<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502</id><updated>2012-01-31T22:29:32.168+07:00</updated><category term='Sepakbola'/><category term='QUote of The Day'/><category term='Social'/><category term='Curhat Only'/><category term='Panda Time'/><category term='Politik'/><category term='Family'/><category term='Essay'/><category term='Poetry'/><category term='War'/><category term='Lyrics'/><category term='Miscellaneous'/><category term='Sosial'/><category term='Inspiration'/><category term='Science'/><category term='Musik'/><category term='Dinosaurus'/><title type='text'>Pure Inspiration and Pure Nyampah</title><subtitle type='html'>Politik, Sosial, Budaya, Karya Seni, Olahraga, Curhat... Penting sampai Ga Penting, Serius sampai Jayus! 
Silahkan ubek-ubek di sini. 
Have it Your Way!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>105</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1738358496560877155</id><published>2011-08-20T11:57:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T12:04:32.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>PB...Petak Benteng yang Menjadi Point Blank</title><content type='html'>"Banyak nyamuk di rumahku, gara-gara kamu malas bersih-bersih...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal kalimat pertama yang tertutur dari senandung Enno Lerian.&lt;br /&gt;Mungkin Enno adalah artis yang pertama kali saya idolai, jauh sebelum saya mengenal Reza Artamevia atau bahkan Kevin Vierra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  mungkin tidak banyak yang ingat bahwa penyanyi cilik yang kini menjadi  basis ternama, Bondan Prakoso, memiliki seorang rival bernama Eza  Yayang. Lenggak-lenggok Eza Yayang yang kerap bergaya Michael Jackson  seolah mampu menyihir setiap penonton cilik di rumahnya masing-masing.  Jangan kecualikan saya..hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setiap sore sehabis mandi,  Dandy cilik selalu menyempatkan diri untuk bermain keluar rumah dengan  anak tetangga. Bermain kejar-kejaran, atau sekedar melepas guyonan. Dan  nyaris setiap akhir minggu, baru saya diperbolehkan bermain Nintendo  (yang susah payah saya peroleh setelah derai air mata guna membujuk si  papi-mami). Masih ada yang ingat dengan game Mario Bros, Contra, Ica  Climber, atau Tetris? Sepertinya itulah tekonologi terpesat yang  dinikmati oleh anak-anak segenerasi saya. Jangan tanya generasi di atas  kami, yang mungkin bahkan belum mengenal video games. Tapi generasi  kamipun sebenarnya sudah cukup senang dengan sebuah benda bulat bertali  yang dimainkan naik turun. Namanya....ah saya ingat....Yoyo. Bahkan  faktanya tanpa alat bernama Yoyo-pun, kami sudah sangat bahagia apabila  banyak anak berkumpul untuk bermain petak umpet, petak benteng (yang  lebih populer disebut bentengan), ataupun mencari alasan untuk bisa puas  jongkok dengan bermain petak jongkok. Kadang ada yang terlalu  bersemangat, sampai jatuh tersungkur dan berdarah, dan mungkin dia  menangis setelah itu. Tapi yang jelas itu hanyalah selingan sesaat  sebelum "si korban" kembali tersenyum setelah ditraktir es lilin oleh  teman-teman yang lain. Setelah itu, bolehlah kami melanjutkan bermain  sampai langit mulai agak gelap dan adzan Maghrib berkumandang. Saatnya  pulang atau kami akan dikuncikan di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi soal permainan, lalu bagaimana dengan acara televisi?&lt;br /&gt;Si  Unyil dan Pak Raden, serta Si Komo, seolah menjadi ikon televisi yang  tidak bisa dilewatkan begitu saja. Anak mana yang mau melewatkan Pak  Raden bercerita sambil menggambar, atau Si Komo yang bernyanyi bersama  Si Belu, Ulil, dan Dompu? Dan jangan lupakan pula sinetron keluarga  bertajuk "Sahabat Pilihan" yang bercerita tentang kisah pedagang koran  bernama Dado dan Ading. Sinetron yang kemudian berganti tongkat estafet  sinetron keluarga generasi berikutnya menjadi "Keluarga Cemara".  Lagi-lagi berkisah tentang anak keluarga kurang mampu yang terpaksa  berdagang opak sambil sekolah. Saya ingat betapa kami dimanjakan dengan  sinetron-sinetron yang secara tersurat memberikan nilai tentang makna  bersyukur dalam kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua adalah suvenir yang  diperoleh generasi anak-anak yang besar pada era akhir 80-an dan awal  90-an. Tidak banyak sesuatu yang canggih. Bahkan mungkin kami terkesan  agak bodoh dan buta teknologi. Satu-satunya anak yang melek teknologi  saat itu hanyalah si Lex  (cucu John Hammond dalam film Jurassic Park)  yang mampu mengoperasikan sistem keamanan taman dinosaurus dalam keadaan  darurat. Lex yang bisa membuat kami berdecak kagum karena mampu  menghambat gerakan seekor Velociraptor dewasa hanya dengan menggerakkan  dan menekan-nekan mouse. Mouse adalah benda misterius bagi  kebanyakan bocah kecil di tahun 1993. Padahal ketika &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekarang&lt;/span&gt; saya mengetik tulisan ini, percaya atau tidak, saya menyentuh mouse hingga puluhan kali..hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;warp&lt;/span&gt;  sejenak sejauh 16 tahun ke depan. Masa ketika saya baru melampaui fase  remaja, dan terhenyak melihat seorang bocah kecil di tengah pusat  perbelanjaan. Banyak alasan kenapa saya bisa sampai terhenyak melihat  bocah kecil yang usianya belum genap 5 tahun tersebut. Alasan yang  pertama, mungkin dia memiliki tato sebuah naga besar di lengan kanannya.  Tapi alasan lain yang agak lebih masuk akal adalah fakta bahwa bocah  itu mengalungi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone. &lt;/span&gt;Bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;  biasa, tapi merk tertentu yang berlogo dua buah huruf B. Ya, merk  dagang yang saat itu sedang mulai menjamur di Indonesia, hingga satu  buah barangnya bisa lebih mahal sekitar 2 sampai 3 kali lipat dari harga  setahun kemudian untuk jenis yang sama. Toh saya tidak bisa terhenyak  berlama-lama, karena kemudian saya 'dipaksa' harus menganga ketika  melihat si bocah mendadak mengangkat HP-nya, dan kemudian asik tenggelam  dalam sebuah percakapan singkat. Agak aneh ketika saya mencuri dengar  percakapan tersebut, yang terdengar adalah obrolan singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyah...aku  lagi pelgi sama papaku. Kemana ya? Aku juga ga tau ini dimana.. Papa  habis ini ngajak ke lestolan katanya, kamu ganggu aja deh. Nanti aku  telpon kamu lagi. Nggak bicaaaaaa, nanti paling si mbak yang mencetin  hpku biar bisa nelpon kamu. Udah ya..dadaah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mungkin  memberikan dampak yang tidak jauh berbeda kepada saya, dibandingkan  dengan misalnya si bocah itu benar-benar memiliki tato naga besar di  lengannya. Mungkin dia belum bisa mengoperasikan HP-nya, sama ketika  saya belum bisa mengoperasikan sebuah mouse. Tapi Dandy cilik tidak  menenteng mouse ke lapangan untuk bermain gobak sodor, bahkan ketika itu  Dandy cilik belum memiliki mouse di rumahnya karena belum ada unsur  mendesak yang diperlukan untuk memiliki benda tersebut. Menunjukkan  status sosial? Barangkali. Tapi apa gunanya anak sekecil itu sudah harus  memikirkan status sosial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran itu membuat saya selama  3 hari berturut-turut menunggu di halaman depan rumah ketika sore  menjenguk. Apa pasal? Saya ingin melihat kegiatan anak-anak di sore  hari. Tetangga tepat di sebelah kiri punya anak kelas 4 SD bernama  Karel. Tetangga sebelah kanan saya memiliki anak kelas 3 SD  bernama....saya lupa...hehe. Toh ketika saya menunggu sampai maghrib,  saya hanya mendapati ibu-ibu tetangga hilir mudik, dan beberapa abang  tukang somay dan tukang roti lalu lalang. Tidak ada Karel, tidak  ada.....saya sebut saja Gufi. Padahal baru sekitar 5 tahun lalu saya  masih bisa mendengar Soya, tetangga sebelah yang sekarang sudah SMA,  masih berlari-lari dan bermain petak umpet bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;Dan  ketika saya memergoki si Gufi yang baru pulang sekolah, itu adalah  kesempatan terbaik untuk melakukan interogasi. Dengan iming-iming  permen, saya coba untuk ajak dia ngobrol. Ternyata iming-iming permen  tidak cukup, karena si bocah minta saya untuk menginstall game PC  terbaru di komputernya baru dia bersedia diajak ngobrol. Memang hebat  gaya negosiasi anak sekarang. Tapi jangan remehkan anak generasi kami  yang lebih fleksibel, sayapun akhirnya bisa mengubah tuntutannya menjadi  bentuk yang lebih tradisional....mengajari dia main monopoli, hehehe.  Setelah interogasi, usut punya usut, bahkan dia tidak mengenal si Karel.  Memang dia pernah melihat Karel, tapi jangankan tegur sapa, dia bahkan  tidak tahu nama anak tetangganya paling dekat secara geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak  menyedihkan dalam sudut pandang saya, karena mereka bahkan tidak  mengenali orang-orang di lingkungan sekitarnya. Namun apakah itu  menyedihkan dalam sudut pandang mereka? Saya rasa belum tentu, bahkan  mungkin tidak samasekali. Bagi mereka tentu ada kegiatan substitusi lain  yang mampu menggantikan proses interaksi tersebut. Misalnya bermain  video game, atau menonton Insert Ivestigasi, mungkin juga berlatih  mengemudikan mobil di atas kecepatan 100 Km/Jam.  Atau bisa jadi  sebenarnya mereka tidak kehilangan proses interaksi tersebut, melainkan  mereka melakukan komunikasi via pesan singkat atau saling menelepon  menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Who knows&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Menyedihkan  hanyalah sudut pandang. Bahkan sekarang mungkin ayah saya berdecak gemas  melihat saya yang menghabiskan waktu 2-3 jam beruntun di depan  komputer. Hal yang untuk saya lumrah saja, namun tidak lazim bagi orang  tua saya. Tenang, di sini saya juga tidak mau menghakimi bahwa anak  generasi sekarang tidak lebih baik dari anak generasi kapanpun juga,  ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar soal menyedihkan, yang jelas saya  berani menjamin bahwa mereka lebih melek teknologi dan melek informasi  dibandingkan anak-anak generasi kami. Bahkan bisa jadi Lex Hammond yang  kami kagumi, terlihat begitu bodoh dan sangat fiktif di mata mereka.  Mereka tentu tidak akan percaya tindakan heroik tersebut mampu dilakukan  oleh Lex, karena mereka sudah paham mengenai batasan tekonologi yang  mustahil dan yang masuk akal untuk satu masa. Mana mungkin pada masa itu  seorang bocah  dapat semudah itu mengoperasikan sistem keamanan sebuah  taman dinosaurus?&lt;br /&gt;Namun ada satu hal berkebalikan yang saya juga  jamin, bahwa rata-rata anak pada generasi kami lebih terlatih dan mampu  bersosialisasi. Mungkin juga memiliki kebugaran yang lebih (kalau yang  ini bukan jaminan, tapi asumsi..hehe).  Pada faktanya teriakan kami  lebih keras dan tawa kami lebih meledak saat kami tertangkap di dalam  permainan petak benteng, dibandingkan teriakan dan tawa mereka saat  karakter mereka tertembak mati dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;game&lt;/span&gt; Point Blank bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas,  apa poin yang hendak ditekankan dalam tulisan ini? Nyaris tidak  ada...hehe. Pada awalnya saya hanya ingin menulis tentang kenangan masa  kecil saya. Namun pada perkembangannya, saya menemukan fakta yang  menarik terkait dengan perkembangan anak jaman sekarang. Tapi sekali  lagi bukan berarti saya menuding bahwa anak jaman sekarang kurang  bahagia. Mereka bahagia dengan caranya sendiri, sama halnya dengan  generasi ayah-ibu kita yang bahagia dengan memiliki satu saluran  televisi saja. Namun sebagai perwakilan (muda) dari generasi yang lahir  pada tahun 1980-an,  saya dengan senang hati mengakui bahwa saya lebih  menggilai Hanson ketimbang Jonas Brothers :)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1738358496560877155?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1738358496560877155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/08/pbpetak-benteng-yang-menjadi-point.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1738358496560877155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1738358496560877155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/08/pbpetak-benteng-yang-menjadi-point.html' title='PB...Petak Benteng yang Menjadi Point Blank'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-4760333878244639198</id><published>2011-07-12T00:47:00.005+07:00</published><updated>2011-07-12T01:08:02.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Goodnight</title><content type='html'>Where are you?&lt;br /&gt;What are you doing?&lt;br /&gt;Are you feeling well?&lt;br /&gt;Are you asleep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, that's a couple of questions that still remains on my head&lt;br /&gt;Me, myself, can't hold those kind of curiosity&lt;br /&gt;Can't hold the passion to know your activity today&lt;br /&gt;Can't hold the need to know about your life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, it comes in a riddles&lt;br /&gt;Whether you are fine or not&lt;br /&gt;What color of your shirt that you wearing today&lt;br /&gt;Have you already eat in the middle of your busy time or not&lt;br /&gt;Are you thinking about me or not&lt;br /&gt;Yes, those all comes in the riddles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this sleepless night, i just can't stop thinking about you&lt;br /&gt;I don't even know whether you are asleep or not&lt;br /&gt;I just can hope that you are asleep and rested now&lt;br /&gt;And i can only say goodnight from here&lt;br /&gt;So...goodnight :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-4760333878244639198?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/4760333878244639198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/07/goodnight.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4760333878244639198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4760333878244639198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/07/goodnight.html' title='Goodnight'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-6167687632345788786</id><published>2011-04-27T14:07:00.003+07:00</published><updated>2011-04-27T14:31:14.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>From October to April</title><content type='html'>Melongo melihat posting terakhir gw adalah bulan Oktober 2010. Dan sekarang ini sudah bulan April 2011.. Waw, sudah setengah tahun ga posting. Pantes gw ngerasa ada yang kurang dalam hidup gw dalam setengah tahun belakangan (sok sentimentil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, setelah setengah tahun ga ngeblog..gw bingung mau nulis apa. Gw kehilangan kemampuan untuk bisa nulis dengan seenak udel gw, terus gw juga kehilangan kemampuan untuk mengetik cepat tanpa salah ketik, dan....gw bahkan kehialngan password gw untuk masuk ke blog ini! Aarrrrrgh!!&lt;br /&gt;Hehehehe..maklum, biar baru 23 tahun juga rambut gw udah rada beruban dikit. Pikun kaya kakek-kakek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, maka topik pertama setelah setengah tahun inilah....gw mau narsis!! (kalo ga minat baca, cukup tekan Ctrl+F4 untuk menutup tab blog ini) :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini, berat gw bertambah dengan cukup drastis (untuk ukuran gw sih). Dari 67 Kg, berat gw sempat menyentuh angka 72 Kg, sebelum sekarang menjadi 70 Kg. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini pacar gw udah lulus kuliah, sedangkan gw masih aja skripsi (gw ngomong kaya gini dengan susah payah lho...asli deh). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini gw juga jadi menyukai Katy Perry lho! (taulah alesan cowo suka Katy Perry..bukan suka banget sama musiknya sih, tapi suka sama vidio klipnya..hehe)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini gw banyak belajar dan belanja via online shop, yang ujung-ujungnya bikin jadi ketagihan. Belanja barang via internet memang racun, hati-hatilah anak muda!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini gw dirundung duka yang berkepanjangan, karena tim bola kesukaan gw (Juventus dan Arsenal), sedang mengalami fase GATOT..alias GAgal TOTal. Cuma Barcelona aja yang tetep stabil, tapi tetep aja Juventus prioritas gw&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam 6 bulan ini akhirnya gw berhasil jalan-jalan ke Makassar mengunjungi kakak gw..yeay!! Yang lebih seru, gw sempet wisata kuliner di situ. Mulai dari makan Sup Iga, Coto Makassar, Es Palu Butung, sampe makan Kepiting Goreng segede ban vespa...cuma dengan harga 25 ribu rupiah!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan terakhir...dalam 6 bulan ini gw merindukan blog gw! (kembali sok sentimentil)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sementara itu, gw juga masih berjuang mengetik skripsi gw, yang tidak bisa dibilang sebuah mahakarya. Hanya prasayarat supaya bujang 23 tahun ini mendapatkan gelar sarjana, dan orang tua bisa lega..hehe. Gw ga bisa menjanjikan bahwa gw akan aktif blogging lagi dalam waktu dekat, karena waktu gw juga tersita untuk skripsi. Tapi gw bisa janji untuk kembali aktif setelah skripsi gw kelar dan bisa gw kumpulin pertengahan Mei 2011 ini. Jadiiii, doakan gw supaya lekas kelar dari cobaan ini dan bisa aktif mengjungi blog-blog kalian semua, pembaca yang budiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adios, Amigos!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tuhan memberkati semua mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-6167687632345788786?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/6167687632345788786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/04/from-october-to-april.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/6167687632345788786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/6167687632345788786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2011/04/from-october-to-april.html' title='From October to April'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-5236502704723894706</id><published>2010-10-18T23:36:00.006+07:00</published><updated>2010-10-21T01:58:40.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Wacana Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto : Sudahkah Layak?</title><content type='html'>*Begian terakhir belum selesai, karena keterbatasan waktu...hehe. Terima kasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin 18 Oktober, seorang teman bercerita dan bertanya kepada saya..."Gw mau apa tau pendapat lo soal wacana pemberian gelar 'Pahlawan Nasional' kepada Soeharto, beserta alasan-asalannya". Kalau cuma ditanya tentang apa pendapat saya...saya akan jawab tidak setuju. Tapi untuk alasannya, saya lebih suka memaparkan via blog ini, atau bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan (orang bersangkutan ini maksudnya teman saya yang berinisial 'P', bukan Soeharto).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sedikit ulasan mengenai alasan saya yang tidak setuju kepada pemberian gelar kepada Soharto. Perlu diingat bahwa tulisan ini hanyalah essay kecil, tentang pendapat pribadi yang berdasarkan sedikit literatur (yang dapat saya percaya). Jadi ini hanya essay saja, dan bukan karya ilmiah yang sudah diujikan keabsahannya dalam sidang atau presentasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's your answer P :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membagi tulisan ini ke dalam beberapa bagian, yang kiranya dapat menjelaskan dengan lebih runtun mengenai azas kesesuaian pemberian gelar 'Pahlawan Nasional' kepada Soeharto. Yang pertama, tentu saja kita harus mengetahui definisi 'Pahlawan Nasional', dan batasan-batasan serta indikator yang dapat merujuk kepada status sesorang yang hendak dianugerahi gelar tersebut. Baru pada tahap berikutnya, diperlukan sebuah riset kecil tentang apa saja yang sudah dilakukan oleh Soeharto semasa hidupnya. Kemudian kita akan meninjau kesesuaian batasan-batasan tersebut, dengan nilai-nilai yang sudah dibawa tokoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi dan Indikator-Indikator "Pahlawan Nasional"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada dua hal yang bisa digunakan sebagai alat ukur dalam penetapan kriteria gelar "Pahlawan Nasional". Yang pertama adalah definisi "Pahlawan Nasional" secara etimologis bahasa Indonesia. Yang kedua adalah melihat definisi dan kriteria gelar "Pahlawan Nasional" yang diakui dan tercantum di dalam Perpres No. 33 Tahun 1964.&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk mencari asal dan definisi frase “Pahlawan Nasional” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terus terang saya mengalami kesulitan teknis. Mengapa? Karena kebetulan saya tidak punya KBBI……hehe. Tapi biasanya saya selalu mencari lewat situs buatan Diknas yang berisi salinan langsung dari KBBI, menjadi KBBi versi &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt;. Entah mengapa, sudah 2 bulan ini situs tersebut tidak bisa diakses. Mohon maaf sebelumnya, tapi saya terpaksa menggunakan definisi dari kamus bahasa Indonesia lainnya, yang saya peroleh dari situs ini &lt;a href="http://kamusbahasaindonesia.org/"&gt;http://kamusbahasaindonesia.org&lt;/a&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Menurut situs tersebut, definisi pahlawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan nasional adalah sebagai berikut&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pah.la.wan&lt;br /&gt;[n] orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dl membela kebenaran; pejuang yg gagah berani&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;na.si.o.nal&lt;br /&gt;[a] bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dr bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa: cita-cita --; perusahaan --; tarian --&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Definisi harus saya bagi menjadi dua, karena kamus tersebut tidak menjelaskan frase langsung pahlawan nasional. Adapun dari definisi tersebut, dapat ditarik beberapa indikator yang kemudian dapat dijadikan sebagai &lt;span style="" lang="IN"&gt;kriteria seorang pahlawan nasional. Untuk lebih ringkasnya, saya menjadikan “nasional” sebagai bagian yang menerangkan (dalam Frase Diterangkan-Menerangkan), sehingga bahasan dan indikator utama akan saya turunkan hanya dari “pahlawan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berikut indikator yang saya turunkan dari “pahlawan” :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pejuang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menonjol      karena keberanian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menonjol      karena pengorbanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Membela      kebenaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sedangkan “nasional” hanya bersifat penjelas, sebagi keterangan sifat dari “pahlawan” itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berikutnya, kita akan mengurai kepada hal yang lebih spesifik dan lebih jelas, yaitu definisi dan kriteria “Pahlawan Nasional” yang termaktubkan di dalam Perpres No. 33 Tahun 1964&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Yang dimaksudkan dengan "Pahlawan" dalam peraturan ini ialah::&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;a. Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;karena akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa perjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan Bangsa;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;b. Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridhoi dalam keadaan hidup sesudah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa-pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan Bangsa dan yang dalam riwayat hidup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacad nilai perjuangan karenanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Poin b dapat kita hilangkan, karena wacana pemberian gelar Soeharto baru diapungkan setelah beliau meninggal. Lebih jauh, Perpres tersebut memberikan definisi yang jelas mengenai bentuk dari “jasa” dan”pengorbanan”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;(1) Yang dimaksudkan dengan "jasa" adalah nilai kemenangan dan/atau prestasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;yang telah dicapai, termasuk pula segala tindak dan/atau perbuatan yang menyebabkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;tercapainya kemenangan dan/atau prestasi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;(2) Yang dimaksudkan dengan "pengorbanan" adalah penderitaan dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;kerugian yang terjadi, akibat suatu pendharmaan diri dalam pelaksanaan tugas dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;perjuangan untuk kepentingan Negara dan Bangsa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lebih jauh, definisi dan penjelas tersebut dapat kita tarik menjadi beberapa indikator lagi.&lt;span style="" lang="IN"&gt; Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pencapaian kemenangan dan prestasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tindak-tanduk yang mendukung      pencapaian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penderitaan dan kerugian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pendharmaan diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kepentingan negara dan bangsa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari kedua sudut pandang tersebut, makan saya memeroleh 7 buah poin yang kiranya dapat menjadi kriteria penetapan seorang “Pahlawan Nasional”, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pejuang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menonjol karena keberanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Membela kebenaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pencapaian kemenangan dan prestasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tindak-tanduk yang mendukung pencapaian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penderitaan dalam pendharmaan diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kepentingan negara dan bangsa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan demikian, kita telah memiliki sebuah kriteria sederhana pendefinisian seorang tokoh yang dapat disebut sebagai Pahlawan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;B. Rekam Jejak Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada bagian ini, akan sedikit saya paparkan apa saja tindakan-tindakan dan pin-poin secara garis besar, yang kiranya dapat dijadikan sebagai acuan mengenai apa saja yang sudah dilakukan Soeharto untuk RI. Sebagai penjelas, banyak dari sekian banyak catatan ini yang diwarnai dengan kontroversi, mengenai sejarah yang sudah dibengkokkan. Karena sudah jamak bagi sejarah di negara manapun, bahwa berlaku hukum yang familiar disebut sebagai “&lt;i style=""&gt;The winner takes all&lt;/i&gt;”, termasuk perubahan alur sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berikut adalah beberapa daftarnya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Peran Soeharto dalam perjuangan      kemerdekaan, Serangan Umum 1 Maret 1949.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Studi literatur maupun beberapa dokumen yang diungkap pada masa orde baru (baik tertulis, maupun visualisasi dokumen yang menjadi sebuah film layar lebar), menyebutkan bahwa Letkol Soeharto adalah tokoh yang pertama kali mencanangkan, memrakarsai, dan memimpin langsung Serangan Umum 1 Maret terhadap Ibu Kota RI saat itu (Jogjakarta), agar dapat mendeklamasikan RI yang masih berdiri dan masih memiliki eksistensi. Letkol Soeharto terhitung berhasil dalam melaksanakan tugasnya memimpin pasukan gerilya, dengan berhasi menduduki Jogjakart selama 6 jam, dan menyiarkan kepada dunia internasional bahwa RI saat itu masih berdiri. Namun, yang menjadi kontroversi di sini adalah peran Soeharto yang dinilai dibesar-besarkan, dan dianggap hanya sebagai propaganda di saat ia menjabat sebagai presiden di masa Orba. Pendapat ini muncul dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh kekeratonan Jogja, dan laporan saksi, bahwa di dokumen berikutnya yang ditemukan pada saat orab dan film yang dibuat di jaman Orba, digambarkan bahwa Letkol Soeharto pemrakarsa, dan tidak menggambarkan peran Sri Sultan Hamengkubuwono IX di situ. Padahal, menurut beberapa sumber yang diakui keabsahannya, justru Sri Sultan HB IX yang terlebih dahulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memrakarsai, dan merancang serangan tersebut, sebelum berikutnya kemudian dilaksanakan oleh Letkol Seoharto&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Peran Soeharto dalam perjuangan      pembebasan Irian Barat, 1962. Setelah keberhasilannya memimpin tentara      gerilyawan dan menduduki Yogyakarta selama 6 jam, karier Soeharto do      militer terus meningkat. Hingga pada januari 1962, ia dilantik menjadi Mayor      Jenderal, dan diserahi tanggung jawab untuk memimpin operasi militer      pembebasan Irian Barat (Komando Mandala). Sejauh ini, belum ada      kontroversi soal keberhasilan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando      Mandala, dalam membebaskan Irian Barat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Poin berikutnya yang menarik untuk      dibahas adalah persoalan mengenai gerakan 30 September 1965. Kontroversi      mengenai dalang dibalik peristiwa ini masih bergulir hingga kini, dan bisa      jadi tidak dapat diurai dengan sempurna hingga kapanpun. Hal itu berkaitan      dengan dokumen-dokumen yang hilang, dan makin sedikitnya jumlah saksi      hidup yang dapat dimintai keterangan. Namun, siapapun dalangnya, Soeharto      jelas mempunyai pengaruh di dalam peristiwa ini. Hal ini juga diamini oleh      John Roosa, seorang Indonesianis asal Amerika Serikat, yang menelurkan      sebuah teori termutakhir, yang berusaha mengurai siapa pihak-pihak yang      bertanggung jawab di belakang peristiwa 30 September. Di dalam bukunya&lt;/span&gt;       &lt;i style=""&gt;Pretext for Mass Murder: The      September 30th Movement and Suharto's Coup d'Etat in Indonesia&lt;/i&gt; (yang      kemudian diterbitkan di Indonesia sebagai : &lt;i style=""&gt;dalih pembunuhan missal&lt;/i&gt;), Roosa juga menyinggung tentang      besarnya peranan yang dilakukan oleh Seoharto. Ia tidak menunjuk langsung      kepada Soeharto bahwa ia figur sentral &lt;span style="" lang="IN"&gt;di balik peristiwa tersebut, namun lebih jauh ia mengurai tentang      persaingan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Angkatan Darat (AD)      yang sedang panas pada pertangahan tahun 1960. Secara ringkas, Roosa      menyebutkn bahwa perbutan kekuasaan di antara kedua pihak, membuat AD      membuat seuatu rencana untuk menumpas PKI dalam sebuah gebrakan, dan      hendak menempatkan orang dari AD di tampuk kekuasaan paska Soekarno. Oleh      karena itu, AD membuat sebuah gerakan yang seolah-olah menunjuk bahwa PKI      telah melakukan sebuah usaha kudeta, sehingga timbul pembenaran untuk      menghabisi PKI hingga ke akar-akarnya. Dan rencana itu dipungkas dengan      naiknya Seoharto yang mengambil kursi kekuasaan dari Soekarno, yang      dianggap dalam keadaan tidak mampu untuk memimpin.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kontroversi soal ini juga dilanjutkan dengan Surat Perintah Sebelas Maret 1966, yang diklaim Soeharto sebagai surat penunjukkan dirinya oleh Soekarno, sebagai pemegang kekuasaan (sementara) yang sah, ketika Soekarno masih sakit. Namun hingga saat ini, dokumen tersebut diragukan kebenarnnya (karena hingga saat ini, Supersemar yang beredar hanylah berupa salinan). Dan beberapa saksi sejarah juga menyatakan bahwa surat itu ditandatangani Soekarno, di bawah intimidasi, sementara.saksi lainnya mengatakn bahwa Soekarno tidak pernah menulis surat perintah tersebut. Sementara, bukti lain menunjukkan bahwa Soekarno tidak menulis Supersemar sebagai pengalihan kekuasaan kepada Soeharto, melainkan hanya mandat untuk mengamankan keadaan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bagian yang berikutnya adalah bagian      saat Soeharto sudah resmi menjabat sebagai presiden hasil legislatif,      paska Pemilu 1971. Seharusnya bagian ini justru harus dibuat lebih fokus      lagi, tapi karena keterbatasan...errrrr....waktu, maka akan saya singkat      saja di dalam poin ini. Sebuah ‘prestasi’ yang menonjol dari Soeharto      adalah pembangunan dan kekuatan ekonominya. Saat Indonesia dapat mencapai      swasembada pangan, dan PELITA berjalan dengan cukup sukses. Itu sebuah      pencapaian, yang banyak dikenang oleh banyak orang tua hingga kini.      Biasanya dibumbui dengan kalimat “masih enak jaman Pak Harto daripada      sekarang...harga-harga murah, makanan terjangkau”. Sebuah kalimat yang      bisa menjadi pujian tersendiri bagi rezim kekuasaannya. Namun benarkah      demikian? Benarkah bahwa sejatinya, pertumbuhan ekonomi pada jaman      Soeharto jauh lebih pesat dan mencapai hasil yang lebih tinggi daripada      sekarang? Pantaskah kalimat pujian tersebut disematkan? Nyatanya,      pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan bersifat semu. Pertumbuhan ekonomi      yang dicapai, merupakan hasil dari suntikan dana dan hutang dari IMF.      Pembangunan memang harus diakui terjadi (ini yang membuat Pak Harto      digelari “Bapak Pembangunan”), namun nyatanya pembangunan besar-besaran      juga dilandasi di atas hutang. Dan tahun 1998 adalah pukulan telak bagi      negara ini yang dibangun di atas hutang. Jadi seharusnya statement tentang      “lebih enak jaman Pak Harto” tadi, lebih baik dikoreksi atau dicabut sama      sekali. Karena kondisi ekonomi Indonesia akan semakin merosot apabila gaya      kepemimpinan Soeharto diteruskan. Dosen saya, yang juga seorang peneilit      sosial-politik pernah mengadakan studi dengan kawan-kawannya. Ia      menghitung jumlah hutang Indonesia saat ini, dan dibagi dengan angka      kelahiran Indonesia di tahun 2004. Saat itu, beliau mendapati hasil bahwa      setiap bayi yang lahir pada tahun itu, masing-masing sudah menanggung hutang      sekitar 3 juta rupiah. Hal ini belum diperparah dengan korupsi yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya, sewaktu ia masih menjabat menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di luar pembangunan ekonomi, permasalahan sosial dan budaya juga harus disorot dengan lebih jelas. Dari segi budaya, rezim Soeharto berusaha membuat kebijakan-kebijakan yang menyeragamkan masyarakat Indonesia, dan justru menghilangkan nilai-nilai asli banga Indonesia. Untuk kaum TiongHoa misalnya, banyak kebijakan Orde Baru yang mewaijbkan orang TiongHoa untuk meninggalkan unsur budaya mereka, misalnya nama, budaya, hingga kepercayaan. Begitu pula dengan penyeragaman masyarakat sosial di pedalaman. Misalnya pergantian nagari di Minang, menjadi desa, yang berbeda secara struktur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Permasalahan sosial juga kerapkali ditutupi-tutupi oleh Soeharto, sebagai usaha untuk menjalankan sebuah pemerintahan yang solid dan terkesan kondusif. Dengan kata lain, banyak kegiatan yang harus dilakukan secara bawah tanah, agar isu-isu yang berpotensi mengguncang stabilitas nasional, dapat diredam. Salah satu bagian dari usaha bawah tanah tersebut adalah pengiriman intel ke tengah-tengah masyarakat. Tujuannya untuk mengawasi tindak0tanduk atau gerak-gerik yang berafiliasi dengan penciptaan instabilitas dan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Orde Baru. Banyak dosen saya di Ilmu Politik (yang dahulu masih menjadi mahasiswa), harus berusaha ekstra keras hanya untuk mendapatkan kopian buku &lt;i style=""&gt;Das Kapital&lt;/i&gt;. Setiap acara keorganisasianpun juga kerapkali diawasi. Dosen saya yang dahulu juga sudah menjadi dosen, kerap disusup intel di dalam kelasnya sendiri. Ia kerap ditegur, karena memberikan kuliah ataupun referensi buku, yang dianggap tidak sejalan dengan pemerinthan Orde Baru. Program ABRI Masuk Desa juga ditengarai sebagai salah satu cara untuk menyisipikan Intel ke dalam masyarakat-masyarakat suburban. Di luar itu, banyak isu-isu tersebut yang kemudian meledak menjadi sebuah gerakan, dan harus ditanggapi dengan kekerasan oleh pemerintahan Orba. Dalam pemerintahan Seoharto, tercatat berbagai kasus yang berhubungan dengan kekerasan, hingga penculikan orang-orang yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Apakah Soeharto secara langsung terlibat? Hal itu baru merupakan asumsi besar, dan hingga kini belum ada pembuktian yang diusahakan oleh penegak hukum Indonesia. Namun satu yang pasti, langsung maupun tidak, Soeharto memiliki keterlibatan. Karena bagaimanapun, kasus-kasus tersebut terjadi di bawah rezimnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di bidang politikpun, banyak dugaan yang merujuk kepada penggunaan kekuasaan dari Soeharto saat itum untuk makin melanggengkan kekuasaannya lagi. Ia memiliki kendaraan politik yang dapat beroperasi dengan ideal dan leluasa, ia memiliki rantai birokrasi yang makin memudahkannya untuk meluaskan jaringannya, dan ia punya popularitas untuk mendongkrak namanya agar semakin dicintai rakyat. Golkar pada masa Orde Baru merupakan partai yang tak mungkin tertandingi. Di bawah masa Soeharto, hanya Golkar yang boleh melakukan aktivitas kampanye hingga ke tingkat paling bawah (&lt;i style=""&gt;grass root&lt;/i&gt;), sedangkan PDI dan PPP hanya boleh berkampanye dan memiliki kantor cabang hingga tingkat kota/kabupaten. Menyoal nama Golkar juga pertimbangan yang sangat jitu dari Soeharto dan kroninya. Di satu sisi, pandangan masyarakat terhadap partai, selepas Orde Lama tidaklah baik. Hal ini disebabkan karena trauma Gerakan 30 September yang terjadi karena perselisihan partai politik. Dengan cermat, Soeharto memfusikan partai-partai lain dibawah PDI dan PPP (dengan tetap menggunakan imbuhan ‘P’ sebagai ‘Partai’), sementara Golkar sebagai kendaraan politiknya, tidak diberi status sebagai partai politik. Golkar sat itu mengklaim bahwa mereka bukan Partai Politik, melainkan hanya sebagai sebuah yayasan, dan organisasi sosial saja. Padahal sudah awam di kalangan akademisi politik, bahwa organisasi apapun yang mengikuti pemilu, termasuk dalam definisi sebuah partai politik. Selain itu, Golkar juga hendak dibuat sebagai figur yang menengah, sebuah medium dari dua parti lainnya (PDI dan PPP). Hal itu terlihat dari nomor urut partai saat pemilu. Nomor urut partai yang seharusnya diacak dalam setiap pemilu, tidak berlaku pada zaman Orde Baru. Golkar selalu memeroleh Nomer 2, di tengah-tengah PPP (nomor 1), dan PDI (nomor 2). Dan masih banyak cerita lain yang membuat Golkar menjadi partai sekaligus kendaraan politik yang hegemonik dari Seoharto, sementara kedua partai lain hanyalah pelengkap saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Demikianlah sedikit dari sekian banyak hal yang harus diurai dalam langkah Seoharti di Indonesia. Keterbatasan waktu membuat saya mustahil untuk memberikan penulisan lebih jauh, dan juga sumber yang lebih banyak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr width="33%" align="left" size="1"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://kamusbahasaindonesia.org/"&gt;http://kamusbahasaindonesia.org&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 19 Oktober 2010, pukul 23.00 WIB)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://legislasi.mahkamahagung.go.id/docs/"&gt;http://legislasi.mahkamahagung.go.id/docs/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;PERPRES/PERPRES_1964_33_PENETAPAN,%20PENGHARGAAN%20DAN%20PEMBINAAN%20TERHADAP%20PAHLAWAN.pdf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(diakses pada tanggal 19 Oktober 2010, pukul 23.07 WIB)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Anonim. &lt;i style=""&gt;Kontroversi Serangan Umum 1 Maret 1949 : Polemik tentang Pemrakarsa dan Pelaksana Serangan&lt;/i&gt;. (Yogyakarta : Media Pressindo, 2000). Hal 39&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; John Roosa. (terj.) &lt;i style=""&gt;Dalih pembunuhan missal&lt;/i&gt;. (Jakarta : Institut Sejarah Sosial Indonesia. 2008). Hal 250-291&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=5236502704723894706#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Budi Setiawanto. &lt;i style=""&gt;Setelah 42 Tahun, Siapa tahu Supersemar?.&lt;/i&gt;&lt;a href="http://web.pab-indonesia.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=9896"&gt;http://web.pab-indonesia.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=9896&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 21 Oktober 2010, pukul 00.50 WIB)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-5236502704723894706?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/5236502704723894706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/10/wacana-pemberian-gelar-pahlawan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5236502704723894706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5236502704723894706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/10/wacana-pemberian-gelar-pahlawan.html' title='Wacana Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto : Sudahkah Layak?'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2138602051597159413</id><published>2010-10-09T02:37:00.004+07:00</published><updated>2010-10-09T02:44:12.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><title type='text'>Nebeng Numpang Beken</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;"Si Komo itu bukan Kak Seto, tapi Oom gw! Oom gw yang ngisi suaranya si Komo!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saya -ketika berdebat dengan teman yang meyakini bahwa Kak Seto-lah si Komo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2138602051597159413?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2138602051597159413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/10/nebeng-numpang-beken.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2138602051597159413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2138602051597159413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/10/nebeng-numpang-beken.html' title='Nebeng Numpang Beken'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8101010570380196885</id><published>2010-09-22T02:49:00.001+07:00</published><updated>2010-09-22T02:50:29.261+07:00</updated><title type='text'>Coldplay - Fix You Lyric</title><content type='html'>From the luckiest man in the world that became the most unlucky man in the world&lt;br /&gt;To....you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you try your best, but you don't succeed&lt;br /&gt;When you get what you want, but not what you need&lt;br /&gt;When you feel so tired, but you can't sleep&lt;br /&gt;Stuck in reverse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the tears come streaming down your face&lt;br /&gt;When you lose something you can't replace&lt;br /&gt;When you love someone, but it goes to waste&lt;br /&gt;Could it be worse?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lights will guide you home&lt;br /&gt;And ignite your bones&lt;br /&gt;And I will try to fix you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And high up above or down below&lt;br /&gt;When you're too in love to let it go&lt;br /&gt;But if you never try you'll never know&lt;br /&gt;Just what you're worth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lights will guide you home&lt;br /&gt;And ignite your bones&lt;br /&gt;And I will try to fix you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tears stream down on your face&lt;br /&gt;When you lose something you cannot replace&lt;br /&gt;Tears stream down on your face&lt;br /&gt;And on your face I...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tears stream down on your face&lt;br /&gt;I promise you I will learn from my mistakes&lt;br /&gt;Tears stream down on your face&lt;br /&gt;And on your face I...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lights will guide you home&lt;br /&gt;And ignite your bones&lt;br /&gt;And I will try to fix you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8101010570380196885?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8101010570380196885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/09/coldplay-fix-you-lyric.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8101010570380196885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8101010570380196885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/09/coldplay-fix-you-lyric.html' title='Coldplay - Fix You Lyric'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8629835102228597250</id><published>2010-09-20T02:11:00.006+07:00</published><updated>2010-09-20T04:41:49.373+07:00</updated><title type='text'>Saya Sungguh Menyesal kepada Anda</title><content type='html'>Dimulai dari sebuah kecerobohan, diakhiri dengan penyesalan.&lt;br /&gt;Itu masalah klasik yang kerap terjadi pada dalam kisah hidup manusia.&lt;br /&gt;Menyesal pasti akibat tindakan yang niatnya A, tapi hasilnya B.&lt;br /&gt;Tidak pernah ada cerita tentang 'menyesal', yang memang dimaksudkan hasilnya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, menyesal kerap terjadi dalam kisah hidup manusia.&lt;br /&gt;Saya tidak pernah masuk dalam pengecualian, termasuk sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda tersangkut dengan sesuatu yang datang dari masa lalu?&lt;br /&gt;Bedakan antara 'tersangkut', dengan 'terjebak' atau 'terikat'&lt;br /&gt;Tersangkut adalah posisi yang lebih tipis dan lebi tidak disengaja daripada terjebak,&lt;br /&gt;tdaik ada pihak lain yang mengiginkan Anda dalam posisi yang demikian, namun memang hal itu terjadi begitu saja. Itulah tersangkut.&lt;br /&gt;Anda merasa sama sekali tidak mersakan sesuatu yang ganjil...yang tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba sesuatu atau seseorang mengingatkan Anda bahwa ada sesuatu yang menempel pada Anda.&lt;br /&gt;Seperti anda merasa berjalan dengan normal...namun tiba-tiba pucuk celana anda tersangkut pada sebuah paku yang menyembul di pinggiran meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang sedang saya rasakan. Saya tersangkut dalam masa lalu.&lt;br /&gt;Saya memang tidak berniat untuk menyimpan segala memori yang tidak perlu.&lt;br /&gt;Bukannya ingin bersikap dingin dan antipati terhadap masa lalu, tapi ada hal-hal dari masa lalu yang tidak sesuai dengan kondisi sekarang, dan tidak baik untuk dipertahankan.&lt;br /&gt;Ketidaksesuaian itu dapat menyebabkan 'terjebak' dalam masa lalu, atau menyinggung dan melukai perasaan seseorang.&lt;br /&gt;Saya terus maju bersama blog ini, tanpa memedulikan hal-hal kecil yang sudah saya tulis sebelumnya.&lt;br /&gt;Hal-hal kecil dari masa lalu yang kirany tidak signifkan bagi saya, dan memcang terlupakan.&lt;br /&gt;Namun jejak-jejak lama yang bagi seorang pribadi hanya sebuah jejak biasa, dapat dilihat sebagai sebuah eksistensi makhluk yang utuh bagi pribadi yang lainnya.&lt;br /&gt;Tidak hanya bentuk telapak yang tercetak, namun wujud itu bisa menjelma menjadi kaki sungguhan yang seolah menjadi entitas pengejar dari masa lalu.&lt;br /&gt;Sebuah blunder apabila melupakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;Apa yang kita rasakan,belum tentu sama dengan apa yang dirasakan dan diterjemahkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Mungkin juga oleh Anda yang sedang membaca tulisan ini sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalai menghapus jejak-jejak yang sebenarnya sudah tidak saya perlukan dan pikirkan itu.&lt;br /&gt;Bagi saya, itu akan sama dengan menyapu rumah berdebu saya yang penuh dengan siluet sol sepatu lalu-lalang.&lt;br /&gt;Namun yang harusnya bagi saya tidak berat,ternyata malah terlewatkan.&lt;br /&gt;Saya malah tertidur, dan membuat debu itu menebal dan menyebabkan saya terbatuk dan tercekik sendiri.&lt;br /&gt;Dan dari paradigma pribadi lain, hal itu bisa jadi merupakan sesuatu yang menyinggung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang saya lakukan, dan sudah terjadi.&lt;br /&gt;Saya lalai, dan saya menyebabkan orang terluka karena itu.&lt;br /&gt;Saya minta maaf....dan saya tidak tahu harus apa lagi.&lt;br /&gt;Seperti ucapan klise yang saya dengungkan di atas. Menyesal selalu datang belakangan.&lt;br /&gt;Saya Sungguh Menyesal kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-untuk seseorang yang berarti bagi saya-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8629835102228597250?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8629835102228597250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/09/saya-sungguh-menyesal-kepada-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8629835102228597250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8629835102228597250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/09/saya-sungguh-menyesal-kepada-anda.html' title='Saya Sungguh Menyesal kepada Anda'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2651929072819012352</id><published>2010-08-19T23:55:00.006+07:00</published><updated>2010-08-20T01:19:36.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Wisudawan dan Wisudawati</title><content type='html'>Kemis Wage, 19 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/TG11b4iv9zI/AAAAAAAAAKI/QW-vyp00oVs/s1600/wisuda.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/TG11b4iv9zI/AAAAAAAAAKI/QW-vyp00oVs/s320/wisuda.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507187041239037746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oke,mari beralih sejenak dari postingan-postingan bernuansa serius dan agak-agak 'gloomy'. Hari ini kita bersenang-senang dan bersuka ria,karena FISIP UI mengadakan wisuda lokal untuk lulusan-lulusan sarjana tahun ini (yang tragisnya bukan saya....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 4 sore, teater kolam sudah rame dengan persiapan ini itu,checksound untuk sound system, dekor,dan lain-lain. Dengan perasaan sumringah ketika akan bertemu dengan beberapa teman-teman yang lulus bulan ini,saya melangkah dengan ringan dan bernyanyi-nyanyi. Tiba-tiba ada tangan yang menjawil dan bertanya "eh,lo ikutan wisuda??". Sensitif dan menggugah rasa eneg memang. Pertanyaan itu terlontar dari seorang teman jurusan lain dengan angkatan yang sama. Sebut saja namanya Mawar (kali ini beneran nama samaran).&lt;br /&gt;Dengan cengir-cengir bajing,saya menjawab "aaah,masuk UI susah...keluarnya buru-buru amat". Seriously,itu jawaban standar saya ketika ditodong pertanyaan yang rada-rada menohok itu..hehe. Sebenernya itu cuma alibi,karena emang ga mau buru-buru nyelesaiin skripsi saya yang nasibnya masih terkatung-katung itu. Lagipula bukan cuma saya yang bakal lulus 4 setengah tahun,masih banyak rekan-rekan seperjuangan yang berkutat dengan skripsinya. Yang bikin heran, Mawar ini adalah orang kesekian di hari ini yang nanyain tentang itu. Mau bete,tapi inget puasa. Mau mukulin mawar,tapi inget puasa....hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway,saya berlanjut menuju kantin kampus yang terkenal dengan nama Taman Korea (apa yang lebih baik selain ngabuburit sambil ngeliatin temen yang ga puasa,menyedot es teh manis dengan nikmat?). Saya menunggu datangnya teman-teman yang lain,dan ngobrol-ngobrol tentang kerjaan baru mereka,dll. Ya,teman-teman saya yang hari ini menjadi wisudawan dan wisudawati. Ada Andi yang berewokan, Rangga yang putih dan ganteng (cieeeeeh), Dayen yang omonganya ngawur banget, Sonny yang makin lama makin gaul, dan yang lainnya. Emang rada iri ngoborl sama mereka, pingin cepet sidang dan kelar semuanya. Masalah wisuda dan toga,itu urusan nanti. Yang penting bisa mulus melewati pembantaian berdarah dalam sidang,itu udah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga lama,seorang teman kambali menjawil...kali ini namanya Melati (ya ya ya,nama samaran). "Lo kapan Dan? Ikutan yang sekarang?".&lt;br /&gt;Kali ini dengan cengir-cengir bajing yang lebih lebar,saya menjawab "InsyaAllah desember besok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*semoga para pembaca nan budiman (kalo ada yang baca), juga turut mengamini...hehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2651929072819012352?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2651929072819012352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/08/wisudawan-dan-wisudawati.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2651929072819012352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2651929072819012352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/08/wisudawan-dan-wisudawati.html' title='Wisudawan dan Wisudawati'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/TG11b4iv9zI/AAAAAAAAAKI/QW-vyp00oVs/s72-c/wisuda.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-3624809482948269216</id><published>2010-06-27T04:31:00.002+07:00</published><updated>2010-06-27T04:46:59.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Kembali jadi Kalong Pagi</title><content type='html'>Belakangan ini, rutinitas kembali seperti setahun yang lalu.&lt;br /&gt;Lebih tenang, tidak dalam tekanan batin dan mental untuk bertugas, belajar, de-el-el&lt;br /&gt;Liburan, tensi menurun, bisa ada waktu untuk main, online, main, dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong soal tidur, rutinitas juga kambali kaya taun lalu. Tidisr sih emang lama, masalahnya adalah di pola yang nggak seperti orang lain pada umumnya. Artinya, gw tetep tidur sekitar 8 jam sehari, cuma aja dimulai dari jam 7 pagi sampe jam 3 sore. Nah, kacau kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insomnia" ? Mungkin itu yang kebanyakan ornag mencap dirinya atau orang lain yang kerap tidur malem, ato jadi kalong. Dan apakah gw sepakat untuk mendefiniskan kata itu kepada diri gw sendiri ? Atau kepada teman-teman facebook yang suka lalu-lalang di News feed dengan status "Aduuuuuh, insomnia kumat...facebook-an aja aaaah" ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw kurang sepakat dengan itu. Well, mungkin emang ada bakat susah tidur yang menurun di keluarga gw. Mengingat bokap-nyokap gw biasanya baru masuk kamar untuk tidur itu jam 1 pagi. Begitupun kakak gw yang dahulu masih kuliah sering tidur jam 5 pagi. Dan gw juga sekarang mewarisi tradisi itu. Tapi gw cenderung tidak mendifinisikan diri gw sendiri dan banyak orang lain yang gentayangan di facebook sebagai seorang yang insomnia. Gw lebih percaya bahwa "gw dan mereka emang suka untuk begadang". Katakanlah memang belum ngantuk hingga jam 2 atau 3 pagi. Masalahnya, insomnia beneran adalah orang yang tetep masih bangun hingga jam segitu, walaupun mereka udah di kamar tidur, lampu mati, selimut menutup, dan memejamkan mata selama berjam-jam untuk nyoba tidur. Lain halnya dengan gw dan banyak orang yang emang bangun karena ngelakuin aktivitas...misalnya online, nonton tv, main game, dll. Artinya kalo ada yang nulis di FB "haduh masih insominia nih"....silahkan log out dari FB dan cobalah untuk tidur, dan gw percaya itu akan ampuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-3624809482948269216?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/3624809482948269216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/06/kembali-jadi-kalong-pagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3624809482948269216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3624809482948269216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/06/kembali-jadi-kalong-pagi.html' title='Kembali jadi Kalong Pagi'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-4661745064095383046</id><published>2010-06-10T10:27:00.003+07:00</published><updated>2010-08-20T01:20:54.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Maaf, Saya tidak Berminat Menulis tentang Ariel</title><content type='html'>Indonesia, Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah-tengah bulan ini lagi heboh soal berita beredarnya video porno dengan pemeran 'mirip' Ariel peterpan, 'mirip' Luna Maya, dan 'mirip' Cut Tari. Konon akan menyusul 'mirip' - 'mirip' yang lainnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fact is, gw ga mau sok peduli dengan ngebahas hal itu secara berbelit-belit di blog gw. Udah banyak infotainment yang ngebahas itu, dan gw mau ikut-ikutan terjun dalam carut marut masalah yang bikin Indonesia heboh di Twitter (dan itu semakin membuat gw bersyukur karena gw kekuh ga mau punya akun twitter pribadi).&lt;br /&gt;Well, yang terbaik yang bisa gw lakukan dalam menyambut isu adalah dengan menunggu...menunggu...dan menunggu. Menunggu apa? Yang pertama, tentu update-an 'mirip' yang lainnya itu, hehehehehe :P&lt;br /&gt;Yang kedua, gw menunggu masalah ini adem lagi, sehingga status orang-orang di FB ga akan penuh sama berita tentang Ariel-Luna-Tari (hmmmm.pengecualian mungkin untuk update-an rilis video terbaru! hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, gw menunggu Piala Dunia aja...karena ini lebih asyik untuk ditunggu daripada njelimet ngebahas masalah di atas sampe ke ranah hukum dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya sekarang mengajak sodara-sodara, lebih baik kita menunggu Piala Dunia 2010 digelar aja yuk! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-4661745064095383046?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/4661745064095383046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/06/maaf-saya-tidak-berminat-menulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4661745064095383046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4661745064095383046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/06/maaf-saya-tidak-berminat-menulis.html' title='Maaf, Saya tidak Berminat Menulis tentang Ariel'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7492222259943726385</id><published>2010-04-21T02:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T02:53:48.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu...Silahkan Marahi Saya jika Saya Tidak Sopan</title><content type='html'>Stasiun Tebet&lt;br /&gt;x April 2010&lt;br /&gt;7.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw lagi antri beli tiket kereta buat ke depok. Kebetulan di tebet ada 2 (atau 3 ya?) loket buat beli tiket, dan disana disediakan besi pembatas sebagai line antrian. Persis di depan gw ada mas-mas jangkung yang sedang berbincang dengan penjaga loket, sembari mengeluarkan selembar uang dua ribuan untuk ditukar dengan kertas kecil bertuliskan "Tebet - Bogor". Gw pun siap sedia mengeluarkan dompet setengah usang gw, dan mulai memilah uang di dalamnya. Tepat saat si Mas-Mas jangkung hendak meninggalkan loket, di serong kanan depan gw ada seorang nenek kecil berjilbab pink. Alih-alih giliran gw untuk beli tiket, si nenek dengan entengnya nyempil lewat celah antara line besi antrian dengan loket. Ajaib, tiba-tiba si nenek udah berdiri di depan gw, dan melakukan transaksi dengan penjaga loket. Sedikit nyengir, gw mengelus dada..&lt;br /&gt;Persis setelah si nenek jilbab pink selesai, gw sempatkan diri buat senyum sembari menegur kecil. "Nek, lain kali antri ya. Kasian ini dibelakang saya kayanya banyak yang udah telat kuliah dan udah antri daritadi buat beli tiket" (Silahkan cap gw sok soci, sok baik, atau apalah itu.. Gw cuma ga suka aja hak gw untuk beli tiket setelah ngantri tiba-tiba di rampas...hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan si nenekpun tersipu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Tebet&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, xx April 2010&lt;br /&gt;11.07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali gw mengantri di depan loket demi memperoleh transportasi yang murah meriah ke depok. Murah meriah tentu diselipi resiko terlambat, panas, copet, orang bawa karung dagangan, dll. Tapi tak apalah...namanya juga Jakarta-Depok untuk Rp 1.500,hehe. Kali ini di depan gw ada mbak-mbak, yang sepertinya anak kuliahan juga. Saat si mbak udah nyaris meninggalkan loket karena sudah mendapatkan tiket yang diinginkan, gw kembali sibuk berkutat dengan dompet gw. Sembari memegang dompet, gw melangkah ke depan buat bertatap muka dengan sang penjaga loket...tiba-tiba ada orang lari dengan sigap dari sebelah kanan gw (well, dari luar antrian). Buru-buru tangannya diulurkan ke loket, mendahului tangan gw. Kaget karena diserobot dengan begitu sigap dan bernafsu, gw pun jadi agak ketus. Kali ini seorang ibu-ibu, agak tua (kendati bukan nenek), berkerudung merah. Gw langsung tanggap menukas "Bu, antri dong". Dalam sekejap, sepasang bola mata yang melotot langsung menatap gw. Bola mata si ibu kerudung merah itu.Muka si Ibu terlihat ketus dan angkuh, sembari tetap menatap tajam gw. Merasa dipelototi, si Ibu gw pelototi balik. Senyap sebentar, sebelum si Ibu menunduk dan jalan dengan gontai ke belakang baris antrian yang cukup panjang.&lt;br /&gt;Saat gw udah selesai beli tiket, gw balik badan melewati antrian itu dan berpapasan dengan si Ibu. Tiba-tiba si Ibu mengeluarkan celetuk dengan nada agak tinggi :"Huh, gitu aja marah! Saya kira itu loket sebelah sini kosong!" sambil telunjuknya mengacung ke loket sebelah loket yang antri panjang itu (nah lho, bingung ga sama bahasa gw? hehe).&lt;br /&gt;Jengkel banget gw dengan ucapan defensif si Ibu. Yang pertama, jelas-jelas loket sebelah ada tulisan tutup, dan di dalamnya ga ada penjaga loket. Yang kedua, emang kalo udah gitu bisa seenaknya pindah ke loket sebelah tanpa antri dulu??&lt;br /&gt;Pingin rasanya gw damprat dengan argumen itu. Tapi ya sudahlah..gw memutuskan untuk jalan terus tanpa menghiraukan si Ibu yang nyerocos di belakang gw. Males ngebahas urusan ga penting sama orang ga ngerti aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah si Ibu berkicau di belakang sana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manggarai&lt;br /&gt;(masih) April 2010&lt;br /&gt;20.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw menyeret tubuh lemas gw dengan malasnya. Berusaha untuk menyeberangi jalan satu arah persis di depan stasiun Manggarai. Dari arah stasiun, jalan satu arah itu arusnya dari kanan ke kiri. Maka gw menyeberang cukup dengan hanya menengok ke kanan...mengasumsikan bahwa itu jalan satu arah, dan hanya orang gila atau brengsek yang ngelawan arah di situ. Kalaupun memang benar ada orang gila dan brengsek yang melawan arah, sudah seharusnya dia yang mengalah di kala gw nyeberang jalan tapi ga memerhatikan dia, karena perhatian gw tentu ke arah yang sebenarnya. Dan tebak apa? Ternyata orang gila atau brengsek itu memang ada. Yang lebih ga enak lagi, ternyata dia super gila dan super brengsek, karena ga mau mengerem saat gw menyeberang tanpa ngeliat dia yang melawan arah. Nyaris saja pemuda ramah dan simpatik ini digilas oleh sebuah motor bebek. Rupanya si super gila dan super brengsek ini sempat membejek remnya sesaat sebelum menghantam badan gw. jadinya hanya kaki gw yang sempat kena cium oleh roda motornya.&lt;br /&gt;Kaget, gw langsung menengok ke oknum itu. Bapak-bapak umur 40-an, yang membonceng Ibu-ibu umur 30-an. Gw ga inget apa-apa, yang jelas motor sialan itu langsung tancap gas lagi sembari ngedumel. Gw ga mikir apa-apa, cuma ngeliat ke bawah, ngecek kaki gw masih utuh apa nggak. Saat lega karena kaki gw masih berada dalam bentuk yang semestinya, gw berusaha melongok motor yang mulai menjauh itu dari belakang. Tebak apa? Gw memergoki si Ibu-ibu memelototi gw!! Gw ga tau lagi, yang pasti ini udah melebih super gila dan super brengsek. Ga pake basa-basi, gw langsung melotot balik ke si Ibu, dengan tangan dilebarkan dan bertumpu di pinggul (posisi ngajak ribut). Bahkan sampe si Ibu itu nunduk, dan kembali melihat gw, gw masih tetap dalam posisi melotot tajam ke Ibu itu, dengan pose yang sama. Tampak si Ibu itu ngedumel ke bapak-bapak. Dan motor itu sempet berhenti sejenak. Gw menangkap bahwa si Ibu itu menenangkan si bapak, dan kemudian motor keparat itu jalan lagi. Dugaan gw, si Ibu ngadu ke si bapak kalo : "bocah itu ngeliatin kita dengan nyolot".&lt;br /&gt;Yaiyalah, gimana gw ga mau nyolot?? Gw yang nyaris ketabrak gara-gara dia yang blo'on..udah gitu malah dia yang ngedumel dan melotot duluan. Gw udah ga pingin melotot doang, tapi pinginnya langsung mukulin dua begundal uzur itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang harapan gw sirna. Si motor buru-buru cabut dan lenyap di tikungan terdekat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga cerita dalam satu bulan. Ketiganya melibatkan manusia-manusia yang secara umur di atas gw...tapi tidak dengan kedewasaan dan keberadaban. Okelah, untuk kasus pertama, gw masih bisa toleran. Tapi tidak dengan dua kasus berikutnya...&lt;br /&gt;Muncul pertanyaan di pikiran gw : Apa umur seseorang itu bisa jadi justifikasi atas tindakan yang mereka lakukan? Apakah dengan demikian, kami yang lebih muda ini selalu dalam posisi yang Sok tahu, Sok suci, Sok bijak, dll? Apakah tindakan gw bisa dikatakan tidak sopan? Apa memang gw yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, kelakuan bocah dari para Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu "terhormat" itu bukan hanya memunculkan gw sebagai korban. Ada seorang teman gw yang nyaris pukul-pukulan sama bapak-bapak di lampu merah. Gara-garanya teman gw ini dimaki-maki oleh si bapak, kala lampu masih merah...dan teman gw menolak maju, di saat bapak ini menuntut teman gw untuk mengabaikan lampu lalu lintas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu hebatnyakah pengaruh mereka? Damn!! Mereka cuma unggul karena lahir lebih dulu daripada gw dan temen gw. Mereka belum tentu lebih pintar, mereka belum tentu lebih kuat, mereka belum tentu lebih dewasa, mereka belum tentu lebih suci, dan mereka jelas tidak lebih beradab daripada kami.. Sebegitunyakah para "elder" ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gw juga melihat bahwa gejala ini ga jarang muncul. Saat seseorang dengan identitas yang mereka rasa lebih tinggi daripada orang lain, dengan entengnya mereka ngerasa paling bener dan bisa ngapain aja. Identitas yang gw maksud ini ga cuma umur, tapi juga identitas lainnya. Misalnya, gw pernah mengalami macet pagi yang tidak biasa. Sekitar 4 kilometer non stop. macet itu ternyata disebabkan karena ada acara keagamaan yang mengambil tempat di jalan raya. Bukan pawai, tapi semacem khotbah besar, dengan tenda yang menyeruak hingga ke tangah jalan raya yang biasanya memang rute padat pagi hari. Dan hal ini ga cuma sekali gw rasain, tapi dua kali. Emangnya ini jalanan nenek moyangnya apa?? Emangnya mereka yang ngerasa lebih suci bisa seenaknya make tempat dan fasum kaya gitu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama gw ngerasa priharin sama kelakuan-kelakuan semi-biadab kaya gitu. Dan ini mental kebanyak orang-orang kita. Mereka ngaco, ditegur, malah nyolot. Terus aja kaya gitu. Ga tua ga muda. Apalagi kalo ada yang tua dan berlagak bahwa mereka lebih hebat, dan ngerasa bukan hal yang santun apabila yang muda menegur kesalahan mereka. Iya pak, bu...lain kali ga gw tegur, langsung gw gaplok aja gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-catatan di kala bete dan dongkol memuncak- (bisa jadi tidak objektif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7492222259943726385?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7492222259943726385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/04/bapak-bapak-dan-ibu-ibusilahkan-marahi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7492222259943726385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7492222259943726385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/04/bapak-bapak-dan-ibu-ibusilahkan-marahi.html' title='Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu...Silahkan Marahi Saya jika Saya Tidak Sopan'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-3319779993477621937</id><published>2010-04-21T02:44:00.002+07:00</published><updated>2010-04-21T02:51:18.961+07:00</updated><title type='text'>Assalammualaikum!! Selamat pagi sodare-sodare, saya kembali menulis!!</title><content type='html'>Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan ini saya bertekad untuk menyempatkan waktu menulis kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, gw sempet tidak ngeblog selama hampir 4 bulan. Alasannya macem-macem : dari sibuk banget, beneran sibuk, sedang sibuk, agak sibuk, sok sibuk, dan yang lainnya..&lt;br /&gt;Gw juga belum menemukan mood yang pas untuk kembali bercengkarama dengan dunia "Tulis Menulis Iseng-Iseng".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kebetulan, hasrat itu kembali muncul. Menggebu untuk melampiaskan apa yang pingin gw tulis. Ke sok tahuan gw yang pingin gw bagi ke orang-orang, keanehan hidup gw yang mungkin ga penting bagi kalian, kenarsisan gw yang seakan tidak luluh dimakan usia, ke-sok romantisan gw yang seringkali menghasilkan karya murahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, gw kembali menulis!! Bagus-ga bagus, Norak-ga norak...tinggal pilih, mau dibaca apa di skip!! hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam jumpa!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-3319779993477621937?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/3319779993477621937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/04/assalammualaikum-selamat-pagi-sodare.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3319779993477621937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3319779993477621937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2010/04/assalammualaikum-selamat-pagi-sodare.html' title='Assalammualaikum!! Selamat pagi sodare-sodare, saya kembali menulis!!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7798294316112759567</id><published>2009-12-13T21:25:00.004+07:00</published><updated>2009-12-13T21:27:46.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Pers di Dalam Peta Kekuatan Politik Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Yak, lagi-lagi karena sedikit seret dalam bahan tulisan yang segar dalam blog ini...marilah saya post salah satu hal yang belakangan agak menyita waktu saya sehingga ga sempet menambhakan sesuatu yang berguan di blog ini : MAKALAH SAYA!!! hehehe..semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDANDYP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/DANDYP~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/DANDYP~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/DANDYP~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/DANDYP~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.2in 1.25in 1.2in 1.3in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:959148658; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-443220674 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1068042706; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:35937320 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;BAB I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;1. Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai produk dari komunikasi politik, pers dan media memiliki peran yang cukup beragam di dalam sistem politik di setiap negara. Entah peran itu hanya berupa penyedia informasi, sarana propaganda terselubung pemerintah, berdiri sebagai oposisi pemerintah, maupun ditunggangi oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Ragam peranan pers itu kemudian menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas, karena pers yang independen (bukan berasal dari pemerintah dan partai politik), seharusnya bisa memosisikan diri sebagai pihak yang netral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun, pada tingkatan pers yang netralpun, kerapkali mereka bisa tanpa sengaja mengarahkan kepada pembentukan opini publik yang pada akhirnya menggiring masyarakat kepada pilihan untuk menentukan legitimasi kepada pihak-pihak yang bersaing sebagai penguasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sejarah panjang pers &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidaklah terlepas dari hal-hal yang sudah disebutkan di atas. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; masa-masa di mana pers berada di dalam rezim pemerintah yang cenderung otoriter. Mereka hanya dijadikan corong suara bagi para penguasa. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; periode di mana yang tumbuh berkembang saat itu adalah pers yang ditunggangi oleh partai-partai politik, dan tidak jarang hanya menjadi media propaganda idealisme di antara partai-partai tersebut &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kalanya mereka tidak berani menuliskan kabar pembredelan yang diterima oleh rekan media lain. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kalanya mereka justru mengumbar pembredelan media lain dengan mengajukan doktrin yang seolah menjadi pembenaran bagi pemerintah pada waktu yang bersangkutan untuk melakukan pembredelan tersebut. Namun terdapat juga masa-masa di mana mereka bebas untuk menulis dan melaporkan tentang apa yang terjadi di lingkungan pemerintah dan para elit politik secara gamblang, tanpa ragu dan takut terhadap apa yang mereka tulis asalkan masih sesuai dengan norma dan nilai yang terkandung di dalam Undang-Undang Pers.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal itulah yang kemudian menjadi menarik bagi penulis untuk membahas mengenai peranan pers di dalam peta politik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pers independen yang dibelenggu, jelas merupakan keuntungan bagi pihak penguasa yang sedang berada di lingkungan pemerintah. Namun kajian itu menjadi dapat dibahas lebih mendalam, apabila melihat pers yang bebas dan berpotensi meimbulkan ancaman bagi keberlangsungan penguasa yang sendag menjabat, mempromosikan oposisi, dan pembentukan opini publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;2. Permasalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kontrol sosial merupakan salah satu fungsi utama yang dimiliki pers di dalam ranah politik. Banyak pihak yang setuju dan mengutarakan bahwa pers adalah lembaga keempat di dalam trias politika. Di luar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, peran lembaga keempat yang diemban oleh pers adalah sebagai kontrol, dengan melakukan pemberitaan ke masyarakat luas apabila ketiga lembaga lainnya melakukan penyelewengan dalam kewajibannya.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wacana tersebut adalah sebuah pernyataan yang sebetulnya masih perlu dipertanggungjawabkan lebih jauh, Di dalam memaknainyapun, secara sekilas diperlukan batasan. Pers seperti apa yang masih bisa dikategorikan untuk memegang peranan tersebut? Hal ini seolah menjadi dilematis karena pers diharapkan bisa menjadi pihak yang dinggap tidak memihak, namun di sisi lain mereka merupakan media utama yang paling mempunyai akses menyeluruh di antara pemerintah, kelompo kepentingan, kelompok penekan, dan aspek masyarakat yang lainnya. Dengan kata lain, mereka adalah pihak yang sangat berpotensi untuk memeiliki andil besar di dalam pergeseran peta kekuatan politik di sebuah negara, dalam hal ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pers yang bebas dapat menjadi katalisator demokrasi di sebuah negara, di sisi lain juga ‘bebas’ untuk memilih kecenderungan mereka untuk menentukan ke arah mana pemberitaan mereka akan ditampilkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis mengajukan pertanyaan penilitian sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Seberapa      relevan apabila pers dikatakan sebagai pilar keempat demokrasi setelah      Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Seberapa      besar peran pers di dalam peta kekuatan politik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Bagaimana      prospek pers sebagai civil society yang berperan dalam mengawasi      pemerintah di masa yang akan datang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3. Kerangka Teori dan Konsep&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3.1 Pers &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Secara etimologis, kata &lt;i style=""&gt;pers &lt;/i&gt;(Belanda), &lt;i style=""&gt;press &lt;/i&gt;(Inggris), &lt;i style=""&gt;presse&lt;/i&gt; (Prancis) berarti ‘tekan’ atau ‘cetak’. Definisi terminologisnya adalah media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; cetak, disingkat media cetak. Istilah pers sudah lazim diartikan sebagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar mingguan (&lt;i style=""&gt;newspaper&lt;/i&gt;) atau majalah (&lt;i style=""&gt;magazine&lt;/i&gt;).&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun, kajian dari &lt;i style=""&gt;pers&lt;/i&gt; sendiri lambat laun meluas, sehingga pers tidak hanya meliputi media cetak. Pers dalam arti luas meliputi media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; elektronik, antara lain radio siaran, dan televisi siaran, sebagai media yang menyiarkan karya jurnalistik&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Secara lebih jauh di dalam bukunya, Prof. Drs. Onong Uchjana Effendi M.A, mendefinisikan pers dan hubungannya di dalam sistem politik sebuah negara : pers adalah lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem dari sistem pemerintahan di negara di mana ia beroperasi, bersama-sama dengan subsistem lainnya. Pers adalah sebuah sistem yang terbuka dan probabilistik, artinya pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan dan di sisi lain, pers juga memberikan pengaruh yang tidak dapat diduga kepada lingkungannya. Dengan sistem yang demikian, maka pers cenderung untuk mempunyai kualitas penyesuaian. Apabila pers tidak mampu menyesuaikan diri kepada perubahan kondisi dan lingkungan, maka ia akan mati. Di atas itu semua, mati hidupnya pers atau lancar tidaknya kehidupan pers di suatu negara dipengaruhi bahkan ditentukan oleh sistem politik dan pemerintahan di negara di mana pers itu beroperasi.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3.2 Pers Pancasila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Sistem pers yang dianut di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; semenjak rapat Dewan Pers pada tahun 1984. Sebuah sistem yang berusaha mencapai kondisi sebagai pers yang sehat, bebas, dan bertanggung jawab. Definisi lainnya yaitu pers yang berorientasi, bersikap, dan bertingkah laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sayang, definisi pers yang dibuat oleh Dewan Pers itu gagal membuktikan adanya identitas asli Pers Pancasila. Dari segi terminologi definisi “pers yang bebas dan bertanggung jawab”, sulit dibedakan dengan pengertian “ &lt;i style=""&gt;A social responsibility theory of the press&lt;/i&gt;” yang disusun oleh Komisi Kemerdekaan Amerika Serikat paska Perang Dunia II.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3.3 Komunikasi Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Komunikasi politik adalah pesan-pesan yang ditransmisikan, dan ditujukan untuk mempunyai pengaruh dalam distribusi kekuasaan di tengah masyarakat, ataupun tingkah laku dalam penggunaan kekuatan dan kekuasaan tersebut.&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3.4 Fungsi Pers&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pers adalah sarana yang menyiarkan produk jurnalisitk. Fungsi pers berarti fungsi jurnalisitk. Secara umum, ada empat fungsi pers, kendati hanya tiga yang berhubungan langsung dan signifikan dengan khasanah studi komunikasi politik. Ketiga fungsi tersebut adalah&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fungsi Menyiarkan Informasi. Fungsi ini merupakan fungsi yang utama. Informasi tersebut berupa gagasan mengenai apa yang dilakukan orang lain, apa yang dikatakan orang lain, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fungsi Mendidik. Fungsi ini dapat bersifat implisit dalam bentuk berita, ataupun eksplisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fungsi Memengaruhi. Fungsi ini yang menyebabkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Media yang terutama memiliki fungsi ini adalah media yang independen, bebas menyatakan pendapat, bebas melakukan kontrol sosial, dan bukan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar organ pemerintah yang membawakan suara pemerintah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3. 5 Civil Society&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Civil &lt;/i&gt;society diartikan sebagai sebuah ide mengenai eksistensi dari sebuah otonomi masyarakat yang terinstitusionalisasi, di luar negara. Ide dasar ini pada kondisi yang ideal, dispesifikasikan bahwa institusionalisasi masyarakat ini harus benar-benar diberi batas pemisah dengan kontrol dari negara. Adapun &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt; sendiri seringkali diposisikan sebagai lawan dari totalitarianisme yang berkembang di Eropa Timur. Totalitarianisme yang banyak dibahas di sini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyangkut teror &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, atomisasi pada semua tatananan kehidupan sosial yang ada.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Adapun kalangan yang termasuk sebagai &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt; dapat meliputi cendekiawan, pelajar, jurnalis, dan yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;BAB II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;ISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Sejarah Pers dalam Politik Indonesia Paska Kemerdekaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sudah disinggung di dalam kerangka konsep sebelumnya, bahwa pers merupakan bagian integral dari negara, sehingga menyesuaikan dengan sistem yang berlaku di negara tersebut. Hidup mati dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lancar tidaknya kehidupan pers bergantung kepada sistem dan kebijakan pemerintahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila sepanjang sejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; sejak merdeka hingga kini, sistem pers yang berlaku di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; juga berubah-ubah menyesuaikan dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Secara garis besar, ada tiga sistem pers yang berjalan di Indonesia, yaitu sistem Pers Merdeka yang berkaitan dengan masa perjuangan kemerdekaan (1945-1950) dan sistem Politik Demokrasi Liberal (1950-1959); sistem Pers Terpimpin yang terpaut dengan sistem Demokrasi Terpimpin (1959-1965) ; dan sistem Pers Pancasila yang bergandengan dengan sistem politik Demokrasi Pancasila (1965-1998).&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pers Merdeka yang dianut pada masa awal kemerdekaan dikumandangkan oleh Menteri Penerangan pertama, yaitu Mr. Amir Syarifuddin. Sistem pada pers ini tidak berbeda dengan sistem pers liberal, yaitu sistem pers yang bebas dari pengaruh pemerintah dan bertindak sebagai &lt;i style=""&gt;Fourth Estate&lt;/i&gt; atau kekuasaan keempat setelah Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Pada masa ini pers bebas menyuarakan segala sesuatu yang berjalan di pemerintahan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, secara sehat. Sehatnya pemberitaan dan peran pers di masa ini, tentu tidak lepas dari kondisi sosial dan politik di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada satu perideo yang sama. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; masih berada di dalam masa perjuangan kemerdekaan. Artinya, secara nasional, pemerintah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; serta segenap rakyatnya mempunyai kepentingan yang sama yaitu mempertahankan kemerdekaan. Belum banyak intrik yang terjadi di antara kalangan penguasa dan elit-elit politik, oleh karena satu tujuan yang sama. Hal itulah yang membuat kebebasan pers digunakan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan patriotisme, serta mengeluarkan berita-berita propaganda menentang intervensi Belanda di dalam kemerdekaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kehidupan pers dan politik pada masa ini terhitung bebas dan sehat, secara domestik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Memasuki era Demokrasi Parlementer &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, sistem pers juga turut berubah. Semenjak era perjuangan kemerdekaan berakhir, terutama dengan pengakuan kedaulatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; oleh Belanda di tahun 1949, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mulai berbenah untuk mengurusi sistem politik domestik. UUDS 1950 mengesahkan dengan apa yang disebut sebagai Demokrasi Parlementer. Presiden berperan sebagai kepala negara, sementara Perdana Menteri bertugas sebagai kepala Pemerintahan, dengan membawahi kabinet yang terdiri dari perwakilan banyak partai. Sistem multipartai ini yang kemudian mewarnai politik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan persaingan sengit dari partai-partai politik yang berusaha memeroleh kekuasaan, dan juga peran serta dari pers yang memiliki kecondongan kepada masing-masin ideologi partai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kebebasan pers yang diwarisi dari era sebelumnya (Pers Merdeka) banyak digunakan untuk saling mencaci maki dan memfitnah lawan politik dengan tujuan lawan politiknya tersebut jatuh namanya dalam pandangan khalayak.&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hal ini menimbulkan ketidakstabilan politik di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada masa Demokrasi Parlementer. Dalam rangka mempertahankan rezimnya, para penguasa yang silih berganti mengisi posisi jabatan sebagai Perdana Menteri dan parlemen, kerapkali melakukan pembredelan terhadap media massa, dan pengakapan terhadap wartawan-wartawan yang dianggap tidak mampu menjaga kestabilan politik, dengan melakukan serangan terhadap pemerintah maupun saling melakukan propaganda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan surat keputusan pada tahun 1958, yang mewajibkan semua surat kabar dan majalah untuk mendaftarrkan diri sebelum tanggal 1 Oktober 1958 kepada Penguasa Perang Daerah (Peperda) supaya diberi Surat Izin Terbit. Tanggal 1 Oktober inilah yang kemudian dianggap sebagai tanggal matinya kebebasan pers di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Usai dengan kegagalan era Demokrasi Parlementer, presiden Soekarno kembali mengambil alih roda pemerintahan dengan membawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kepada masa Demokrasi Terpimpin. Di masa ini, pers semakin tidak bisa berbuat apa-apa. Segala berita yang terbit dari pers di masa itu, berada di bawah kontrol yang ketat dari pemerintah pusat. Pada tahun 1960, semua penerbit kembali diwajibkan untuk mengajukan permohonan perolehan Surat Izin Terbit (SIT), dengan menerima syarat bahwa andaikata penerbit tersebut diberikan SIT, maka ia akan mendukung manipol Usdek dan mematuhi pedoman-pedoman yang telah dan akan dikeluarkan oleh penguasa.&lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akibatnya, harian-harian seperti Harian Abadi, Harian Pedoman, Nusantara, Kengpo, Pos Indonesia, dan banyak yang lainnya, menghentikan dan dihentikan penerbitannya. Pers pada masa ini merupakan pers milik pemerintah dan penguasa. Kekuasaan mereka menjadi langgeng karena hanya berita yang mendukung pemerintah yang sampai kepada masyarakat. Tidak ada ruang bagi oposisi, karena peran pers yang besar di dalam menancapkan propaganda dan doktrinasi dari pemerintah. Yang diuntungkan dengan hal ini adalah partai yang berafiliasi dengan pemerintah, maupun Soekarno secara pribadi, yaitu PKI. Dengan situasi ini, PKI mendapatkan akses untuk memengaruhi pers di masa tersebut. Hal ini terus berlangsung hingga terjadinya peristiwa 30 September 1965 dan runtuhnya masa Demokrasi Terpimpin yang mengakhiri Orde Lama secara keseluruhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Seiring dengan beralihnya masa pemerintahan menuju Demokrasi Pancasila yang dikomandoi oleh Presiden Soeharto, nasib pers juga turut berubah. Harian-harian yang berafiliasi dengan komunis dibredel dan dicabut izin penerbitannya. Menjadi ironis ketika harian-harian yang beberapa tahun sebelumnya menjadi primadona di kalangan masyarakat, mengalami perbedaan nasib yang drastis paska peristiwa 30 September 1965 dan perubahan alur politik Indonesia yang berjalan dalam waktu yang relatif sangat singkat. Adapun harian-harian yang dihentikan SIT-nya adalah Harian Rakyat, Bintang Timur, dan Warta Bhakti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pada masa Orde Baru ini kemudian berjalan sistem pers dengan apa yang disebut sebagai Pers Pancasila. Diawali dengan disahkannya Undang-Undang No. 11 Tahun 1966 tentnag Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers, pers Indonesia dikembangkan dalam kerangka konsepsional yang disebut Pers Bebas dan Bertanggung Jawab.&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Namun pada saat itu belum ada rumusan dan definisi yang jelas mengenai tingkat kebebasan dan tanggung jawab pers. Namun, mereka diberi batasan misalnya dilarang untuk menerbitkan hal-hal yang bertolak dari paham Komunisme atau Marxisme/Leninisme. Secara umum, pada masa itu, gagasan ini disambut baik oleh insan pers dan masyarakat. Timbul harapan akan pemerintah yang lebih transparan, dan kehidupan politik yang lebih beragam dan demokratis, karena memberi ruang munculnya oposisi yang sangat mungkin dibantu oleh pemberitaan pers yang (seharusnya) adil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kenyataannya, di masa inipun juga terjadi pembredelan. Tidak ada kebebasan pers yang awalnya dijamin pemerintah. Media yang berulangkali menuliskan hal-hal yang cenderung beroposisi terhadap pemerintah dengan menguak semua keburukan pemerintah Orde Baru, diberangus. Kasus yang paling mencolok adalah pembredelan dan pemberhentian izin untuk menerbitkan majalah Tempo di tahun 1994. Tim redaksi dari majalah Tempo sebelumnya sudah berkali-kali mendapatkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; peringatan dari pemerintah akibat seringkali menuliskan berita-berita yang menjelekkan pemerintah, kendati dengan data yang cukup bisa dijamin kebenarannya. Puncaknya adalah tanggal 21 Juni 1994, ketika Tempo diberedel dan resmi dicabut Surat Izin Penerbitan nya. Bukan hanya Temp yang mengalami nasib ini, tapi beberapa media cetak lainnya yang kerapkali mengkritik pemerintah juga harus rela diberhentikan izin terbitnya oleh pemerintah, misalnya deTIk dan Editor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Selewat masa orde Baru yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto oleh gerakan mahasiswa dan masyarakat luas, dimulai era Reformasi yang kemudian kembali menjanjikan sesuatu yang berbeda pula bagi kehidupan pers. Disahkannya UU No. 4 Tahun 1999 menggantikan UU No. 11 Tahun 1966 adalah langkah awal bagi kebebasan pers di masa ini. Tidak hanya perubahan sistem politik saja yang memungkinkan oposisi untuk berkembang, melainkan juga kebebasan pers pula yang turut berperan serta dalam perkembangan oposisi tersebut. Pers sekarang tidak segan untuk mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Pers juga dimungkinkan untuk meliput dan menerbitkan berita-berita miring sehubungan dengan kinerja pemerintah, maupun skandal yang terjadi di antara aktor pemerintah maupun elit-elit politik. Hal itulah yang kemudian memungkinkan oposisi mendapatkan keuntungan dan dapat menarik simpati dari masyarakat luas. Media-media yang dibredel pada masa Orde Baru juga dapat kembali hidup dan memeroleh Surat Izin Terbit. Misalnya Tempo yang tidak hanya hidup kembali, melainkan berkembang dengan menerbitkan harian mereka sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Secara statistik, kebebasan pers di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; meningkat, kendati di tidak drastits. Menurut statistik yang dikeluarkan oleh lembaga yang menjadi wadah kebebasan pers dunia asal Prancis, &lt;i style=""&gt;Reporters Without Borders&lt;/i&gt;, kebebasan pers Indonesia berada di urutan 105 dari 167 negara pada tahun 2005. Pada tahun 2009, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; naik dan berada pada urutan 101 dari 175 negara.&lt;a style="" href="#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Peringkat tersebut adalah nomor dua tertinggi di kawasan Asia Tenggara, setelah Timor Leste&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Namun, bukan berarti kekhwatiran terhadap pers menjadi lenyap sama sekali. Seperti halnya reformasi yang seringkali dianggap sebagai demokratisasi yang kebablasan karena belum siapnya mayoritas masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan sistem ini, pers pun seakan mengalami euforia yang berlebih dengan dibukanya keran kebebasan bagi mereka. Banyak dugaan yang muncul, karena ingin meningkatkan oplah mereka, pers cenderung menuliskan sesuatu yang sensansional dan seringkali tanpa sumber data yang akurat. Entah benar ataupun tidak, rupanya hal ini kerapkali menimbulkan kerugian bagi pihak yang dikritik di dalam pemberitaan mereka. Baik tokoh dari pemerintahan yang sedang berjalan, maupun tokoh-tokoh yang berasal dari kelompok kepentingan lain yang berposisi sebaagi oposisi pemerintah. Hal ini terbukti dengan adanya 108 kasus yang dibawa ke pengadilan kepada pers karena dugaan pencemaran nama baik pada periode 2003-2007.&lt;a style="" href="#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Memahami Peranan Pers sebagai &lt;i style=""&gt;Civil Society &lt;/i&gt;di Dalam Peta Kekuatan Politik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pers merupakan bagian dari &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt;, yang artinya ia berdiri sebagai sebuah entitas yang berada di luar lingkup &lt;i style=""&gt;state&lt;/i&gt;. Hal yang menarik adalah wacana mengenai pers sebagai &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt; yang menjalankan fungsi kekuasaan keempat (&lt;i style=""&gt;fourth estate&lt;/i&gt;) di dalam sebuah sistem negara Demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Menurut Abdul Muis, agar dapat memeroleh kedudukan tersebut, pers haru memiliki hak atau privelese tertentu yaitu hak kritik, hak kontrol, dan hak koreksi. Juga hak khusus bersyarat (&lt;i style=""&gt;qualified privilege&lt;/i&gt;&lt;u&gt;) &lt;/u&gt;yang memungkikan pers bersifat transparan dalam pemberitaannya. Misalnya, memberitakan secara detail perdebatan sengit dan kejadian lain dalam sidang pengadilan, sidang lembaga legislatif dan yudikatif.&lt;a style="" href="#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Namun bukan berarti dengan posisi sebagai kontrol sosial tersebut, bahwa pers harus senantiasa berada di posisi sebagai oposisi pemerintah yang berjalan. Peranannya lebih diarahkan kepada sifat independensi di dalam menyebarkan transparansi tanpa rintangan dari pemerintah. Tanggung jawab yang utama dari pers bukan kepada pemerintah, melainkan lebih kepada kode etik yang berlaku di kalangan wartawan dan jurnalis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu, di dalam peran ini, pers diharapkan untuk menonjolkan dua fungsi utamanya, yaitu fungsi sebagai penyebar luas informasi dan fungsi untuk mendidik. Pers diharapkan dapat menjadi media yang transparan di dalam mengungkap kinerja pemerintah dan juga sekaligus memberikan pendidikan politik kepada khalayak luas. Apabila dihadapkan kepada relevansi dengan pernyataan bahwa pers adalah &lt;i style=""&gt;fourth estate&lt;/i&gt; di dalam sebuah sistem demokrasi, hal itu beralasan namun dengan berbagai pertimbangan yang sifatnya mengikat. Hal yang utama adalah perlunya pengawasan juga terhadap ‘lembaga pengawas’ ini. Pengawasan dan kontrol terhadap pers dapat berasal dari masyarakat luas. Apabila berita dari pers menimbulkan keresahan dari masyarakat karena tidak relevan atau sudah menyinggung hal yang di luar sasaran, maka masyarakat dapat melakukan kontrol langsung terhadap mereka. Contohnya adalah pendudukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke kantor Jawa Pos di Surabaya pada tanggal 6 Mei 2000, karena menyangkut teknis pemilihan kata dan tidak terpenuhinya prinsip jurnalistik dalam salah satu terbitan Jawa Pos.&lt;a style="" href="#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Selain sebagai agen pengawas pemerintah, pers juga dapat berperan sebagai pembentuk opini publik, dengan menjalankan fungsi mereka sebagai pemengaruh. Hal ini yang kemudian menjadi krusial di tengah pergesaran peta politik, karena opini publik yang terbentuk tidak hanya berlaku kepada pemerintah yang sedang berjalan, melainkan juga untuk oposisi dana kelompok-kelompok kepentingan dan kelompok penekan lain yang berusah masuk ke dalam lingkungan pemerintah dan elit. Hal ini tidak termasuk dengan pemuatan iklan politik di media mereka. Untuk masalah ini, terdapat problema yang dilematis di tengah-tengah kalangan wartawan. Sempat ada hal yang ambigu di antara ‘iklan politik’ dengan ‘karya jurnalistik’.&lt;a style="" href="#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Contohnya adalah pemuatan artikel mengenai keberhasilan pemerintah berjalan di dalam pengadaan swasembada pangan dan alokasi APBN 20% untuk dana pendidikan. Apapun bentuknya itu (iklan atau karya jurnalistik), nyatanya hal itu menimbulkan keuntungan bagi pemerintah yang sedang berjalan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Contoh yang termutakhir adalah kisruh kasus Bank Century yang sedang marak belakangan ini. Kegetolan pers dalam meliput berita tentang masalah ini, berujung kepada tumbuh kembangnya gerakan masyarakat di mana-mana terhadap isu yang bersangkutan. Memang pemerintah tidak sedang mengalami masa krisis akibat gerakan yang timbul dari isu tersebut, namun setidaknya berbagai pemberitaan tersebut sudah menurunkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah secara keseluruhan. Hal ini yang kemudian menimbulkan opini di beberapa kelangan seperti “rindu akan sosok JK yang cepat dan tegas dalam menindak masalah”. Artinya, JK seakan memeroleh promosi gratis di tengah kabar miring yang diterima pemerintah akibat pemberitaan-pemberitaan tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Selain pers sebagai media yang bisa membawa dampak tidak langsung di dalam pergeseran peta politik, mereka juga dapat membawa dampak dan pesan yang eksplisit terhadap pergeseran tersebut. Misalnya sistem pers yang berlaku pada zaman Demokrasi Terpimpin. Saat pers saat itu dijadikan media untuk melakukan propagnda dan doktrinasi dari berbagai pihak. Muncul banyak karikatur dari masing-masing media cetak yang menggambarkan ketidaksetujuan dan perlawanan yang diusung oleh partai atau kalangan oposisi. Pada akhirnya pula, perang media tersebut juga membentuk opini publik. Kalau di akhir cerita Demokrasi Parlementer, PKI berhasil memeroleh posisi yang signifikan, hal itu tidak terlepas dari peran pers di era tersebut. Dari kacamata sebaliknya, yaitu mengenai tidak adanya pergeseran kekuatan politik di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, hal itu terjadi di masa pers dibungkam oleh penguasa. Informasi yang mengalir ke bawah tentang pemerintah hanyalah info yang baik-baik. Dengan kondisi tersebut, oposisi tidak bisa berkutik menandingin hegemoni penguasa. Tidak ada alasan bagi rakyat untuk tidak memilih pemerintah yang sudah ‘sukses’. Pers digunakan sebagai salah satu mesin utama doktrinasi orde baru. Bagi pers yang menentang, akan dibredel dan dicabut izin terbitnya. Itulah salah satu faktor utama penunjang langgengnya era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Lalu bagaimana dengan peranan pers di masa yang akan datang? Masih mampukah ia bekerja sebagai sarana kontrol yang netral dan menjalankan fungsinya tetap di lingkup &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt; dan bukan &lt;i style=""&gt;state&lt;/i&gt;? Dengan kondisi sekarang ini, pertanyaan itu menjadi cukup sulit untuk dijawab. Munculnya Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara (RUU RN) di pertangahan tahun ini menjadi salah satu hal utama yang memberikan jawaban negatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pasal-pasal yang terkandung di dalam RUU RN dianggap sebagai aturan yang berpotensi menimbulkan “pembredelan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; baru” oleh pemerintah. Secara umum, RUU RN itu berisi mengenai pelarangan bagi semua institusi untuk menyebarkan segala sesuatu yang dianggap sebagai rahasia negara, atau institusi tersebut akan dinyatakan sebagai korporasi terlarang, dipenjara, dan dikenai denda antara Rp 50 Milyar sampai Rp 100 Milyar. Yang menjadi kekhawatiran utama adalah penentuan batas rahasia negara yang tidak boleh dipublikasikan. Hal itu tentau akan mempersempit ruang gerak pers, dan dikhawatirkan tidak dapat memberitakan hal-hal yang mengkritik pemerintah, karena sifatnya yang ‘rahasia’.&lt;a style="" href="#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kondisi ini tentu kembali mengingatkan kalangan jurnalis akan hal yang serupa pada masa Orde Baru. Hl itulah yang kemudian menuai kritik dan protes dari kalangan pers dan jurnalis yang tergabung di dalam Institut Studi Arus Informasi (ISAI).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Ancaman terhadap peranan pers tersebut harus ditambah dengan syarat dan prakondisi sebelum pers menjadi kebablasan. Menurut Abdul Muis, pers juga memerlukan pengawas. Seperti yang sudah disebutkan pada sub bab sebelumnya, pengawas pers adalah masyarakat, Namun hal itu belum cukup efektif, karena setidaknya perlu ada lembaga sendiri di dalam pengawasan batas pers agar tidak kebablasan. Misalnya dengan membentuk Ombudsman yang khusus menangani pengawasan pers dan memahami kode etik jurnalis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;BAB III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pers tidak hanya dapat dipandang sebagai agen pembawa informasi, melainkan mereka memiliki peran yang jauh lebih besar di dalam sistem politik sebuah negara. Pemberangusan pers terutama di masa Orde Baru, merupakan bukti otentik mengenai bagaimana pers yang tidak bisa bergerak turut andil dalam langgengnya sebuah rezim yang otoriter. Di sisi lain, terlalu aktifnya pers di dalam propaganda yang kontra pemerintah, pro oposisi satu dan pro oposisi lainnya, serta didudkung oleh sistem multipartai yang cenderung terkesan terlalu bebas, justru menyebabkan pemerintahan yang tidak stabil atau rapuh, karena pemerintah yang satu dan oposisi yang selalu bergantian menguasai kursi pemerintahan. Itulah karakteristik pers dan pemerintahan pada masa Demokrasi Liberal atau Parlementer.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setidaknya, hal-hal tersebut yang menandai betapa besar peran pers di dalam pergeseran kekuatan politik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Kinerja pers bergantung pada rezim dan aturan yang dikeluarakan disaat rezim itu berdiri. Itulah ciri yang menggolangkan pers sebagai sebuah &lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt; di dalam sebuah negara. Pers tidak harus kontra pemerintah, namun tidak berarti harus kontra oposisi pula. Perannya yang utama adalah fungsi pers pertama, yaitu pembawa informasi, kendati hal yang berikutnya seringkali terjadi, yaitu terbentuknya opini publik dan kemudian memengaruhi alur roda pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Prosepek mengenai pers yang independen dan bebas di masa depan masih merupakan suatu hal yang perlu dikaji labih mendalam, karena hal tersebut memerlukan berbagai syarat dan prakondisi. Misalnya adanya etika pers yang lebih jelas di tengah kalangan jurnalis, hingga perlunya akan lembaga yang berperan langsung di dalam pengawasan pers. Senada dengan hal ini, konsep pers sebagai &lt;i style=""&gt;fourth estate&lt;/i&gt; di dalam demokrasi setelah lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif juga merupakan hal yang memerlukan prakondisi. Prakondisi kedua hal ini saling bertautan. Artinya, untuk mewujudkan pers sebagai &lt;i style=""&gt;fourth estate&lt;/i&gt;, diperlukan pengawasan yang lebih kritis terhadap mereka, kendati di sisi lain pers juga memerlukan hak dan privilese yang lebih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Daftar Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sumber Buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ali, Noval. &lt;i style=""&gt;Perdaban Komunikasi Politik : Potret Manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;:PT Remaja Rosdakarya. 1999&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Arifin, Anwar. &lt;i style=""&gt;Komunikasi Politik dan Pers Pancasila : Suatu Kajian mengenai Pers Pancasila&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; : Yayasan Media Sejahtera. 1992.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Effendi, Onong Uchjana. &lt;i style=""&gt;Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;:PT. Citra Aditya Bakti. 1993&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Muis, Abdul. &lt;i style=""&gt;Titian Jalan Demokrasi : Peranan Kebebasan Pers untuk Budaya Komunikasi Politik&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;:PT Kompas Media Nusantara. 2000.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Whyte, Martin King. &lt;i style=""&gt;Urban &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; : A Civil Society.&lt;/i&gt; dalam Arthur Rosenbaum. &lt;i style=""&gt;State and Society in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/i&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Colorado&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; : Westview Press Publisher. 1992&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sumber Internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;__________. &lt;i style=""&gt;Ancaman Baru Kebebasan Pers&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.lbhpers.org/?dir=beritatampil&amp;amp;id=823"&gt;http://www.lbhpers.org/?dir=beritatampil&amp;amp;id=823&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 4 Desember 2009 pukul 09.12)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;__________. &lt;i style=""&gt;Hati-hati Pembredelan Pers &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Baru!&lt;/i&gt; &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/08/0225136/hati-hati.pembredelan.pers.gaya.baru"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/08/0225136/hati-hati.pembredelan.pers.gaya.baru&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 4 Desember pukul 22.32)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;__________. &lt;i style=""&gt;Iklan Politik dan Tanggung Jawab Pers&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.dewanpers.org/upload/buletin/8c18c0f947b2acc2faa78ac4604d410a/attach/Buletin_ETIKA_Maret_09.pdf"&gt;http://www.dewanpers.org/upload/buletin/8c18c0f947b2acc2faa78ac4604d410a/attach/Buletin_ETIKA_Maret_09.pdf&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 5 Desember 2009, pukul 13.12)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;__________. &lt;i style=""&gt;Press Freedom Index 2009&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.rsf.org/en-classement1003-2009.html"&gt;http://www.rsf.org/en-classement1003-2009.html&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 3 Desember 2009, pukul 22.07)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Khakim, Ahmad. &lt;i style=""&gt;Kontrol Publik atas Pemberitaan Media. Studi Kasus : Konflik Jawa Pos Vs. Banser&lt;/i&gt;. &lt;cite&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/abstrakpdf.jsp?id=82078"&gt;www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/abstrakpdf.jsp?id=82078&lt;/a&gt;. (diakses pada tanggal 3 Desember 2009 pukul 17.00&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Syahri, Mochammad. &lt;i style=""&gt;Intervensi Pemerintah terhadap Kebebasan Pers dan Munculnya Eufimisme&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://sastra.um.ac.id/wp-ontent/uploads/2009/10/Intervensi-Pemerintah-Terhadap-Kebebasan-Pers-dan-Munculnya-Eufimisme-Moch.-Syahri.pdf"&gt;http://sastra.um.ac.id/wp-ontent/uploads/2009/10/Intervensi-Pemerintah-Terhadap-Kebebasan-Pers-dan-Munculnya-Eufimisme-Moch.-Syahri.pdf&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;(diakses pada tanggal 3 Desember 2009, pukul 16.35)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr size="1" width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Mochammad Syahri. &lt;i style=""&gt;Intervensi Pemerintah terhadap Kebebasan Pers dan Munculnya Eufimisme&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/Intervensi-Pemerintah-Terhadap-Kebebasan-Pers-dan-Munculnya-Eufimisme-Moch.-Syahri.pdf"&gt;http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/Intervensi-Pemerintah-Terhadap-Kebebasan-Pers-dan-Munculnya-Eufimisme-Moch.-Syahri.pdf&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 3 Desember 2009, pukul 16.35)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Abdul Muis. &lt;i style=""&gt;Titian Jalan Demokrasi : Peranan Kebebasan Pers untuk Budaya Komunikasi Politik&lt;/i&gt;. (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;:PT Kompas Media Nusantara. 2000). hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;xvii&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Onong Uchjana Effendi. &lt;i style=""&gt;Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi&lt;/i&gt;. (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;:PT. Citra Aditya Bakti. 1993). hal 90 &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;. hal 87&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Op. Cit&lt;/i&gt;. Abdul Muis. &lt;i style=""&gt;Titian Jalan Demokrasi…&lt;/i&gt; hal xvii&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Noval Ali. &lt;i style=""&gt;Perdaban Komunikasi Politik : Potret Manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/i&gt;. (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;:PT Remaja Rosdakarya. 1999) hal v&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Op. Cit. &lt;/i&gt;Onong Uchjana Effendi. &lt;i style=""&gt;Ilmu, Teori dan&lt;/i&gt;… hal 93-94&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFooter"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Martin King Whyte. &lt;i style=""&gt;Urban &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; : A Civil Society.&lt;/i&gt; dalam Arthur Rosenbaum. &lt;i style=""&gt;State and Society in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/i&gt; (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Colorado&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; : Westview Press Publisher.) 1992&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Anwar Arifin. &lt;i style=""&gt;Komunikasi Politik dan Pers Pancasila : Suatu Kajian mengenai Pers Pancasila&lt;/i&gt;. (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; : Yayasan Media Sejahtera. 1992). hal 42&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Op. Cit&lt;/i&gt;. Onong Uchjana Effendi. &lt;i style=""&gt;Ilmu, Teori, dan…&lt;/i&gt; hal 89.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;. hal 107-108&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;. hal 108&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;. hal 108&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Op. Cit.&lt;/i&gt; Anwar Arifin. &lt;i style=""&gt;Komunikasi Politik dan…&lt;/i&gt; hal 50&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Press Freedom Index 2009&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.rsf.org/en-classement1003-2009.html"&gt;http://www.rsf.org/en-classement1003-2009.html&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 3 Desember 2009, pukul 22.07)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ancaman Baru Kebebasan Pers&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.lbhpers.org/?dir=beritatampil&amp;amp;id=823"&gt;http://www.lbhpers.org/?dir=beritatampil&amp;amp;id=823&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 4 Desember 2009 pukul 09.12)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Op. Cit.&lt;/i&gt;Abdul&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt;Muis. &lt;i style=""&gt;Titian Jalan Demokras…&lt;/i&gt; hal 56&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ahmad Khakim. &lt;i style=""&gt;Kontrol Publik atas Pemberitaan Media. Studi Kasus : Konflik Jawa Pos Vs. Banser&lt;/i&gt;. &lt;cite&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/abstrakpdf.jsp?id=82078"&gt;www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/abstrakpdf.jsp?id=82078&lt;/a&gt;. (diakses pada tanggal 3 Desember 2009 pukul 17.00)&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Iklan Politik dan Tanggung Jawab Pers&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.dewanpers.org/upload/buletin/8c18c0f947b2acc2faa78ac4604d410a/attach/Buletin_ETIKA_Maret_09.pdf"&gt;http://www.dewanpers.org/upload/buletin/8c18c0f947b2acc2faa78ac4604d410a/attach/Buletin_ETIKA_Maret_09.pdf&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 5 Desember 2009, pukul 13.12)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Hati-hati Pembredelan Pers &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Baru!&lt;/i&gt; &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/08/0225136/hati-hati.pembredelan.pers.gaya.baru"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/08/0225136/hati-hati.pembredelan.pers.gaya.baru&lt;/a&gt; (diakses pada tanggal 4 Desember pukul 22.32)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7798294316112759567?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7798294316112759567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/12/pers-di-dalam-peta-kekuatan-politik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7798294316112759567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7798294316112759567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/12/pers-di-dalam-peta-kekuatan-politik.html' title='Pers di Dalam Peta Kekuatan Politik Indonesia'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8271072546620993769</id><published>2009-11-29T02:48:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T03:12:57.821+07:00</updated><title type='text'>Jumpa Lagi!!</title><content type='html'>Waw, ga kerasa udah lebih dari sebulan yang lalu terakhir kali gw posting..&lt;br /&gt;Dibilang sibuk sih lumayan, tapi nggak segitunya. Ditambah pula banyak pikiran ke tempat lain, jadinya bener-bener belum ada ide untuk nulis-nulis secuap dua cuap kalimat di blog gw ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa aja yang terjadi di hidup gw dalam sebulan kemarin? Banyak!&lt;br /&gt;Yang pertama adalah sidang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Outline&lt;/span&gt; bab I untuk jabang bayi skripsi gw. Lancar? Lumayanlaah.. LUMAYAN DIBANTAI!!! Hahahahaha...&lt;br /&gt;Kebetulan gw disidang sama orang yang berkarakter : setengah dosen-setengah seniman. Cukup lama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outline&lt;/span&gt; gw dikorek-korek sama beliau...yang kebetulan tidak menerima bantahan. Bahkan kadang suka komentar seenaknya sendiri. Ada satu bagian saat dia bertanya ke gw : "Venezuela ini ideologinya apa mas?". Kebetulan beliau memang bukan dosen spesialis Amerika Latin. Saat gw jawab "Sosialisme Kiri-Tengah..." tanpa gw sempat menyelesaikan penjelasan gw, tiba-tiba beliau menghardik : "Ideologi negara apa itu? IDEOLOGI YANG MUNAFIK!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUARRRR!!!! Percaya diri yang udah gw bangun sebelum sidang langsung luluh lantak, hancur menjadi debu. Susah payah ngumpulin data dan fakta, tiba-tiba langsung aja dihajar sama pendapat pribadinya dia...wah...kacau...&lt;br /&gt;Alhasil, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outline&lt;/span&gt; gw masih harus mengalami revisi di sana-sini. Ga papalah...namanya juga perjuangan anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebulan kemarin juga diisi dengan berbagai macam hal emosional lainnya. Mulai dari cerita klasik anak muda (baca:kisah cinta!), sampai kepada masalah pekerjaan dan masa depan. Semunya komplit di bulan lalu...senang, senang, kecewa, senang, senang, lebih senang lagi. (Hehehehe, ujung-ujungnya emang banyakan senangnya sih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga pake banyak cingcong, gw senang sudah kembali kepada rutinitas biasa dan blog gw yang tercinta!!&lt;br /&gt;Salam dan Selamat Iedul Adha!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8271072546620993769?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8271072546620993769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/11/jumpa-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8271072546620993769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8271072546620993769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/11/jumpa-lagi.html' title='Jumpa Lagi!!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-703613096272456867</id><published>2009-10-22T02:09:00.006+07:00</published><updated>2009-10-22T02:37:37.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Mimpi Tentang Bapak Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Melayang sergap, dia berjalan tegap&lt;br /&gt;Di tengah kepulan asap, imajiku menguap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah dia bercakap lantang&lt;br /&gt;Elok, seolah menantang&lt;br /&gt;Tampil demi tepis gigil&lt;br /&gt;Terampil walau kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapku pandang Bapak&lt;br /&gt;Dengar ia ucap 'Tidak!'&lt;br /&gt;Seribu Duaribukalipun...&lt;br /&gt;Asal menir minta ampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabirpun menanggap, sosok besar terlihat&lt;br /&gt;Diam, manut, tidak kuat&lt;br /&gt;Gagah tapi lemah&lt;br /&gt;Inikah kini sosok sang pemurah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaji hanya fantasi&lt;br /&gt;Tabirlah realisasi&lt;br /&gt;Mimpiku hanyalah bayang langu&lt;br /&gt;Dari masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://seha12.files.wordpress.com/2009/04/sukarno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 211px; height: 258px;" src="http://seha12.files.wordpress.com/2009/04/sukarno.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-703613096272456867?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/703613096272456867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/10/mimpi-tentang-bapak-bangsa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/703613096272456867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/703613096272456867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/10/mimpi-tentang-bapak-bangsa.html' title='Mimpi Tentang Bapak Bangsa'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-734550061509328237</id><published>2009-10-04T01:53:00.011+07:00</published><updated>2009-10-04T06:10:23.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='War'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>5 Tokoh Perang Dunia II yang Membuat Rambo jadi Terlihat Culun!!</title><content type='html'>Oke, ini sebenernya bukan ide yang orisinil. Ide untuk ngebikin ini timbul setelah gw baca di situs &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cracked.com&lt;/span&gt; yang beropini mengenai 5 jagoan yang bikin Rambo terlihat seperti banci.. &lt;div&gt;Tapi ga apa-apa lah...sekali-sekali gw menebar unsur plagiarisme di blog gw. Lagian juga ini gw adopsi doang kok. Yang gw ambil itu 5 tokoh dari Perang Dunia II doang, yang merupakan event histori favorit gw. Datanya juga cuman dikit yang gw embat dari situs itu. Ga masalah kaan? (hehehehe, nyari pembelaan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ga pake banyak cingcong, mari lihat 5 tokoh pilihan gw (nomer ga urut, karena gw bingung untuk nentuin yang paling MACHO! haha)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;1. John Basilone : Tiga Hari tanpa Ma&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;kan dan Tidur Menghadapi 3.000 Orang&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsekV-cb1CI/AAAAAAAAAJA/gnT_kQp5Vxc/s200/480px-BasiloneUSMC.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;John Basilone mendaftarkan diri sebagai &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;U.S Marine Corp&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;s&lt;/span&gt; pada tahun 1940. Segera setelah itu, ia diterjunkan ke medan perang pasifik, melawan Jepang. Salah satu medan perang yang paling mengerikan bagi sekutu di sana adalah di Guadalcanal, Kep.Salomon. Basilone turut berperang dan mendapatkan nama harum di sana, pada tahun 1942&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tersebutlah, bahwa ia bersama kompinya diharuskan untuk menahan serangan Jepang di satu pos di medan Guadalcanal. (Catetan gw : satu kompi dalam kondisi lengkap dan 'sehat' biasanya diisi sekitar 100-150 an orang, dan dipimpin oleh perwira yang paling tidak berpangkat Letnan sampai Kapten. Basilone sendiri berpangkat Sersan, sehingga dia merupakan orang di rantai komando selanjutnya apabila sang pemimpin kompi terbunuh. Itulah yang kemudian terjadi.)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seiring dengan terbunuhnya si komandan kompi, Basilone bertanggung jawab atas pos yang dihuninya. Ganasnya serbuan Jepang dan tidak datangnya pasukan bantuan, mengakibatkan Basilone hanya tinggal memiliki 15 orang untuk bertempur melawan 3.000 pasukan Jepang di hari pertama. Hingga hari ketiga, ia kehilangan 12 orang lainnya, dan hanya bertahan dengan 2 orang bawahannya. Dalam sejarah disebutkan bahwa selama 3 hari ia berperang tanpa makan, minum, tidur, maupun istirahat. Ia menggunakan semua senjatanya untuk berjuang mempertahankan posnya dari serbuan Jepang. Mulai dari &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;machine gun&lt;/span&gt; hingga pistolnya. Pada akhir hari ketiga, ia berhasil menahan serbuan 3.000 orang itu (ga ada sumber yang jelas, pasukan Jepang itu mati semua atau ditarik mundur. Yang jelas dia menang melawan ribuan orang itu!!).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebayang kan, kalo Rambo emang ga ada apa-apanya dibanding Sersan gendeng ini?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada akhirnya Basilone ditarik kembali ke Amerika untuk mendapatkan perawatan dan medali. &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bukan main-main, yang ia dapat adalah medali tertinggi yang bisa didapat oleh semua prajurit perang, yaitu Medal of Honor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang yang sudah mendapat medali ini biasanya tidak diperbolehkan untuk kembali ke medan perang. Alasannya sih ga dipublikasi, tapi dugaan gw...pada saat itu emang perlu banyak banget orang yang selamat dari medan perang untuk kembali ke tanah air dan menceritakan apa yang terjadi semuanya. Ia berperan baik sebagai pewarta berita, maupun tokoh yang bisa dijadiin panutan dan sumber inspirasi. Banyak banget kasus kaya gitu di medan Perang Dunia II.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, singkat kata, Sersan Basilone ini juga pada awalnya tidak diperbolehkan untuk pergi berangkat lagi ke medan perang. Tapi Basilone memaksa, dan akhirnya ia dimasukkan ke pasukan yang akan bertempur merebut pulau Iwo Jima (ini pulau yang sangat mengerikan dalam sejarah militer Amerika. Alesannya mudah, pulau ini bener-bener makan banyak banget korban jiwa akibat kesadisan dan kegigihan tentara Jepang).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mendarat di Pulau Iwo Jima, kompi Basilone dihancurkan oleh serangan dan tembakan pasukan Jepang dari garis pantai. Namun ia membalas dendam. Seorang diri berhasil menghancurkan satu rumah persembunyian Jepang yang memiliki tembakan otomatis MG-42 (tembakan yang menyapu kompinya di garis pantai itu). Sayangnya, beberapa menit kemudian ia tewas terkena serangan senjata artileri Jepang. Namanya kini digunakan untuk sebuah kapal induk Amerika, dan nama-nama di ruas jalan Amerika pula.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;2. Vassili Zaitsev : Penembak Jitu Rusia ya&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;ng Menghabisi Nyawa 500 Musuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi yang pernah nonton film berjudul &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Enemy at the Gates&lt;/span&gt;, tentu akrab dengan nama ini. Ya, film yang dibintangi Jude Law tersebut memang berkisah tentang dirinya, walaupun sebagian besar adalah fiksi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zaitsev merupakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;sniper&lt;/span&gt; atau penembak jitu Rusia yang lahir dan besar di pegunungan Ural. Sehari-harinya, Zaitsev kecil menghabiskan waktu dengan berburu Serigala menggunakan senapannya. Menjelang Perang Dunia II, ia mendaftarkan diri di angkatan laut Soviet, tapi kemudian dipindahkan ke resimen infanteri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada tahun 1942, ia ikut dalam peperangan membebaskan Stalingrad. Di sinilah jasa Zaitsev banyak dikenang. &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pada medio November hingga Desember 1942, ia membunuh hingga 225 tentara musuh, semuanya hanya bersenjatakan senapan Mosin-Nagant!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sasaran utama dari tembakan jitunya adalah para perwira Jerman, sehingga diharapkan ia dapat menyebabakan kekacauan di dalam rantai komando dan struktur kemiliteran Jerman. Pada akhirnya, ia berhasil mencapai hal itu. Selepas perang di Stalingrad, ia masih meneruskan aksinya. Ditengarai ia mampu menghabisi nyawa 500 orang pasukan Jerman lainnya. Vassili sendiri bukan tidak pernah menjadi sasaran penembak jitu musuh yang geram terhadap aksinya. Pencarian besar-besaran pasukan Jerman terhadap dirinya mulai dilakukan.  Ia sendiri pernah nyaris terbunuh oleh penembak jitu Jerman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsexSwZefcI/AAAAAAAAAJI/kDpwKW6z1PM/s200/454px-Vasily.Zaitsev.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-small;"&gt;Vassili Zaitsev dengan Senjata Andalannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di film &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Enemy at the Gates&lt;/span&gt;, difiksionalisasi bahwa ia berduel mati-matian dengan ahli penembak jitu Jerman yang bernama Mayor Erwin Konig. Mayor Konig ini digambarkan sebagai seorang penembak jitu tua yang berpengalaman, dan bahkan ditugasi untuk mengawasi sekolah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;sniper&lt;/span&gt; di Berlin. Mayor Konig sengaja dipanggil dari sekolah yang dikepalainya, untuk datang ke Rusia dan memburu Zaitsev. Cerita ini sempat simpang siur kebenarannya, kendati ada catatan yang menyebutkan bahwa Zaitsev pernah hampir ditembak juga oleh seseorang bernama Konig, kendati akhirnya ia bisa berbalik menang dengan bantuan temannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak seperti Basilone, Zaitsev mengakhiri hidupnya dengan relatif tenang di Rusia, pada tahun 1991. Hingga kini senapannya masih tersimpan rapi di dalam museum militer di Moskow. Kemampuan Zaitsev dalam menembak jitu kerap dibandingkan dengan Simo Hayha, penembak jitu dari Finlandia. Kendati tidak pernah bertemu di medan perang yang sama, namun beberapa sejarawan mengklaim bahwa secara data statistik, Hayha masih lebih unggul daripada Zaitsev!! Kisah mengenai Simo Hayha juga ada di &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; ini..Jadi tenang aja, hehe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;3. Hans - Ulrich Rudel : Penghancur 2.000 Kendaraan Militer Sekutu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan Jerman namanya kalau tidak punya pahlawan perang yang patut dibanggakan. Yang satu ini hadir dari Angkatan Udara Jerman (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Luftwaffe&lt;/span&gt;), bernama Hans-Ulrich Rudel. Ia adalah penerbang pesawat pembom Jerman yang legendaris, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stuka"&gt;Stuka&lt;/a&gt;.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;  &lt;/span&gt;Rudel bergabung bersama &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Luftwaffe&lt;/span&gt; pada tahun 1936, dan pada tahun 1941 ia mendapat misi tempur pertamanya, dengan pangkat Letnan. Atas jasanya hingga perang berakhir tahun 1945, ia mendapatkan satu-satunya medali &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Knight Cross&lt;/span&gt; dengan daun Oak emas. Apa prestasi yang membuat orang ini begitu diagungkan sehingga layak mendapatkan satu-satunya penghargaan yang tidak pernah diterima oleh tentara Jerman yang lain?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsfGb76yQ2I/AAAAAAAAAJQ/kslrBj3Jx_w/s200/Hans_Ulrich_Rudel.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-small;"&gt;Hans-Ulrich Rudel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, percaya atau tidak, selama 4 tahun ia telah ikut dalam 2.530 misi penerbangan. Hasil yang diperolehnya adalah, ia mampu mengahancurkan : &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;800 kendaraan berupa Jip, Truk Angkut dan mobil militer lainnya,  519 Tank, Sebuah Kapal Penghancur, 2 Kapal penjelajah, Sebuah Kapal Induk Rusia, 70 Landasan, 4 Kereta B&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;e&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;rpelindung Baja, Beberapa Jembatan, dan 9 Buah Pesawat yang ia tembak jatuh! &lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ditotal dengan kendaraan kecil lainnya, beberapa sumber mengklaim bahwa ia telah menghancurkan lebih dari 2.000 kendaraan militer sekutu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pada tanggal 13 Maret 1944, ia pernah mengalami pertempuran udara dengan pilot legendaris Rusia, yang tidak hanya sekali dianggap sebagai pahlawan besar negara tersebut. Pilot sepanjang masa Rusia (secara statistik) tersebut bernama Lev Shestakov. Dan tebak siapa yang akhirnya menang? Ya, Rudel menembak jatuh sang pahlawan Rusia hingga menyebabkan kekacauan dan kepanikan luar biasa di tengah pasukan angkatan udara Rusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rudel pernah tertembak jatuh di awal tahun 1945, hingga menyebabkan kakinya harus diamputasi. Setelah operasi amputasi, ia masih sanggup menerbangkan pesawatnya hingga menghancurkan 26 Tank lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah Jerman kalah pada bulan Mei 1945, ia terbang ke Amerika untuk menyerahkan diri. Pada tahun 1948 ia dibebaskan dan tinggal di Argentina. Hans-Ulrich Rudel meninggal pada tanggal 18 Desember 1982 di Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;4. Simo Hayha : Pembunuh Massal Penyebar Teror di Hutan Salju&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila di atas sudah dituliskan kisah heroik dari penembak jitu bernama Vassili Zaitsev di Rusia, Finlandia memiliki tandingan penembak jitu bernama Simo Hayha. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rusia menginvasi Finlandia di pertengahan tahun 1939. Karena hampir keseluruhan perang mempertahankan Finlandia berlangsung di hutan, maka Hayha memilih untuk bersembunyi di atas pohon setinggi 6 kaki, di tengah salju sedingin 20-40 derajat di bawah Celcius. Di titik itulah ia dengan jitu menghabisi nyawa serdadu Tentara Merah. Pada awalnya puluhan, dan terus naik menjadi ratusan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pasukan Rusia menjulukinya "&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;White Death&lt;/span&gt;"&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;karena ia menggunakan baju pelindung warna putih untuk berkamuflase dengan salju. Beberapa kali Rusia mengirimkan pasukan perintis ke hutan tempat Hayha bersembunyi, namun semuanya berhasil disapu habis olehnya. Pasukan penembak jitu yang dikirm oleh Rusia (minus Vassili Zaitsev, karena waktu itu Zaitsev belum tergabung dalam satuan penembak jitu Rusia) dikirim juga, dan kembali berakhir dengan kematian semuanya di tangan Hayha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsfPIo5h5kI/AAAAAAAAAJY/5lRGwJsWfqM/s200/hayha4.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-small;"&gt;Simo Hayha, The White Death&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selama 100 hari bersembunyi di hutan dengan berkamuflase di tengah suhu sangat dingin, Hayha terhitung berhasil mengeliminasi 542 prajurit Rusia dengan senapan laras panjangnya. Itu belum ditambah dengan jumlah yang ia t&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;embak dengan senapan otomatisnya. yang ditaksir mencapai sekitar 1&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;50 orang!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komando militer Rusia yang sangat terganggu dengan aksinya, memutuskan untuk membombardir hutan tempat Hayha bersembunyi. Dengan bantuan artileri udara dan darat, hutan itu benar-benar habis dibombardir. Tapi memang beruntung dan luar biasa, Simo Hayha berhasil selamat dari bombardemen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, tidak seorang Rusiapun berani masuk ke hutan tersebut, tanpa misi tertentu. Mereka takut akan cerita Simo Hayha dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;White Death&lt;/span&gt;. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya pasukan yang dikirim untuk membunuh Hayha, akhirnya ada juga sebuah peluru yang mengenainya. Naasnya, peluru ini bukan peluru biasa melainkan peluru berpeledak. Peluru itu mengenai rahangnya, merobek pipi sebelah kirinya, dan menghancurkan wajah kirinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir untuk &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;White Death&lt;/span&gt;? Ya untuk di Perang Dunia II, tapi tidak untuk hidupnya. Setelah menjalani perawatan, Hayha berhasil selamat beberapa tahun kemudian. Sayang ia tidak sempat menghadapi pertarungan dengan Vassili Zaitsev, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;sniper&lt;/span&gt; Rusia yang disebut-sebut tidak kalah jitu dalam menghabisi musuh. Hayha muncul di saat Zaitsev belum terdaftar di pasukan Infanteri, dan Heyha mengalami koma di saat Zaitsev tengah mencapai masa gemilangnya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;5. Lacchiman Gurung : Tangan Kiri Membantai 31 Orang Jepang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsfW0Cya7pI/AAAAAAAAAJg/VBoHTkK6sS0/s200/Lachihman%2520Gurung%2520SA819_resize.JPG" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lacchiman Gurung adalah orang Nepal yang tergabung di dalam pasukan Inggris dan Persemakmuran, dan dikirim ke medan perang Pasifik. Tidak banyak sejarah yang bisa didapat mengenai orang ini, baik mengenai karir kemiliteran maupun riwayat hidup yang mendetail.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, alesan gw bikin &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; ini adalah untuk menunjukkan sesuatu yang lebih heroik daripada Rambo, sesuatu yang lebih brutal daripada Rambo, dan seseorang yang terluka lebih banyak daripada Rambo. Jadi, tanpa banyak riwayat dan kesejarahan embel-embel yang lain, Gurung sesuai dengan kriteria penulisan gw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gurung diterjunkan di Myanmar, tempat ia dan kompinya berserta peletonnya (kelompok terkecil dalam kemiliteran, di bawah kompi) harus bertahan dari serangan Jepang. Saat jumlah orang di kompinya tinggal menyusut hingga jumlah belasan, sekitar 200 serdadu Jepang masih mengepungnya. Dua kali granat tangan dilemparkan kepadanya, namun dua kali pula granat itu ia lempar balik ke arah musuhnya. Kali ketiga granat datang, ia mengambilnya dan kembali hendak melempar balik. Namun sayangnya, granat terlanjur meledak di genggaman tangan kanannya, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;menyebabkan jari-jari tangannya hancur, dan lengan kanannya tidak bisa digunakan. Serpihan granat juga menyebabkan kakiknya terluka dan tidak bisa berlari, tubuh bagian kanannya luka parah, dan wajahnya juga. Bahkan penglihatannya yang kanan menjadi tidak bisa digunakan&lt;/span&gt;. 2 Kawan disampingnya juga terluka parah dan tidak bisa kembali bertempur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gurung tetap berusaha melanjutkan posisi bertahannya dengan hanya menggunakan lengan kirinya saja. Dengan kondisi tubuh sebelah kanan yang semuanya nyaris cacat dan lumpuh, ia mempertahankan diri dari serangan Jepang. Selama 4 Jam ia berhasil bertahan, hingga datang pasukan bantuan. Di sekitar lubang perlindungan Gurung, ditemukan 31 mayat serdadu Jepang yang terkena tembakan dari lengan kirinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera setelah itu, Gurung ditarik kembali untuk mendapat pengobatan. Dengan mata buta dan tangan kanan hilang, Gurung masih memaksa untuk ikut diturunkan di medan peran Pasifik. Atas jasa dan keberaniannya, tahun 1945 ia menerima medali &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Victory Cross&lt;/span&gt;. Ia selamat dari keseluruhan peperangan dengan luka yang sangat parah, dan pulang kembali ke Nepal pada tahun 1947.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Setelah baca &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; ini, masih terpikir untuk memasukkan Rambo ke dalam daftar 5 besar gw? Hehehehehe....semoga tidak! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-734550061509328237?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/734550061509328237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/10/5-tokoh-perang-dunia-ii-yang-membuat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/734550061509328237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/734550061509328237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/10/5-tokoh-perang-dunia-ii-yang-membuat.html' title='5 Tokoh Perang Dunia II yang Membuat Rambo jadi Terlihat Culun!!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SsekV-cb1CI/AAAAAAAAAJA/gnT_kQp5Vxc/s72-c/480px-BasiloneUSMC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2451232818426912788</id><published>2009-09-28T22:50:00.005+07:00</published><updated>2009-09-29T02:27:14.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Only'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Begini Kisah yang Mengharukan Itu Terjadi</title><content type='html'>"&lt;a href="http://www.detiknews.com/comment/2009/09/28/190323/1210583/10/bokong-mahasiswa-ui-ditembak-di-stasiun-tebet"&gt;Bokong Mahasiswa UI Tertembak di Stasiun Tebet&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Headline&lt;/span&gt; di salah satu situs penyedia berita nasional itu berasa begitu 'ngena' buat gw, dan membuat gw ngerasa sedikit jadi naik daun (yah, walaupun kata 'bokong' itu kok agak geli-geli gimanaaa gitu). Semenjak berita itu terbit, terhitung sudah ada sekitar 2.589.769 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; kata-kata simpati yang masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;account Facebook&lt;/span&gt; gw. (percaya atau nggak itu terserah Anda. Gw sih nggak percaya..)&lt;br /&gt;Bagi yang belum baca beritanya dan ( KALI ) aja penasaran, bisa diliat &lt;a href="http://www.detiknews.com/comment/2009/09/28/190323/1210583/10/bokong-mahasiswa-ui-ditembak-di-stasiun-tebet"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naah, mungkin ada sebagian dari Anda yang merasa 'tertantang' dan 'tergelitik', kemudian bertanya-tanya : "cerita itu bener ga sih??" ,&lt;br /&gt;atau "Lah? Kok bisa gitu??",&lt;br /&gt;daaan....sukur-sukur ada yang bilang "Aduuuh, kasian ya si Indra itu..." (Oke, ini namanya ngarep)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmmmm, bisa dibilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; ini berisi mengenai curhat gw dan sekaligus klarifikasi dari berita -yang separuh benar-seperempat salah-seperempat mungkin benar mungkin salah- itu...&lt;br /&gt;Ini mungkin juga bisa dikategorikan sebagai sisi narsis, mungkin ada juga sisi heroiknya, dan mungkin (baca : pasti ) banyak sisi ga pentingnya. Jadi....menjadi resiko Anda untuk menarik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mouse scroll &lt;/span&gt;hingga terus ke bawah! Hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Foto menyusul ya, males mindahinnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Awal Berangkat Kuliah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Senin pertama, hari pertama kuliah setelah Lebaran.. Pagi yang indah, namun gw diganggu oleh jadwal kuliah nanggung, yaitu jam 11 siang. Gw berangkat dari rumah pukul 10 kurang 15, tanpa prasangka buruk apa-apa akan sesuatu yang akan menimpa gw hari itu.&lt;br /&gt;Naik motor sehari-hari (silahkan sapa saya apabila menemukan orang yang meluncur di atas motor Suzuki Thunder warna silver, bernopol B 6166 KJU...InsyaAllah itu gw kok), gw berencana untuk berangkat ke Tebet hari itu. Udah biasa bagi gw dan mungkin jutaan pengendara motor yang ingin ke Depok dan Bogor lainnya, yang pergi ke stasiun tebet untuk menitipkan motornya di sana dan berangkat dengan Kereta Api. Proses cepat, kilat, murah, dan praktis (kaya iklan apa gitu...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang...gw mengalami kecelakaan di tengah jalan. Kebetulan gw melintasi sebuah proyek yang dinamakan "Banjir Kanal Timur". Entah, dari namanya sih itu kayanya semacem.....Kanal di daerah (Jakarta) Timur, untuk menanggulangi Banjir, bener ga tuh?&lt;br /&gt;Yah pokonya gitulah. Pokoknya jalanan di daerah situ berpasir dan berdebu karena proyek itu. Entah gw mengkhayal, atau emang ada taksi yang tiba-tiba motong dari kiri ke jalur kanan (jalur cepat) dan tiba-tiba ngerem seenaknya, gwpun terpaksa membejek (tau arti 'bejek' kan?) rem motor gw (yang berjalan dengan kecepatan sedang 60an Km/Jam) dengan spontan. Daaaan....berhubung itu jalan berpasir dan kerikil, maka slip-lah ban gw, dan menyebabkan gw terpelanting di tengah-tengah jalan, dengan kondisi badan ketiban motor hingga terseret sekitar 2 meter. Untungnya gw pengendara motor yang baik, dengan kelengkapan peralatan keamanan yang mumpuni (asiiiik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw ga luka parah, kendati si manis berwarna silver ( baca : motor gw) mengalami kerusakan cukup hebat. Setang bengkok parah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;footstep&lt;/span&gt; hancur, dop lampu depan setengah pecah, persneling tersangkut, dll. Lebih dari itu, badan gw baik-baik saja... Ya emang ada luka-luka di tangan, kaki, dan hancurnya barang-barang yang gw pake dan kantongi sih. Tapi, gw selamat!! Waw...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis waktu sekitar 45 menit untuk mencari air guna membersihkan luka, dan sedikit duduk  untuk melenyapkan deg-deg an. Dengan mengerahkan segenap tenaga dan nyali, gw memutuskan : Lanjut ke kampus, Yeahhh!! (padahal niat gw ini udah ditentang oleh seorang sahabat yang pertamakali gw kabari). Dengan stang miring-miring dan motor ribet, gw lanjut jalan ke stasiun Tebet.&lt;br /&gt;Tebet...tempat terjadinya peristiwa itu...&lt;br /&gt;(di sini mulai serius dan misterius)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2. Dor!! Dan Si Abang Terjatuh dengan Berlumur Darah.&lt;/span&gt;..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 11.25 gw sampai di Stasiun Tebet, dan parkir di tempat langganan. Tempat parkir ini modelnya numpang di sebuah rumah dengan pelataran yang luas, dan dijaga oleh beberapa tukang parkir di situ. Oke, kita panggil sang empunya rumah ini dengan nama 'Mawar' (lagi-lagi). Alkisah, si 'Mawar' ini punya seorang adik bungsu yang diduga mengidap gangguan jiwa, atau istilah kerennya : Setress yang suka kumat.&lt;br /&gt;Sekarang kita panggil si bungsu ini (yang nantinya menjadi tersangka) dengan nama 'Melati'. Gangguan jiwa pada Melati ini relatif tidak pernah dibahas oleh pihak keluarga, karena sang Ibu dan si Mawar mengidap penyakit jantung. Jadi otomatis, Melati dibiarkan tinggal di situ (bukan di Er Es Je) dan dianggap tidak bermasalah, hanya kadang suka kumat. Daaaaaan, si Melati ini punya dua teman dekat, yaitu Senapan Angin Laras Panjang (entah apa merk dan modelnya), plus sebuah senjata genggam gas bermodel Baretta buatan Amerika yang ditebusnya dengan harga 3.5 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke oke oke, cukup dengan duo Mawar - Melati ini. Mari kembalikan gw sebagai topik utama cerita ini! Hehehehe.&lt;br /&gt;Sesampai dan separkirnya gw di Tebet, gw disapa oleh PAK HAMID, seorang juru parkir yang sudah seringkali bertatap dan berbincang dengan gw. Pak Hamid ini melihat luka di tangan gw dan berinisiatif menolong, dengan menawarkan....penyiraman alkohol, dan pemberian Bet*dine (sensor dikitlah biar ga dikira iklan). Saat tangan gw sedang dituang alkohol, otomatis gw agak berjengat karena ngilu yang mendadak itu. Di saat menikmati 'jengatan sensual' itu, tiba-tiba terdengar ada bunyai "DOR!!", dan diiringi dengan rasa nyeri yang mendadak di pinggul gw. Posisi tepatnya ada di bagian pinggul agak ke bawah sedikit, kendati belum mencapai bokong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jadi....klarifikasi pertama : Peluru tidak mengenai bokong gw, melainkan tulang duduk gw!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Oke, karena jengatan alkohol dan nyeri mendadak akibat ditembak itu, kontan gw teriak "An*ir!!!". Gw menoleh ke belakang, dan tampaklah dia.....sesosok pria berwajah segar (sayur kali), tampang tidak berdosa, dan memegang sepucuk senapan angin yang baru dikokang...jaraknya kurang lebih 3 meter dari tempat gw berdiri. Itu Dia. Itu Melati. Hanya sedetik, dan si Melati masuk kembali ke balik pintu. Sempat meluap emosi untuk menghardik dengan bahasa binatang, sebelum Pak Hamid bilang..."Udah, orang itu emang agak stress. Biarin aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari mengusap pinggul gw dan meraba sesuatu (yang  kemudian gw ketahui sebagai peluru), gw menenangkan diri....dan meredam emosi yang sempat mau  membuncah. Menyadari, itu tindakan di luar sadar dan sengaja dari akal sehat. Dengan agak terpincang karena pinggul nyeri, gw melanjutkan pengobatan.&lt;br /&gt;Menyoal luka gw, pada berita resmi yang gw cantumkan di atas, tertulis bahwa gw berdarah-darah dan segera dilarikan ke RSCM. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, itu lebay!! Haha. lagi-lagi pria beruntung ini selamat dari luka parah. Kebetulan hari itu gw memakai celana 3 lapis. Celana dalam motif polka dot (wuw), celana pendek olahraga, dan celana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jeans&lt;/span&gt;. Untungnya 3 lapisan itu mampu menyerap daya tembak si peluru. Setelah belakangan gw menjalami visum, diketahui bahwa celana terluar gw (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jeans&lt;/span&gt;), sobek dan bolong akibat peluru tersebut, namun masih membal di lapisan ke dua dan ketiga, yang persis jatuh pada bagian karet celana. Jadi peluru hanya mengahantam kulit secara tidak langsung, dan menyebabkan luka kecil dan sedikit berdarah &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Klarifikasi kedua : BUKAN BERDARAH-DARAH, DAN TIDAK DILARIKAN KE RSCM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut...&lt;br /&gt;Eh, baru tenang dikit....selang beberapa detik kemudian, ada lagi suara "DOR!!"&lt;br /&gt;Kali ini giliran Pak Hamid yang mengerang. Gw langsung melihat darah yang mengalir dari betis kanannya. Segera setelah itu, Pak Hamid sang penolong gw tiba-tiba terjatuh tertelungkup sambil mengerang sakit dan memegangi betisnya.....yang.....tertembus.....peluru.....hingga.....ke dalamnya....dan....berdarah-darah....parah....ah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekilas menghafalkan wajah Melati untuk yang kedua kalinya, gw langsung fokus untuk menolong Pak Hamid. Beliau langsung diantar ke RSCM, sementara gw yang hanya mengalami luka-luka kecil dan pincang 10 menit, memutuskan untuk melapor ke polisi. Pada awalnya gw hendak melapor hanya sebagai saksi mata, dan tidak ingin dianggap sebagai korban. Toh luka gw ga seberapa, dan gw juga ga dendam sama tuh orang. Tapi oleh polisi yang kebetulan berada di pos terdekat, gw disarankan mengadu sebagai korban juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya-tanya : "Ih, kenapa harus lo sih yang sok heroik dan ngadu-ngadu ke polisi" (dengan nada nyolot dan gaul)&lt;br /&gt;Betul juga....kenapa harus gw? Sementara banyak tukang parkir lain yang juga melihat kejadian tersebut dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan utama gw adalah....Pak Hamid dan kolega sesama tukang parkir menumpang cari nafkah di pelataran rumah itu. Pantaskah gw membiarkan mereka menerima resiko untuk kehilangan pekerjaan, sementara gw sendiri dalam kondisi yang memungkinkan untuk melapor? Toh gw di situ hanya tamu yang menitip. Cuma sekedar lewat beberapa jam saja, dan ga nyari nafkah di situ. Apabila ada keberatan, maka gw ga parkir di situ lagi pun bukan masalah besar. Lain dengan mereka yang bisa terancam kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, bukannya sok heroik, tapi gw ga mau ngerepotin orang situ yang udah banyak ngebantu gw. Itu aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melapor, 5 polisi datang dan menggerebek rumah itu. Dan mereka segera menciduk Tuan Melati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;3.Polsek, Visum, Bokong, Laporan, Helm Ilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah Melati diciduk, gw diharuskan ikut untuk memberi keterangan di Polsek Tebet (di jalan Dr. Saharjo, deket balai Sudirman). Alhasil, gw bawa motor dengan susah-payah kesana. Dan karena gw ga menemukan parkir kosong di area dalam, maka parkirlah motor gw di depan gerbang polsek. Di situ duduk seorang tukang parkir. Dan gw masuk ke Polsek, setelah titip pesan kepada tukang parkir "Pak, titip helm yaa". Dan dia mengiyakan dengan pasti dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, di sana gw diinterogasi, ditanya-tanyain, terus ditanyain lagi, terus ditanyain lagi, dan terus ditanyain lagi. Intinya, gw ditanyain terus setiap kali ada polisi yang baru masuk ke ruang interogasi gw. Dan setiap begitu, gw harus ngulang lagi ceritanya, ngulang lagi ceritanya, ngulang lagi ceritanya, terus sampe gw kecapean sendiri.&lt;br /&gt;Jam 2, gw diberangkatkan ke RSCM untuk melakukan visum, demi mendapatkan bukti otentik luka gw. Disitulah gw mengalami hal yang mirip tapi sama sekali bukan pelecehan seksual.. Di ruang  visum yang dipenuhi cukup banyak orang, baju gw harus berkali-kali diangkat, dengan celana agak dipelorotin ke bawah hingga terlihat secuil buah-buah ranum di balik celana belakang gw!! Whew!! Untung gw buang muka ke arah lain supaya ga ada yang liat muka gw...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang yang sama, gw kembali bertemu Pak Hamid yang sudah lebih dahulu dilarikan ke RSCM. Melihat hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rontgen&lt;/span&gt; nya, gw agak ngeri. Peluru menembus dari betis belakang hingga tersangkut di tulang kering. Dan peluru yang menyangkut, sama seperti yang mengenai gw. Peluru timah kecil, tajam seperti mata bor, dan kerapkali disebut 'mimis' (entah, polisinya bilang gitu...ga tau kalo gw salah ngeja). Ga kebayang seandainya peluru yang kena gw itu naik setengah sentiiiiii aja. Pasti kena bagian pinggul ke atas yang ga tertutup celana dan cuma kemeja doang. Dan itu pasti akan tembus juga.....malah bisa jadi tembusannya itu ke sekitar perut. Jadi lagi-lagi, dalam kesialan gw menemukan keberuntungan!! Yeah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, itu cuma luka karena pistol dan senapan angin, bukan senjata api betulan. Tapi tetep aja, kebayang ga gimana rasanya dihajar peluru timah (kendati bukan proyektil asli) dari jarak 3 meter dengan senapan angin. Orang main &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Air Soft  &lt;/span&gt;aja ada aturan 5 meter minimal. Itu juga harus pake &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gear&lt;/span&gt; lengkap, dll. Lha kalo cuma modal kaos atau malah langsung kena kulit?? Ga ada ampun, itu pasti langsung tembus!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke topik..&lt;br /&gt;Selesai visum jam 4 an, gw balik ke Polsek lagi untuk bikin laporan. Selesai akhirnya jam 7. Gw pikir, gw udah merdeka.. Gw turun ke tempat gw parkir motor, dan mendapati helm gw udah lenyap tak berbekas, tak berjejak...raib begitu saja.&lt;br /&gt;Di dalam helm itu juga gw masukkin jaket motor gw yang udah setia menemani gw semenjak Akil baliqh (oke, lebay sih...)&lt;br /&gt;Dengan perasaan dongkol dan merasa ini adalah hari paling apes selama 21 tahun hidup (kecelakaan motor, motor berantakan, ditembak orang, bikin laporan, helm ilang), gw duduk di dekat motor gw sembari menyalakan satu batang rokok yang tersisa di  bungkus rokok gw. Beristirahat dan menenangkan diri sebelum menempuh perjalanan pulang dengan motor rusak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phew, what a day!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...kebayangkan kan gimana berita resmi yang ada di lnik atas itu terlalu lebay. Gw ga berdarah-darh sampe segitunya. Luka kecil iya, tapi ga sampe membuat gw langsung dilarikan ke RSCM. Gw ke RSCM murni hanya untuk tujuan visum guna mendapat bukti, bukan perawatan serius. Selain itu, penekanan gw adalah...&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;ITU BUKAN PANTAT ATAU BOKONG!!! ITU PINGGUL (turunan dikit) !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian catatan ini dibuat..untuk menjelaskan keadaan yang sebenar-benarnya terjadi saat itu. Terima Kasih, dan tetap baca blog gw!!&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2451232818426912788?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2451232818426912788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/begini-kisah-yang-mengharukan-itu.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2451232818426912788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2451232818426912788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/begini-kisah-yang-mengharukan-itu.html' title='Begini Kisah yang Mengharukan Itu Terjadi'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-5705713310349568299</id><published>2009-09-14T08:03:00.006+07:00</published><updated>2009-09-26T09:53:59.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Sekarang Giliranmu Nak!!</title><content type='html'>Indra Pradana&lt;div&gt;0606095084&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UI 2006&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedang menggarap Outline Bab I Skripsi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jiah, gaya banget ya?? Hehe.. Sekarang ini gw lagi disibukkan dengan mata kuliah bernama 'Seminar dan Pilihan Masalah'. Mata kuliah dengan bobot 4 sks, dan ajib-nya....inilah mata kuliah pengantar calon skripsi gw! (Ngomongin skripsi, tiba-tiba jadi merasa tua...)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tenang, walaupun judulnya " Indra 'Dandy' Pradana sedang memulai tahapan awal skripsinya", bukan berarti skripsinya akan selesai dalam masa-masa dekat ini kok. Perjalanan panjang itu masih akan bertambah panjang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di antara temen-temen angkatan gw, kata "skripsi" sendiri kadang udah jadi tabu. Seandainya ada yang ngomong : &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Gimana tema skripsi lo?"&lt;/span&gt;, pasti di kejauhan akan ada yang sayup-sayup menimpali : &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Anjir, jangan ngomong jorok di sini!!"&lt;/span&gt;. Ya, sampe segitunya...skripsi dianggep jadi hal yang 'jorok' dan memacu sensitivitas tingkat tinggi dari teman-teman sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu baru soal pertanyaan tentang 'gimana kesiapan skripsi'. &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Seandainyapun ada kawan yang udah mengklaim "Eh, tema skripsi gw udah beres nih! Udah mulai garap bagian isi juga, tinggal dikit lagi kelar!!", dipastikan si manusia ceroboh tersebut akan kena full bogem mentah dari anak-anak seangkatan, sejurusan, mungkin sefakultas!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lagi-lagi...sensitivitas tingkat tinggi bung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rupanya ini yang dirasain sama senior-senior gw di masa lalu. Makhluk-makhluk yang dulu sering gw anggep sesepuh ilmu politik. Yang sering gw julukin "Senior muka berkerut" gara-gara jumlah kerutan dahi yang terus bertambah seiring bertmbahnya pula masa kuliah. Ya, sekarang giliran gw yang mengemban julukan itu dari 'adik-adik kelas yang manis'.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gw masih inget perbincangan gw dengan senior gw anak angkatan 2005 (kali ini, kita samarkan dengan nama 'Anggrek'). Nah, si Anggrek ini notabene anak jurusan gw juga (Bagi yang lupa apa jurusan gw, silahkan liat lagi paragraf pertama post ini, atau liat di profil gw. Bagi yang malas untuk &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;scroll mouse&lt;/span&gt; lagi ke atas, gw ingetin lagi kalo jurusan gw Ilmu Politik!). Perbincangan singkat ini dilakukan kira-kira sekitar 8 bulan yang lalu, di kantin fakultas gw. Begini ceritanya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gw : Eh cuy, tema skripsi lo apa? (bermaksud mencari info soal tema dan judul skripsi politiknya)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kak Anggrek : (menyendok dan mengunyah nasi, lalu menjawab dengan santai) ...Politik...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gw : .....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kak Anggrek : (kembali menyeruput sisa Soto Ayam-nya, seakan tidak ada masalah pada jawabannya tadi) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ingin rasanya menjejali mulut si Kakak Senior dengan sendok sotonya (Hehehe, ampun ya Kak) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Habis gimana ga emosi? Ditanya serius, niatnya cari referensi seandainya gw garap skripsi juga...kok jawabannya rese gitu?? Yaiyalah gw tau tema-nya pasti 'Politik', tapi ya mbok dispesifikasi gitu lho...politik mana? Soal masalah apa? Tahun berapa? Deskriptif atau analitis?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ckckckckckckck&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 bulan yang lalu, gw tercekik mendengar jawaban itu. Gw gatel denger tema yang sagat general itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi...itu semua berubah sekitar sebulan yang alu. Berubah seketika  saat gw yang harus berada di posisi Kak Anggrek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soal tema? Gw berniat untuk membahas Revolusi Bolivarian yang terjadi di Venezeula. Pas dikasih pertanyaan pertama sama dosen gw soal : apa masalah utama yang pingin gw angkat?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gw terdiam, membisu, tercekat, ga bisa berkata-kata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa masalahnya?? Masalahnya adalah.....gw ga tau apa masalahnya!! Niat gw cuma ngebahas soal proses revolusi itu, disertai dengan seuprit analisa. Tapi ga ada masalah yang bisa gw angkat. Pingin rasanya gw jawab, masalah utama gw adalah : POLITIK!! (yah, ini sebenernya jawaban Kak Anggrek sih).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gw hanya bisa berharap semoga kisah gw ini tahun depan ga diangkat di blog junior gw, dan tiba-tiba gw disebut sebagai Kak Teratai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saudara-saudari.....gw sedang bingung!! Gw bingung sama topik skripsi gw yang ternyata ga bermasalah. Kalo bisa cari masalah, gw mau deh...bah!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan hanya untuk ngebahas Outline yang hanya cuma kerangka awalpun, gw gak gape buat bikin ini!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua tugas gw terbengkalai demi momok yang satu ini. Nafsu makan gw jadi berkurang (ehm...sebenernya ga juga sih). Gw harus fokus ke diri gw sendiri, sehingga ga berminat dulu untuk cari cewe (ehm...sebenernya emang ga laku sih). Ya Tuhan, gw butuh doa dan restu dari pembaca sekalian untuk menyelesaikan skripsi gw. Gw ga pingin jadi Kak Teratai!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-5705713310349568299?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/5705713310349568299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/sekarang-giliranmu-nak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5705713310349568299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5705713310349568299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/sekarang-giliranmu-nak.html' title='Sekarang Giliranmu Nak!!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7611828494107806739</id><published>2009-09-11T01:20:00.005+07:00</published><updated>2009-09-11T01:36:57.512+07:00</updated><title type='text'>Foolicious</title><content type='html'>I'm overjoy, so fucking careless&lt;div&gt;Keep dreaming, but never awake&lt;/div&gt;&lt;div&gt;It's not havoc, neither disaster&lt;/div&gt;&lt;div&gt;It's just called 'a very dumb idea of being together'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Now I'm trapped in this agony&lt;/div&gt;&lt;div&gt;All because my fault, all because my thought&lt;/div&gt;&lt;div&gt;My punishment? Maybe yes and maybe not&lt;/div&gt;&lt;div&gt;End of the heartache? No, it's just the beginning&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SqlGzQaPJDI/AAAAAAAAAIw/AgS9gPNCAP0/s320/The+Used.JPG" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The Used's Album Cover : In Love and Death&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*Tulisan yang mungkin ga penting buat pembaca lain, tapi menjadi penting buat gw sebagai bahan introspeksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7611828494107806739?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7611828494107806739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/foolicious.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7611828494107806739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7611828494107806739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/09/foolicious.html' title='Foolicious'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SqlGzQaPJDI/AAAAAAAAAIw/AgS9gPNCAP0/s72-c/The+Used.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-6819700414699024016</id><published>2009-08-24T01:11:00.004+07:00</published><updated>2009-08-24T02:41:31.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Ngomong - Ngomong Soal Masa Lalu</title><content type='html'>Jakarta, 4 Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw masih inget, pagi-pagi buta gw udah keluar nyari koran di deket rumah. Apa pasal? Yang pasti bukan karena gw sangat berniat dan bernafsu untuk baca berita di hari yang sepagi itu. Bukan juga sekedar iseng untuk mungutin koran-koran bekas yang bertebaran di pinggir jalan (ehm..secara gw pecinta lingkungan. Hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. gw berniat untuk nyari nama gw di daftar nama penerimaan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).&lt;br /&gt;Dan yang dinanti akhirnya dateng juga....nama gw tercantum di koran. Di tengah-tengah ribuan nama lainnya, yang pasti ga gw kenal (yaiyalah...). Saat itu dengan bangga gw bisa menepuk dada kerempeng gw, dan menasbihkan diri sebagai 'mahasiswa'. Akhirnya, setelah sekian belas tahun berstatus 'pelajar', 'anak sekolahan', dll..gw bisa melepas seragam dan menggantinya dengan 'baju bebas' (oke, sayangnya tidak termasuk baju renang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga kerasa, masa itu udah berlalu cukup lama. Ga kerasa udah berselang 3 tahun masa-masa gw cabut di masa latian paduan suara, untuk kemudian ngeliat abang-abang tukang cendol ketabrak vespa mabuk di deket stasiun Pondok Cina (ini kisah nyata!). Ga kerasa masa gw masih imut dan 'hijau' itu udah lewat gitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun lalu, gw masihlah mahasiswa sableng dengan motto 'ngelawak dan nongkrong only'. Euforia keterima di perguruan tinggi negeri, tiap hari dilalui dengan 'senang-senang' dan 'senang terus'.&lt;br /&gt;Gw masih inget gimana gugupnya gw waktu pertamakali disuruh presentasi makalah individu gw (yang notabene awut-awutan, setipis kembang tahu, dan tanpa dihiasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;footnote&lt;/span&gt;). Gw masih inget gimana gw bersama 'geng ancur' dengan isengnya bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dresscode&lt;/span&gt; sendiri. Di satu hari pake batik seragam SMA, besoknya pake baju pantai, besoknya pake setelan rapi (plus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blazer&lt;/span&gt;), sampe kadang suka ada senior yang menjuluki kami kelompok yang tengil...hehe. Masih juga suka gw kenang masa-masa gw piara rambut tanpa dipotong selama dua semester awal...yang berujung kepada hadirnya sosok gw yang gondrong awut-awutan, kurus, dan bahkan sampai dengan tega banyak yang ngecap gw 'tukang ngobat'!! Sial..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih inget pula masa-masa awal kuliah gw yang hancur berantakan, dipenuhi dengan cabut kelas dan nangkring di kantin. Ada satu cerita tentang ini. Gw cabut berempat bersama teman-teman gw (Oke, ada baiknya nama tiga teman itu gw samarkan dengan Mawar, Melati, dan Kamboja). Entah karena terlalu bego apa gimana, kita berempat cabut di tempat yang pasti dilalui dosen kelas tersebut selepas mengajar.&lt;br /&gt;Ga diragukan, selesai kelas...sang dosen lewat di depan kita, dan kami ke-gep!!! Berikut petikan interogasi dosen dengan kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen : Mawar, kamu kemana tadi? Kok ga masuk kelas saya?&lt;br /&gt;Mawar : Ehm, anu mas...saya bikin tugas untuk kuliah habis ini&lt;br /&gt;Dosen : Kamu Melati? Kenapa ga masuk?&lt;br /&gt;Melati : Aduh, tadi saya ga dapet kereta mas. Jadinya telat, ga sempet masuk kelas!&lt;br /&gt;Dosen : Kamboja, kamu juga kenapa?&lt;br /&gt;Kamboja : Saya....saya....saya bantuin Mawar bikin tugas mas&lt;br /&gt;Dosen : (tampak kesal karena berbagai alesan ga mutu tersebut) Kamu kenapa Indra?&lt;br /&gt;Gw : Mmmm....maaf mas. Saya khilaf..&lt;br /&gt;Dosen : .............. (malas bicara lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, diliat dari kacamata mahasiswa baru...gw ngeliat kelakuan gw sebagai tindakan konyol-konyol asik bin bodoh (sesuai moto gw dulu "ngelawak only"). Tapi kalo sekarang gw inget lagi, asli...gw ngerasa gw udah berlaku sangat kurang ajar bin biadab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hidup gw di awal kuliah, nyampah banget. Jarang banget megang bahan bacaan wajib kelas. Di kelaspun juga gitu-gitu aja. Duduk belakang, baca novel, atau terkantuk-kantuk denger penjelasan dosen sembari menulis-nulis suatu karangan bebas. kadang ada kelas yang gw suka, dan sangat gw simak penjelasan dosennya. Tapi itu jarang banget.&lt;br /&gt;Ada juga saat di kelas yang gw bener-bener ga pernah merhatiin apa yang diomongin dosen tersebut. Entah karena cara ngajar dosennya yang ga enak (dan ini diakui oleh teman-teman sekelas), atau emang gwnya sangat amat malas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang yang terik dan damai (oke, ini mengkondisikan sesuatu yang dramatis), gw sedang menghadiri kelas wajib yang males banget gw simak. Hingga sang dosen menawakan wacana : 'ayo, ada yang mau bertanya?'&lt;br /&gt;Gw melihat ada sekitar 3 tangan yang teracung ke atas. Dengan begonya gw punya niatan "Ah, banyak yang ngacung...iseng ah ikutan ngacung biar rame" ==&gt; padahal gw ga nyimak materinya sama sekali.&lt;br /&gt;Tanpa dinyana, Bu Dosen menanggapi : "Ah, mas berkacamata di belakang itu ga pernah nanya sebelumnya! Saya kasih kesempatan sekarang untuk kamu!!"&lt;br /&gt;Dan....tinggallah gw yang tergagap-gagap menyusun pertanyaan yang sebisa mungkin disambung-sambungin sama topik kuliah hari itu (yang ujung-ujungnya, pertanyaan itu makin ga jelas dan membuat Bu Dosen mengernyitkan dahi). Sumpah, waktu itu gw PANIK!!! hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarah kenapa nilai gw agak susah gw katrol sekarang. Kebanyakan main, kebanyakan becanda. Bayangin aja, mungkin pas gw masuk sekitar semester 4 atau 5, gw baru mulai berubah dalam menjalani gaya kuliah. Mulai sering nyatet, ngumpulin bahan, nyimak dosen (tapi ga lupa tetep nangkring di kantin sambil makan-minum, main kartu juga..hehe). Dapet IP lumayan sekarangpun, belum cukup untuk nutupin 'dosa' gw di semester awal. Semua emang ada timpalannya. Kalo kata Arnold Schwarzeneger, sekarang gw sedang mengalami 'Judgement Day'..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi, gw cuma bisa inget kalo masa-masa menyenangkan itu udah berlalu tiga tahun lalu. Masa-masa sering ketemu temen seangkatan, sering main bareng mereka, sering cabut kelas, sering nitip absen, sering suka-suka! hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pagi buta 24 Agustus 2009...tiga tahun lewat 4 hari setelah itu.&lt;br /&gt;Gw merindukan dulu. Gw merindukan kumpul sama temen-temen seangkatan, main futsal bareng, belajar bareng (yang ujung-ujungnya gw cuman jadi badut di situ), dan jalan bareng mereka. Naif emang, tapi di satu sisi gw menyesal dengan kelalaian (cih, bahasanya sok berat) gw di masa lalu...kelalaian yang bikin IP gw jadi susah banget buat naik. Udah kaya lomba panjat pinang yang diikutin kakek-kakek. Bisa naik, tapi beraaaaaaat banget. Tapi di sisi lain, gw dulu menikmati itu...hehe&lt;br /&gt;Sekarang gw udah mulai harus menyusun skripsi. Frekuensi ketemu temen-temen angkatan juga paling banter 2 kali seminggu, itu juga pasti ga lengkap dan ketemunya sistem cicilan. Makanya, setiap temen angkatan bikin acarapun gw yang sekarang pasti ikut. Misalnya yang terakhir pada jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Yah, mau gw sibuknya kaya apa (maklum, mahasiswa eksis dengan kepadatan waktu tingkat tinggi!! hehe) , pasti itu akan gw sempetin. Apa sih yang nggak buat temen? (Yoi, kata-kata klise...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu adik-adik mahasiswa yang sekarang mungkin baru masuk semester awal (paling banter tingkat 2)..jangan sia-siakan kuliahmu nak. Belajar yang rajin di kelas, nyatet terus ya, jangan sering cabut juga. Hehehehe&lt;br /&gt;Sering-sering juga kumpul sama temen seangkatan, karena makin taun ke atas bakal makin jarang ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa....lagi....teman.....hiks... (mendadak sensitif)&lt;br /&gt;*Tapi sumpah, gw kangen masa itu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-6819700414699024016?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/6819700414699024016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/ngomong-ngomong-soal-waktu.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/6819700414699024016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/6819700414699024016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/ngomong-ngomong-soal-waktu.html' title='Ngomong - Ngomong Soal Masa Lalu'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-9155175780055416723</id><published>2009-08-19T02:16:00.007+07:00</published><updated>2009-08-19T02:46:35.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Obscurity</title><content type='html'>Waiting it's pendant&lt;br /&gt;Swinging left, swinging right&lt;br /&gt;To hope, to despair, to joy, to grieve&lt;br /&gt;All at once in one amplitude&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, what am i doing?&lt;br /&gt;To be delirious with no cognizance&lt;br /&gt;I'm just sitting here, staring at the pendant of clarity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oui, Je prends au piege a midi de la desordre...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-9155175780055416723?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/9155175780055416723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/obscurity.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/9155175780055416723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/9155175780055416723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/obscurity.html' title='Obscurity'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7906207445085234216</id><published>2009-08-17T23:46:00.004+07:00</published><updated>2009-08-18T00:46:30.277+07:00</updated><title type='text'>17 Yang Tidak Terasa 17</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SomVL81XfiI/AAAAAAAAAII/DAxr0Zxh_gU/s1600-h/Kaos+Nasionalis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 301px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SomVL81XfiI/AAAAAAAAAII/DAxr0Zxh_gU/s320/Kaos+Nasionalis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370988063157091874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Gw memasuki 17 Agustus (tanggal sakral yang termaktubkan dalam sejarah sebuah negara bernama  "Indonesia") dengan terus terjaga, dan baru terlelap pukul 05.00 dinihari.&lt;br /&gt;Bangun di siang hari sekitar pukul 12.00 siang, gw melewatkan semua kesakralan tanggal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...gw tidak merasakan gemah ripahnya acara-acara perayaan ulang tahun negara ini, tidak juga memerhatikan ritual suci pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Negara.&lt;br /&gt;Apakah gw menyesal? Tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sebut gw anti-nasionalis, anti-patriotisme kek, atau anti lain apalah yang berasosiasi dengan penolakan cinta gw pada negara.&lt;br /&gt;Gw cinta, tapi bukan kepada sesuatu yang simbolis tanpa realisasi.&lt;br /&gt;Gw cinta, tapi bukan kepada intepretasi dangkal terhadap frase 'kebebasan bernegara'&lt;br /&gt;Gw cinta, tapi bukan kepada bayang semu kemerdekaan&lt;br /&gt;Demi Tuhan, gw cinta negara gw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja...gw terlalu prihatin untuk melihat ritual yang tampaknya dijalani dengan setengah hati, dan dilakukan di atas 'kemerdekaan' yang dilakukan dengan 'tidak merdeka' pula.&lt;br /&gt;Mungkin 'prihatin' juga kata yang terlalu kasar untuk dipergunakan. Yah, sebut saja...gw malas untuk melihat sesuatu yang sangat mirip dan bisa ditayangkan berkali-kali lewat video usang yang mungkin dibuat sekitar 2 atau 3 tahun lalu.&lt;br /&gt;Ritual yang dikonsep dan dibungkus dengan semangat patriotisme, namun dijalankan di tengah segala kebimbangan dan justru tidak mengejewantahkan nilai patriotisme itu sendiri. Buat apa ada upacara kenegaraan dengan simbolisasi kecintaan kepada negara, sementara 'kemerdekaan' kita sendiri dijual untuk perut orang asing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw bukan pembenci 17 Agustus. Gw bukan pembenci Upacara Kenegaraan. Gw bukan pembenci Indonesia.&lt;br /&gt;Seperti yang tadi udah gw bilang dengan membubuhkan penyumpahan : Demi Tuhan, gw cinta negara gw!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7906207445085234216?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7906207445085234216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/17-yang-tidak-terasa-17.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7906207445085234216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7906207445085234216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/17-yang-tidak-terasa-17.html' title='17 Yang Tidak Terasa 17'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SomVL81XfiI/AAAAAAAAAII/DAxr0Zxh_gU/s72-c/Kaos+Nasionalis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-4275706509153164738</id><published>2009-08-10T03:43:00.002+07:00</published><updated>2009-08-18T00:49:51.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Membangun Kapitalisme di atas Rasisme</title><content type='html'>&lt;span&gt;*Ditulis dalam rangka presentasi untuk kelompok diskusi sosial bernama Astina, yang saya rintis bersama beberapa teman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Rasisme dalam Sejarah dan Batasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Let’s Kick Racism Out Of Football!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu kira-kira jargon yang beberapa tahun belakangan marak dalam dunia persepakbolaan internasional. Anda tidak hanya akan menemukannya di dalam spanduk pembukaan pertandingan sepakbola bergengsi saja, melainkan juga pada pembukaan game komputer sepakbola sekalipun. Tidak hanya itu, para pemain sepakbola terkemuka juga kerapkali menggunakan gelang tangan dengan warna hitam dan putih saling bertautan, simbolisasi atas penentangan aksi rasisme di dunia sepakbola.&lt;br /&gt;Hal itu serempak seakan menjadi tren, karena banyak sekali insiden berbau rasisme di tengah megahnya kompetisi sepak bola skala dunia. Target para kaum rasis tersebut tentulah para pemain berkulit hitam. Mulai dari sekedar cemooh menirukan suara monyet, hingga melempar kulit pisang kepada pemain yang bersangkutan. Tragis? Mungkin iya.&lt;br /&gt;Contoh di atas hanyalah sebuah kulit muka dari kasus rasime yang telah menjadi sejarah panjang dalam sekelumit kehidupan manusia. Tetapi tentu anda tidak akan bisa menyebut kasus di atas sebagai suatu hal yang ‘tragis’ apabila membandingkan dengan penyiksaan dan pembantaian Hitler atas orang-orang Yahudi di tengah berkobarnya perang dunia kedua.&lt;br /&gt;Lantas apakah itu rasisme? Apakah sebuah bentuk hegemoni dari manusia berkulit putih terhadap kulit hitam? Atau bisa jadi merupakan lambang supremasi sebuah etnis terhadap etnis lainnya tanpa memedulikan warna kulit?&lt;br /&gt;Terus terang, sedikit sumber buku yang sepaham dalam menentukan basis penggolongan tindakan rasisme. Namun dari kesemuanya, buku dari George M. Frederickson berjudul Racism : A Short History menjadi satu dari sekian karya tulis lain yang mengungkit mengenai bersyukurnya umat Kristen di masa awal, atas penemuan orang Afrika. Mereka justru bergembira karena menganggap hal tersebut sebagai kebesaran Tuhan yang termaktubkan di dalam Alkitab, dan kemudian ditindaklanjuti dengan munculnya paham ‘kesetaraaan bagi SEMUA umat manusia’ di tengah umat Kristen. Euforia inilah yang ditangkap oleh seorang antropolog bernama Frank Snowden, sehingga muncul pendapat awal bahwa rasisme tidak didasarkan atas perbedaan warna kulit.&lt;br /&gt;Namun begitu, rasisme awal atas umat Yahudi justru juga berasal dari kaum Kristen. Kaum Yahudi ditengarai menolak Yesus Kristus sebagai Sang Mesias, dengan menerima Kitab Perjanjian Baru yang dianggap lebih terlegitimasi dan mempunyai substansi penting dibandingkan Kitab Perjanjian Lama. Hal itu dinilai sebagai sebuah pengingkaran atas penyaliban dan wafatnya Yesus sebagai tumbal atas dosa seluruh manusia. Atas hal itulah, maka umat Yahudi dianggap sebagai kriminal, termasuk sampai kepada keturunannya sekalipun.  Segera pada masa itu, kaum Yahudi seakan menjadi tumbal atas segala hal buruk yang dialami oleh umat Kristen. Oleh karena itulah maka umat Yahudi harus menerima ‘dosa’ dari para leluhur mereka, bahkan hingga saat ini.&lt;br /&gt;Segera setelah itu, pada akhir abad pertengahan, terjadi penaklukan besar-besaran pasukan Umat Kristen atas benua-benua yang sebelumnya tidak pernah mereka singgahi. Di sinilah mulai terjadi pergeseran nilai – nilai ‘kesamaan bagi SEMUA umat manusia’ tersebut. Hal ini yang disebut oleh seorang sejarawan bernama Robert Bartlett sebagai penjelas atas dominasi umat Kristen (yang semuanya saat tu masih ‘berkulit putih’) terhadap penduduk asli dari daerah yang mereka taklukkan, termasuk Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;Hingga di titik inilah maka rasisme bukan merupakan sesuatu yang hanya dibebankan kepada umat Kristiani saja, melainkan menjadi sesuatu yang meluas kepada konotasi “supremasi kulit putih terhadap kulit hitam”. Penggolongan atas ciri fisik ini yang kemudian menjadi lebih menonjol dalam pemahaman rasisme secara umum. Belum pula apabila ditambahkan cerita bahwa orang Inggris tidak menganggap suku Aborigin sebagai manusia, pada masa awal kedatangan mereka ke Australia. Kecenderungan ‘warna kulit’ ini selanjutnya dipahami sebagai sesuatu yang lebih spesifik dari sebuah gagasan luas yang mendasari perbedaan atas sebuah ‘ras’. Hal inilah yang kemudian menyebabkan rasisme digolongkan sebagai sebuah  Etnosentrisme dalam bentuk yang lebih jauh didorong ke depan, dan bahkan cenderung mencapai titik ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Kapitalisme Berkaki Rasisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percayakah Anda bahwa kapitalisme yang sekarang berkembang menggurita, berdiri di atas ‘satu fondasi kuat’ yang bernama rasisme? Percayakah Anda bahwa rasisme merupakan elemen penting di balik perkembangan kapitalisme di masa-masa awal? Tentu saja, benang merah yang menghubungkan kedua konsep tersebut akan sangat mudah kita tangkap sebagai ‘eksploitasi’.&lt;br /&gt;Penaklukan masyarakat kulit putih Eropa ke berbagai benua seperti Amerika, Asia, Afrika dan Australia pada akhirnya menempatkan masyarakat lokal (indegeneous people) sebagai warga kelas dua dan berujung kepada pendayagunaan mereka hanya sebagai alat produksi belaka.&lt;br /&gt;Akan banyak sekali contoh kasus yang bisa kita ambil. Misalnya orang kulit hitam yang dijadikan budak dan buruh tani di Amerika pada abad 18. Buruh tani kulit hitam tersebut bekerja di perkebunan kapas untuk tuan tanah (tuan tanah di sini tentu  berkulit putih), dan selepas dari bekerja di perkebunan kapas, mereka juga diharuskan bekerja untuk industri pemintalan benang. Semuanya dilakukan oleh kaum kulit hitam untuk kepentingan industrialisasi kulit putih. Mereka diperjualbelikan dan dianggap sebagai binatang apabila membangkang. Hal inilah yang kemudian timbul sebagai pemicu Perang Sipil di Amerika Serikat pada masa kepemimpinan presiden Abraham Lincoln.&lt;br /&gt;Para korban bukan hanya berasal dari kaum kulit hitam. Tidak usahlah kita melihat terlalu jauh lagi keluar, sementara masyarakat Indonesiapun sebagai si kulit kuning seakan sudah kenyang dengan tindakan serupa pada masa kolonialisme. Barangkali kita sudah terlalu sering membaca bagaimana para leluhur kita harus bekerja siang-malam penuh derita di perkebunan kolonial. Setidaknya perkebunan milik bangsawan yang telah bekerja sama dengan pemerintahan kolonial. Sebuah cerita klasik yang seakan sudah menjadi doktrin bagi kita bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa terjajah yang hanya menjadi budak untuk mengisi pundi-pundi kekayaan pihak asing. Entah pemerintah kolonial, maupun kongsi dagang luar sekalipun. Akhirnya di Indonesia sendiri terjadi kondisi yang setali tiga uang dengan kejadian yang terjadi di berbagai belahan negara-negara terjajah lainnya.&lt;br /&gt;Pemanfaatan masyarakat kelas dua inilah yang dianggap sebagai sesuatu yang sangat menguntungkan. Toh tenaga kerja yang mereka daya gunakan dari masyarakat non-kulit putih sangatlah murah. Cukup dengan memberi makan seadanya, industri bisa terus berjalan dan mereka tetap dapat memenuhi permintaan produksi. Sesederhana itulah mekanisme kapitalisme bekerja di atas sebuah tindakan rasisme besar-besaran.&lt;br /&gt;Padahal apabila ditarik ke belakang dalam deskripsi dasar dari kapitalisme, maka kita akan mendapatkan serangkaian kalimat yang mungkin terdengar indah seperti : adanya kesamaan hak bagi setiap individu untuk mengejar dan memperoleh keuntungan dan kepemilikan pribadi. Namun, justru pada pemahaman dasar inilah saya melihat bahwa telah terjadi pencederaan yang fatal dari nilai-nilai dasar tersebut. Bagaimana mungkin kesetaraan kesempatan akan diperoleh oleh mereka yang dianggap sebagai ‘bukan manusia’? Bagaimana mungkin si kuning yang notabene jauh lebih inferior daripada si putih, memiliki kesempatan untuk memperoleh kepemilikan pribadi?&lt;br /&gt;Pola pikir diskriminatif itulah yang telah membuat paham kapitalisme dasar tersebut seakan telah diselewengkan menjadi jauh melampaui akarnya. Pada posisi inilah saya meletakkan argumen saya bahwa periode awal perkembangan kapitalisme telah berubah menjadi sebuah konsepsi yang munafik dengan mengingkari paham ‘kesetaraan bagi setiap individu’, yang justru menjadi inti gagasan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Dengan demikian, menjadi jelaslah bahwa arogansi para pemilik modal dan industrialis seakan telah mengubur isu rasisme jauh ke dalam wacana yang tidak pernah akan muncul melampaui hitung-hitung keuntungan yang mereka peroleh dari hasil industri mereka. Pengabaian atas rasisme melestarikan tumbuh kembangnya nilai kapitalisme, sehingga memiliki pondasi yang cukup kuat untuk terus berada pada posisi yang kokoh. Bahkan hingga saat ini.&lt;br /&gt;Pada masa modern ini, para pekerja non-kulit putih kerapkali masih mendapatkan perlakuan yang tidak setimpal dengan pekerja kulit putih. Lagi-lagi saya akan mengambil contoh yang terjadi di Amerika Serikat, atas dasar pertimbangan bahwa di negara itulah kapitalisme berkembang seakan menjadi hal yang fundamental dan secara nyata tumbuh dengan pesat. Secara umum, ada tiga hal yang dapat didiagnosa sebagai rasisme demi kepentingan kapitalisme di dalam sebuah industri. Ketiga hal tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Pekerja kulit hitam dibayar lebih rendah dibandingkan dengan pekerja kulit putih untuk sebuah pekerjaan yang identik.&lt;br /&gt;2. Kemampuan kerja masyarakat kulit hitam seringkali tidak dipergunakan sesuai dengan potensinya. Misalnya, mereka hanya akan dipekerjakan untuk sebuah posisi rendah atau mereka hanya akan memeroleh pekerjaan dengan gaji yang rendah.&lt;br /&gt;3. Pekerja kulit hitam harus membayar sewa yang lebih tinggi untuk sebuah rumah yang berkualitas di bawah, atau minimal setara, dengan rumah yang dihuni oleh masyarakat kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, penulis seperti John Gabriel mengajukan contoh seperti yang terjadi di rumah makan cepat saji McDonald di Amerika Serikat dan Inggris. Wacana awal yang dilemparkan oleh McDonald adalah tidak adanya eksploitasi dan kesempatan yang setara bagi semua pekerjanya, termasuk untuk kalangan minoritas sekalipun. Gabriel melakukan penelitian dengan mengadakan wawancara kepada dua karyawan McDonald berkulit hitam dan memiliki jabatan manajerial di restoran cabang McDonald. Keduanya mengakui bahwa di dalam pengelolaan staffnya, McDonald menerapkan apa yang disebut mereka sebagai ‘serahkan kepada diri sendiri’.  Artinya, McDonald memberi keterbukaan kepada semua pegawainya untuk bekerja sesuai dengan potensi mereka sendiri, dan bagi setiap mereka yang menonjol akan mendapatkan posisinya masing-masing. McDonald sendiri dianggap sebagai restoran cepat saji pertama yang menerapkan prinsip kerja seperti ini.&lt;br /&gt;Namun apabila ditarik lebih jauh lagi, kesempatan kerja ‘luas’ yang diajukan oleh McDonald sendiri pun sebenarnya masih tetap memiliki kecenderungan kepada kesempatan yang ‘sempit’ terhadap para pekerja minoritas. Dua pegawai kulit hitam yang menduduki jabatan manajerial tersebut hanyalah mereka yang sangat beruntung di antara mayoritas besar manajer kulit putih. Kesempatan yang ditawarkan berujung seolah semu. Bukan regulasi dari McDonald yang membuat hal tersebut terjadi, melainkan dampak dari sistem sosial yang ternyata masih rasislah yang membuat kesempatan itu lagi-lagi sulit untuk digapai. Daya saing yang dimiliki oleh pekerja kulit hitam tersebut tidak seimbang, karena pada kenyataannya pola hidup mereka masih di bawah pekerja kulit putih. Banyak yang melandasi faktor ini, misalnya penghasilan orang tua mereka yang tidak seberapa, tinggal di lungkungan yang relatif lebih kumuh dibandingkan pekerja kulit putih, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, rasisme secara sosial tersebut tetap menutup kemungkinan mereka untuk mengejar apa yang disebut sebagai ‘kepemilikan pribadi’. Mereka akan tetap bekerja untuk kepentingan individu yang lebih superior lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah jelas bahwa rasisme merupakan salah satu elemen penting dalam berkembangnya kapitalisme. Bukan hanya kapitalisme yang secara langsung melakukan eksploitasi kepada apa yang disebut sebagai ‘masyarakat kelas dua’, tetapi juga menurunnya daya saing dari masyarakat kelas dua tersebut akibat rasisme sosial secara keseluruhan, yang seakan telah menjadi lingkaran setan.&lt;br /&gt;Hal ini juga menimbulkan sebuah penyelewengan dan intepretasi mengenai ‘kebebasan individu untuk mengejar kepemilikan pribadi’ dengan menambahkan syarat dan kondisi tertentu. Artinya bukan kebebasan murni yang dianut oleh kaum kapitalis, melainkan cenderung direalisasikan sebagai sebuah kebebasan bersyarat. Syarat yang berlaku di sini sangat variatif. Secara luas, syarat ini dapat dilihat atas kedudukan dalam lingkungan sosial. Memang, masyarakat minor masa modern ini telah dianggap untuk layak untuk ikut serta dalam kebebasan tersebut. Namun sejauh Mana mereka akan bisa mengejarnya, di tengah kondisi yang serba terbatas?&lt;br /&gt;Pada akhirnya mereka hanya akan tetap bekerja sebagai alat produksi industri saja. Sejauh mereka berusaha memeroleh kebebasan murni tersebut, sejauh itu pula kapitalisme akan terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dennis, Benjamin dan Anita K. Dennis. Slaves to Racism : An Unbroken Chain from America to Liberia. (New York : Algora Publishing. 2008 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frederickson, George M.. Racism : A Short History. (New Jersey : Princeton University Press. 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabriel, John. Racism, Culture, Markets. (London : Routledge University. 1994 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reisman, George. Capitalism : The Cure for Racism. www.capitalism.netexcerpts1-931089-07-8.pdf (diakses pada tanggal 26 Juli 2009, pukul 23.12)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-4275706509153164738?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/4275706509153164738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/membangun-kapitalisme-di-atas-rasisme_7747.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4275706509153164738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4275706509153164738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/membangun-kapitalisme-di-atas-rasisme_7747.html' title='Membangun Kapitalisme di atas Rasisme'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2982333598109015353</id><published>2009-08-09T06:44:00.003+07:00</published><updated>2009-08-09T07:42:31.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Secuplik Review dari Java Rockingland (Day Two Only!!)</title><content type='html'>Java Rocking Land 2009, 8 Augustus 2009&lt;br /&gt;Venue : Pantai Karnaval, Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw beli tiket acara ini tanpa ragu sekalipun. Untuk tanggal yang gw incer, paling nggak ada 2 band yang sangat gw tunggu aksinya di panggung : Secondhand Serenade sama Mr.Big. Kalaupun gw nonton yang lain, itu gw anggep sebagai bonus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secondhand dijadwalin untuk main jam 20.30 - 21.45 dan Mr.Big untuk pukul 23.00-00.00&lt;br /&gt;Entah emang gw ga terlalu niat apa gimana, tapi kok ya gw nyampenya di venue itu pas jam 20.00 kurang ya? Artinya emang gw melewatkan performer yang lainnya, dan terkesan emang cuma mau nonton dua band itu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum venue-nya oke, dan menurut gw, Java udah milih Pantai Karnaval dengan desain panggung yang pas buat event kaya gini. Lokasi dan konsep tempatnya, sedikit banyak ngingetin gw sama Woodstock. Untuk artis yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perform&lt;/span&gt;? Ha...jawabannya ada dua bentuk, dan dua-duanya kontras banget! Berikut sedikit ulasan singkat mengenai performa panggung band-band yang gw tonton :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Secondhand Serenade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gw berharap banyak sama mereka untuk bisa bikin gw yang baru dateng ini, jadi 'hot' dan kebawa suasana. Di lagu pertama, harapan gw kayanya bakal terwujud. Lagu 'Your Call' langsung digeber, dan dimainkan dengan rapi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jamming&lt;/span&gt; mereka untuk pemanasan sebelum lagu itu juga cukup oke. Tapi entah...mulai lagu kedua sampai lagu terakhir, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; gw malah jeblok ga karuan! Cukup banyak  kekurangan dari performa mereka.&lt;br /&gt;Yang pertama lebih ke sosok John Vesely yang ga kreatif dan di setiap jeda lagu cuma bilang '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thank you Jakarta&lt;/span&gt;' atau '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thank you Indonesia&lt;/span&gt;'. Terkadang cuma ditambahin beberapa kalimat dengan logat Inggris agak aneh yang malah cuma kaya terdengar sebagai gumaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan berikutnya (dan paling fatal) adalah masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt;!! Disinilah momok sebenernya yang menjadi penghancur mood gw dan mungkin banyak orang lainnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sound&lt;/span&gt;-nya terdengar agak berantakan, dan sangat amat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;treble&lt;/span&gt; sekali...kedengaran tajam dan sakit di kuping. Terutama untuk suara gitar sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crash&lt;/span&gt; drum-nya. Waaahhh, pedes pokoknya di kuping! Makanya agak disayangkan kalo denger lagu yang harusnya oke dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; yang bising banget.&lt;br /&gt;Dan yang makin fatal, seringkali terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overgain&lt;/span&gt;, jadinya suara 'kresek-kresek' di beberapa bagian lagu. Malahan ga cuma sekali-dua kali suara gitar sama bass-nya mati sama sekali! Kacau deh tuh masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang bikin gw agak heran lagi...mereka kayanya ga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy&lt;/span&gt; pas bawain lagu mereka sendiri. Entah kenapa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feel&lt;/span&gt;-nya kurang dapet. Mereka sempat bawain satu lagu orang lain (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fix You&lt;/span&gt;-nya Coldplay), dan itu jauh lebih asyik dan dapet sambutan yang lebih meriah ketimbang mereka bawain lagu sendiri.&lt;br /&gt;Gw ga mau nyalahin Secondhand juga sih. Mungkin mereka lagi apes aja, dan untuk masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; mungkin emang operator Java-nya yang ngaco. Tapi tetep, penampilan mereka...cukup mengecewakan gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mother Jane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gw denger band ini bener-bener secara ga sengaja. Secara emang gw ga tahu menahu samasekali tentang band ini. Pas itu kebetulan gw lagi cari makan di deket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stage&lt;/span&gt; mereka manggung. Sambil ngantri, kok tanpa sadar gw menikmati musik dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stage&lt;/span&gt; sebelah ya? Langsung gw buka jadwal dan ngeliat nama 'Mother Jane' di situ. Gw pertama agak kaget setelah tahu mereka itu band dari India. Tapi gila banget pas gw dengerin lagu-lagunya. Progresif, dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beat&lt;/span&gt; dan beberapa bagian yang ngingetin gw sama Dream Theater. Performa mereka juga rapi luar biasa, sampe gw sempet curiga....jangan-jangan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lip sync&lt;/span&gt;? Hahaha...tapi gw buang pikiran bodoh itu setelah gw melihat penampilan mereka dengan lebih seksama. Dan di sinilah gw mulai amat tertarik dengan band 'asing' ini, serta mulai berusaha untuk mencari lagu-lagunya (bahkan sekarang lagi coba cari di 4shared!!! hahahaha..memang mental pembajak)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mr.Big&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sulit dapet ruang kosong di depan panggung mereka. Mentok, gw cuma bisa sampai di tengah-tengah dengan dikepung kepengapan luar biasa. Sebelum mereka mulai, panitia maju dan minta kita nyanyi lagu 'Indonesia Raya'. Tepat setelah lagu itu selesai dilantunkan, Mr.Big masuk ke panggung disambut teriakan histeris massa (termasuk gw sih...hehe). Seperti yang gw harapkan...mereka semua lengkap. Pada awalnya, Eric Martin sang vokalis langsung ngenalin satu-satu personilnya : This is Mr.Billy Sheehan! (bahkan dia pake celana kebangsaannya : kulit ketat, warna merah kinclong), This is Mr. Pablo Gilbert, and This is Mr. Torpey!!!!.&lt;br /&gt;Selesai kenalan, mereka langsung menghentak dengan lagu "Daddy Brother Lover Little Boy" yang disambut dengan tangan-tangan yang mengacung ke atas dan hentakan kaki dan kepala (lho?).&lt;br /&gt;Secara umum, lagu mereka mengalir sangat lancar dengan variasi luar biasa pada setiap jeda lagunya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sound&lt;/span&gt; yang sangat baik (walaupun ga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perfect&lt;/span&gt; banget sih) dan terutama....skill teknik mereka yang sama sekali belum mengendur di usia senja. Eric Martin masih bisa mengeluarkan lengkingannya, dan Gilbert belum kehilangan kecepatan tangannya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grip&lt;/span&gt; gitar.&lt;br /&gt;Yang makin oke, seringkali Paul Gilbert &lt;span style="font-style: italic;"&gt;battle&lt;/span&gt; lawan Billy Sheehan. Ada adegan keren saat Gilbert ganti gitar dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;double neck&lt;/span&gt; dan seolah Sheehan ga mau kalah dengan ganti bass jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;double neck&lt;/span&gt; juga! Performa panggung mereka atraktif luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak kegilaan ada saat mereka bubar ke balik panggung, dengan salah satu kojo utama mereka yang belum dinyanyiin, yaitu : 'To Be With You'.&lt;br /&gt;Teriakan-teriakan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We want more!!!&lt;/span&gt;' mengalir dari seluruh penjuru.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Eric Martin masuk lagi disusul semua personil...seakan berlagak baru mau mulai manggung untuk pertamakalinya. Dan lagi-lagi Eric Martin ngomong :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This is Mr.Billy Sheehan, This is Mr.Paul Gilbert, This is Mr. Pat Torpey, And Me? I am....the one who wants to be with you...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi, massa histeris dan melanjutkan malam sambil terus menyanyi hingga suara mereka menjadi habis.. (termasuk gw juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started a disappointing night with Secondhand, but end up in wonderful night with Mr.Big!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2982333598109015353?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2982333598109015353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/secuplik-review-dari-java-rockingland.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2982333598109015353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2982333598109015353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/secuplik-review-dari-java-rockingland.html' title='Secuplik Review dari Java Rockingland (Day Two Only!!)'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-3615270560460815503</id><published>2009-08-05T00:19:00.003+07:00</published><updated>2009-08-05T01:11:19.228+07:00</updated><title type='text'>Amuk</title><content type='html'>Dandy yang tempramental...mungkin ga pernah keliatan pada beberapa tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw yang dikit-dikit selalu menukas dengan emosi..dan yang dikit-dikit bawaanya pingin marah mulu.&lt;br /&gt;Masa itu udah jauh gw tinggal di belakang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Be a nice person, smile at peoples, having well controlled emotion&lt;/span&gt;. Itu yang berusaha gw wujudkan dalam mencapai kedewasaan gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ga tau kenapa, belakangan gw ngerasa agak sedikit 'ketarik' ke belakang. Ke masa gw dulu. Masalah numpuk dikit, pasti pelampiasannya jadi amukan dan bawaannya pingin mukul sesuatu (kalo nggak seseorang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas di ingetan gw, gimana dulu gw pernah mukul temen SD gw hanya gara-gara dia nyolong buku gw. Bahkan gwpun masih inget bagaimana dia nangis kesakitan, dan nangis gara-gara ngerasa hukuman yang dia terima ga setimpal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;For God' sake!!! It's only stealing a book, not even stealing my money or my wallet!!&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Atau gw yang pernah berantem sama kakak gw sendiri yang beda umur nyaris 7 tahun. Waktu itu gw masih SMP, dan dia udah kuliah. Karena suatu masalah kecil, gw marah dan ngajakin dia ribut. Bahkan gw yang mulai nampol dia duluan. Dia ngebales, kita tampol-tampolan dan akhirnya....kalahlah gw dengan berujung terkapar di lantai rumah sambil nangis. Tangis gw bukan karena sakit dipukul, bukan juga karena gw ngerasa bersalah. Tapi kekecewaan mendalam karena gw merasa sangat lemah, dan pikiran bahwa : apabila saat itu gw lebih kuat...tentu dia yang akan terkapar di lantai, bukan gw!&lt;br /&gt;Beranjak ke masa SMA. Disinilah gw mulai menemukan ketenangan di dalam diri gw. Kendati di masa inipun, gw juga pernah ribut untuk satu hal yang seharusnya ga perlu berujung pada adu jotos. Saat itu gw lagi berdiri di balkon sekolah, ngelamun sambil memandang ke lapangan bawah. Tiba-tiba ada seorang teman yang iseng, nepuk punggung gw dengan sangat keras. Pas gw nengok, dia pura-pura bukan dia yang ngelakuin dengan bersikap seolah munggungin gw. Ngerasa ga suka, gw juga melakukan 'tepukan' balik ke punggung dia dengan jauh lebih keras lagi (bunyinya udah bukan 'pak' tapi udah 'bug'). Dan ujung-ujungnya....haha, saling adu 'tepuk'. Lagi-lagi, masalah kecil ga jelas yang udah berdampak kepada keributan yang gw picu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amukan kaya gitulah yang menurut gw sangat ga wajar, dan yang pingin gw buang jauh-jauh ke masa lalu. Ga akan gw bawa ke masa sekarang.&lt;br /&gt;Nyatanya, belakangan gw ngerasa sangat ingin untuk marah. Hal kecil, masalah kecil, ditambah sedikit masalah kecil lainnya, ditambah sedikit keresahan lain...bawaannya pingin meledak. Gw ngerasa kalo gw sedikit kehilangan kontrol atas diri gw sendiri.&lt;br /&gt;Mikir, terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stuck&lt;/span&gt; dikit..bawaanya ngomel. Sambil menggerutu, gw mukul kursi yang gw dudukin. Agak sedikit susah buat nenangin diri.&lt;br /&gt;Resah dikit, bawaanya berujung kepada marah-marah. Omongan jadi ga nyantai, cenderung nyolot. Gw sendiri juga ga tau kenapa...tiba-tiba gw jadi se&lt;span style="font-style: italic;"&gt;moody&lt;/span&gt; ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What now? Am I really in the deep shit??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;...Gw berharap gw ga terjerumus makin jauh ke dalam 'shit' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw resah, tapi gw masih megang kontrol.&lt;br /&gt;Bukan emosi dan tempramen yang menang atas gw, tapi gw yang mengatur saat-saat kemunculan mereka.&lt;br /&gt;Gw bos nya. Gw yang berkuasa. Gw yang megang mereka..kendati ga tau sampai kapan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-3615270560460815503?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/3615270560460815503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/amuk.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3615270560460815503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/3615270560460815503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/amuk.html' title='Amuk'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-990598257624218202</id><published>2009-08-01T02:56:00.042+07:00</published><updated>2009-08-05T23:42:35.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Orange Latte's New Three Songs! Enjoy!</title><content type='html'>Dengan kecepatan yang luar biasa...dalam seminggu ini &lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/orange-latte-mafia-jazz-music.html"&gt;Orange Latte&lt;/a&gt; (OL), sudah merampungkan  rekaman untuk 3 (baca : tiga) lagu barunya! Yeaaaayyy!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm, proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recording&lt;/span&gt; yang kita lakukan di sini masih terbatas pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home production &lt;/span&gt;dan bukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; studio production&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Artinya, proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;take&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recording&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mixing&lt;/span&gt; kami lakukan dengan komputer pribadi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;software&lt;/span&gt; sendiri pula, seperti Cool Edit Pro, dll. Apabila  masih sedikit terasa kasar, harap maklumlah...namanya juga rekaman hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home production&lt;/span&gt;! Hehehe (alasan yang bagus bukan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena OL formasi saat ini memutuskan untuk beralih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;genre &lt;/span&gt;&lt;span&gt;menjadi chill/mobster jazz&lt;/span&gt;, maka tiga lagu inilah yang kami ajukan sebagai lagu pertama..dan dengan segala hormat pada personil OL pendahulu dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the founding fathers&lt;/span&gt;, lagu-lagu OL sebelum tiga di bawah ini biarlah menjadi masa lalu dan kenangan indah mereka (hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang masih kurang dari lagu-lagu ini adalah masih adanya ruang kosong yang belum diisi suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flute&lt;/span&gt;, karena kebetulan Carol sang pemain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flute&lt;/span&gt; kami sedang berada di Yogyakarta untuk kuliah. Jadi kami terpaksa harus menunggu kepulangan dia ke Jakarta untuk bisa merampungkan lagu Orange Latte yang seutuhnya dan menampilkan diri kami yang 'setelanjangnya' kepada kalian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah  sedikit ulasan dan contoh lagu baru kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Rain Song&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini Rain Song merupakan lagu Orange Latte yang paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy listening&lt;/span&gt; dan sederhana. Tidak banyak menggunakan progresi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chord&lt;/span&gt; yang aneh. Memang sedikit njelimet, tapi progresinya tidak terlalu banyak. Tidak banyak memasukkan melodi dan bass yang ribet juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi : Versi instrumental mengandalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; yang sedikit treble pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;main lead&lt;/span&gt;nya, memberi kesan optimis dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh&lt;/span&gt; pada suasana lagunya. Namun kalau ingin menikmati kesan yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow&lt;/span&gt; dan mendalam...silahkan dengarkan versi vokal yang menawarkan suara sedikit berat pada awal hingga tengah lagu, dan perlahan meninggi hingga mencapai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;falset&lt;/span&gt; pada titik puncak lagu ini! (oke, sedikit lebay..tapi kurang lebih begitulah maksudnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sites.google.com/site/dandypradana/numpang-hosting-bro-/OrangeLatte-RainSong%28Instrumental%29.mp3?attredirects=0"&gt;Orange Latte - Rain Song (Instrumental)&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;span class="block" style="margin-left: 0px ! important;"&gt;&lt;code class="plain"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;span class="block" style="margin-left: 0px ! important;"&gt;&lt;code class="plain"&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sites.google.com/site/dandypradana/numpang-hosting-bro-/OrangeLatte-RainSong%28Vocal%29.mp3?attredirects=0"&gt;Orange Latte - Rain Song (Vocal)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Director is Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lagu ini mungkin tidak terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy listening&lt;/span&gt; dan sedikit memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; yang agak 'tua' (baca : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oldies&lt;/span&gt;). Tapi tepat pada lagu inilah Orange Latte mewartakan musiknya. Lagu inilah yang mencirikan aliran Chill/Mobster Jazz yang kami geluti. Dan lagu-lagu seperti inilah yang ke depannya akan banyak kami produksi. Progresi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; chord&lt;/span&gt; yang cukup ribet dan unik, ditambah dengan permainan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walking bass&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; senada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;swing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bossanova&lt;/span&gt;. Belum lagi apabila kita mendengar vokal berat khas wanita jaman dulu (ya, vokalis kami memang diduga sebagai ibu-ibu berpenampilan mahasiswi!).&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;intro&lt;/span&gt; saja kita bisa mendengar permainan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keyboard&lt;/span&gt; dengan tempo yang agak nyeleneh dan progresif. Tepat setelah berakhirnya intro, kita akan langsung 'dihajar' oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;walking bass&lt;/span&gt; dan petikan gitar treble yang tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;smooth&lt;/span&gt;. Akan menjadi lebih segar apabila ditambahkan alunan flute pada bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bridge&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://sites.google.com/site/dandypradana/numpang-hosting-bro-/OrangeLatte-TheDirectorisMe.mp3?attredirects=0"&gt;Orange Latte - The Director is Me&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Tertarik dengan Orange Latte?&lt;br /&gt;hendak menghubungi untuk info atau reservasi?&lt;br /&gt;Hubungi Dandy : 02199586031/08999333285&lt;br /&gt;Atau Email : Orangelatteku@yahoo.com ; Dandy.Pradana87@Yahoo.com&lt;br /&gt;Thanks!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://sites.google.com/site/dandypradana/numpang-hosting-bro-/%20%20%20%20%20Tertarik%20dengan%20Orange%20Latte?%20Hubungi%20gw%20di%2008999333285/02199586031%20atau%20via%20email%20:%20dandy.pradana87@yahoo.com%20%20Komen%20dipersilakan...Terima%20Kasih%21%20%3Cspan%20style="&gt;&lt;span&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;span class="block" style="margin-left: 0px ! important;"&gt;&lt;code class="plain"&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://mediaplayer.yahoo.com/js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;span class="block" style="margin-left: 0px ! important;"&gt;&lt;code class="plain"&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-990598257624218202?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/990598257624218202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/orange-lattes-new-three-songs-enjoy.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/990598257624218202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/990598257624218202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/08/orange-lattes-new-three-songs-enjoy.html' title='Orange Latte&apos;s New Three Songs! Enjoy!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8096437796518745376</id><published>2009-07-29T02:18:00.004+07:00</published><updated>2009-07-29T02:29:59.328+07:00</updated><title type='text'>Not In A Good Mood</title><content type='html'>Haha, sembari gw posting dua biji yang terakhir sebelum ini...gw sedang berada dalam mood yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena suatu hal yang ga bisa untuk gw ceritain, sekitar jam setengah 11 tadi malem, mood gw berubah drastis. Gw tau, mungkin degradasi mood itu terjadi untuk sesuatu yang ga penting. Sesuatu yang sebenernya bisa terjadi kapan aja, bahkan mungkin gw sering bikin orang lain kaya gitu.&lt;br /&gt;Gw juga heran, kenapa gw bisa anjlok gitu secara tiba-tiba. Tapi ga taulah...it's just happen.&lt;br /&gt;Itulah kenapa gw ngabisin waktu untuk nulis yang sebenernya ga penting juga.&lt;br /&gt;Paling nggak, itu udah sedikit nge-legain gw. Masih bad mood, tapi much better sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha, dan kembali gw meracau di pagi hari. Cerita-cerita ga jelas.&lt;br /&gt;Damn! Cape gw...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8096437796518745376?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8096437796518745376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/not-at-good-mood.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8096437796518745376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8096437796518745376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/not-at-good-mood.html' title='Not In A Good Mood'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1707457554579321214</id><published>2009-07-29T01:53:00.004+07:00</published><updated>2009-07-29T02:14:02.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>MANGSTABB.....MR.BIG SEJAM PENUH DAN PAUL GILBERT!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.junkonline.net/assets/0002/3386/javarockin_std.JPG?1245395409"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 465px; height: 626px;" src="http://www.junkonline.net/assets/0002/3386/javarockin_std.JPG?1245395409" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayanya ga rugi gw beli ticket &lt;a href="http://www.javarockingland.com/2009/schedule2009.php?action=all"&gt;Java Rocking Land 2009&lt;/a&gt;, seharga Rp 115.00 'cuma' untuk nonton Mr.Big, Secondhand Serenade, dan mungkin /rif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pasal? Yang pertama, gw sudah melihat jadwal teraktual dan memastikan bahwa Mr.Big akan manggung selama 1 JAM PENUH!!! YEEEAAAAYYYYY!!!! Mereka akan manggung tanggal 8 Agustus 2009, dari pukul 00.15 sampai 01.15. Sampe pagi kek, bodo amat deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, kekhawatiran gw belakangan ini semacem "aduuh, mereka bawain berapa lagu ya? Jangan-jangan cuma 3...." akhirnya terjawab sudah! Nonton mereka satu jam itu udah kaya liat satu konser mereka sendiri! Pasti kojo-kojo macem "To Be With You", "Nothing But Love", "Just Take My Heart", sampe "Green Tinted Sixties Mind" ga akan luput buat dibawain! Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha!!! (entah gw sampe ketawa berapa lama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another good news is.....Mr.Big kali ini kemungkinan besar diperkuat oleh Paul Gilbert! Keraguan gw awalnya "haduuuuh, kira-kira yang turun nanti itu Paul Gilbert atau si Richie Kotzen ya?". Yah, bagi penggemar Mr.Big dan juga penikmat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;solo guitar&lt;/span&gt; pasti akan sangat akrab dengan Gilbert, dan berharap dia lah yang dateng ke Jakarta (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sorry no offense, Mr. Kotzen&lt;/span&gt;). Bukan apa-apa, Gilbert adalah salah satu pendiri dan nyawa Mr.Big di masa kejayaannya. Apalagi, secara teknis....permainan Gilbert memang lebih khas dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;catchy&lt;/span&gt; dibanding Kotzen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...lagi-lagi berita baik! Tepat satu hari sebelum tanggal 8 Agustus (berarti tanggal 7 Agustus), gw akan menjalankan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;job&lt;/span&gt; yang menghasilkan : UANG!!!! Dengan kata lain, kondisi finansial untuk hari H Mr.Big, akan sedikit lebih aman..mungkin gw akan beli kaos Mr.Big (secara susah banget nyarinya untuk sekarang ini)! Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita baik berikutnya : Secondhand Serenade juga manggung sejam lho!!!! Hahahahahahahahaha...lagi-lagi gw tertawa keras!!! Gilakk!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita (yang lagi-lagi) baik : Hahahahaha, gw udah mendapat tiket seharga 115.000, untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;show&lt;/span&gt; yang seharusnya bisa seharga jutaan rupiah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya berita buruk yang kemudian juga menjadi baik adalah : SHE akan perform di hari itu juga,..Pada awalnya gw agak menyesal, kenapa justru mereka yang dipanggil untuk disandingkan dengan nama besar Mr.Big. Gw agak malas kalo disuruh nonton SHE sembari nungguin Mr.Big. Ternyata oh ternyata...SHE akan bermain di lain panggung, sementara di waktu yang sama ada /rif di panggung utama!! YEAHHHH!!!! Lagi-lagi....berita menyenangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira begitulah...Tidak sabar menunggu tanggal 8 Agustus 2009! Hehehehehehehe&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;See You There!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1707457554579321214?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1707457554579321214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/mangstabbmrbig-sejam-dan-paul-gilbert.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1707457554579321214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1707457554579321214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/mangstabbmrbig-sejam-dan-paul-gilbert.html' title='MANGSTABB.....MR.BIG SEJAM PENUH DAN PAUL GILBERT!!!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-4351154436426648139</id><published>2009-07-28T23:56:00.009+07:00</published><updated>2009-07-29T01:32:19.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>TipuTipu</title><content type='html'>Gw mengalami percobaan penipuan yang amatir dan bikin gw sangat amat emosi. Berdebat dengan kerasnya sampe timbul hasrat untuk melayangkan bogem di tengah-tengah keramaian.&lt;br /&gt;Kejadian sialan ini terjadi gara-gara gw ribut sama ngkoh-ngkoh penjaga toko elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya : gw membeli sebuah mp3 player dan barang itu langsung ko'it sehari kemudian tanpa alasan yang jelas (mending kalo seminggu, ini bener-bener sehari!) Kebetulan gw baru sempet ke toko itu dua minggu setelah gw beli. Di saat gw dateng kembali untuk cerita baik-baik tentang ini-itu soal masalah kerusakan dan klaim garansi atas tanggal pembelian mp3 itu, dia langsung menjawab dengan pertanyaan "Lha, emangnya sekarang tanggal berapa?" (dengan muka nyolot , nada suara ga nyantai dan senyum sinis). SHIT....dikira gw ga nyimpen bon pembeliannya apa? Pake belagak bego ga mau nerima gara-gara di luar batas garansi. Pas gw tunjukkin bon dan tanggal batas garansinya, dia diem tapi mukanya kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga berhenti sampe di situ....pas dia tau kondisi rusaknya mp3 itu, terjadi percakapan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "Ini sih gara-gara lo salah ngisi lagu bos!"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/span&gt;: "Hah? Salah ngisi lagu gimana?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "Iya, lo masukkin lagunya dari mana?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Ya dari komputer gw"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "terus pas lo colok lo apain lagunya?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Ya gw pindahinlah"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "Terus pas udah selesai mindahin lagu, lo apain?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Ya gw cabutlah"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "Nah, asal cabut aja ya? Ga pake &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safely remove&lt;/span&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : " YA PAKELAH!!!" (mulai ingin memaki dengan keras, dikiranya gw bodoh komputer yang komplain gara-gara asal nyabut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : (alasan gagal, nyari alasan lain) "Wah, kalo gitu pasti komputer lo yang bermasalah"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Gimana bermasalah?? Jelas-jelas semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; yang habis gw colok dari situ ga bermasalah kok. Bahkan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flashdisk&lt;/span&gt; yang harganya murahpun ga masalah. Lagian apa ngaruhnya komputer gw yang 'bermasalah' (dan notabene hingga kini baik-baik aja) dengan kerusakan mp3 player gw?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : (gagal lagi, tapi lagaknya tetep sepak sambil pasang muka ngeremehin dan nada sinis) "Oh, kalo gitu sih lagu-lagu yang lo download bermasalah"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Maksudnya?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "iya, pasti salah format jadinya ini mp3 ga beres, nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "Lha..salah format gimana? Orang lagu-lagu itu gw masukkin di HP beres-beres aja kok HP gw. Toh juga yang gw masukkin formatnya mp3 semua"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "Iya, lo ga ngerti sih. Ini gara-gara lagunya lo salah download!" (makin ngeremehin dan argumen untuk sesuatu yang ga jelas maksudnya)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "APAAN SIH? LAGU YANG GW DOWNLOAD ITU SEMUNYA BERES KALO DI PLAY DI KOMPUTER ATAU HP, DAN BAHKAN GW SAVE MP3 PLAYER PUNYA TEMEN GW. LAGIAN KALO EMANG FORMATNYA GA COCOK, PALING MENTOK DIA GA KEBACA TAPI GA AKAN NGERUSAK SISTEM!!" (udah ga santai, muak sama si bangsat yang satu ini)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : "pokoknya ini pasti lagunya!" (makin ngotot untuk posisi yang makin terjepit)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Gw&lt;/span&gt; : "GW GA MAU TAU! KEWAJIBAN LO ITU UNTUK MENUHIN BATAS GARANSI SATU BULAN, UNTUK BARANG YANG TIBA-TIBA RUSAK BUKAN ATAS KELALAIAN GW!! GW UDAH BELI INI, EMANG GA MAHAL-MAHAL BANGET, TAPI GW TETEP PUNYA HAK UNTUK NUNTUT APA MILIK GW. DAN LO MASIH MAU ARGUMEN BAHWA INI RUSAK GARA-GARA LAGUNYA, PADAHAL ALASAN LO GA MASUK AKAL????"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(censored)&lt;/span&gt; : (diem, nulis bon dan berkata dengan dingin) "yaudah, tinggu minggu lagi lo ambil nih barang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mentang-mentang lo orang cina terus lo bisa dengan jumawa ngerasa ahli dagang dan ahli nipu.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Gw juga orang cina, dasar goblok!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dan lo mau nipu gw dengan alesan yang ga mutu dan diganti-ganti, plus lo bisa-bisanya nganggep gw gaptek dan bahkan nanya dengan sinisnya : "ini nyabutnya ngasal ga pake &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safely remove &lt;/span&gt;ya?"&lt;br /&gt;BRENGSEEEEEEEEK, kalo niat, gw bisa masukkin trojan ke komputer lo dengan cuma modal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bluetooth &lt;/span&gt;doang!! Biar mampus deh kalo sistem lo kena!!! Bisa-bisanya mau nipu gw...anjiiiiiiingggg!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral dari cerita ini : Ga ada. Yang jelas, jangan jadi PENIPU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-4351154436426648139?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/4351154436426648139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/tiputipu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4351154436426648139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4351154436426648139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/tiputipu.html' title='TipuTipu'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1481453711484734183</id><published>2009-07-26T00:38:00.005+07:00</published><updated>2009-07-26T00:59:32.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Dibutuhkan : Terminator untuk Jadi Tukang Urut Pribadi!</title><content type='html'>CAPEEEEEEEK GILA!!!! GW BETE, GW PUSING, GW CAPEEEEEEKKK!!!!! SIALAAAAAANNNNN!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gejala lebay akut, diduga akibat terlalu banyak mengonsumsi kopi ABC Susu di tengah malam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau dibilang lebay, ya mungkin betul..tapi faktanya minggu ini udah bener-bener jadi minggu yang menyiksa buat gw, baik lahir dan batin.&lt;br /&gt;Pulang malem mulu, mandi malem mulu, tidur pagi mulu, bangun siang, pergi lagi untuk sebuah urusan sampe malem, gitu aja terus.. Pola hidup yang pasti ga akan Anda sarankan kepada putra-putri Anda kelak. Badan udah berasa kaya ager-ager, bawaannya lembek. Dicolek juga luluh lantak, macem &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mashed potato&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat butuh pelemasan badan dan relaksasi.&lt;br /&gt;Gw butuh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmtHM55gLZI/AAAAAAAAAIA/bDoiUvpc-Oo/s1600-h/terminator-terminator-2-judgment-day-99139721.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmtHM55gLZI/AAAAAAAAAIA/bDoiUvpc-Oo/s320/terminator-terminator-2-judgment-day-99139721.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362458068340714898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, terminator....Konsepsi tukang urut yang pasti memiliki tenaga urut melebihi mbok-mbok tukang urut biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Somebody&lt;/span&gt; yang memiliki tenaga badak, tolong urut sayaaaa!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1481453711484734183?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1481453711484734183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/dibutuhkan-terminator-untuk-jadi-tukang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1481453711484734183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1481453711484734183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/dibutuhkan-terminator-untuk-jadi-tukang.html' title='Dibutuhkan : Terminator untuk Jadi Tukang Urut Pribadi!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmtHM55gLZI/AAAAAAAAAIA/bDoiUvpc-Oo/s72-c/terminator-terminator-2-judgment-day-99139721.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7640212559922289611</id><published>2009-07-25T02:07:00.002+07:00</published><updated>2009-07-26T01:38:14.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><title type='text'>Again...Nice Quote</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: rgb(255, 0, 0);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;If you want to see a rainbow, you'll have to let the rain falls on you first..&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Narita (Friend of mine)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7640212559922289611?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7640212559922289611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/againnice-quote.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7640212559922289611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7640212559922289611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/againnice-quote.html' title='Again...Nice Quote'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1609865961084617758</id><published>2009-07-25T01:20:00.004+07:00</published><updated>2009-07-25T01:38:13.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Ganti Template Blog Berujung Penyesalan</title><content type='html'>Eyaaaaahhhhhhh!! (dengan nada Tukul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw telah membuat satu kesalahan besar dengan blog gw..&lt;br /&gt;Niat hati gw mau ganti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt;..Sepet gw liat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;layout&lt;/span&gt; gw yang gitu-gitu mulu. Dengan perasaan senang, gw coba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;googling&lt;/span&gt; untuk nyari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang paling asoy untuk blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan enteng gw nunjuk-nunjuk aja. "Wow, ini keren" , "Ah....tapi bagusan ini!", "Ini juga oke!".&lt;br /&gt;Alhasil butuh setengah jam bagi gw untuk menentukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang kiranya paling oke. Saking lelahnya dengan proses keputusan yang gw ambil (bahasa politiknya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;decision making&lt;/span&gt;), gw jadi agak buru-buru pengen ngeliat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang segera gw aplikasikan itu. Tanpa kesabaran, gw langsung meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy &lt;/span&gt;kode HTML yang disediakan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ltemplate&lt;/span&gt; itu, ke dalam menu edit gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daaaaan...dengan bodohnya, gw lupa untuk nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backup&lt;/span&gt; data HTML &lt;span style="font-style: italic;"&gt;layout&lt;/span&gt; gw yang sebelumnya. Yang artinya.....dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; baru itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sidebar&lt;/span&gt; gw yang berisi chatbox, link ke blog lain, de-el-el...tidak kompatibel dan terhapus!!!!! DAMN!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan muaknya gw nyalahin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template  &lt;/span&gt;gw yang baru itu (padahal sebenernya gwnya yang bego, bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt;-nya yang ngaco). Frustasi dan merasa dendam, gwpun akhirnya balik ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang udah disedian sama Blogspot. Kembali basi sih...tapi gimana dong? Gw udah terlanjur ilfil buat ganti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang lain lagi..&lt;br /&gt;Untung beberapa dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sidebar&lt;/span&gt; gw bisa diselamatkan, setelah gw ngelacak lnik aplikasi yang udah gw pasang dan gw &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy &lt;/span&gt;lagi kode HTML-nya. Namun sayang, aplikasi link ke blog-blog lainnya itu ga ketemu. Jadi ya...gw harus nyari lagi satu-satu dan masukkin lagi. Jadi...mohon maaf bagi teman-teman yang tidak lagi menemukan link blog anda di blog gw. Dalam progress untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;re-link&lt;/span&gt;. Harap maklum dengan ketololan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral dari cerita ini :&lt;br /&gt;Don't try this at home. Pastikan sudah mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backup&lt;/span&gt; kode HTML anda sebelum mengganti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; baru!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1609865961084617758?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1609865961084617758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/ganti-template-blog-berujung-penyesalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1609865961084617758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1609865961084617758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/ganti-template-blog-berujung-penyesalan.html' title='Ganti Template Blog Berujung Penyesalan'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7474685852034916692</id><published>2009-07-23T01:30:00.012+07:00</published><updated>2009-07-23T02:12:02.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panda Time'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Blo'on - Blo'on Lucu</title><content type='html'>Post ini menyambung tulisan gw sebelumnya, tertanggal 9 Juni 2009 yang berjudul : &lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/yang-gendut-yang-doyan-makan-yang-males.html"&gt;Yang Gendut, Yang Doyan Makan, Yang Males, Yang Kiyut!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting tersebut berisi mengenai kecintaan gw terhadap Panda. Kenapa gw suka sama Panda? Sejak kapan gw suka sama Panda? Silakan baca di post tersebut.. (ga mau repot)&lt;br /&gt;Seperti yang telah gw janjikan sebelumnya, gw akan terus meng-update gambar-gambar Panda blo'on yang udah gw sarikan dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai saja...3....2....1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Nyengir-Nyeng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ir I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;g&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdecWrMtpI/AAAAAAAAAGQ/SPgesDIYh2A/s1600-h/815205376_57daff5841.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 282px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdecWrMtpI/AAAAAAAAAGQ/SPgesDIYh2A/s320/815205376_57daff5841.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361357722623981202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Party!! Mari Mabuk Bersama!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smde0SCFJVI/AAAAAAAAAGY/M1mOTHlw5qw/s1600-h/funny-pictures-panda-daycare.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 272px; height: 377px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smde0SCFJVI/AAAAAAAAAGY/M1mOTHlw5qw/s320/funny-pictures-panda-daycare.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361358133694637394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Rrrrrrrrrrrr......S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ckdown!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdgZDgGX9I/AAAAAAAAAGg/Pk4NXzwT0Qs/s1600-h/DSC01679.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 491px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdgZDgGX9I/AAAAAAAAAGg/Pk4NXzwT0Qs/s320/DSC01679.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361359864960802770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. In Action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smdgquiom5I/AAAAAAAAAGo/2zX3SZpZxZM/s1600-h/panda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 339px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smdgquiom5I/AAAAAAAAAGo/2zX3SZpZxZM/s320/panda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361360168571935634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.Guling - Guling, Gelin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ding, Kebalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdhCISMoiI/AAAAAAAAAGw/wZwESITebmQ/s1600-h/0019b91ec84509a1b83c01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 388px; height: 273px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdhCISMoiI/AAAAAAAAAGw/wZwESITebmQ/s320/0019b91ec84509a1b83c01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361360570619306530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Gelendotan Manja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdhcBcQ6NI/AAAAAAAAAG4/7_LbXWFQgoc/s1600-h/baby_panda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdhcBcQ6NI/AAAAAAAAAG4/7_LbXWFQgoc/s320/baby_panda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361361015459080402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Kerumunan Ana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;k Panda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smdh1uLHqDI/AAAAAAAAAHA/Yi38zEOYoZM/s1600-h/Baby+Panda1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Smdh1uLHqDI/AAAAAAAAAHA/Yi38zEOYoZM/s320/Baby+Panda1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361361456963495986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Tiban - Tibanan Ant&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;i Pornoaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdiYoDCCcI/AAAAAAAAAHI/FFgo5HX044w/s1600-h/001109b42f7309948dbe26.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdiYoDCCcI/AAAAAAAAAHI/FFgo5HX044w/s320/001109b42f7309948dbe26.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361362056614382018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Waktu Kecil, Kami Berdua Tidur Satu Ranjang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdixESCSCI/AAAAAAAAAHQ/DJZQd6C2Qto/s1600-h/two-panda-cubs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdixESCSCI/AAAAAAAAAHQ/DJZQd6C2Qto/s320/two-panda-cubs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361362476510365730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Beranjak Dewasa, Kami Berma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;in Flute Bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdjH5uTjEI/AAAAAAAAAHY/zrAjY4FkW4g/s1600-h/Pandasplayingtheflute.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 426px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdjH5uTjEI/AAAAAAAAAHY/zrAjY4FkW4g/s320/Pandasplayingtheflute.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361362868813139010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian dulu update gallery Panda pada kesempatan kali ini. Jika ada waktu dan banyak peminat, maka gambar si gendut ini akan di-update lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Panda!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7474685852034916692?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7474685852034916692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/bloon-bloon-lucu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7474685852034916692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7474685852034916692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/bloon-bloon-lucu.html' title='Blo&apos;on - Blo&apos;on Lucu'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SmdecWrMtpI/AAAAAAAAAGQ/SPgesDIYh2A/s72-c/815205376_57daff5841.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2528704839290256679</id><published>2009-07-21T12:12:00.007+07:00</published><updated>2009-07-23T01:30:09.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Bicara Tentang Kematian</title><content type='html'>"Apakah Anda takut mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mungkin jadi pertanyaan pertama yang terlintas di pikiran gw, saat gw mikirin tentang topik 'mati'.&lt;br /&gt;Ga bisa dipungkiri bahwa memang sebagian orang takut untuk merasa mati. Ga peduli mereka dari kelangan mana, pasti ada kecenderungan untuk merasa takut. Mungkinpun kalo kalo gw bilang, bahkan para pelaku bom bunuh diri juga merasa keraguan yang sama pada detik-detik akhir sebelum mereka memantik detonator. Takut untuk mati bukan merupakan hal yang ga wajar bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana dengan gw sendiri? Akan sangat naif kalo gw bilang "Gw ga takut mati". Faktanya, memang ada sedikit keresahan dalam pikiran gw tentang hidup sesudah kematian. Tapi gw sendiripun belakangan sadar bahwa gw tidak setakut itu untuk mati. (yah, walaupun tetap ada sedikit keresahan, seperti gw bilang tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan "Gw akan mati suatu saat nanti", masih ada dua hal di atas itu yang justru bikin gw lebih takut.&lt;br /&gt;Yang pertama, gw akan lebih takut ngebayangin &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGAIMANA&lt;/span&gt; gw akan mati. Kalau Tuhan mau, gw bisa mati sekarang juga pas lagi ngetik tulisan ini. Hanya saja, bagaimana gw akan menempuh kematian gw?? Bisa jadi (dan alhamdulillah) kalau gw mati di tengah tidur gw. Tapi akan sangat menyeramkan kalau gw mati gara-gara misalnya, ketabrak mobil, kebakar, kena ledakan bom bunuh diri, kena penyakit ganas, jatuh dari gedung lantai 20, tenggelam dll.&lt;br /&gt;Faktanya, gw sangat menerima bahwa kematian itu pasti menjemput gw dan orang lain, dan itu sedikit membuat gw lega...tapi bagaimana gw akan menempuh kematian itu, pasti jauh lebih menyeramkan dan mendebarkan daripada kesiapan gw untuk mati suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ronald C Speirs (seorang perwira Amerika dari perang dunia II) pernah berkata : "Semakin cepat seorang prajurit menerima kepasrahan bahwa ia pasti akan mati pada saat dikirim di tengah medan peperangan, maka semakin baik ia akan menjalankan fungsi sebagai prajurit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin kata-kata itu benar. Bahwa setiap orang yang sudah menerima dengan sadar kematian pasti akan menjemput, terlepas dari jangka waktu dan bagaimana caranya, maka ia tidak akan mempunyai kekhawatiran lain lagi di dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Hanya saja, mungkin bagi prajurit yang sudah menerima bahwa dirinya tidak akan selamat dari medan peperangan, mereka masih takut kepada bagaimana cara ajal menjemput mereka. Lagipula, kematian di dalam peperangan selalu menyeramkan dan tidak wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang lebih gw takutkan adalah, bagaimana gw menghadapi kematian orang-orang di sekitar gw. Jujur saja, gw masih memiliki keluarga yang lengkap. Yang kebayang di pikiran gw, pasti akan sangat amat tidak enak kalau gw harus menerima kenyataan bahwa suatu hari nanti gw harus memanggul peti mati orang tua gw, dan mungkin kakak-kakak gw. Menerima kematian terhadap diri sendiri, itu sudah pasti dan gw sendiri benar-benar ga punya bayangan gimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;afterlife&lt;/span&gt; gw setelah gw mati.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Tapi yang lebih ga kebayang adalah, gimana gw akan menjalani hidup duniawi selepas kematian orang-orang dekat gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw menulis kaya gini bukannya gw terlalu pede bahwa "Gw ga takut mati. Mati sekarangpun gw siap!". Bukan itu. Gw hanya ingin menyadarkan bahwa tepat di sinilah keterbatasan seorang manusia. Ga bisa dengan naif bilang bahwa ia tidak takut kematian, sekaligus memiliki kecenderungan untuk menolak hal-hal yang pasti ia lewati. Penyangkalan atas jalan hidup yang pasti akan ada akhirnya. Ini juga mengindikasikan bahwa Tuhan yang maha besar benar-benar sesuatu yang superior dalam hubungannya dengan manusia. Ketakutan manusia atas sesuatu yang sudah direncanakan oleh Tuhan. Ini hanya masalah bagaimana Tuhan akan membuat seseorang menerima ajalnya, tapi di titik inilah ketakutan manusia bersumber. Dan di sinilah gw, menulis sambil berharap semoga Tuhan tidak iseng tiba-tiba mencabut nyawa gw saat ini juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2528704839290256679?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2528704839290256679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/bicara-tentang-kematian.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2528704839290256679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2528704839290256679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/bicara-tentang-kematian.html' title='Bicara Tentang Kematian'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2293829319103429402</id><published>2009-07-11T22:13:00.006+07:00</published><updated>2009-07-11T22:29:41.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Only'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>A Reason Behind Something Great, A Reason to Have Faith</title><content type='html'>Beethoven made symphonies&lt;br /&gt;Leonardo creafted statues&lt;br /&gt;And Teresa cured peoples with all that she got&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can't make a symphony&lt;br /&gt;I don't even know how to craft&lt;br /&gt;And I'm not a person that can cure my own wound&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All I know is ;&lt;br /&gt;all of those great figures created and cured something in the name of love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Beethoven translated melody into beauty for Giuletta his lover,&lt;br /&gt;Leonardo shaped stones as his love to his God,&lt;br /&gt;While Teresa cured and take care peoples because of his love to them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....Love for someone, Love for something....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I can't do all that thing above,&lt;br /&gt;then what is something that I'm able to do, especially for you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can only offering you my love.&lt;br /&gt;And I believe, I can argue that my love is comparable to the love that stand beyond those great things.&lt;br /&gt;My love is as pure as theirs...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, that's my love which I'm offering to you&lt;br /&gt;I can only have faith on that&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aussi...C'est pour vous. Hehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2293829319103429402?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2293829319103429402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/reason-behind-something-great-reason-to.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2293829319103429402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2293829319103429402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/reason-behind-something-great-reason-to.html' title='A Reason Behind Something Great, A Reason to Have Faith'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8917772613241441830</id><published>2009-07-09T02:18:00.010+07:00</published><updated>2009-07-10T02:59:40.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Orange Latte : Mafia-Jazz Music</title><content type='html'>Anda familiar dengan musik Jazz? Pastinya iya kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Mafia Jazz? Pasti Anda jarang tahu dengan aliran ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafia Jazz sendiri merupakan salah Jazz yang chill, dengan bumbu-bumbu swing di dalamnya. Variasinya bisa ditambahkan flute dan instrumen yang agak kurang lazim seperti tabla, sarot, sitar dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan Orange Latte, band pengusung Mafia Jazz dengan format KAK ADIT (gitaris sekaligus pendiri, merangkap orang paling tua di dalam band ini), Indra (alias mesum, memegang Bass), Quina (vokal), Carol (flute...ini cowo, bukan cewe), dan Panji (keyboard).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlT2ZXrL51I/AAAAAAAAAGI/TGg0IiH7jKc/s1600-h/n36010101282_6580.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlT2ZXrL51I/AAAAAAAAAGI/TGg0IiH7jKc/s320/n36010101282_6580.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356176772562675538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orange Latte ( biasa disingkat OL ), sudah berdiri sedjak 2006 dengan formasi yang terus berganti dan menyisakan KAK ADIT sebagai tulang punggung sekaligus bapaknya anak-anak OL formasi terbaru. Pada awalnya OL berdiri sebagai band pengusung aliran Jazz/Pop, sehingga tidak mengherankan apabila terkadang masih terasa nuansa Pop yang diusung band ini dalam lagu-lagu terbarunya belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu prestasi OL adalah 50 besar L.A LIGHTS INDIE FEST 2007, dimana saat itu mereka baru band seumur jagung. Pencapaian yang cukup baik, mengingat salah satu band bernama Twisted Labyrinth gagal menembus (bahkan 100 besar) L.A LIGHTS INDIEFEST 2008 di usinya yang ke-2 tahun (curcol dikit).&lt;br /&gt;Niscaya, sudah ada peningkatan kualitas dan pergeseran aliran musik dari masa mereka di INDIE FEST 2007 hingga saat ini, kendati belum menargetkan untuk ikut serta dalam INDIE FEST berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep band ini akustik, dan tanpa perkusi berat. Paling banter hanya menggunakan perkusi kecil seperti marakas, tamborine, dll..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik lebih jauh dengan contoh musik mereka? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, harap sabar karena post tentang Band Profile dan contoh musiknya akan di-post belakangan.&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat ini, formasi baru akan memasuki tahap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recording&lt;/span&gt; untuk lagu kedua dan ketiganya..doakan saja semua lancar dan cepat selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk info lebih jauh tentang OL dan reservasi, bisa menghubungi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dandy 02199586031&lt;br /&gt;                           08999333285&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAK ADIT            02199463523&lt;br /&gt;                          08128448804&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8917772613241441830?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8917772613241441830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/orange-latte-mafia-jazz-music.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8917772613241441830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8917772613241441830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/orange-latte-mafia-jazz-music.html' title='Orange Latte : Mafia-Jazz Music'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlT2ZXrL51I/AAAAAAAAAGI/TGg0IiH7jKc/s72-c/n36010101282_6580.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8129545060891661073</id><published>2009-07-08T02:43:00.010+07:00</published><updated>2009-07-08T05:26:28.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Only'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Majesty</title><content type='html'>Gazing above the sky, I'm seeing in fidgety &lt;br /&gt;As dusk wipe out its haze,  God's descending His fairy&lt;br /&gt;Her allure shimmering in the scenic of the beauty&lt;br /&gt;Scented by the jasmine, and eyes just like a glimmer from the ruby&lt;br /&gt;Down here, I can see that pretty smile portraying her joviality&lt;br /&gt;All of sudden, the universe becoming solitary&lt;br /&gt;They are worshiping their majesty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drape over from the sky, she's stepping in the middle of prairie&lt;br /&gt;Beckoning grasses become silent when she's walking gracefully&lt;br /&gt;The flowers are flipping down, the wind is blowing smoothly&lt;br /&gt;Again, universe are worshiping their majesty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universe are worshiping their most splendor grace&lt;br /&gt;And the most splendor grace is you&lt;br /&gt;Universe are worshiping you...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pour vous, mon ami...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8129545060891661073?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8129545060891661073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/majesty.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8129545060891661073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8129545060891661073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/majesty.html' title='Majesty'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2680899130166672868</id><published>2009-07-08T02:33:00.005+07:00</published><updated>2009-07-09T03:01:55.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Quote of The Day</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;My own will is not destiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;What effort will i try to reach my own will, that is my destiny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dandy) -again, this quote is suspected as an ultra-narcissism post- hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2680899130166672868?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2680899130166672868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/quote-of-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2680899130166672868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2680899130166672868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/quote-of-day.html' title='Quote of The Day'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-211861158635852865</id><published>2009-07-08T01:02:00.006+07:00</published><updated>2009-07-08T04:36:39.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>A Man's Will</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;It isn't wrong if a man tries to fulfill his will. He has suppressed it for the common good, yet realizing that he can't keep holding his own will buried below his dream.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;''This is denial. And for God's sake, at least give it a try, whether it'll be fulfilled or not!''.&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;And once again, there he goes to chase his will. But now, he really mean it and determined to give his best effort&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Dandy)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 255, 255);" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;Let's say : goodluck, brother!&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-211861158635852865?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/211861158635852865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/mans-will.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/211861158635852865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/211861158635852865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/mans-will.html' title='A Man&apos;s Will'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2593187870350926098</id><published>2009-07-06T03:09:00.006+07:00</published><updated>2009-10-04T01:14:25.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Salah Kaprah Anarkis</title><content type='html'>Anarkis...&lt;br /&gt;Apa yang terlintas di kepala Anda ketika mendengar kata ini?&lt;br /&gt;Bisa jadi itu adalah kerusuhan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos&lt;/span&gt;, dan tindakan brutal lainnya. Mungkin juga termasuk segala aksi vandalisme di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berita (baik elektronik maupun cetak) kita sering mendengar narasi dan tulisan yang berbunyi :&lt;br /&gt;"mahasiswa melakukan aksi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anarkis&lt;/span&gt; dengan membakar ban..."&lt;br /&gt;"para pengunjuk rasa berlaku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anarkis&lt;/span&gt;. Mereka menerobos pintu masuk gedung DPRD dan memecahkan semua kaca, serta membanting kursi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, percaya atau tidak, banyak &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;media dan masyarakat Indonesia yang telah tersesat dalam memahami anarkisme&lt;/span&gt; dan beranggapan bahwa aksi-aksi anarkis adalah aksi yang berkonotasi kepada tindakan rusuh dan berimplikasi kepada bentuk penghancuran atau perusakan materi.&lt;br /&gt;Dengan pemahaman seperti itu, bagaimana Anda dapat menjelaskan frase &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negara anarkis&lt;/span&gt;? Apakah itu berarti sebuah negara yang kacau balau, dengan kerusuhan dan kekacauan menjadi suatu hal yang terjadi sehari-hari di negara tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bukan itulah yang dimaksud dengan anarkis. Disadur dari pemikiran Mikhail Bakunin dan Peter Kropotkin, anarkis kurang lebih adalah sebuah bentuk penolakan terhadap adanya sebuah struktur negara yang represif. Bukan penolakan terhadap tatanan administrasinya, melainkan kepada perannya. Para penganut anarkisme memandang bahwa negara tidak lebih sebagai sebuah struktur yang melingkupi sekelompok masyarakat, namun bukan berarti berdiri berdasarkan legitimasi atas sebuah kebijakan yang berdasarkan kepada kepentingan negara namun mengabaikan kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;Adapun salah satu contohnya adalah berdirinya sebuah distrik sendiri di daerah Depok yang bernama "Kampung 99". Di sana, mereka menjalani hidup tanpa struktur masyarakat yang jelas, Bisa dibilang, keadaannya mendekati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;classless society&lt;/span&gt;. Artinya mereka tidak melakukan penekanan satu terhadap yang lain , melainkan melakukan semua pekerjaannya bersama-sama. Dari memperoleh bahan makanan, hingga mengolah makanan. Di situlah terbentuk satu sistem masyarakat yang egaliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada kenyataannya, apabila suatu negara melakukan sebuah langkah kebijakan yang berujung kepada kerugian rakyat, kaum anarkis melakukan aksi dengan kekerasan. Misalnya membakar gereja, dll. Namun itu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;bukan sebuah justifikasi bahwa anarkisme = kekerasan dan kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Terus terang, gw sendiri tidak mengetahui dengan detail mengenai paham-paham anarkisme. Karena gw sendiri bukanlah pribadi yang setuju dengan gagasan umum anarkisme, yaitu pembentukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stateless society&lt;/span&gt;, yang menurut gw cuma sebagai mimpi besar kaum anarkis. Tapi setidaknya, gw ga ingin kalau orang-orang memahami anarkisme sebagai sesuatu yang hanya berkonotasi negatif seperti itu saja, tanpa memahami dasar mereka dalam melakukan tindakan rusuh tersebut. Bukan berarti orang-orang dari kelompok keagamaan tertentu yang menghancurkan tempat billiard sebagai aksi protes terhadap tindakan asusila, dapat dikelompokkan sebagai kaum anarkis bukan? Pengelompokkan mana yang anarkis dan mana yang bukan, dilakukan berdasarkan atas motif mereka melakukan hal tersebut, dan bukan kepada tingkat kerusuhan dan kehancuran yang dihasilkan. Sadarlah bahwa salah kaprah seperti ini harus dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2593187870350926098?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2593187870350926098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/salah-kaprah-anarkis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2593187870350926098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2593187870350926098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/salah-kaprah-anarkis.html' title='Salah Kaprah Anarkis'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1101789410829251651</id><published>2009-07-06T02:08:00.009+07:00</published><updated>2009-07-06T03:02:15.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinosaurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Welcome to the Dinosaurs World! Part III : Compsognathus dan Evolusi Burung</title><content type='html'>Kalau di part sebelumnya gw udah ngebahas dinosaurus terbesar yang pernah ada dan hidup di air (silakan baca post tentang &lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-dinosaurs-world-part-ii.html"&gt;dinosaurus "monster" bernama Tylo&lt;/a&gt;&lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-dinosaurs-world-part-ii.html"&gt;saurus&lt;/a&gt;), maka sekarang gw akan ngebahas tentang dinosaurus terkecil dan hidup di darat. Emang kontras banget, tapi gw juga cukup tertarik sama 'si kecil' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Compsognathus (biasa disingkat sebagai 'Compy'), adalah dinosaurus dengan ukuran kira-kira sebesar ayam. Panjangnya antara 0.7-1.4 meter (sudah termasuk ekor), dengan tinggi badan kira-kira 26 Cm, dan berat sekitar 3 Kg. Hidup di masa akhir Jurassic, dan merupakan karnivora pemakan serangga kecil serta reptil kecil lainnya. Compy sendiri memilik arti sebagai 'rahang kecil'.&lt;br /&gt;Pertamakali ditemukan oleh Johann A. Wagner di Jerman pada tahun 1859.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEEfKuCduI/AAAAAAAAAF4/1Szcje2Yp1k/s1600-h/Compysizes1.jpeg.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 313px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEEfKuCduI/AAAAAAAAAF4/1Szcje2Yp1k/s320/Compysizes1.jpeg.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355066365420140258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perbandingan ukuran manusia dan Compsognathus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bikin gw tertarik sama dino kecil ini? Dibilang buas nggak, nyeremin juga nggak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, gw tertarik sama dugaan yang menyebutkan bahwa Compy ini adalah salah satu nenek moyang dari burung. Compy sendiri diduga merupakan evolusi dari Archeopteryx (burung purba, setengah dinosaurus dan setengah burung). Garis evolusi Archeopteryx-Compy inilah yang kemudian dianggap menghasilkan satwa lezat bernama Ayam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlD_LE_K-3I/AAAAAAAAAFg/zOsHUGzgZ6I/s1600-h/compsognathus_longipes.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlD_LE_K-3I/AAAAAAAAAFg/zOsHUGzgZ6I/s320/compsognathus_longipes.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355060522725866354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Compsognathus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau dibahas secara mendalam,&lt;/span&gt; Compsognathus bukanlah satu-satunya hasil evolusi Archeopteryx yang kemudian berubah menjadi burung modern. Masih ada beberapa jenis dino lain yang diduga menjadi bapak dari burung sekarang, termasuk Velociraptor yang legendaris (diduga merupakan moyang dari burung Unta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi sangat menarik di sini adalah fakta bahwa Compsognathus memiliki  struktur tulang dan ukuran yang sama persis dengan Archeopteryx yang kemudian digeneralisasi menjadi kakek moyang dari semua burung yang ada. Jadi, dapat dibuat sebuah konklusi bahwa Compy inilah yang juga menjadi dasar dari semua burung yang ada sekarang. Artinya, tanpa ketiadaan Compy, maka dapat muncul hipotesa bahwa semua jenis burung tidak akan ada! Memang, Compy sendiripun diragukan, apakah memiliki bulu atau tidak. Walaupun secara kerangka tulang, ia memiliki susunan yang juga serupa dengan burung. Paleontologis pun juga kemudian berusaha mewujudkan sebuah sosok Compy yang berbulu menjadi sedemikian rupa mirip dengan burung (terutama ayam). Berikut adalah ilustrasi Compy dengan bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEBPH8lOMI/AAAAAAAAAFo/U6-XnztR1ac/s1600-h/compsognathus_longipes_with_feathers.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEBPH8lOMI/AAAAAAAAAFo/U6-XnztR1ac/s320/compsognathus_longipes_with_feathers.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355062791263041730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Compsognathus Berbulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Emang ga persis banget sih sama ayam, tapi mungkin akan lebih keliatan garis persamaan mereka, kalo gw juga tampilin ilustrasi Archeopteryx di sini. Oke, berikut adalah ilustrasi Archeopteryx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEB6jAwaRI/AAAAAAAAAFw/wbyPp2GoSZs/s1600-h/archaeopteryx.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEB6jAwaRI/AAAAAAAAAFw/wbyPp2GoSZs/s320/archaeopteryx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355063537262684434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Archeoptryx. Setengah Burung dan Setengah Dinosaurus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, udah mulai keliatan kan garis yang menghubungkan Compy, Archepteryx, dengan ayam dan burung? Tapi tetep aja sih, masih ada perbedaan besar antara dua spesies tersebut dengan burung (ya iyalah..). Diantaranya yang paling mencolok adalah ada jari-jari pada sayap dan paruh yang memiliki gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin emang Compy ini kurang menarik. Setidaknya, nggak semenarik &lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-dinosaurs-world-part-ii.html"&gt;Tylosaurus &lt;/a&gt;yang mahabesar dan mahabuas, atau kekuatan dan keganasan Tyrannosaurus Rex. Tapi tanpa Compy ini, mungkin makhluk bernama burung ga akan pernah ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DATA DAN FAKTA COMPSOGNATHUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Hidup : Akhir Jurassic&lt;br /&gt;Pertamakali ditemukan : 1859 oleh Johann A. Wagner di Jerman&lt;br /&gt;Panjang : 70 - 140 Cm&lt;br /&gt;Tinggi : 26 Cm&lt;br /&gt;Berat : 3 Kilogram&lt;br /&gt;Makanan : Serangga dan Kadal kecil&lt;br /&gt;Rating Dandy : Kecil, Ga buas, Cupu, Penting dalam Rantai Evolusi ( 2 Bintang )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1101789410829251651?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1101789410829251651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/welcome-to-dinosaurs-world-part-iii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1101789410829251651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1101789410829251651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/welcome-to-dinosaurs-world-part-iii.html' title='Welcome to the Dinosaurs World! Part III : Compsognathus dan Evolusi Burung'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SlEEfKuCduI/AAAAAAAAAF4/1Szcje2Yp1k/s72-c/Compysizes1.jpeg.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2837303192426208489</id><published>2009-07-04T04:36:00.012+07:00</published><updated>2009-07-05T15:39:16.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Neoliberalisme yang Dipertanyakan dan Dipertanyakan dan Dipertanyakan dan Dipertanyakan Lagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:'Times New Roman';" class="Apple-style-span" &gt;&lt;div   style="border-width: 0px; margin: 0px; padding: 3px; width: auto; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; text-align: left;font-family:Georgia,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika SBY resmi menunjuk Boediono sebagai wakil calon presiden pada bulan Mei 2009, sontak tudingan 'Pasangan SBY - Boediono sebagai antek Neoliberalisme' merebak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanpa tedeng aling-aling, masyarakat kubu kontra SBY pun seperti serempak melontarkan tuduhan itu, sehingga istilah 'Neolib' belakangan menjadi istilah yang jamak di tengah masyarakat, kendati ketiga pasangan capres-cawapres terlihat kompak untuk cenderung menjauhi topik bahasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada yang udah teriak-teriak 'Anti neolib!! Anti budak Amerika!!' dengan muka memerah dan kerongkongan mengering...ujung-ujungnya menyenggol rekan 'seperjuangan'nya dan berkata "Neolib itu yang kaya gini gini gini, bla bla bla kan?" (dengan nada kurang yakin, seolah hendak membenarkan asumsinya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan ga jarang teman seperjuangannya itu kemudian membalas dengan 'sabda' berbunyi : "Yah gitulah...pokoknya anti imperialisme, anti budak negara barat,dll" (inipun juga bukan dengan nada yang mantap)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apa boleh buat..inilah kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang. Belum tau banyak, yang penting ikuti kata atasan, tolak ini-itu-ini-itu. Pernah gw &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survey&lt;/span&gt; ke sebuah desa di Bekasi Utara (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;known as&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Desa Sukawangi), dan gw melakukan wawancara kepada 10 orang secara acak. Salah 1 dari 10 orang itu memiliki satu pilihan yang mantap karena dia adalah anggota tim sukses satu pasangan capres-cawapres (sebut saja calon...mawar). Anggota TS calon Mawar ini bahkan dengan gagah dan ga ragu untuk menunjukkan kartu nama dirinya yang berlogo partai dan foto calon mawar. Ketika gw sampai kepada pertanyaan 'Kira-kira Anda tahu, apa yang dimaksud dengan Neolib?'. Orang itu terhenyak sebentar dan dilanjutkan dengan menggeleng secara mantap. 9 orang sisanya juga tidak tahu menahu soal Neolib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah gw selesai wawancarapun, gw curiga kalo jangan-jangan fenomena 'tolak Neolib' itu cuma berlaku untuk masyarakat urban aja? Kenapa fenomena ini tampak berhembus begitu kencang hanya belakangan dan terutama ditargetkan kepada satu pasang calon saja? Ada anggapan kalo fenomena ini memang sudah 'ditunggangi' oleh kelompok-kelompok kepentingan. Padahal menurut pendapat gw, ketiga calon pada dasarnya menerapkan prinsip dasar sistem ekonomi yang mengacu pada kaidah-kaidah Neolib. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"Lho...Dimana letak Neolib untuk kedua pasangan lainnya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkin itu pertanyaan yang langsung terlontar dari pembaca..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maaf saja, gw ga mungkin untuk menuliskan pendapat gw yang cenderung menyudutkan ketiga calon. Kenapa? Jawabannya : Gw ga yakin pendapat gw akan langsung diterima oleh pembaca (kecuali kalo gw itu seorang Eep Saefulloh Fatah). Yang kedua, pemilu Pilpres udah tinggal 4 hari lagi...dan gw ga akan sudi untuk dituduh sebagai salah satu oknum yang menyebarkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;black campaign&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; di H-4 pemilu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau Anda masih berkutat dengan pertanyaan dan pernyataan : "Lalu sebenarnya Neolib itu apa?? Anda jangan sok tahu, mengkritik orang tapi juga nggak menjelaskan istilah aneh itu!!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yah...silahkan dicek post gw yang berjudul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/neoliberalisme-dan-nilai-individu.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Neoliberalisme dan Nilai Individu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; pada tepat di bawah post ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;*Harap diingat, gw menulis ini bukan berarti sebagai bentuk dukungan dan pembelaan terhadap Capres SBY-Boediono. Jujur saja, gw sempat menjadi seorang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;swing voters&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; hanya dalam waktu seminggu oleh karena 'keunikan' tiga pasang capres-cawapres. Mengenai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; swing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dari siapa untuk siapa......ya rahasia perusahaan lah, hehe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2837303192426208489?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2837303192426208489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/neoliberalisme-yang-dipertanyakan-dan_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2837303192426208489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2837303192426208489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/neoliberalisme-yang-dipertanyakan-dan_04.html' title='Neoliberalisme yang Dipertanyakan dan Dipertanyakan dan Dipertanyakan dan Dipertanyakan Lagi'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8052108417724777698</id><published>2009-07-04T03:38:00.008+07:00</published><updated>2009-10-04T01:14:41.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Neoliberalisme dan Nilai Individu</title><content type='html'>Gw nulis ini bukan maksud sok tahu, tapi menurut gw, catetan ini paling nggak bisa sedikit ngebantu bagi yang awam banget tentang Neoliberalisme. Bahan tulisan ini murni gw dapet dari beberapa catetan kuliah, dan beberapa dari hasil diskusi dengan manusia-manusia dari Kelompok Diskusi Astina dan Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP). Bagi yang pakar Neoliberalisme (Mas Jemi, Bang Biji, Bima, Mas Andrinof, dll)...mohon maaf lahir dan batin bila ada kesalahan..&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Neoliberalisme&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Istilah ini mulai beken setelah &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;John Williamson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengeluarkan sebuah rumusan mengenai sistem perekonomian global, yang kala itu didominasi oleh serikat perbankan dan keuangan yang berafiliasi kepada negara barat (bagi yang tidak sensitif, boleh dibaca sebagai 'Amerika'). &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Rumusan itu kemudian dikenal sebagai Washington Consensus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Kalo ga salah Washington Consensus itu terbit sekitar akhir 1980 (kurang lebih 1989). Akan sangat panjang bila sistem ini hendak ditelisik jauh lebih dalam. Hanya saja, mungkin teori Depedensia akan bisa menjelaskan bentuk hubungan ini dengan lebih gampang. (Makanya, kuliah di Ilmu Politik FISIP UI...ambil mata kuliah Perbandingan Politik di semester 4) ==&gt; Dengan nada dan mimik wajah promosi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Intinya, Amerika bersama serikat perbankan tersebut (panggil saja IMF -bukan nama samaran-) dan Lembaga Keuangan Amerika, mengajukan sebuah 'resep' bagi kemajuan pembangunan di negara-negara berkembang. Resep itu secara garis besar berupa pemberian bantuan dana pinjaman untuk pembangunan, namun dengan embel-embel bahwa negara yang dibantu tersebut "sebaiknya" menerapkan sistem ekonomi yang sudah diresepkan di dalam Washington Consensus itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;'Resep' itu kurang lebih berisi 10 poin sistem ekonomi yang dipromosikan kepada negara berkembang tersebut. Sayang sekali, akibat catatan yang menghilang bersamaan dengan raibnya teman yang meminjam, maka gw ga hafal ke 10 poin itu. Dua poin yang gw inget betul adalah menyoal perlemahan peran negara di dalam pasar, dan termasuk pengambilalihan BUMN untuk dikelola swasta (privatisasi), demi efisiensi dan efektifitas. Yang 8 lagi....gw lupa!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas, sistem ini berorientasi kepada pengakuan hak dan kepemilikan individu. Oleh karena itu, maka muncullah kalangan-kalangan yang bisa memonopoli sistem perekonomian di sebuah negara. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa untungnya untuk Amerika dan IMF? Yang pertama jelas berupa bunga pinjaman yang kemudian bisa menjadi sangat besar. Yang kedua adalah 'ditemukan'nya pasar baru bagi produk Amerika, di mana pasar di sana sendiri sudah tidak sanggup menyerap kelebihan hasil produksi yang luar biasa berlebihan. Akibat pasar bebas dengan minimnya kontrol pemerintah inilah yang kemudian membuat barang-barang itu bisa masuk dengan mudahnya. Inilah yang bikin banyak negara kemudian jadi melarat, termasuk Indonesia. Udah dari dasarnya sistem ini jelas merugikan negara berkembang yang berhutang, belum lagi ditambah dengan mental 'anak bangsa lokal' yang memahami dengan sangat mengenai konsep 'kepemilikan individu'. Apa jadinya? Ya itu...kemiskinan, melebarnya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;gap &lt;/span&gt;sosial, dan masih banyak yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus kenapa istilah ini bisa menjadi Neoliberalisme?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena emang awalnya ini emang dari konsep liberalisasi...pengakuan hak dan nilai individu, ketimbang nilai yang egaliter. Liberalisme klasik silahkan baca karya Adam Smith yang terkenal dengan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Invisible Hand&lt;/span&gt;-nya (copet kali ya...).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalo kita kenal dengan adanya polarisasi Kiri dan Kanan di sistem ekonomi dan politik...ya pembagiannya jelas bahwa Neolib ini berada di pucuk kanan. Karena kalo kita mau simplifikasi, pembagian kutub ini berangkat atas nilai yang berlaku. Nilai masyarakat atau Nilai individu? Egaliter atau Pribadi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian, kutub ini juga akhirnya punya masing-masing variannya. Di kiri sendiri ada sistem sosialis yang terpisah dari komunis, ada pula kiri-tengah yang jauh lebih demokratis, dsb. Nah, Neolib ini sendiri adalah varian dari kutub kanan, sebagai salah satu...katakanlah bentuk &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;advance&lt;/span&gt; dari Liberalisme klasik. Kalau mau lebih banyak tahu soal ini, silahkan baca pula tulisan karya Francis Fukuyama yang judulnya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;The End of the History&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, sekarang udah mulai kebayang kan kenapa SBY dan Boediono sangat dituduh sebagai penganut Neoliberalisme ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jelas bahwa keterlibatan Indonesia di dalam G-20, menunjukkan bahwa Indonesia MEMANG terdaftar sebagai salah satu negara pemain Neolib. Indonesia emang udah berhenti berhutang sama IMF, tapi sebagai gantinya justru Indonesia yang melakukan promosi hutang dan 'resep' di atas ke negara berkembang lainnya. Artinya, Indonesia sendiri (dan 19 anggota G-20 sisanya) memang terang-terangan berlaku sebagai 'pemain' Neolib untuk tingkat global.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Boediono sendiri juga udah menunjukkan arah perekonomiannya dengan menyinggung bahwa peran negara harus diminimalisir di dalam sistem pasar. Nah, artinya memang tidak ada yang perlu ditutupi lagi bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, sekarang gw agak legaan karena paling nggak udah bisa sedikit mengklarifikasi tentang...bagian mana dari SBY - Boediono yang disebut sebagai Neoliberalisme. Biarpun ga spesifik, paling nggak secara garis besar udah cukup tahu kan? Hehe&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk dua pasang calon lain, karena tidak ada tuduhan yang berarti mengenai kecendongan mereka terhadap Neoliberalisme, maka ga usahlah untuk dibahas lebih dalam, karena gw ga pengen juga membuat &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;statement &lt;/span&gt;jelek untuk kedua calon lainnya, termasuk juga untuk SBY - Boediono. Post ini cuma bermaksud  untuk klarifikasi dan pelampiasan rasa sok tahu...hanya itu dan ga lebih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soal pandangan gw tentang siapa bakal menang dan bakal kaya apa persaingannya? Haha, jangan biarkan mahasiswa sok tahu ini menuangkan pikirannya (yang juga sok tahu), dan justru akan membuat Anda semakin bingung. Akhir kata, selamat memilih!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-8052108417724777698?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/8052108417724777698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/neoliberalisme-dan-nilai-individu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8052108417724777698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/8052108417724777698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/neoliberalisme-dan-nilai-individu.html' title='Neoliberalisme dan Nilai Individu'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-5987794524653328934</id><published>2009-07-04T02:45:00.006+07:00</published><updated>2009-07-04T05:08:09.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Quote of The Day</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Jika Indonesia sedari dulu tidak punya dan kehilangan orang-orang idealis, maka percayalah bahwa negara ini tidak akan mungkin bertahan lebih dari satu jam sejak proklamasi kemerdekaannya"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Dandy, diambil dari "Als Ikkeen Indonesianer Waas") ==&gt; Percayalah juga bahwa terkadang bersikap narsis mampu membantu menumbuhkan optimisme dan percaya diri (kalo ini bukan quote of the day)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-5987794524653328934?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/5987794524653328934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/todays-quote.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5987794524653328934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5987794524653328934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/todays-quote.html' title='Quote of The Day'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2372896436347702424</id><published>2009-07-02T02:05:00.004+07:00</published><updated>2009-07-02T02:24:12.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepakbola'/><title type='text'>Real Madrid dan Ambisi Segudang</title><content type='html'>Bursa transfer musim panas 2009/2010 menjadi momen yang bombastis bagi Real Madrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pasal? Hingga tulisan ini diketik dengan uneg-uneg yang mendalam, mereka sudah hampir mengeluarkan duit hampir 3 Trilyun Rupiah untuk belanja pemain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transfer besar pertama mereka ditandai dengan kesuksesan mendatangkan Kaka dari AC Milan. Belum cukup dengan Kaka, Madrid kembali membuat sensasi dengan membeli Crsitiano Ronaldo dari MU seharga 80 Juta Pounds.&lt;br /&gt;Geleng-geleng kepala gw pas denger berita itu. Bayangin aja...Madrid sendiri itu udah punya stok gelandang serang yang numpuk! Mau dikemanain itu yang namanya Guti, Wesley Sneijder, hingga Rafael Van Der Vaart?? Tiga nama itu aja harusnya udah nama kelas dunia untuk posisi pemain tengah..Lantas kenapa Madrid masih ngoyo nyari pemain di posisi itu? Oke, mungkin emang Ronaldo mereka persiapkan untuk menjelajah sayap Madrid. Tapi disitupun udah ada Arjen Robben, Marcelo, Royston Drenthe, dan nama lain yang pernah dibeli Madrid dengan mahal&lt;br /&gt;Concern utama gw saat itu adalah..Madrid harusnya lebih perhatian sama lini pertahanan. Cannavaro pergi, dan praktis tinggal Sergio Ramos yang paling kompeten untuk dipasang jadi jangkar di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Madrid mendengar kritik gw dan mungkin jutaan penggila bola lainnya.. Ga pake basa-basi, mereka langsung memboyong Raul Albiol sang bek timnas Spanyol dari Valencia! Gila, ga ada abisnya tuh duit!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkejut? Jangan dulu..pagi ini gw baru baca detiksport.com, dan menemukan berita yang lebih gila lagi. &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);font-size:130%;" &gt;MEREKA BERHASIL MEMBOYONG KARIM BENZEMA DARI OLYMPIQUE LYON!!&lt;/span&gt; Gila kali..buat apa lagi mereka beli pemain depan?? Kalomau didaftar, Madird itu masih punya 4 striker di tim senior! Mulai dari sang kapten Raul Gonzales, Ruud van Nistelrooy, Gonzalo Higuain, hingga yang terakhir adalah top skorer Eredevisie terakhir yaitu Klaas Jan Huntelaar!! 4 Nama itu aja bahkan sebenernya udah cukup jadi jaminan lini depan yang bermutu...buat apalagi beli Benzema???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang gw penasaran itu bakal kaya apa formasi yang diracik sama Pellegrini ke depannya?&lt;br /&gt;Lini belakang kemungkinan dihuni kuartet Gabriel Heinze-Raul Albiol-Sergio Ramos-Marcelo. Lini tengah yang agak ribet karena berjubel bintang. Sayap kiri kayanya udah pasti milik Robben, dan di kanan jadi wilayah Ronaldo. Gelandang tengahnya ini yang harus rotasi. Penghuni tetapnya mungkin cuma Kaka. Satu tempat sisanya direbutin antara Guti-Sneijder-der Vaart-Gago (belum pula masukkin nama Mahamadou Diarra). Depan juga bakalan alot. Benzema pasti bakal jadi starter (yaiyalah, dibeli mahal-mahal). Pasangan yang paling mungkin itu antara Huntelaar kalo nggak ya Nistelrooy. Kenapa antara mereka berdua? Ya karena cuma mereka berdua yang bertipe &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target man&lt;/span&gt; murni. Benzema sendiri perannya mungkin agak ditarik ke belakang..jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dribbler&lt;/span&gt; sekaligus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;second striker&lt;/span&gt; gitu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun strateginya, gw ga yakin Madrid akan sukses. Mereka mencari yang instan? Bah...Barcelona yang perlu waktu lebih lama untuk mengasah bintangnya sendiri akan punya kans juara lebih gede. Percaya apa ngga, gw berani taruhan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2372896436347702424?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2372896436347702424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/real-madrid-dan-ambisi-segudang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2372896436347702424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2372896436347702424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/07/real-madrid-dan-ambisi-segudang.html' title='Real Madrid dan Ambisi Segudang'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-4672702743616847505</id><published>2009-06-23T22:55:00.011+07:00</published><updated>2009-06-24T13:34:05.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Keluarga Cemara</title><content type='html'>Setelah gw baca-baca postingan lama, ternyata ada satu hal yang gw lupain. Gw belum pernah post tentang keluarga!! Hehe..mungkin buat lo semu ga penting juga ada postingan kaya gitu, tapi yang jelas buat gw ya penting banget.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa judulnya 'Keluarga Cemara'? Yah, bagi pembaca yang lahir di bawah tahun 1990 pasti akrab dengan sinetron berjudul ini. Sinetron ini menceritakan tentang keluarga yang sederhana, tapi tetep rukun dan saling melindungi. Gw berharap aja, keluarga gw adalah keluarga yang seperti itu. Oke, cukup dengan basa-basi nya.. Sekarang gw akan memperkenalkan anggota keluarga satu persatu... &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Meet my family&lt;/span&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;1. R. Juliarso Go&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;ndoprajogo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHBPB07dFI/AAAAAAAAAE4/XFXrdFnBWgE/s320/CIMG2375.JPG" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beliau adalah kepala keluarga sederhana ini. Lahir di Malang pada tanggal 21 Juli 1947. Menghabiskan masa kecil dan remaja di Surabaya. Asli orang Jawa Timur. Kuliah Teknik Mesin di Institut Teknik Sepuluh November 10, Surabaya (ITS). Bekerja di Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi ( BPP Teknologi ) di daerah Thamrin, sebagai peneliti. Tahun ini berusia 62 tahun, dan akan pensiun pada usia 65 tahun. Hobi beliau adalah utak-atik barang (sesuai dengan jurusannya....Teknik! Hehe). Mulai dari mesin mobil, motor, hingga alat rumah tangga. Memiliki mobil FIAT lansiran tahun 1961. Mobil yang dibeli pada masa mudanya, dan dirawat hingga kini masih menghuni garasi rumah dengan manis. Bapak yang galak, tapi disiplin. Dari beliau gw banyak belajar tentang bagaimana jadi orang yang baik, dan menjalani hidup yang bersih. Dari beliau jugalah gw mewarisi rambut putih yang sudah mulai menghuni kepala gw sejak masuk SMP... Yah, kalau semua lancar, mungkin masuk usia 35-45 nanti, kelak rambut gw udah jadi perak semua. Hehe, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;like father like son&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;2. Poppy Mawarwulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHDGqvbvbI/AAAAAAAAAFA/vcmQW9II128/s320/Ma.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibu dari tiga anak yang lucu-lucu (hyahahaha). Lahir di Kediri pada tanggal 6 Februari 1959 (beda umur 12 tahun sama bokap gw!). Keturunan Jawa - TiongHoa, dengan nama ayahnya adalah Sie Thwan Hong. Beliau sendiri menyandang nama 'Sie' pada akte kelahirannya. Agama lahir Katolik. Menghabiskan masa kecil di Kediri. Kuliah di IKIP Malang, jurusan Sastra Inggris. Menikah dengan bokap tahun 1979. Pada tahun 1994, resmi menjadi penganut agama Islam. Kini tidak bekerja dan menjadi Ibu rumah tangga. Mahir memasak yang enak-enak, dengan spesialisasi membuat Soto Ayam dan I Fu Mie! (Hmmmm.....yummy)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mewariskan rambut ikal kepada gw. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;3. Indra Prabowo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHEny4AH7I/AAAAAAAAAFI/tqk989SyYo4/s320/bowo.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakak pertama gw. Lahir di Surabaya pada tanggal 25 Mei 1980. Dari tiga bersaudara, mungkin dialah yang paling pintar dan tekun dalam belajar. Penghuni tetap 3 besar di kelas selama SD-SMP. Lanjut ke SMA 8 Jakarta, dan kuliah di UI jurusan Ekonomi Akuntansi. Sekarang kerja di BRI. Penyuka musik klasik dan piano. Sekarang juga menjadi pengajar piano klasik di Y2K studio. Baru-baru ini sukses meriah pencapaian pertama di dalam hidupnya, yaitu membeli harpa dari uang tabungannya sendiri. Dari beliaulah seharusnya gw bisa banyak belajar untuk jadi orang yang tekun dan sabar dalam berusaha (tapi kenapa kenyataannya nggak ya? hehe). Masih jomblo dan belum berpikir untuk menikah, kecuali kalau beliau merasa finansialnya sudah sangat kuat untuk membina rumah tangga (hmmm...ada yang berminat?)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;4. Indra Bomantara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHF6S-NFdI/AAAAAAAAAFQ/8eqsUQSdMJA/s320/boman.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kakak kedua yang lahir di Kediri pada tanggal 27 Juli 1981. Karena lain hal dan sebagainya, tahun lahir di KTP berubah menjadi 1982. Masa mudanya dihiasi dengan reputasinya sebagai pemuda yang atletis. Kuliah di Atma Jaya, jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2000. Sekarang sudah bekerja di Pertamina Pusat, dan sedang menjalani masa dinas di kantor Pertamina Makassar selama 3 tahun. Orang yang rajin &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;body building, &lt;/span&gt;sehingga badannya menjadi yang paling besar di dalam keluarga. Orang yang sangat ramah dan sopan, dengan selera musik yang tinggi. Sangat royal dalam mengurus adik satu-satunya ini...hehe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;5. Indra Pradana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHGzgX3acI/AAAAAAAAAFY/pjJcj-MlXDI/s320/dan.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hemmmm.....inilah gw. Lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1987. Sekarng masih menempuh kuliah di UI jurusan Ilmu Politik (sangat berbeda dengan kedua abang-abangnya...hehe). Banyak yang bilang kalo gw mirip sama kakak gw yang pertama. kalo soal karakteristik...ya, tafsirkanlah sendiri gw orang yang seperti apa, hehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-4672702743616847505?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/4672702743616847505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/keluarga-cemara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4672702743616847505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/4672702743616847505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/keluarga-cemara.html' title='Keluarga Cemara'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/SkHBPB07dFI/AAAAAAAAAE4/XFXrdFnBWgE/s72-c/CIMG2375.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1631675788421470856</id><published>2009-06-23T03:57:00.009+07:00</published><updated>2009-06-23T04:58:20.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinosaurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Welcome to the Dinosaurs World! Part II : Tylosaurus, The Sea King</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Post pertama untuk seri "Welcome to the Dinosaurs World!" tidak akan gw buka dengan memperkenalkan dino beken macem Tyrannosaurus atau Velociraptor. Gw &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;prefer&lt;/span&gt; untuk ngebuka dengan dino yang mungkin agak asing di telinga kita, tapi pada faktanya inilah dino yang menjadi raja lautan sekaligus salah satu karnivora terbesar yang pernah ada di dalam air. Dino ini dikenal dengan Tylosaurus.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Oke, gw akan mulai dengan sebuah perban&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;dingan yang past&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;i (baca : semoga!) akan membuat Anda semua geleng-geleng kepala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Hmmm....bayangkan Anda berenang di laut, da&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;n dikejar (a&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;tau bahkan dilahap) hiu sebesar ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;   &lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_yAVE60cI/AAAAAAAAAEQ/KItZc7omCuw/s320/shark-attack1.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pasti ngeri kan? Gimana ga ngeri kalo kita dikejar monster sebesar lebih dari 3 meter dengan kecepatan berenang sekitar 40 Kilometer/jam, dan dicabik ratusan taring (kurang lebih 300 taring) yang tersusun dalam 3 lapis gigi? Whew, ga kebayang kaya apa horornya itu. Hiu sendiri sebenernya salah satu makhluk purba, namun mengalami penyusutan ukuran di masa dewasa ini. Hiu purba (megalodon) bahkan bisa mencapai 2 SAMPAI 3 KALI LIPAT ukuran hiu di foto ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Oke, ngeri dengan gambar perta&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;ma....gimana kal&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;au gw tunjukkan gambar berikutnya? Silahkan diintip :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;                                     &lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_zcuhUAyI/AAAAAAAAAEg/iopCCjX8bx4/s320/tylosaurus-attack-983128-sw.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Yak, dino yang MEMANGSA MEGALODON BERUKURA&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;N 7 METER tersebut adalah yang dimaksud dengan Tylosaurus. Whew, hiu raksasa cuma terlihat seperti cemilan kecil bagi Tylosaurus itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;Tylosaurus diperkirakan memiliki panjang tubuh sekitar 13-15 meter, dapat mencapai bobot tubuh lebih dari 7 ton, dan berenang dengan kecepatan 7&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;0 Kilometer/jam! Makhluk laut mana yang masih bisa lari dari kejaran dino super sangar ini? Kecepatan Tylosaurus diperoleh dari kedua pasang sirip raksasanya (yang ukurn satu siripnya bisa lebih dari setengah kali ukuran megalodon dewasa). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Fakta yang lebih mengerikan adalah.....sirip rak&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;sasa Tylosaurus tidak hanya digunakan untuk berenang &lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;de&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;ng&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;an kecepatan super kilat, teta&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;pi bahkan dapat digunakan untuk lompat ke atas permukaan air dan mencaplok Pteranodon yang sedang terbang rendah!! Coba bayangkan lagi karnivora air super raksasa yang bisa loncat a la Lumba - Lumba, makhluk seperti apa itu?? Dijamin, Hiu raksasapun pasti pasrah dan hanya bisa berdoa kalau dikejar monster ini. Berikut ilustrasi Tylosaurus menangkap Pteranodon yang sedang terbang :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_4LptjmPI/AAAAAAAAAEo/_jHdXE-oV1o/s320/1_MONSTER_461.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Dengan segala keunggulan monster pembunuh ini, masihkah Anda yakin kalau Tyrannosaurus merupakan predator paling ganas sepanjang masa? Di darat mungkin jadi milik Tyrannosaurus,tapi lautan pasti jadi milik Tylosauru&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;s. Dan ingat, 70% dari bumi adalah perairan dan lautan. Jadi tidak salah kalau bisa dibilang Tylosaurus merupakan predator yang jauh lebih mengerikan daripada Rex.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;DATA DAN FAKTA TYLOSAURUS :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Masa Hidup : Akhir Cretaceous&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pertamakali Ditemukan :  1868 oleh Edward Drinker Cope dan Othniel Charles Marsh di Kansas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Panjang : 13 - 15 Meter&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Berat : Sekitar 7 Ton&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kecepatan : 42 Mph (kurang lebih 70 Kmh)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Makanan : Semua makhluk laut ( mulai dari yang raksasa seperti Plesiosaurus, Archelon hingga Megalodon ) dan Pteranodon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Rating Dandy : SANGAR, MONSTER, BUAS, GANAS! ( 5 Bintang )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_5eAv-GxI/AAAAAAAAAEw/S5_3KxibxnM/s320/91945-df5db9caa8ae92d3e1d217c37b72e20b.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tylosaurus, karya agung Zeus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1631675788421470856?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1631675788421470856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-dinosaurs-world-part-ii.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1631675788421470856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1631675788421470856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-dinosaurs-world-part-ii.html' title='Welcome to the Dinosaurs World! Part II : Tylosaurus, The Sea King'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_yAVE60cI/AAAAAAAAAEQ/KItZc7omCuw/s72-c/shark-attack1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7428796060771148722</id><published>2009-06-23T03:48:00.006+07:00</published><updated>2009-06-23T04:49:37.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinosaurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Welcome to the Dinosaurs World! Part I : Introduction</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_vJfKoqLI/AAAAAAAAAEI/jmFjkctHXB4/s1600-h/JurassicPark.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_vJfKoqLI/AAAAAAAAAEI/jmFjkctHXB4/s320/JurassicPark.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350257828603406514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:48px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Yahoooo....selamat datang di Jurassic Park!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Gw adalah salah satu penggemar film yang diangkat dari novel Michael Crichton ini. Nggak fanatik banget sih, walopun bisa dibilang gw cukup hafal sama jalan cerita di tiga filmnya, termasuk nama-nama pemain dan jenis dinosaurus yang muncul di masing-masing film.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Yang bikin gw suka sebenernya bukan ke arah filmnya, tapi terutama sama dinosaurusnya. Tapi berhubung bicara soal film dinosaurus termegah sepanjang masa, maka kita bicara film Jurassic Park. Lagian juga ada hal yang gw sayangkan dari tiga film Jurassic Park. Yang utama adalah ketiadaannya dinosaurus air.. Padahal kalau mau dibahas, dinosaurus air juga ada yang lebih nakutin daripada Tyrannosaurus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Buat gw, dinosaurus itu makhluk yang menawan, tapi juga sangat menakutkan. Beruntunglah mereka sudah punah, dan gw ga akan mungkin dikejar-kejar Velociraptor di tengah-tengah jalanan ibukota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Post gw yang berjudul "Welcome to the Dinosaurs World!" kurang lebih akan gw bagi dalam beberapa part, dan sebagian besar akan gw bahas tentang masing-masing jenis dinosaurus yang "remarkable" buat gw, per partnya. InsyaAllah akan update..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Post tentang masing-masing jenis dino itu nantinya akan gw sarikan dari berbagai sumber, dan semoga berguna bagi pembaca yang juga pingin tahu lebih jauh tentang dinosaurus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sekian introduksinya, selamat menikmati post berikutnya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7428796060771148722?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7428796060771148722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-jurassic-park-part-i_23.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7428796060771148722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7428796060771148722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/welcome-to-jurassic-park-part-i_23.html' title='Welcome to the Dinosaurs World! Part I : Introduction'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sj_vJfKoqLI/AAAAAAAAAEI/jmFjkctHXB4/s72-c/JurassicPark.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-809090101522084994</id><published>2009-06-21T03:34:00.008+07:00</published><updated>2009-07-04T02:56:40.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUote of The Day'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Quote of the Day</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style=";font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Upon this fallen empire we march, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=";font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;In front of our heroes' tombs we kneel as a sinner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=";font-family:'lucida grande';font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=";font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;( Taken from my "Catalyst's Asylum" ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-809090101522084994?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/809090101522084994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/quote-of-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/809090101522084994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/809090101522084994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/quote-of-day.html' title='Quote of the Day'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7257914244597249292</id><published>2009-06-09T00:48:00.017+07:00</published><updated>2009-07-25T03:35:05.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panda Time'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Yang Gendut, Yang Doyan Makan, Yang Males, Yang Kiyut!</title><content type='html'>Mungkin ada yang berpikir kalo....judul itu mengingatkan lo akan gw?? Hahahahaha!! (males juga sih dibilang kiyut alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cute&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan...bukan. Gw paham kok kalo mungkin konsepsi 'kiyut' masih melekat erat di pandangan lo terhadap gw, hehe. Tapi bukan gw yang jadi objek di sini. Sekarang gw mau total nulis tentang binatang favorit gw. Tebak apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmm...pernah tau ada beruang dengan warna belang-belang item-putih dan hobinya makan daun bambu? Kalo ga tau...nih gw kasih sedikit cuplikan gambar binatang itu lagi makan daun bambu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.drben.net/files/China/City/Beijing/Haidian_District/Beijing_Zoo-Panda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 196px; height: 192px;" src="http://www.drben.net/files/China/City/Beijing/Haidian_District/Beijing_Zoo-Panda.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...udah tau kan itu binatang apa?&lt;br /&gt;Yak, jawabannya Panda! Foto di atas adalah jenis Panda Woolong dari Cina, yang terkenal sebagai jenis Panda yang besar (dan gendut tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa alasan gw suka sama Panda? Butuh lebih dari tumpukan kertas setebal novel "Harry Potter and The Deathly Hallows" untuk mengungkapkan alasan gw jatuh cinta sama Panda. Dimulai dari jaman SMA awal, ketika gw banyak nonton acara Discovery Channel tentang Panda. Gw ngeliat sosok hewan itu sebagai hewan yang diliputi dengan kedamaian. Hidupnya ga jauh-jauh dari makan, tidur, main-main, dan guling-guling. Seringkali selalu diikuti dengan ekspresi wajah yang tersenyum seakan berkata : "Hai cOwo..maiN yUkZzzzzzzz!" ==&gt; Pandalay alias Panda Alay...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai boleh damai, dan nyengir boleh nyengir. Tapi ingat, jangan sekali-sekali menguji kesabaran Panda (misalnya lo nabok dia, pas dia lagi asyik ngemil bambu). Akibatnya fatal! Lo bisa aja digaplok doi pake tangan selebar piring makan yang penuh dengan kuku. Lha, insting beruang-nya bisa keluar lho kalo dia diusik! Tapi secara keseluruhan, Panda itu emang objek yang sangat menarik dan imut-imut. Berikut ini adalah foto tumpukan Panda yang lagi leyeh-leyeh habis makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1TEXpscrI/AAAAAAAAACA/YAqd1raEIgw/s1600-h/Banyak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1TEXpscrI/AAAAAAAAACA/YAqd1raEIgw/s320/Banyak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345019667292123826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keterangan Foto (Kiri-Kanan) : Chi-Lay, Klepir, Dickoy, Klewang, Q-Noy, Jembez, Chipet, P-Tax, Koboy, Sarmidi, Koray, BoTex, KhaNoeL, AguZ, Rosidi, Alec&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Liat kan betapa imutnya mereka? Terutama pas masih pada bocah gitu. Badannya pada bulet-bulet, gendut semua.&lt;br /&gt;Itulah yang bikin gw pengeeeeeeeeen banget bisa ngelus-ngelus panda, main sama panda. Pernah nonton film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tropic Thunder&lt;/span&gt; yang dibintangin sama Ben Stiller ga? Di situ ada adegan dia lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shooting&lt;/span&gt; sama anak Panda. Gila, mupeng abis gw ngeliat Stiller dan anak Panda saling guling-gulingan, dua-duanya nyengir. (ga cuma Panda, tapi Ben Stiller juga bisa nyengir kok).&lt;br /&gt;Inilah yang kemudian membuat gw punya cita-cita. Seandainya gw udah tajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir mampus-mampusan, gw niat untuk pelihara Panda. Karena piara Panda sebenernya ga ilegal, tapi ada sebuah ijin khusus gitu, Di ijinnya tertera kalo lo bisa miara sampe umur sekian tahun, dan kalo udah tiba saatnya, maka Panda lo harus diserahkan ke kebun binatang.. Waw, bisa ngiler gw ngebayangin sampe gw bisa miara panda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang gw suka dari mereka, adalah perhatian sang ibu sama anak Panda itu. Yang lucu, anak Panda sampe umur 4 bulan (yang notabene udah mencapai berat 12 kilo) masih suka digendong-gendong sama ibunya. Kadang digendong di depan, kadang digendong kaya bawa ransel. Dan itu yang bikin mereka makin keliatan lucu! Nih gambar ibu Panda gendong anak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1U8vZbi9I/AAAAAAAAACI/twKMW52OCSI/s1600-h/Gendong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1U8vZbi9I/AAAAAAAAACI/twKMW52OCSI/s320/Gendong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345021735250660306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Anak Panda manja, digendong Mamake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Selain itu, Panda family juga terlihat selalu rukun dan riang gembira lho. Keluarga Panda biasanya keluarga kecil yang terdiri dari Bapak-Ibu-Anak (kebetulan Bapak dan Ibu Panda pake KB). Dan mereka bertiga pun masih aja suka maen bareng bertiga. Guling-gulingan, gebuk-gebukan...hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1WIYRWHjI/AAAAAAAAACQ/A6-TbX6A8no/s1600-h/DSC01770.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1WIYRWHjI/AAAAAAAAACQ/A6-TbX6A8no/s320/DSC01770.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345023034712792626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;We're Happy Family!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha...imut kan Pandanya? Pokoknya secara keseluruhan hidup mereka tuh simpel! Makan-Main-Tidur! Statis sih, tapi damai! Nih, Panda dalam berbagai aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panda Makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panda selalu mengunyah dan mengunyah tanpa henti. Benar bahwa makanan utama mereka bambu. Bisa daun bambunya, atau bisa juga rebungnya. Kadang mereka juga makan sayuran lain, misalnya kentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1YslF4iqI/AAAAAAAAACY/GymjI9Cv3Fk/s1600-h/Makan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1YslF4iqI/AAAAAAAAACY/GymjI9Cv3Fk/s320/Makan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345025855652924066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Panda makan bambu. Saking malesnya, mereka makan sambil tiduran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1ZcHPHT5I/AAAAAAAAACg/fahtUYuD7F0/s1600-h/DSC01846.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1ZcHPHT5I/AAAAAAAAACg/fahtUYuD7F0/s320/DSC01846.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345026672272297874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Panda makan kentang ( Pose : Tetep sambil tiduran! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1Z1pwYPRI/AAAAAAAAACo/GcL588yqt3w/s1600-h/Nyari+Bambu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1Z1pwYPRI/AAAAAAAAACo/GcL588yqt3w/s320/Nyari+Bambu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345027111035354386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Panda kelaperan...ganas dalam usaha mencari pucuk daun bambu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1aP6W_RaI/AAAAAAAAACw/MKs0qc5b378/s1600-h/Takut+bambu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 258px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1aP6W_RaI/AAAAAAAAACw/MKs0qc5b378/s320/Takut+bambu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345027562168862114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Panda kekenyangan yang udah ogah disodorin bambu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panda Main&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi ga tidur, selain makan, mereka juga paling doyan main-main. Guling-gulingan rame-ramelah, dorong-doronganlah, manjatin pohon lah... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Check these out!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bBaeOogI/AAAAAAAAAC4/BRGyOcNBsm8/s1600-h/Main.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bBaeOogI/AAAAAAAAAC4/BRGyOcNBsm8/s320/Main.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345028412602753538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Little Bro yang sedang membantu Sang Abang naik ke tempat bermain&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bRyt2YkI/AAAAAAAAADA/Dxslyzh_UTU/s1600-h/Semangat%21%21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bRyt2YkI/AAAAAAAAADA/Dxslyzh_UTU/s320/Semangat%21%21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345028693988631106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Panda asyik manjat pohon. Bentuknya sekilas mirip botol berbulu lebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panda Tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalo udah makan dan main-main, mereka akan kecapean dan segera ngantuk separah-parahnya, dan mereka akan tidur sepuasnya dimana saja! Kalo perlu mereka tidur di tempat mereka main, atau di atas pohon!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bp_J009I/AAAAAAAAADI/tc18ow7MnZ8/s1600-h/Males.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1bp_J009I/AAAAAAAAADI/tc18ow7MnZ8/s320/Males.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345029109644055506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tidur siang setelah pada cape maen SmackDown a la Panda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1b9yHtkBI/AAAAAAAAADQ/4KEcLWjOfdE/s1600-h/panda-bear-wallpaper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 331px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1b9yHtkBI/AAAAAAAAADQ/4KEcLWjOfdE/s320/panda-bear-wallpaper.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345029449742913554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Teler di pohon, tengkurep di pohon, tidur di pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah...udah liat sendiri kan, betapa damainya hidup mereka. Mereka akan ramah sama manusia selama manusia juga ramah sama mereka. Bahkan kalo manusianya ngajak guling-gulingan maen SmackDown, mereka juga akan ngeladenin. Cuman ya ati-ati aja, salah-salah main SmackDown itu bisa jadi film Saw edisi lima gara-gara salah cabik! Hehe...&lt;br /&gt;Pokoknya, gw akan melakukan segala sesuatu yang bisa mendekatkan hidup gw sama Panda. Entah cuma ngelus dan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;say hello&lt;/span&gt;' , atau sampe piara Panda satu keluarga. Kalo punya info dimana gw bisa dapet akses ke binatang imut bin kiyut ini...bolahlah dibagi ke gw. Untuk sementara posting gw soal Panda sampe segini dulu aja. Kalo ada gambar lebih lanjut yang lebih kiyut, nanti akan gw post lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam cengir Panda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1cmHEmGCI/AAAAAAAAADg/8rh37wEfdd4/s1600-h/logo.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 100px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1cmHEmGCI/AAAAAAAAADg/8rh37wEfdd4/s320/logo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345030142561753122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1cPuy46ZI/AAAAAAAAADY/hXt_2-vqIeE/s1600-h/Nyengir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1cPuy46ZI/AAAAAAAAADY/hXt_2-vqIeE/s320/Nyengir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345029758087915922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Cengir dan Cengenges&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7257914244597249292?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7257914244597249292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/yang-gendut-yang-doyan-makan-yang-males.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7257914244597249292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7257914244597249292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/yang-gendut-yang-doyan-makan-yang-males.html' title='Yang Gendut, Yang Doyan Makan, Yang Males, Yang Kiyut!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Si1TEXpscrI/AAAAAAAAACA/YAqd1raEIgw/s72-c/Banyak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-5400936065846359914</id><published>2009-06-09T00:13:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T00:46:53.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Only'/><title type='text'>High Stakes Bet</title><content type='html'>Sekarang ini gw dalam masa-masa penuh dilema. Ada sebuah hal (yang mohon maaf, ga bisa gw tulis di sini), yang perlu pertimbangan khusus mengenai keputusan yang bakal gw ambil. Hal ini sebenernya udah gw pikirin dari sebelum, selama, dan sesudah masa UAS..tapi sampe sekarang belum ketemu jawabannya : langkah apa yang mau gw ambil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu temen gw pernah bilang sama gw : 'lo kelamaan, kebanyakan pertimbangan!'. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, his statement probably right&lt;/span&gt;... Tapi gw sendiri heran. Ga biasa-biasanya selama ini gw ngambil sebuah keputusan. Bayangin aja, sampe hampir sebulan (apa udah sebulan ya?) gw mikirin langkah gw. Padahal pilihan jawabannya cuma dua, tapi kenapa gw bisa sebingung ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya cuma antara 'ya' dan 'nggak', sesuatu yang kontradiktif...baik secara konsep, maupun secara akibat. Sama posisinya kaya mutusin 'maju' atau 'mundur', 'hajar' atau 'nyerah'... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;As that simple..&lt;/span&gt; Yang jadi masalah utama, ya itu...akibat atau konsekuensi yang harus gw jalanin dan gw terima. Satu sisi, kalo gw ngambil pilihan yang bernada 'ya', maka gw ngelakuin pertaruhan besar. Kalo gagal ya gw keilangan semuanya. Sama kaya misalnya gw main poker, dan bertaruh '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;All in&lt;/span&gt;' dengan modal kartu nanggung. Dibilang jelek ya nggak, tapi bagus juga nggak. Kalo gw ngambil pilihan yang bernada 'nggak', maka gw harus ngorbanin sesuatu yang mungkin (belum tentu juga) bisa dapet...tapi tanpa gw sendiri pernah nyoba. Dan kalo lagi-lagi diibaratin dengan poker, maka gw udah '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fold&lt;/span&gt;' di pembukaan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya kaya judi...tapi judi gede dengan resiko gede pula. Dibilang kalo gw ga sanggup untuk nerima resiko kalahnya, mungkin iya juga. Karena bisa jadi gw ga bakal kalah biasa, tapi kalah telak dengan kehilangan semua modal gw. Hajar terus juga gw khawatir timbul kesan "maksain". Tapi mundurpun susah, karena gw ga tau apa yang akan bisa gw dapet. ditambah lagi dengan sifat alami berupa penasaran untuk terus maju (masih berhubungan juga dengan poin 'gw ga tau apa yang bisa gw dapet' sih...). Bukan cuma main penasaran, tapi juga main perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe detik inipun gw masih belum tau, apa yang mau gw ambil. Kalo biasanya gw main poker, maka gw terbiasa untuk ambil terus kesempatan yang ada. Hajar terus sampe maksimal. Kalo perlu, dengan kartu seadanya, gw bisa gertak musuh sampe dia ngalah. Tapi di sini bukan hukum gertak yang belaku. Bukan hukum siapa berani setinggi apa, dan sejauh mana dia punya modal bagus. Hukum yang berlaku di sini seandainya gw maju terus adalah : sejauh mana gw bisa terus melangkah dan sejauh mana gw bisa mundur di saat perlu. Resikonya juga beda, sifatnya imaterial. Dan jujur, untuk saat ini, gw belum berani bertaruh segitu besarnya. Mundurpun gw belum bisa, karena gw belum tau kemungkinan apa yang masih ada di depan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's a high stakes bet&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-5400936065846359914?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/5400936065846359914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/high-stakes-bet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5400936065846359914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/5400936065846359914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/high-stakes-bet.html' title='High Stakes Bet'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7856363811786198428</id><published>2009-06-07T00:00:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T00:00:40.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Malam Sabtu = 4 Cowo Goblok, Ngobrolin Setan, Kepala Bocor, Telanjang Dada...</title><content type='html'>Kisah rame ini dimulai ketika gw dan temen gw yang bernama Bima, sepakat untuk menghabiskan hari dengan menginap di rumah kawan yang bernama Indra Adiguna (a.k.a Mesum). Kebetulan di rumah si Mesum ini juga datang menginap seorang makhluk senior ( anak Krim angkatan 2002 )  bernama Adit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw dan bima kurang lebih nyampe rumah si Mesum jam 11 malem. Gw inget, sebelum gw berangkat ke sana, si tuan rumah sms gw dengan pesan : 'Cuy, nitip bir! Ntar gw ganti!!'&lt;br /&gt;Alhasil di tengah jalan, mampirlah kami ke toko yang menjual minuman berlabel 'haram' tersebut..yah, sekedar untuk menemani malam yang pasti akan panjang (alcohol but no drugs dude...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal beberapa botol minuman dan rokok, kami menghabiskan waktu dengan ngobrol dan ngobrol dan ngobrol dan ngooooobrooool terus. Ga kerasa udah jam 3 pagi, dan gw denger si Bima ini nyeletuk : "Boy, bosen nih ngobrol di sini. Ngopi di luar yuk!!"&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berunding, dicapailah konsensus untuk ngopi di...starbucks TOL CIKAMPEK KILOMETER 17 !! (karena di situ yang paling deket sama rumahnya si mesum ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kita nyampe dan ngobrol-ngobrol. Dari jam 4 kurang sampe jam setengah 7 pagi...dan topik obrolannya soal setan (ga penting sih ngomongin ginian selama hampir 3 jam). Jam setengah 7 kita pulang. Tapi tiba-tiba...indikator radiator mobil menunjukkan suhu yang amat sangat panas!&lt;br /&gt;Di pinggir tol kita berhenti dan bermaksud buat ngecek mesin.&lt;br /&gt;Berhubung itu mobil Bima, maka Bima yang turun buat ngecek, ditemani si Mesum. Sementara gw dan Adit tetap berada di mobil, belum sempat turun karena emang posisi kita agak ribet buat turun (posisi ribet kaya apa tuh? Hehe...maaf kalo ambigu. Maksud gw susah keluar karena mobilnya dua pintu dan kursi yang di depan gw agak susah buat didorong ke depan biar gw berdua bisa keluar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kap mobil waktu itu disenderin ke kaca depan, karena ga ada penyangga kap. Tanpa dinyana, di sebelah ada mobil yang melaju kencang dan...membuat kap mobil itu goyang karena nagin dari mobil ngebut itu. Tumbanglah kap itu tepat ke arah kepala Bima yang lagi nunduk meriksa mesin. Gw sendiri kaget pas ngeliat dari dalem mobil, ga nyangka kalo kap mesin itu ambruk niban kepala temen gw!&lt;br /&gt;Detik berikutnya gw ngeliat dia udah megangin kepalanya dengan tangan berlumuran darah. Dasar mobilnya rese, ga ada barang sama sekali yang bisa dipake buat nyumbat dan neken pendarahannya (apalagi pas itu kita masih di tol).&lt;br /&gt;Pas itu gw langsung kepikiran buat make baju (emang ga steril sih...tapi paling ngga ada buat neken lukanya). Tapi berhubung dua temen gw yang lain pake baju warna cerah, dan baju gw doang yang berwarna hitam...maka langsunglah baju gw harus hinggap di kepala Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita melakukan penanganan pertama ke kepala bima (yang notabene cuma dengan air dan kain), kita konsen ngurusin mobil....biar bisa dibawa jalan ke klinik/RS/RSJ terdekat. Selama itulah gw harus rela berdiri ngurusin mesin sambil ga pake baju di jalan tol (pemandangan aneh, dan kalo gw sendiri yang liat ada orang kaya gitu di jalan tol....gw pasti udah bilang 'alay' ). Selesai radiator kita isi air secukupnya, kita mulai jalan nyari bengkel. Perkara badan gw masuk angin gara-gara berbugil ria terpaksa harus dinomer sekiankan karena emang fokus kita ke benerin mobil biar bisa evakuasi Bima (evakuasi pula bahasanya). Lagian juga mau nyari dimana toko yang juaq baju jam 7 pagi? Iya kalo di deket situ ada kios 24 jam macem Circle K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapet bengkel sekitar jam setengah 8 an. Dan selagi nunggu mobil dikerjain, anak-anak pada mau nyarap. Tempat paling deket adalah di warteg sebelah bengkel. Dan....gw harus turut serta makan di warteg dengan kondisi masih tanpa baju. (Kurang alay apa lagi coba??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga lama...mobil udah beres dan kita bisa jalan nyari tempat pengobatan. Entah mukjizat Tuhan atau gimana, tiba-tiba kita nemu aja Indomart 24 jam di deket situ! Mobil langsung berhenti, dan gw minta tolong si Mesum untuk belanja ke dalem, beliin gw maju. (Ga mungkin juga kalo gw masuk Indomart ga pake baju gitu kan?). karena di toko gituan biasanya cuman ada baju/kaos daleman, makanya gw mesen ukuran 'M' sesuai ukuran daleman gw yang biasanya. Tapi gara-gara beda merk, maka patokan ukurannya juga lain! Kaos yang ini gw pake ketat banget, dan bahkan sampe luar biasa sukses ngebuat badan gw jadi kaya lontong dibungkus daun pisang yang kekecilan. Udah kaya membludak mau pecah gitu! Dipikir-pikir...ini cuma sedikiiiiiiit lebih baik dibanding ga pake baju...beh, ga ngaruh-ngaruh banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seenggaknya masih mendinglah gw dapet baju. Setidaknya kini gw tidak harus memamerkan dada gw dan perut menggelembung itu. Setelah beli baju, kita lanjut terus sampe nemu klinik yang udah bukan jam 8 pagi. Untungnya kita nemu ga lama kemudian, dan sukses memasukkan bima sebagai pasien pertama hari itu. Kita masuk klinik dengan gaya yang ga nyantai. Yang satu dengan kepala berdarah dan baju berlumuran darah pula..yang satu pake baju daleman ketat-ketat seksi..yang satu mukanya tengik, kurang tidur 3 hari...dan yang satu lagi sibuk ngorok di mobil gara-gara kecapean. Untungnya dokternya langsung tanggap dan sesegera mungkin dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja, berhasil melakukan operasi kecil di kepala Bima.. (yaelah bu dokter..kalo cuman ngejait doang sih saya bisa. Biasa jait kancing baju juga). Begitulah pagi kami diakhiri. Sesampainya di rumah si Mesum kembali, semuanya tidur...ga ada yang bangun sampe sore.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7856363811786198428?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7856363811786198428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/malam-sabtu-4-cowo-goblok-ngobrolin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7856363811786198428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7856363811786198428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/06/malam-sabtu-4-cowo-goblok-ngobrolin.html' title='Malam Sabtu = 4 Cowo Goblok, Ngobrolin Setan, Kepala Bocor, Telanjang Dada...'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-823915606030414969</id><published>2009-05-31T22:12:00.002+07:00</published><updated>2009-05-31T22:25:44.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepakbola'/><title type='text'>Goodbye Nedved!</title><content type='html'>Kayanya musim sepakbola kali ini diwarnai sama banyak momen pensiun pemain-pemain yang spesial.&lt;br /&gt;Yang paling heboh dan berkesan pastinya Paolo Maldini. Siapa pendukung A.C Milan yang ga kenal sama orang tua ini? Biar tua, tapi pengabdiannya di Milan selama 20 taun ga bisa dilupain gitu aja. Gw sendiripun yang fansnya Juventus dan notabene rival Milan, cukup salut dan angkat topi sama orang ini. Pemain legendaris yang rendah hati...sulit untuk dicari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, masih dari rival Juventus, ada Luis Figo. Pemain ini ga lama ngebela Inter, tapi penampilannya cukup berkesan. Ga legendaris banget emang, tapi cukup sedih ngeliat satu lagi bakat besar di muka bumi harus pensiun dari dunia sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang selanjutnya.....nah ini spesial. Malem ini bakal ada partai antara Juventus-Lazio, dan sekaligus jadi partai perpisahan Pavel Nedved dengan fans Juve. Nedved sendiri udah 8 musim berbaju Juve, dan dibeli dari Lazio sebagai ganti Zidane yang pindah ke Madrid. (Nama yang disebut belakangan juga pemain idola gw sejak masuk ke Juve. Sedih juga pas dia pensiun). Nedved ini pemain yang fleksibel, dengan penguasaan posisi di sayap kiri dan juga sempat dimainin di belakang dua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;striker&lt;/span&gt; Juventus sebagai pengatur serangan. Staminanya badak, tendangannya kenceng gila-gilaan....makanya dia dapet julukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Czech Cannon&lt;/span&gt;. Pas Juve degradasi ke Serie B tahun 2006, Nedved terbukti sebagai sosok yang setia sama klub dan ga berminat buat pindah. Padahal sosoknya sebagai eks pemain terbaik Eropa ngebuat banyak klub yang berminat sama dia waktu itu.&lt;br /&gt;Sekarang udah genap 2 musim dia ngebawa Juve balik lagi dan mencari kejayaan di Serie A. Semua Juventini ga akan pernah bisa ngelupain jasa pemain bernomor 11 ini. Baik sebelum Juve degradasi, maupun di masa dia ngebantu ngangkat Juve lagi untuk berada di tempat yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Grazie &lt;/span&gt;Nedved!! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arrivederci&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://news.bbc.co.uk/media/images/41663000/jpg/_41663416_nedved_getty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 300px;" src="http://news.bbc.co.uk/media/images/41663000/jpg/_41663416_nedved_getty.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pavel Nedved ( Juventus 2001 - 2009 )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-823915606030414969?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/823915606030414969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/goodbye-nedved_31.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/823915606030414969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/823915606030414969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/goodbye-nedved_31.html' title='Goodbye Nedved!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1900490374974295485</id><published>2009-05-31T21:42:00.008+07:00</published><updated>2009-05-31T22:34:35.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>UAS...tagaaaaaa!!!!! Kapan kelarnyaaa?????</title><content type='html'>Uas gw sekarang memasuki minggu ketiga. Ga biasa-biasanya UAS sampe 3 minggu, karena biasanya paling banter cuman 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah gitu, dari 7 mata kuliah yang gw ambil semester ini....6 diantaranya menyertakan tugas akhir buat nilai. Ada yang berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Take Home &lt;/span&gt;tes, ada juga yang dikasih tugas tapi tetep aja disuruh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sit in&lt;/span&gt; juga... Kalo kata orang jawa : Sami mawon!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin gw keki, temen-temen gw dari fakultas lain atau universitas lain pada bilang...."Idih, enak banget UAS lo dibawa pulang!!"&lt;br /&gt;Duh..gila kali ya?? Kalo disuruh milih mau UAS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Take Home &lt;/span&gt;ato &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sit in, &lt;/span&gt;ga pake mikir lagi gw pasti bakalan milih yang kedua!! Emang sekilas enakan UAS bikin tugas dibawa pulang. Lha, tapi karena dibawa pulang itulah bobotnya jadi lebih berat. Dosen pasti mengharapakan kesempurnaan total dari mahasiswa. Ga ada toleransi untuk kesalahan yang kecil-kecil dan bikin capek..apalagi ada beberapa dosen yang merhatiin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;footnote&lt;/span&gt;nya sampe telitiiiiiiii banget. Lagian juga tugasnya ga gampang. Minimal banyak...itu udah sukur kalo banyak tapi gak &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SUSAH!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi nyatanya....kebanyakan tugasnya &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;NYUSAHIN!!!! &lt;/span&gt;Berhubung gw orangnya agak-agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deadliner &lt;/span&gt;dan jauh lebih pewe dengan bikin tugas malem-malem karena bisa jauh lebih fokus...mau ga mau jam tidur di kamar dan kasur empuk harus diganti sama tidur sambil berdiri di kereta (masih untung ga sambil kayang.....).&lt;br /&gt;Begini masih mau dibilang &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ENAKKKKK?????!!!!!&lt;/span&gt; Lagian juga makan waktu lebih lama dibanding &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sit in  &lt;/span&gt;yang sehari kelar. Untung UAS gw tinggal sebiji dan habis itu siap untuk liburan. Doain ya tugas-tugas dan nilai kuliah gw bagus-bagus....amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1900490374974295485?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1900490374974295485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/goodbye-nedved.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1900490374974295485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1900490374974295485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/goodbye-nedved.html' title='UAS...tagaaaaaa!!!!! Kapan kelarnyaaa?????'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-410706412241167682</id><published>2009-05-27T21:32:00.008+07:00</published><updated>2009-10-04T01:16:34.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Saya versus Hidayat Nur Wahid</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Posisi MPR sebagai Majelis Ketiga dalam Sistem Trikameral :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tinjauan Menurut Bentuk dan Fungsi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Rabu 6 Mei 2009, kunjungan mahasiswa Ilmu Politik dari FISIP UI ke MPR disambut baik oleh pemberi kuliah umum, yaitu Hidayat Nur Wahid sang ketua MPR itu sendiri. Dalam sebuah perdebatan di dalam kuliah umum tersebut, sempat terlontar &lt;i style=""&gt;statement&lt;/i&gt; dari Hidayat Nur Wahid bahwa Indonesia menganut sistem parlemen Trikameral atau tiga kamar.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Cukup menarik apabila kita menyimak pernyataan tersebut dan membandingkan dengan situasi yang terjadi di lapangan. Sempat muncul keinginan untuk menanyakan argumen dari pernyataan ini kepada Hidayat sendiri. Namun apa boleh buat, kesempatan untuk bertanya sudah habis dikarenakan keterbatasan waktu, dan saya harus rela pulang dengan rasa penasaran. Yang membuat saya penasaran adalah peryataan yang meluncur dari sang ketua MPR itu sendiri, ternyata berbeda dengan asumsi dan pendapat saya mengenai struktur di dalam MPR, serta konsep Trikameral yang diusungnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Berikut adalah pandangan dan pendapat saya mengenai sistem yang dianut oleh parlemen Indonesia, yang –dengan segala hormat- sedikit berbeda dengan pandangan dari Hidayat Nur Wahid.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Unikameral, Bikameral, Trikameral : Definisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Saya akan memulai analisa saya dengan terlebih dahulu memaparkan tiga bentuk parlemen yang lazim digunakan oleh negara-negara di seluruh dunia. Secara garis besar, ada tiga bentuk sistem parlemen yang ada. Ketiganya adalah Unikameral, Bikameral, dan yang berkembang belakangan yaitu Trikameral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Unikameral adalah sistem parlemen dengan satu majelis (kamar). Artinya di dalam parlemen atau badan legislatif tidak ada sub kamar lain yang mampu membatasi kewenangan dari satu-satunya kamar tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bikameral merupakan sistem parlemen yang menempatkan satu kamar tambahan, yang diharapkan mampu mengimbangi dan membatasi kekuasaan dari kamar lain.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apabila hendak digeneralisasi, semua negera federal menerapkan sistem ini. Hal ini diharapkan agar terdapat perwakilan dari distrik-distrik untuk duduk di satu kamar dan mampu mengwasi kinerja anggota kamar lain dari pemerintah pusat. Sistem bikameral sendiri selalu tidak lepas dari anggapan bahwa wewenang satu kamar biasanya akan dibuat selalu sedikit lebih kecil dibandingkan kamar lainnya, sehingga kemudian menimbulkan pertanyaan akan penting dan efisiennya kamar kedua.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perlemahan di salah satu kamar inilah yang kemudian disebut sebagai sistem &lt;i style=""&gt;Soft-Bicameral&lt;/i&gt; atau, Semi Bikameral, atau meminjam istilah Eep Saefulloh Fatah sebagai ‘Sistem Satu Setengah kamar’. Di sisi lain, ada juga negara yang melakukan perimbangan kepada dua kamar dalam satu parlemen tersebut, dan kemudian sistem ini disebut sebagai sistem Bikameral yang kuat atau &lt;i style=""&gt;Strong-Bicameral&lt;/i&gt;. Sistem Bikameral bukan hanya melihat dari adanya dua kamar di dalam satu parlemen, akan tetapi juga dilihat dari proses pembuatan undang-undang dengan mekanisme &lt;i style=""&gt;double check&lt;/i&gt;.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Adapun sistem ini juga menunjukkan kecedenderungan sistem yang westminster, dan diterapkan di negara-negara seperti Inggris dan Amerika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bentuk yang ketiga adalah Trikameral. Menurut Professor.Dr.Jimly Asshiddique, SH. konsep Trikameral diperkenalkan oleh UUD 1945 melalui hasil empat kali amandemen yang menempatkan MPR sebagai kamar ketiga.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kamar ketiga di dalam parlemen ini memiliki fungsi dan wewenang yang berbeda pula dari dua kamar lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;DPD sebagai Kamar Kedua di Dalam Lembaga Legislatif Indonesia &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;DPD RI lahir sebagai bentuk usaha atas pembentukan lembaga legislatif yang lebh efisien dan seimbang, dengan pemberian fungsi pengwasan terhadap DPR RI. DPD terbentuk setelah adanya amandemen ketiga UUD 1945 yang dilakukan MPR pada bulan Agustus tahun 2001.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fungsi dan wewenang DPD sendiri tercantum di dalam 6 pasal ( Pasal 2 Ayat 1, Pasal 22 C, Pasal 22 D, Pasal 22 E ayat 2-4, Pasal 23 E Ayat 2, dan Pasal 23 F Ayat 1 ). Secara singkat, berdasarkan keenam pasal tersebut, fungsi DPD dapat dibagi menjadi 4 fungsi umum, yaitu Fungsi Perundang-Undangan, Fungsi Pertimbangan, Fungsi Pengawasan, dan Fungsi Anggaran.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Walaupun secara tersurat DPD memiliki fungsi dan kewenangan seperti yang telah disebutkan di atas, namun pada kenyataannya fungsi itu datang bersamaan dengan berbagai pembatasan wewenang, yang juga bersifat konstitusional. Dalam fungsi legislasi misalnya, DPD tidak berhak untuk memutuskan sebuah undang-undang, melainkan hanya mampu memberikan masukan, pertimbangan, usul maupun saran.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pernyataan Hidayat Nur Wahid Vs. Fungsi Lembaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Saya sampai pada bagian akhir, yaitu membenturkan analisa saya dengan pernyataan dari Hidayat Nur Wahid yang sudah dikutip di awal bacaan. Pada akhirnya pertanyaan saya terjawab mengenai argumentasi yang melandasi pernyataan tersebut. Di dalam &lt;i style=""&gt;hand out&lt;/i&gt; yang dibuatnya dalam rangka kuliah umum tersebut, saya mendapati bahwa beliau menekankan mengenai kepemilikan fungsi yang terdapat pada MPR. Walaupun mengalami sedikit reduksi kewenangan, namun MPR paska 4 amandemen tersebut masih memiliki legitimasi untuk dapat disebut sebagai sebuah lembaga yang terpisah dari DPR dan DPD. Menurut apa yang dituliskan beliau dalam &lt;i style=""&gt;hand out&lt;/i&gt; tersebut, adalah pendapat yang tidak berdasar dan tidak memiliki argumen yang kuat apabila MPR dinyatakan sebagai sebuah ‘forum’ dan ‘tidak dapat dilembagakan’.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian terlihat bahwa argumen beliau yang sesungguhnya adalah menggolongkan MPR sebagai sebuah lembaga yang otonom dalam sistem Trikameral berdasarkan kepemilikan fungsi dan kewenangan. Artinya, poin utama beliau melihat sistem Trikameral adalah pembentukan dan legitimasi atas kelembagaan MPR itu sendiri. Karena MPR mempunyai fungsi, maka ia dapat dilembagakan dan terpisah dari DPR dan DPD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun jika kita melihat dari perspektif bentuk kelembagaan berdasarkan kepemilikan fungsi maka akan timbul pertanyaan lain yang menurut saya bisa diajukan : Mengapa lembaga legislatif Indonesia sebelum amandemen tidak dapat disebut sebagai Bikameral, padahal DPR (yang menjadi bagian dari MPR) dan MPR (gabungan DPR dan utusan golongan) sama-sama memiliki kewenangan masing-masing? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam menjawab pertanyaan ini sekaligus menanggapi pernyataan Hidayat Nur Wahid, maka sebuah pendapat dapat dibentuk. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk melihat sebuah lembaga pemerintahan secara keselurhan, ada dua hal yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah bentuk, dan yang kedua adalah fungsi. Dalam perspektif bentuk kelembagaan, pernyataan Hidayat bisa dikatakan tepat sasaran. Andaikata hanya perspektif bentuk yang dilihat dalam menggolongkan sebuah sistem parlemen menjadi sebuah lembaga otonom dalam sistem Trikameral, maka saya sendiripun akan setuju dengan pernyataan beliau. Hal itu terjadi karena memang secara bentuk dan struktur, ada tiga lembaga sendiri di dalam sistem legislatif Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun, dengan menambahkan perspektif fungsi maka pernyataan tersebut dapat terbantahkan dan sekaligus menjawab pertanyaan yang sudah saya ajukan sebelumnya. Hidayat memang menyebutkan fungsi sebagai kata kunci dalam penggolongan kelembagaan MPR. Akan tetapi fungsi yang disebutkan beliau hanya sebatas memiliki fungsi, bukan seberapa jauh fungsi tersebut berjalan dan bagaimana perimbangan fungsi tersebut mampu memengaruhi kinerja dan prosedur penetapan kebijakan di dalam lembaga legislatif. Perimbangan wewenang itu secara garis besar dapat dibagi manjadi tiga, untuk dilihat dari perlembaga. Dari antara ketiga lembaga legislatif tersebut, DPR memiliki wewenang yang paling luas dan kuat, diantaranya yaitu pengajuan undang-undang maupun penetapan undang-undang. Wewenang legislatif terkuat berikutnya dimiliki oleh DPD, kendati hanya terbatas sebagai pemberi pertimbangan, masukan, usul tanpa bisa menetapkan undang-undang. Dengan demikian, wewenang legislatif DPD setingkat di bawah DPR. Yang terakhir adalah MPR dengan tugas legislatif berupa pengesahan Undang-Undang Dasar (yang notabane pengesahan UUD hanya berlangsung di saat amandemen atau pada kasus ekstrim seperti pembentukan Undang-Undang Dasar Baru). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada praktek kesehariannya pun, MPR memiliki porsi paling kecil di dalam menjalankan fungsi legislasinya. Fungsi MPR di bidang ini akan besar hanya apabila terjadi amandemen UUD atau penggantian UUD. Selebihnya, dalam rangka perumusan kebijakan dan undang-undang, DPR lebih berpengaruh, dan disusul dengan DPD di bawahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal inilah yang kemudian mendasari saya untuk lebih menekankan kepada fungsi kelembagaan dan bukan kepada bentuk. Walaupun memang secara bentuk dan struktur, lembaga tersebut dapat dilihat sebagai tiga lembaga terpisah, namun tidak ada fungsi yang spesifik dan pembagian fungsi yang signifikan sehingga saya melihat bentuk Trikameral tersebut hanya bersifat prosedural saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain peninjauan fungsi yang tidak dapat menggolongkan MPR sebagai majelis atau kamar ketiga di dalam parlemen, permasalahn mengenai keanggotaan dapat menjadi pembahasan yang komprehensif di dalam analisa posisi MPR sebagai kamar tersebut. Dalam hal ini, kita bisa berkaca dari sistem parlemen Trikameral yang dianut di Republik Cina Taiwan yang dirumuskan di Konstitusi Republik Cina tahun 1946.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Di dalam ketiga lembaga legislatif tersebut, terdapat pemisahan anggota. Hal ini berbeda dengan apa yang terjadi di MPR, dimana MPR sendiri hanya merupakan penggabungan dari anggota DPR dan DPD. Hal inilah yang kemudian juga membuat posisi MPR sebagai kamar sendiri kerap dipertanyakan, karena keanggotaan yang ternyata bukan merupakan anggota yang lepas dan mempunyai nilai sendiri di luar anggota DPR dan DPD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Atas dasar itulah saya cenderung tidak sependapat dengan Hidayat Nur Wahid. Kalau kita melihat hubungan kelembagaan tersebut secara keseluruhan (baik bentuk dan fungsi, maupun struktur keanggotaan) maka saya cenderung melihat sistem &lt;i style=""&gt;Soft-Bicameral&lt;/i&gt; yang terjadi di dalam realita keseharian lembaga tersebut. Poin utamanya adalah tujuan dibentuknya kamar-kamar tersebut. Kamar tersebut dibentuk untuk satu tujuan utama, yaitu melakukan keseimbangan wewenang dan menjalankan fungsi &lt;i style=""&gt;check and balances&lt;/i&gt; di dalam lembaga legislatif. Disini dapat disimpulkan bahwa hanya DPD yang terlihat diusahakan untuk melakukan peran pengimbangan tersebut. Peran yang diemban MPR tidak berhubungan langsung dengan proses legislasi yang dilakukan DPR, sehingga MPR tidak memiliki kecenderungan untuk bisa membatasi kewenangan DPR. Kewenangan dan fungsi kontrol yang dimiliki DPD pun secara konstitusional tidak bisa membatasi secara langsung fungsi dari DPR, sehingga &lt;i style=""&gt;check and balances&lt;/i&gt; sendiri juga tidak dapat dilakukan dengan optimal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Signifikansi dari penggolongan ke dalam bentuk &lt;i style=""&gt;Soft-Bicameral&lt;/i&gt; ini akan semakin terasa apabila kita membandingkan dengan negara lain yang cenderung menerapkan &lt;i style=""&gt;Strong-Bicameral&lt;/i&gt; misalnya Argentina, Inggris, atau di sistem pemerintahan Presidensial seperti Amerika Serikat. Di dalam pemerintahan parlementer Inggris, kedua kamar sama-sama memiliki auntuk mengajukan mosi tidak percaya dan mampu menjatuhkan kabinet. Sedangkan di sistem Presidensial Amerika Serikat, Senat dan Kongres sama-sama memiliki kewenangan untuk mengecek dan merevisi semua rancangan kebijakan yang akan diajukan kepada presiden.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hidayat Nur Wahid dalam kuliah umum “Peran MPR pasca perubahan UUD NRI tahun 1945”. Jakarta 6 Mei 2009&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Miriam Budiardjo. &lt;i style=""&gt;Dasar-Dasar Ilmu Politik&lt;/i&gt;. ( Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2005 ). Hal.180 &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;, hal 180-181&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Saidi Isra. &lt;i style=""&gt;Bikameral yang Efektif&lt;/i&gt;.dalam Zainal Arifin Mochtar dan Saidi Isra. &lt;i style=""&gt;Jalan Berliku Amandemen Komprehensif&lt;/i&gt;. ( Jakarta : DPD MPR RI. 2009 ), hlm. 36&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Jimly Asshiddique. &lt;i style=""&gt;Struktur Ketatanegaraan Indonesia setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945&lt;/i&gt;. Denpasar : Makalah disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VII. 2003. hlm.18&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hidayat Nur Wahid. &lt;i style=""&gt;Untuk Apa DPD RI&lt;/i&gt;. (Jakarta : DPD MPR RI. 2006 ), hlm. 25&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;. hlm 24&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Asshiddique. &lt;i style=""&gt;Op.Cit. &lt;/i&gt;hlm 19&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hidayat Nur Wahid. &lt;i style=""&gt;Peran MPR Pasca Perubahan UUD NRI Tahun 1945&lt;/i&gt;. (Jakarta: MPR RI. 2009)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hlm. 4. &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Jimly Asshiddique. &lt;i style=""&gt;Pergumulan Peran Pemerintah dan Parlemen dalan Sejarah&lt;/i&gt;. (Jakarta : UI Press. 1996) hlm. 42&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6413545146001284502&amp;amp;postID=410706412241167682#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Muhammad Fajrul Falaakh. &lt;i style=""&gt;Menata Sistem Presidensial&lt;/i&gt;. dalam Zainal Arifin Mochtar dan Saidi Isra. &lt;i style=""&gt;Jalan Berliku Amandemen Komprehensif&lt;/i&gt;. ( Jakarta : DPD MPR RI. 2009 ), hlm.127&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-410706412241167682?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/410706412241167682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/saya-versus-hidayat-nur-wahid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/410706412241167682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/410706412241167682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/saya-versus-hidayat-nur-wahid.html' title='Saya versus Hidayat Nur Wahid'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-2712714880698927323</id><published>2009-05-23T01:03:00.006+07:00</published><updated>2009-05-23T01:53:07.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Kuburan Band... . Bandnya Para Eksebisionis</title><content type='html'>Siapa anak muda Jakarta yang ga kenal Kuburan Band? Sekarang band itu lagi tenar-tenarnya mengudara di mana-mana. Di radio dan terutama di TV.&lt;br /&gt;Pastinya, yang paling khas itu ya gaya mereka. Dandanan a la KISS, tapi dengan lagu yang lebih cocok dinyanyiin sama Teletubbies!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lupa-Lupa Ingat, itu judul lagu mereka. Dibilang lagu yang simple sih...emang simple (ya mau diapain lagi dong??). Sekali denger lagu ini pasti langsung inget sama bagian reffrainnya. Ya, bagian "C-Am-Dm-G"! Tentu buat para gitaris dan bassis yang hobi ngulik lagu, sangat dimudahkan dengan lagu ini! hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://icanhascheezburger.files.wordpress.com/2008/02/kiss.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 238px;" src="http://icanhascheezburger.files.wordpress.com/2008/02/kiss.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini foto Kuburan Band. Eh sori, ini sih KISS...hehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Yang jadi menarik adalah ketika mereka bisa ngebungkus bagian simple itu jadi jualan yang unik dan asik. Gw sendiri pernah ngajarin anak bocah maen gitar. Biar gampang, gw ajarin pake 'lagu darurat' yang langsung terkarang di otak gw yang amburadul ini. Pas itu gw bikin pola kunci C-G-Am-F sambil dinyanyiin satu-satu per kunci itu. Tapi yang luar biasa....sama sekali ga kepikir untuk bikin itu jadi sesuatu yang menarik buat dijual!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang ga sedikit yang mencibir mereka dengan ungkapan 'band tanpa skill', atau 'dandanan doang yang serem', dll lah..&lt;br /&gt;Gw sendiri punya pendapat lain. Jauh-jauh hari sebelum band ini beken di tv, gw pernah dapet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; nya dari temen gw yang anak bandung. Dan ga cuma lagu 'Lupa-Lupa Ingat' yang gw denger. Ada satu lagu lagi yang mungkin juga sekarang mulai nge-hits, yaitu judulnya 'Tua-Tua Kelabing'.&lt;br /&gt;Lagu yang gw sebut belakangan itu sedikit-banyak bergenre Rock n Roll. Gw agak kaget denger lagu ini setelah persis sebelumnya gw denger 'Lupa-Lupa Ingat'. Gaya mainnya beda banget. Tetep sih make lirik konyol, tapi musikalitasnya kerasa banget. Dengan modal gitar bersitorsi yang simpel tapi dengan beat asyik, sampe ke penambahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampling&lt;/span&gt; segala. Gw sendiri sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy&lt;/span&gt; pas denger lagu ini (dengan fakta bahwa gw bukan penyuka Rock n Roll).&lt;br /&gt;Jadi kalo mereka dicemooh soal skill dan musikalitas ya....buat gw mereka masih jauh lebih mending daripada band bergenre Melayu yang sekarang juga lagi marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo soal dandanan sih menurut gw jangan diambil pusing. Mereka itu kan band dengan unsur ngelawak. Dan buat gw sah-sah aja kalo mereka ngelakuin itu. Kalo mau dibandingin...kenapa orang jaman 1990-an dulu ga ada yang protes pas band XPDC tampil dengan gaya metal (dan sebagian glamrock), tapi dengan lagu yang mendayu-dayu...padahal ga ada unsur becandanya sama sekali?&lt;br /&gt;Balik ke soal Kuburan Band dan dandanannya, toh mereka juga sama sekali nggak berafiliasi maupun mainin lagu-lagu a la KISS juga kan? Kalo gw liat di beberapa kali perform mereka, toh juga dandanan itu kontras banget kok pas dipadu sama kelakuan mereka yang luar biasa nyeleneh dan bikin gw ga bisa berhenti mikir...."Kok ada ya orang dengan kelakuan segoblok ini??". Justru gaya mereka yang kaya gitulah yang bikin band ini bener-bener makin kerasa suasana fun-nya. Gila, Stress, Ngawur, tapi juga bukan berarti ga berisi. Lha iyalah, gw percaya kok sama kemampuan main musik mereka. Gimana mau ga percaya kalo liat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt; mereka yang udah cukup lama bertahan sebagai sebuah band yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;struggle&lt;/span&gt; di Bandung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://luvia4ever.files.wordpress.com/2009/04/kuburan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 330px; height: 220px;" src="http://luvia4ever.files.wordpress.com/2009/04/kuburan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah...ini baru Kuburan Band...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetep...gw juga ga bisa menjamin bahwa pamor band ini bakalan bisa terus berkibar di belantika musik Indonesia. Gw sedikit agak khawatir kalo band ini bisa kegusur sama band-band bergenre Melayu atau justru penyanyi solo yang ga mutu, misalnya sebut saja Olga (bukan nama samaran). Pokoknya apapun yang terjadi menyoal nasib band ini ke depannya, gw cuma bisa bilang...maju terus buat kuburan band!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-2712714880698927323?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/2712714880698927323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/kuburan-band-bandnya-para-eksebisionis.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2712714880698927323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/2712714880698927323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/kuburan-band-bandnya-para-eksebisionis.html' title='Kuburan Band... . Bandnya Para Eksebisionis'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7971787223129069166</id><published>2009-05-23T00:37:00.005+07:00</published><updated>2009-05-27T21:49:38.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Only'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lyrics'/><title type='text'>Dashboard Confessional's : Don't Wait</title><content type='html'>*Although i don't really like all of the DC's songs, some of those are remarkable.&lt;br /&gt;I think Don't Wait is adding that exception list. Quite simple song, nice vocal, and the most important is....a killing lyric! Yeah, a little bit sniveling, but either sweet and meaningful (or just me and the situation, that get 'touched' by the lyric? hehe )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, this is the lyric. Hope you'll enjoy it just as I do&lt;br /&gt;Check this out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Don't Wait&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;The sky glows&lt;br /&gt;I see it shining when my eyes close&lt;br /&gt;I hear your warnings but we both know&lt;br /&gt;I'm gonna look at it again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't wait, Don't wait&lt;br /&gt;The road is now a sudden sea&lt;br /&gt;And suddenly, you're deep enough&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You get one look&lt;br /&gt;I'll show you something that the knife took.&lt;br /&gt;A bit too early for my own good&lt;br /&gt;Now let's not speak of it again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't wait, Don't wait&lt;br /&gt;The road is now a sudden sea&lt;br /&gt;And suddenly, you're deep enough&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't wait, Don't wait&lt;br /&gt;The lights will flash and fade away&lt;br /&gt;The days will pass you by&lt;br /&gt;Don't wait&lt;br /&gt;To lay your armor down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7971787223129069166?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7971787223129069166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/dashboard-confessionals-dont-wait.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7971787223129069166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7971787223129069166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/dashboard-confessionals-dont-wait.html' title='Dashboard Confessional&apos;s : Don&apos;t Wait'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-1423694307300398482</id><published>2009-05-21T11:19:00.003+07:00</published><updated>2009-05-21T15:09:10.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration'/><title type='text'>Rabu Sore, Kisah Masa Lalu Mas Jemi dan Bang Biji</title><content type='html'>Rabu 20 Mei 2008, 14:20&lt;br /&gt;Alkisah gw sedang mengalami mengalami penyakit yang dinamakan 'komplikasi pemikiran dan gejala kronis di memori otak akibat penumpukan tugas kuliah dan masalah pribadi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang-siang habis ujan rintik-rintik dan angin sayup-sayup, gw berada di kantin sendirian. Nungguin temen kelar ujian sambil mati gaya, ga ada kerjaan. Inilah yang namanya jadi orang kasian. Diawali dengan sedikit merenungi nasib dan berpikir untuk sms Mama Lauren (yang terkenal dengan kata-katanya : "saya bisa memberikan saran agar Anda bisa mengubah nasib Anda sendiri" ), gw mengurungkan niat itu karena Alhamdulillah pulsa gw sekarat dan otomatis mengeliminasi ide bodoh tersebut.&lt;br /&gt;Daripada mati gaya dan merenungi yang 'macem-macem', mendingan gw bikin sesuatu yang lebih berguna dikit bagi kelangsungan hidup akademis gw. Berbekal ballpoint, stabilo, beberapa buku bacaan, catetan kuliah dan kertas file, gw mulai asyik mengkonsep outline buat makalah uas MPP gw. Mulai dari bikin kerangka teori sampai ke mandek dan buntu ide untuk analisa kasus. Tanpa dinyana, sedikit keberuntungan mulai menghinggapi gw. Nun jauh di meja kantin sebelah, gw melihat dua sosok yang cukup familiar.&lt;br /&gt;Ya, dua sosok itu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mas Jemi Irwansyah&lt;/span&gt; ( alumni Politik UI angkatan 1994 yang sekarang jadi dosen dan narasumber diskusi yang oke punya ), dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bang Biji&lt;/span&gt; (nama panggilan yang unik bin menggelitik. Alumni Sosio UI angkatan 1992 yang juga kerapkali jadi teman diskusi yang menyenangkan dan berawawasan luas).&lt;br /&gt;Dalam sekejap, gw udah berpindah meja ke sana dan sedikit berbincang tentang outline yang gw bikin. Seperti diskusi kami yang sudah-sudah, walaupun awalnya dimulai dengan topik yang akademis, lama-lama pembicaraan bergeser ke arah lain (mulai dari masalah sosial, dan terus menjadi makin jauh ke arah yang ga penting. Diantaranya : masalah gay dan kenangan masa lalu mereka berdua pas masih kuliah).&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya kita pernah ngomongin soal betapa 'homo'-nya becandaan mereka di masa lalu (yang menurut cerita legendaris bahwa mereka pernah diusir dari PIM yang baru jadi, gara-gara sibuk main colek-colekan pantat di WC!), di kesempatan ini mereka ngomongin soal gimana serunya sarasahan (baca:ospek) di fisip jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita dalam kenangan mereka, dunia sarasehan jaman dulu tuh bukan berarti cuma eksploitasi terhadap Mahasiswa baru aja. Dan kata mereka "Lo salah kalo berpikir bahwa banyak Maba (mahasiswa baru) yang jatuh sakit gara-gara Sar. Yang ada justru panitianya itu pada kena sakit kuning semua gara-gara stress ngurusin acara buat Maba sekaligus memenuhi kebutuhan alumni yang macem-macem!".&lt;br /&gt;Dan kata mereka lagi, di acara Sar itulah pribadi dosen-dosen yang terlihat sangat killer dan jaim bisa terbuka seutuhnya. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Mengutip kata Mas Jemi : "Di situ dosen-dosen macem Pak M****di bisa keluar 'kebinatangannya'!"&lt;/span&gt;. Bahkan dosen macem Mas Eep Saefulloh pun bisa jadi sosok yang sangat usil kalo berurusan dengan yang namanya ngerjain Maba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu akhirnya sukses dilewati dengan cerita-cerita masa lalu seputar Sar tersebut. Di akhir cerita, timbul pertanyaan yang retoris dari mereka berdua "Kapan nih mau ada Sarasehan lagi??".&lt;br /&gt;Gw (dan kemudian temen gw yang datang menyusul -&lt;a href="http://psychogenic.multiply.com/"&gt;bima&lt;/a&gt;- ) juga ga tau harus jawab gimana yang bisa memuaskan mereka berdua. Dengan berdehem dan sedikit nada diplomatis, kita cuma bisa jawab "Kalo dari kita sih pingin-pingin aja Bang. Masalahnya kan ada di aturan Dekanat. Selama anak-anak pada mau 'breaking the rule' dikit sih ga masalah. Toh kaya yang Mas Jemi bilang, bahkan sosok kaya Pak M****di pun bisa antusias dan keluar 'kebinatangannya' dalam menyambut acara ini. Sekarang tinggal gimana cara kita ngelobi anak-anak HM dan calon panitianya aja. Soal cara pelaksanaan ya kita bisa studi banding dulu lah ke Sar anak krim ato anak D3..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah jawaban gw kurang memuaskan atau justru terlalu memuaskan, yang jelas mereka berdua masih aja terus mendesak (bahasa halusnya : menyarankan) supaya acara ini dibikin lagi.&lt;br /&gt;Ga lama kita ngobrol-ngobrol lain lagi yang makin ngalor ngidul. Dan seperti biasa, topik pembicaraan kami bisa bergeser sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Karena faktanya, setelah ngomongin panjang lebar tentang Sar, ga lama kemudian kita ngomongin soal gaya menyetir seorang teman yang luar biasa rusuh dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos&lt;/span&gt; (kalo bahasanya Bakunin : ANARKIS! ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga lama setelah itu, kita pulang....&lt;br /&gt;(akhir penulisan yang ga enak banget. Gantung, gitu doang....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-1423694307300398482?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/1423694307300398482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/rabu-sore-kisah-masa-lalu-mas-jemi-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1423694307300398482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/1423694307300398482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/rabu-sore-kisah-masa-lalu-mas-jemi-dan.html' title='Rabu Sore, Kisah Masa Lalu Mas Jemi dan Bang Biji'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-7826676499062434120</id><published>2009-05-18T00:58:00.002+07:00</published><updated>2009-05-18T01:18:09.149+07:00</updated><title type='text'>This is Final Exam!</title><content type='html'>Hampir dua minggu sejak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;last post&lt;/span&gt; gw (siapa peduli?hehe)&lt;br /&gt;Banyak yang mau gw tulis, tapi apa boleh buat nih..dua minggu kemaren gw habis musuhan sama yang namanya tugas, belum lagi ditambah sama ujian CCF gw yang susahnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...harus gw wanti-wanti bahwa besok (tepatnya nanti siang) UAS gw udah dimulai!&lt;br /&gt;Ugh, kalo inget tugas UAS lagi bikin gw mual-mual, dikit-dikit bawaannya pengen ke WC, belum ditambah keringat dingin, kaki pegal-pegal, dan gejala mimisan menahun! (Sisa-sisa lebay dari nulis makalah yang dipanjang-panjangin)&lt;br /&gt;Tapi, berhubung tadi gw udah cukup membaca bahan buat UAS nanti...jadi ya bolehlah gw meluangkan waktu buat menengok keadaan blog ini (yang notabene, masih aja minus pengunjung akibat kurang promosi).&lt;br /&gt;Hari ini gw bakalan UAS buat mata kuliah SPI (Sistem Politik Indonesia). Yup, matakuliah yang harusnya udah pernah gw ambil di semester 2, dan yang seharusnya itu sekitar dua taun lalu! Soalnya ga pake teori, cukup dengan analisa kasus. Tapi berhubung dosennya itu ahli analisa kasus politik Indonesia, jadi yah...bakalan susah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway&lt;/span&gt;, ujung-ujungnya blog ini mungkin ga bakal keisi sejauh dua minggu lagi. Kecuali kalo nanti gw masih sempet buat nulis-nulis dikit, barang seuprit, di sini.&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang berbahagia ini gw mau sedikit nulis dan nge&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-&lt;/span&gt;post&lt;/span&gt; sesuatu yang mungkin ga sempet gw bikin untuk dua minggu ke depan. Ini langkah gw yang namanya berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian (apa hubungannya??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, intinya....selama gw sibuk UAS nanti, gw akan menyempatkan diri untuk berkhayal bakal ngapain gw untuk ngisi liburan selama 3 bulan ke depan. Jadi, doaain aja ya supaya UAS dan khayalan gw itu lancar..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*post yang ga guna, ga ada maknanya. Intinya cuman mau minta doa aja kok...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6413545146001284502-7826676499062434120?l=dandypradana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dandypradana.blogspot.com/feeds/7826676499062434120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/this-is-final-exam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7826676499062434120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6413545146001284502/posts/default/7826676499062434120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dandypradana.blogspot.com/2009/05/this-is-final-exam.html' title='This is Final Exam!'/><author><name>Indra 'Dandy' Pradana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15327715094334561133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/So7VxXw2ztI/AAAAAAAAAIQ/hN1BOvyJcYc/S220/Dandy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6413545146001284502.post-8426115744398942855</id><published>2009-04-30T23:35:00.013+07:00</published><updated>2009-05-04T20:19:48.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Happy MayDay, Boss!! May our Action Won't be Your 'MayDay' Signal!</title><content type='html'>Tulisan ini sekedar penyambutan terhadap MayDay atau Hari Buruh tanggal 1 Mei. Sebelum menyambut dengan tulisan ini, gw bersama beberapa temen, juga baru menggagas dan menggelar sebuah acara nonton film dan diskusi bareng, yang sedikit menyinggung tentang realita yang harus dihadapi buruh Indonesia. Acaranya lumayan seru lho! (narsis)&lt;br /&gt;Film yang baru gw puter itu judulnya "The New Rulers of The World".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw males juga kalo disuruh nyeritain seluruh isi film itu di post gw ini ( kepedean...siapa juga yang minta diceritain??? ). Yah..gambaran aja kali ya. Seorang buruh di pabrik sepatu merk terkenal berlambang 'centang' mempekerjakan buruhnya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ft&lt;/span&gt; 36 jam non-stop. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);font-size:180%;" &gt;Untuk sebuah sepatu yang dijual seharga SATU JUTA EMPAT RATUS RIBU RUPIAH, seorang buruh cuma dapet kompensasi LIMA RIBU PERAK!!&lt;/span&gt; Whew, itu bahkan ga bisa buat beli talinya doang! ==&gt; ( talinya harus merk 'centang' itu juga laah. Beli di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; kek. Kalo beli di tampur ato senen sih dapet 2 iket! )&lt;br /&gt;Hal yang sama juga berlaku untuk penjualan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boxer&lt;/span&gt; bermerk X ( petunjuk : x adalah tiga huruf terakhir dari kata 'GAGAP' ! hehe). Untuk sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boxer &lt;/span&gt;seharga sekitar 200-300 ribu perak ribu perak, yang mereka dapet cuman gopek!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal buruh....kebanyakan dari kita pasti langsung inget sama satu kata, yaitu 'kuli'. Entah kuli pelabuhan, kuli angkut, de-el-el (kuli tinta not included).&lt;br /&gt;Sebenernya apa status yang ngebedain buruh sama pegawai biasa?&lt;br /&gt;Jawaban awam sih pasti ga jauh-jauh dari : Wah, kalo buruh ato kuli gitu mah cuman ngandelin tenaga doang, ga usah pake otak! Beda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man&lt;/span&gt; kalo sama pegawai yang kombinasi tenaga sama otak, dan bahkan cenderung otak doang!&lt;br /&gt;Yah, secara umum sih itu sebuah jawaban yang ga bisa disalahkan. Gw juga setuju dengan itu ( lagi-lagi : konteks umum! ).&lt;br /&gt;Konsepsi buruh mulai mencuat sejak Karl Marx memberi definisi yang jelas tentang kelas sosial. Pria berjanggut putih nan lebat ini ( Sinterklas? ) pada mulanya membagi masyarakat industri ke dalam dua kelas, yaitu kelas pemilik modal (borjuis, kapitalis, terserah apaan lagi...) dan kelas pekerja atau proletar. Pada teori pergerakan kelasnya, Marx sendiri punya prediksi bahwa kelas proletar akan berjuang untuk menggulingkan kelas pemilik modal, supaya kelak terbentuk masyarakat tanpa kelas. Teori yang sempat menuai kritik, karena Marx dinilai terlalu filosofis dan terlalu menyederhanakan masyarakat yang heterogen. Di bukunya yang berjudul "Manifesto Komunis" yang dikerjakannya bersama Engel, ia memasukkan masyarakat kelas menengah sebagai kelompok ketiga. Orang yang ga punya modal, tapi punya kemampuan akademik dan lainnya, sehingga punya posisi di atas buruh. Nah, di kelas inilah para pegawai dan karyawan biasa itu digolongkan.&lt;br /&gt;Nah, struktur kelas itu kalau diconvert ke dalem sebuah gambar piramida, hasilnya kaya gini ( sori kalo gambarnya kepotong. Gw bikinnya terlalu semangat, jadinya kegedean dan ga mungkin bisa dikecilin karena tulisannya ga bakal keliatan! hehe ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sfnv7_joqoI/AAAAAAAAAB4/qxaSN96dY-M/s1600-h/Piramida+Kelas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 475px; height: 559px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AIrH9DzxTJ4/Sfnv7_joqoI/AAAAAAAAAB4/qxaSN96dY-M/s400/Piramida+Kelas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330555447921912450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita liat lagi, semakin ke atas bentuknya semakin mengecil ( ya iyalah, namanya juga piramida! ). Nah...berarti kan jumlah buruh senantiasa lebih banyak dari kaum kapitalis. Lagipula, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;piramida kelas di atas ini ditinjau dari fungsi kontrol&lt;/span&gt;. Lain cerita kalau dibentuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;piramida kelas dengan ditinjau dari kepemilikan,&lt;/span&gt; bahkan bener-bener cuman dua kelas (middle class) akan masuk menjadi proletar. &lt;span style
