, gw ngerasanya kaya lagi makan tahu!! hehehe. Bodo ah, yang penting udah ngicip..
Oya, gw makan laron sama tawon itu bukan karena gw iseng dan ga ada makanan laen lho. Tapi emang karena dua bintang itu memang lazim dijumpai sebagai menu makanan di beberapa daerah di Indonesia.

Di luar contoh itu, masih cukup binatang yang pernah masuk ke mulut gw dan kemudian gw cerna dengan cukup sukses. Ya itu tadi...hiu (dikit aja...mahal, itu juga oleh-oleh), belalang, dan...tikus. Nah tikus ini yang belum gw ungkapkan di sini, hehe. Sebenernya gw ga yakin sih pernah makan ini apa nggak. Tapi pas zaman gw SD dulu (berapa taun lalu ya?) sempet ada tukang bakso yang nangkring di depan sekolah. Baksonya itu bukan bakso kuah, tapi disate gitu dan digoreng. Kebetulan harga baksonya itu muraaaaaaaaaaaaah bgtbgtbgtbgtbgtbgt!!!! (lebay...). Teksturnya juga agak aneh. Ga kaya bakso sapi maupun bakso yang kebanyakan tepung. Rasanya sih biasa-biasa aja. Dulu gw ga curiga samasekali kali itu daging tikus, walopun ada beberapa gosip yang bilang begitu. Tapi beberapa taun lalu gw liat acara di tv yang ngelacak penggunaan formalin dan daging tikus. Dan....Eng-Ing-Eng!!! Salah satu pengolahan tikus itu rupanya dijadiin bakso dan dijual oleh tukang-tukang yang setipe dengan di SD gw dulu...hehehe.
Masih ada ingetan yang ganjel sih. Pernah ada bintang lain yang gw makan, tapi gw lupa itu apa...hehe.

Anyway
, gw punya daftar fauna yang pengen gw coba lahap nih kalo ada kesempatan..
Yang pertama, telur Ballut a la Filipina dan Thailand. Telur ini adalah telur bebek berusia sekitar 3 minggu, yang kemudian direbus. Jadi hasil rebusannya itu bukan seperti telur rebus biasa. Tapi di dalemnya itu udah berupa embrio bebek, tapi tulangnya masih kenyal semua. Banyak orang yang bilang enak, dan itu makin bikin gw tambah penasaran!!
Yang berikutnya itu jajanan Thailand berupa sate-satean kelabang, cacing, dll. Di sana favorit banget. Sebenernya agak jijik juga sih....tapi katanya proteinnya banyak!! (padahal kalo emang gw mau protein, tinggal makan putih telur ato minum vitamin aja ya...hehe)

Ada yang punya ide lain tentang hewan aneh buat dimakan? Selain sop belatung lho!!

Friday, April 10, 2009

Bantu-Bantu Quick Count, Mengagumi Partisipasi Politik

Kamis 9 April 2009, pesta demokrasi Indonesia dibuka. Undangan udah disebar ( walopun banyak yag ga dapet sih). Yang punya acara ( KPPS ) juga udah siap menjamu tamunya.

Kebetulan, gw dapet kerjaan buat jadi surveyor untuk quick count oleh lembaga Ci*us. Kalo ente-ente nonton SCTV seharian tanggal 9 April kemaren, nah...itulah lembaga tempat gw mencari penghasilan dan sesuap nasi...hehe.
Tugas gw tuh simpel kok, cuma dateng ke salah satu TPS di PuloGebang (tentunya dipilih acak), ngelakuin wawancara sama 4 responden, memantau pelaksanaan keseluruhan pemilu di TPS itu, dan yang paling penting...nunggu hasil penghitungan suara DPR di TPS itu, untuk gw terusin ke pusat data lembaga Ci*us itu.

Oke, gw udah nyampe dari jam 7 kurang. Secara keseluruhan, tugas itu berjalan lancar. Panitia dan ketua KPPS di sana menyambut gw dengan baik, setelah gw tunjukkin surat tugas dan ID Card gw...semua lancar. Bahkan, saking gw disambut dengan baiknya, gw turut menikmati ransum makan siang dan makan malam berupa dua bungkus nasi Padang!! hehe...
Pada awalnya, jujur gw agak underestimate sama para pemilih di TPS itu. Maklum, tempatnya agak terpencil, dan orang-orangnya bisa dibilang agak.....yaaah, tipe yang ga terlalu ngeh sama politik.
Ternyata gw salah besar jack! Emang sih, partisipasinya ga terlalu tinggi. Dari 435 orang yang terdaftar dalam DPT, cuman 274 yang ikutan nyontreng. Tapi dari sejumlah orang yang nyontreng itu, ternyata pengetahuan mereka terhadap dunia politik bisa dibilang cukup baik. Gw sempet mengamati perbincangan seru di antara mereka soal partai-partai dan calonnya. Bahkan terkadang, ada yang sibuk ngomong soal parliamentery treshold segala! Haha, bagus...bagus...
Substansi yang meraka angkat juga bukan cuma pepesan kosong doang. Mereka ngomong kaya gitu bukan cuma dengan tujuan gaya-gayaan. Mereka ngomong karena mereka ngerti, karena mereka peduli, dan karena mereka pengen tau masa depan negara ini.
Sampe para panitia TPS itu menutup waktu pencontrengan, dan mulai penghitungan suara untuk DPRD, DPR dan DPD pun tempat itu masih rame. Bahkan penghitungan baru selesai sekitar jam 11an malem. Tapi itupun juga masih terus ditonton sama masyarakat. Ada yang udah sampe ngantuk-ngantuk, tapi mereka tetep kepingin di situ. Pingin tau, gimana hasil perolehan suara di daerah mereka. Gw cukup salut dengan semangat mereka.

Itulah yang bikin gw cukup heran...gw yang awal mulanya agak underestimate ternyata bisa dibikin takjub (hehe) dengan partisipasi dan semangat mereka.
Gw cukup bersyukur bahwa banyak dari mereka sadar bahwa ga cuma Caleg dengan promo gencar yang harus mereka pilih. Untungnya, kekhawatiran gw bahwa mereka bakal milih caleg yang kurang qualified ga terjadi (berhubungan sama post gw tepat sebelum ini) ga terlalu banyak terjadi.
Mereka milih caleg yang bener-bener mereka kenal, atau tidak sama sekali. Pola mereka sederhana, tapi cukup signifikan. Kebanyakan dari mereka mengincar presiden yang mereka pingin, dengan ngasih dukungan utama hanya kepada partai. Artinya, mayoritas pemilih memberi suara dengan baik. Suara tidak sah cuman dikit, karena minimal ada partai yang dicontreng di sana.
Tapi emang sih, kalo kebanyakan cuma pada milih partai, ujung-ujungnya pemilu ini sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Caleg ga dipilih langsung sama masayarakat. Tapi buat gw, lebih baik kaya gini daripada cuman caleg dengan publisitas tinggi tapi otak NOL besar yang kepilih kan?

Terus, gimana dengan Quick Count-nya? Yah, gw sempet sms temen gw yang juga bertugas sama kaya gw. Dia dapet TPS di Gambir, dan jam 6an tugasnya udah selesai. Gw sendiri baru kelar sekitar jam setengah 10 an. Hasilnya? Yah, ternyata sesuai dengan hasil Quick Count nasional yang juga dilakuin sama LSI juga...di TPS PuloGebang itu, Demokrat juga dominan. Bedanya sama hasil Quick Count Nasional mungkin cuman di posisi 2-5 besar. Di TPS yang gw pegang itu, PKS juga cukup kuat. Bahkan ngalahin PDIP dan Golkar.
Yang jelas, sesuai dengan azas penelitian kuantitatif, bahwa sample harus dipilih berdasarkan acakan murni, gw rasa TPS yang gw pegang itu cukup merepresestasikan pola pemilih Indonesia kok.

Dan yang juga gw harap, semoga partisipasi dan kepedulian mereka terhadap politik Indonesia juga terepresantasikan.
Bukan apa-apa kok, ini semata demi negara kita sendiri. Demi kita bersama, iya kan?

Wednesday, March 25, 2009

Konyol-Konyolan Dua Petinggi Negara

Hari ini, gw cukup senang dihibur dengan sebuah cerita yang lumayan menggelitik perut. Cerita ini mengenai percakapan antar dua petinggi negara pada pertengahan 1990-an, yaitu Yoshiro Mori ( PM Jepang) dan Bill Clinton ( Presiden Amerika). Dan kalau di cerita-cerita konyol biasanya selalu ada orang Indonesia sebagai tokoh paling konyol dan sumber penderitaan, maka bersyukurlah di cerita ini tidak ada tokoh Indonesia yang terlibat. No Indonesian was harmed during this story! Hehe



Yoshiro Mori dan Bill Clinton



Yah, seperti yang kita ketahui, orang Jepang punya kelemahan dalam menggunakan bahasa Inggris. Entah di dalam pelafalan, maupun penguasaan bahasa secara keseluruhan. Buat contohnya, gw pernah baca artikel di mana orang Jepang kesulitan buat ngeja "Kentucky Fried Chicken". Berhubung lidah yang beribet karena kebanyakan makan ikan (alesan ngasal...hehe), pelafalan merekapun jadi ngaco. Mereka mengejanya sebagai "Gentaiki Furaikocikin" !! Hahaha, LOL!

Masalah itu ga cuma hanya menghinggapi (nyamuk kali...) masyarakat awam Jepang aja, namun terkadang juga sampai ke petinggi negara, termasuk perdana menteri mereka! Si PM bernama Yoshiro Mori (kalo ga salah beliau berhenti pas sekitar tahun 2001) ini kerap menggunakan jasa penerjemah untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Pertengahan tahun 1990-an, akan diadain pertemuan anatar si PM Jepang ini dengan Presiden Amerika saat itu, yaitu Bill Clinton.
Yang bikin kocak, cerita ini nyata dan benar terjadi! Begini ceritanya...

Dalam rangka menyambut Bill Clinton, Mori pengen banget menyapa Clinton dengan bahasa Inggris yang keluar dari mulutnya sendiri. Oleh sang penerjemah, Mori diajarkan untuk bertanya " How are you? ". Dan, kaya yang selalu kita pelajari dari SD, maka lawan bicara yang sopan pasti akan ngejawab " I'm fine, thank you. And you?". Nah, maka si penerjemah langsung ngajarin Mori untuk langsung ngejawab " Me too". Alhasil, pelajaran yang diinget Mori saat itu adalah bertanya "How are you?", dan kemudian langsung ngejawab "Me too", begitu lawan bicaranya ngejawab pertanyaan pertama dari Mori.
Sayangnya, walaupun begitu kerasnya Mori menghafal urutan itu, beliau tetap ga bisa melafalkannya dengan baik.
Akhirnya sesuai dengan rencana, kedua pemimpin negara itu bertemu dan langsung menyapa. Begini kutipan percakapannya :

Mori : Who are you? (Mori salah mengeja HOW, menjadi WHO! hahaha)
Clinton : ( Kaget, dan menjawab ) I am the President of United States!!
Mori : Me too!


Hahahaha!! Sungguh cerita yang goblog...

*Krik Krik (mendengar suara jangkrik di kejauhan...pertanda cerita ini jayus dan garing)

Monday, March 23, 2009

Waktu Gue Tinggal Sedikit Lagi...

Apa pula dengan judul ini?
Bukan...bukan, gw bukan sedang sekarat
Dan gw juga ga pengen bunuh diri.
Gw masih pengen tetep hidup sampe punya rumah gedongan sendiri, sambil nimang cucu! haha

Terus apaan dong itu? Yah, itu menyangkut kehidupan kampus gw yang ga kerasa sebentar lagi berakhir. Mungkin ga sebentar juga sih, sekitar 1 sampe 1 setengah tahun lagilah, hehe.
Ga kerasa gw yang dulunya jadi mahasiswa baru culun dan imut-imut ini, dibentak-bentak senior dan sibuk bikin tugas ospek, sekarang udah kaya gini.
Perkembangan terjadi pas gw aktif-aktifnya di lembaga kemahasiswaan dan menikmtai masa-masa itu.
Sekarang lain lagi ceritanya. Skripsi udah mulai menghantui. Waktu gw pun udah ga banyak lagi. Kalo kata temen seangkatan gw : tinggal 3 bulan kuliah semester ini ditambah sekali UAS. Terus 6 bulan semester depan plus UTS dan UAS. Habis itu full nyiapin skripsi dan sidang. Waahhhh, ga kerasa!

Dan...itu yang ngebikin gw makin mikir. Sejauh mana kesiapan gw? Masa depan gw ditentuin dari sekarang. Sukses nggaknya gw jadi 'orang' juga dimulai sekarang. Selama setahun dan dua tahun inilah yang bakal ngerubah hidup gw, ke arah mana gw bakal jalan.
Apa skripsi yang bakal gw ambil, dan berapa IP gw nanti pas lulus. Itu yang bakal ngebentuk karier gw ke depan.
Hehe, lebay ya? Mungkin iya sih...tapi ga tau kenapa belakangan gw kepikiran hal ini. Utamanya ngeliat kedua kakak-kakak gw yang udah punya pekerjaan bagus dan karier yang kayanya bakal mantap. Ga salah kan kalo sekarang beban berada di pundak gw? Anak bungsu bukan berarti harus dapet yang serba belakangan kan? Posisi gw sebagai adik bungsu dari kakak-kakak yang bakalan cukup sukses, bukan alasan bahwa gw boleh untuk kurang sukses.

Di sisi lain, karier di luar itu juga kayanya ga bagus-bagus amat buat gw. Band yang baru bubar, skill manajemen keuangan kurang bagus yang ga cocok untuk jadi wiraswasta.... Ya, mau ga mau tujuan gw satu untuk saat ini. Ngejar cita-cita utama setelah lulus dari jurusan gw. Ya, Deplu atau kalau mau yang muluku banget, Kedubes....hehe. Syaratnya apa? IP dan pengetahuan umum. Nah, ini nih biang keroknya.... IP gw masih aja belom 3. Emang sih, masih di atas batas untuk ikut tes masuk Deplu. Tapi makin jauh di atas itu, kan peluang gw makin gede?? Iya kan?

Coba deh bayangin kaya apa masa depan nanti. Sekarang aja anak SD udah ada yang bayar uang sekolah perbulan sekian ratus ribu hingga jutaan perak sebulannya. Udah gitu biaya kuliah juga makin menggila dari angkatan ke angkatan. Semua harga serba mahal...
Coba aja kalo gw ngayal gw udah punya istri sama anak. Kalo gw ga dapet kerjaan bagus yang halal, mau makan apa istri-anak gw? Okelah soal makan bsa dipenuhin dengan minimalis (singkong, ubi, sagu, hahahahaha....nelangsa amat kayanya), terus gimana cara gw ngasih pendidikan formal ke anak gw nanti?? Beh beh, makin dipikir dan dikhayalin, makin pusing aja kayanya...
Sekarang gw udah ga bisa maen-maen lagi. Gw harus punya fokus satu tujuan. Terserah deh orang pada mau ngomong apaan. Mulut-mulut mereka ini, tapi yang penting hidup gw ya gw yang megang! haha.
Sekaranglah saat gw lebih serius, harus lebih banyak mikir lagi, harus lebih rajin baca buku, harus lebih rajin ibadah

Pfffffhhhhhh.....
Waktu gue ga banyak lagi.....

Friday, March 13, 2009

Anak Katro Belajar Menggambar

Gw suka untuk mengagumi seni rupa. Utamanya untuk desain-desain dari DeviantArt, dll. Tapi sayang, gw agak terlambat untuk mulai belajar bikin desain sendiri (kalo kata Aristoteles : LEBIH BAIK TERLAMBAT DARIPADA TIDAK SAMASEKALI!!) ===> Sejak kapan Aristoteles pernah ngomong kaya gini?? Haha, maklum...kuliah gw lagi banyak-banyaknya dipenuhi filosofi-filosofi kaya gitu...
Software yang gw pilih pertamakali adalah CorelDraw X3. Entah kenapa, dulu gw ga mulai dari Adobe Illustrator yang notabene lebih banyak dipake orang. Maklum jack, waktu itu gw masih awam banget. Jadinya asal milih aja mau start dari software yang mana...hehe.

Secara teknis, gw mulai giat mengcorel sejak 2007. Kalo ga salah sekitar bulan Juni.
Design pertama yang gw bikin, aseli nyontek dari buku panduan Corel (gw lupa judulnya apa, yang jelas itu buku panduan tentang corel X3 aja...). Haha, desain itu berupa pistol (entah jenis apa..). Walaupun di buku itu udah ditunjukkin tutorial step by step, ternyata butuh hampir tiga jam bagi gw untuk ngerampungin semuanya, sampe ke detil-detilnya! Whew... Entah gwnya amatiran, lemot, atau emang ribet banget. Itupun masih ga rapi di sana-sini, dan ga keliatan kaya aseli. Desain yang gw bikin waktu itu kaya begini :



Walaupun desain itu gw bikin dengan penuh peluh dan mati-matian (disertai dengan caci maki frustasi tentunya), ternyata hasilnya terhadap progress gw luar biasa. Di buku itu gw belajar semua kombinasi dasar dari CorelDraw secara keseluruhan, mulai dari shaping sampe ke finishing touch macem ngasih bayangan dan bikin detil kaya mur-mur kecil gitu. Dengan kata lain, ga rugilah gw mengikuti tutorial itu. Dan sekali lagi sayang seribu sayang...gw sangat amat lupa dengan judul buku itu, beserta penerbitnya. Yang jelas gw dulu minjem buku itu sama temen gw si ica (ga modal emang...).

Setelah desain yang pertama itu, gw sempet giat di awal buat belajar. Tapi namanya juga manusia biasa, semangat tinggi di awal belajar lama-kelamaan luntur dengan sendirinya.
Beberapa bulan menganggur, ternyata muncul lagi kebutuhan yang tinggi terhadap penggunaan coreldraw. Ya, saat itu gw baru bergabung dengan Departemen Olahraga ( Depor ) BEM FISIP UI periode 2007-2008. Departemen membutuhkan logo untuk dijadikan lambang pada surat resmi dan proposal-proposal acara yang dibuat di bawah departemen gw itu. Dari 13 orang anggota, hanya satu orang senior gw yang fasih make corel (Dika Adm '04, sekarang udah lulus). Diapun juga termasuk manusia yang direcoki dengan berbagai macam kesibukan..mulai dari kegiatan di BEM sampe jadi model (emang ganteng sih orangnya...hwehehehe). Alhasil, gw harus banyak latian lagi untuk bisa turun tangan bantuin bikin logo tersebut. Dan...pararampam (ceritanya ada background musiknya)!! Desain itu akhirnya jadi (setelah beberapa kali diedit juga sama Dika, dan masukkan dari anggota lainnya). Akhirnya, dengan bangga Depor BEM FISIP punya sebuah logo yang dibanggakan...haha (norak).


Kelar dengan logo Depor...kerjaan gw ga berakhir di situ aja. Masih ada Olimpiade FISIP 2007 yang harus gw tangani. Demi membuat proposal yang unik dan murah, inovasi mutlak dilakukan. Melihat referensi dari beberapa proposal temen-temen lain, gw berencana untuk ngebuat sebuah proposal yang tidak biasa. Yaitu proposal dengan sistem lipat layaknya brosur, sehingga yang terlihat dari depan hanya berupa kertas persegiempat. Awalnya gw bingung, gimana untuk nyusun proposal ini sehingga bentuknya jadi relevan. Setelah konsultasi dengan teman gw dari percetakan daerah Senen, ilham menghampiri. Masalahnya tinggal satu....desain. Kalo mau murah ya wajib desain sendiri. Whew, dan kebetulan panitia pas itu, gw instruksikan hukum al-wajibun buat ngirit. Dan alhasil, desainpun harus dibikin sendiri. Dengan sok mengkonsep proposal unik dan desain baru, gw mulai nyoba bikin. Hasilnya...terlihat dipenuhi warna-warni dan kesan sedikit murahan!! Hahaha.... Tapi berhubung waktu mulai mepet sedangkan proposal belum jadi, apa boleh buat. Satu-satunya desain yang udah ada harus dicetak sesegera mungkin. Berikut lampiran desain yang agak-agak norak bin ga karuan itu

*Post bersambung. Penulis tiba-tiba laper, makan kalap, dan ngantuk!! Hahahahahaha
(besok gw lanjut...toh blog ini jarang yang baca juga, hehe) ==> ratapan anak kasian, hufffff

Tuesday, March 10, 2009

Way to be Perfect

Dari kecil, gw selalu dikenalin dengan sebuah konsep yang namanya jadi orang yang sempurna. Mulai dari diri kita sendiri, cara kita menjalani hidup, sampai kepada cara kita nyari pasangan hidup. Intinya : Live Perfectly!

Haha, entah kenapa...kok gw ngerasa konsep kaya gitu cuma sebatas doktrin ya? Kenapa gw bilang semua itu doktrin? Nyatanya semua hal yang berhubungan langsung sama kehidupan kita sehari-hari seakan nyuruh kita untuk jadi manusia yang sempurna. Ga cuma secara kelakuan, bahkan secara fisik. Implisit emang, tapi indikasinya ada. Kita ditunjukkan dengan semua kondisi yang seolah-olah sempurna untuk manusia.

Semua contohnya simple kok. Pernah liat sinetron kan? ( Ya pasti pernahlah! hehe, pertanyaan basa-basi). Secara umum, gimana sih keadaaan tokoh/keluarga yang digambarin di film itu? Pasti yang tajir, rumah gede, mobil keren, cakep, ganteng, cantik, dll. Iya kan? Oke, mungkin ga semua sinetron itu berangkat dari latar belakang cerita keluarga yang tajir, dsb dsb. Tapi intinya tetep ada tokoh lain yang kaya gitu kan? Atau, minimal ada tokoh yang ga mampu-mampu secara ekonomi gitu, tapi tetep aja orangnya keren, ganteng, cantik, dll. Hayo, bener ngga? Haha.....bo'ong banget kalo lo sampe jawab "ngga". (lagi - lagi pemaksaan kehendak dari gw...hehe).
Kenapa (hampir) semua sinteron harus punya alur kaya gitu? Kenapa cuma penggambaran kaya gitu yang harus dipilih? Itulah alesannya gw ga suka nonton sinetron. Semuanya serba muluk. Bentuk penggambaran......katakanlah kehidupan yang sempurna (bagi penulis naskah, sutradara, dan sebagian besar masyarakat). Ya, perwujudan bentuk kesempurnaan manusia yang disajikan dalam kemasan yang menarik untuk diliat orang-orang. Bentuk doktrinasi akan sebuah konsep kesempurnaan dalam hidup? Buat gw iya.

Merasa contoh yang gw ajuin terlalu klise? Oke, melangkah ke contoh berikutnya. Tau manekin kan? Itu lho, boneka model yang jadi alat peraga baju-baju yang dijual di mall, departemen store, dan bahkan sampai pasar. Ya, perhatiin semua manekin itu. Langsing, tubuh proporsional, dan apa lagi.....bahkan terkadang ada yang berotot segala! haha. Gw suka mikir, apa jadinya kalo ada manekin yang perutnya buncit? Hehe, ga kebayang juga sih gimana bentuknya? Tapi seenggaknya kalo manekin dibuat untuk jadi patokan bentuk baju yang akan dipilih konsumen...kenapa semua manekin dibuat dalam bentuk badan yang benar-benar sempurna? (lagi-lagi, sempurna secara umum).
Bayangin kalo bapak gw mau beli baju, dan dihadapkan pada manekin berutubuh ramping bin kekar sebagai model baju yang bakalan dipilih? Pasti baju itu akan pas dipakai sama manekin itu. Buat bapak gw? Bisa jadi baju itu keliatan sesek di bagian perut, atau mungkin sedikit kedodoran di bagian bahu. Artinya, badan bapak gw bukan badan yang pas untuk dipakein baju seperti yang di manekin itu. Emang sih, itu salah satu strategi marketing juga. Dan lagi, emang itulah kondisi tubuh yang mungkin hampir mendekati keadaan tubuh yang dimiliki orang-orang 'normal' pada umumnya? Tapi kan ga harus segitunya, sampe badannya tuh jadi baguuuuuuuus banget. Kaki sampe pada panjang-panjang, perut pada rata serata-ratanya. Segitunya.... Beneran deh, gw penasaran kalo sampe ada manekin yang perutnya buncit!! Hyahahahaha
Manekin, lagi-lagi sebuah bentuk perwujudan dari kesempurnaan manusia.

Masih banyak kok contoh yang menuntun kita kepada bentuk : begini lho manusia yang sempurna, dan begini pula kehidupan yang sempurna.
Cape juga gw ngeliat dan ngedenger semua bentuk doktrinasi itu.

Yang namanya manusia sempurna itu cuman ada dalem angan-angan doang. Beda konteksya kalo "manusia sempurna untuk orang lain".
Sempurna secara fisik? Itu relatif. Tapi tetep aja gw ga percaya kalo emang ada hidup yang segitu sempurnanya buat manusia.
Gw sendiri berpatokan bahwa gw ga akan jadi manusia yang sempurna. Way to be perfect is imposibble. Nggak buat orang paling ganteng dan cantik, nggak juga buat orang paling taat beribadah sekalipun. Tapi bukan berarti kita ga bisa berusaha jadi manusia yang mendekati kesempurnaan itu kan?

Satu keluhan terbesar gw disini adalah...kenapa bentuk-bentuk doktrinasi itu masih selalu ada?? Bah!